Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
AUDISI FILM 3.


__ADS_3

Setelah menerima telfon dari Bara Kania seger memasukkan ponselnya kedalam saku bajunya. Setelah itu dia kembali duduk di antara pengawalnya.


"Telfon dari siapa Kak...?" tanya Paramita.


"Dari Bos Dika, dia nanyain kamu udah audisi apa belum..." jawab Kania asal.


"Bos Dika baik ya kak, dia mau merhatiin kita..." puji Paramita dengan polos.


'Ya ampuun gue dosa nich ngebohong sama orang...(batin Kania).


"Iya..." jawab Kania datar.


"Nona Kania di minta sutradara datang ke sana..." seorang pria muda mendatangi mereka.


"Saya mas...?" tanya Kania tak yakin sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya mbak..." jawab Pria itu. Kania pun segera berdiri .


"Gue kesana dulu ya...kalian tunggu di sini..." kata Kania pada Paramita dan kedua pengawalnya.


"Beres Bos...' jawab Arum dan Keti bersamaan.


"Iya kak..." jawab Paramita.


Kania pun segera melangkah menuju sang Sutradara yang berada di lokasi audisi.sesampainya di sana Sutradara memberikan naskah pada Kania.


"Coba kau pelajari sebentar dialog yang ada di halaman dua.." perintah Seto Aji.


"Baik.." jawab Kania singkat. Dia menerima naskah yang Seto Aji sodorkan. Setelah itu Kania duduk di kursi yang telah di sediakan. Sambil menunggu peserta yang masih melakukan tes Kania mulai mempelajari naskah tersebut.


'Oo.. kayak naskah drama di sekolahan..( pikir Kania ketika mulai membaca ). karena saat sekolah Kania sering ikut kelompok seni yang sering menampilkan Drama di sekolah.


"Tuan apakah yang harus Kania hapal yang terdapat tulisan tuan putri.." tanya Kania takut salah.( maklum nggak pernah main film 🤣)


"Benar Nia.." jawab Seto Aji dengan lembut. Di dalam naskah itu Kania berperan sebagai putri yang sedang di hadang oleh para penjahat ketika dia sedang melarikan diri dari kerajaan. hampir satu jam Kania mempelajari naskah itu , hingga akhirnya dia di tanya oleh Seto Aji.


"Gimana Nia, apa kau sudah siap mencobanya...?" tanya Seto Aji.


"Insyaallah Kania siap..." jawab Kania tenang. Walau dalam hati Kania agak cemas.


"Baik kita coba sekarang...Ton bawa empat temanmu untuk mencoba Nona Kania.


"Baik Bos.." jawab Tono , dia berlalu untuk memanggil Teman- temannya.


Tak lama Kania di minta mulai masuk ke arena audisi. Di sana dia sudah berhadapan dengan lima orang kruh yang berperan sebagai penjahat.


Kania membuang nafas untuk mengurangi debaran jantungnya. Perlahan ketenangan dirasakan Kania kembali.


"Gimana nona Kania sudah siap...?" tanya Seto Aji.


"Siap tuan...." jawab Kania .


"Baik..siap...eksen..." seru Seto Aji.


Terlihat keempat pria mendekati Kania yang sedang berjalan lemah Karena kelelahan.


"Ha ha ha... Ada mangsa baru Kawan.." teriak salah satu pria dari keempat pria yang mendatangi Kania.


"Benar...tapi sepertinya dia tidak mempunyai uang atau barang tu..." teriak pria yang lain.


"Dasar pria gembel yang miskin..." seru pria yang lainnya.


"Tapi lihatlah diikat pinggangnya, sepertinya dia memiliki buntalan .." kata Pria yang bertubuh pendek ketika melihat buntalan di ikat pinggang Kania.


Tampak pria yang lebih besar mendekati Kania. Saat tangan pria itu terulur dengan cepat Kania menahannya.


"Maaf ini bukan milikmu..." jawab Kania datar. Terlihat aura dingin dari tubuh Kania.


"Hey...kau punya nyali juga anak mudah.." kata pria besar itu.


"Apa yang harus aku takutkan terhadap kalian...?" jawab Kania dingin.


"Waah kau berani melawan kami..?" tanya salah satu dari kelima laki- laki itu.


"Apa yang mesti aku takutkan dari para cecunguk seperti Kalian..." jawab Kania memprovokasi.


"Dasar pria sombong tak tahu diri, ayo kita hajar manusia sombong ini..." teriak penjahat yang berbadan besar tadi.


"Bos biar saya saja yang membereskan nya..." jawab salah satu anak buah nya .


"Baik cepat kau Habisi dia.." kata sang pemimpin. Namun ketika sang anak buah maju tiba- tiba dia sudah terkapar . membuat sang kepala penjahat terkejut.


" Waah...ternyata kau mempunyai kekuatan juga ba****t..." teriak sang pemimpin.


"Ayo kita serang bersama- sama , Kita hajar dia ramai- ramai..." teriaknya lagi. Maka terjadilah perkelahian yang tak terelakkan. Kania yang berlagak seperti pria lemah menampilkan tubuhnya yang terbungkuk karena kelelahan membuat gerakannya agak lemah. Namun bagi keempat pria itu mereka kewalahan melawan Kania yang seorang diri. Akhirnya mereka satu persatu jatuh.


'Cut....!" teriak sang Sutradara menghentikan adegan Kania dan para awak Film.


"Bagus Nia...waaah kau hebat sekali, apakah kau pernah bermain film...?" tanya Seto Aji memuji.


"Belum pernah..bukankah saya sudah bilang pada Anda tuan..." jawab Kania.


"Tapi getakanmu luwes sekali , seperti seorang yang sudah profesional.." puji Seto Aji kembali.


"Trimakasih tuan...." jawab Kania.


"Bang...maaf Kania yang sempat memukul abang... aoa kalian pada sakit semua...?" tanya Kania khawatir pada kruh film yang berperan sebagai penjahat sempat terkena beberapa kali tendangan.


"Nggak masalah Nona... tapi kami akui tenaga Nona cukup kuat. tapi kami juga tahu Nona tidak terlalu serius memukul kami tadi..." jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan Nia bang..." kata Kania sambil membungkuk .


"Nggak masalah Nona..." jawab Pria tadi sambil tersenyum.


"Ya udah Kania..kau bisa istirahat dulu, kini giliran gadis yang kau bawa..." kata Seto Aji dengan wajah gembira. Seto Aji kemudian memanggil Paramita untuk di uji. Sedang Kania segera berjalan kearah kedua pengawalnya.


"Gila keren banget gerakanmu tadi dan aku yakin kau mengeluarkan sedikit dari tenagamu..." seru Arum saat Kania menghampiri mereka.


"Ist....pelankan suaramu dodol..." kta Kania sambil duduk di antara pengawalnya.


"Benar Nia gerakanmu beneran keren tadi..."kata Keti menimpali.


"Tu kan benar apa kataku...Nia kapan - kapan boleh nggak kita belajar padamu..?" kata Arum perlahan.


"Boleh...nanti kita latihan bersama kalau kita sudah kembali kerumahku.." jawab Kania .


"Lo emang elo mau balik kerumahmu sendiri Nia...?" tanya Keti.


"Ya iyalah , rumah Bos Bukan rumah gue sendiri dodol..." jawab Kania.


"Tapi elo kan...."


"Sst...jangan elo terusin.... Iya tapi kami kan belum menikah ..." jawab Kania perlahan memotong omongan Keti.


"Bukankah Bos sangat mencintaimu...?" bisik Arum pelan.


"Aku tahu...tapi aku merasa mender kalu memikirkan siapa Bos..." jawab Kania sedih.


"Gue nggak terlalu yakin akan cinta Bos.. Ada perasaan takut di diri gue .." jawab Kania perlahan.


"Lo tahu sendiri siapa Bos, banyak gadis kaya dan cantik mengejar Bos Bara. Siapa gue bilah di bandingkan mereka.. karena itulah gue pingin lebih maju agar gue tidak malu dan mender berada di sebelah Bos Bara.." kata Kania sendu.


"Nia...elo jangan terlalu rendah diri... Elo tu gadis hebat, selama gue hidup gue belum pernah nemuin gadis seperti elo, kecantikan elo di atas rata- rata, kebaikan elo sangat besar, perhatian elo pada orang tidak diragukan lagi. Mungkin hanya harta yang bisa mengalahkan dirimu dari gadis- gadis manja yang kaya itu.." kata Arum berapi- api.


"Bener Nia...dan gue lihat Bos Bara cinta tulus ama elo malahan terlihat bucin banget ama elo..." timpal Keti.


"Hii..apaan si elo- elo pada... Jangan terlalu tinggi memuji gue..kalau jatuh sakit banget tahu..." seru Kania perlahan. Akhirnya mereka tertawa bersama.


"Pokoknya Nia kalau sama Bos Bara di bolehin gue mau terus ame elo sampai elo punya anak.." kata Arum yakin.


"Yee..emangnya elo kagak kawin ape...?" goda Kania.


"Iya...tapi gue tetep ikutin elo...elo jadian ame Bos atau kagak kalau Bos ngijinin gue tetep ame elo...." kata Arum dengan yakin.


"Gue juga Nia... Kalau Bos ngijinin gue juga pingin hidup ame elo..." kata Keti menimpali.


"Makasih , kalau itu niat kalian gue mau kok jadi saudara elo pada,..mulai sekarang kita saudaraan, jangan anggep gue bos elo- elo pada Okey..." jawab Kania sambil memeluk mereka berdua.


"Bener...kita adalah tiga saudara yang akan selalu bersama..." kata Arum.


"Bener..."jawab Keti terharu. Tanpa mereka sadari dan mereka ketahui ternyata sosok orang yang mereka bicarakan berdiri tidak jauh dari keberadaan mereka berdua. Dia terlihat tersenyum tipis mendengar semua pembicaraan mereka. Ingin rasanya Bara pergi kehadapan gadis itu dan memeluknya dengan erat serta menghapus rasa sedih di wajah cantik Kania dan meyakinkan gadisnya.


Tak lama Paramita selesai audisi. Kania segera berpamitan pada Seto Aji karena hari telah menjelang malam.


Seto Aji pun mengiyakan , namun Kania disuruh besok untuk datang kekantor Seto Aji bersama Paramita untuk menandatangani kontrak kerja.


"Besok datanglah kekantorku bersama Paramita untuk menyelesaikan kontrak kerja kita..." kata Seto Aji.


"Baik Tuan...kami pasti akan datang kekantor anda..." jawab Kania.


"Aku tunggu kedatangan kalian di kantor.." kata Seto Aji lagi.


"Baik tuan, kalau begitu kami pamit pulang Asalamualaikum..."


"Walaikum salam..." Kania pun segera berjalan meninggalkan tempat audisi bersama Arum,Keti dan Paramita. Mereka segera mengantar Paramita ke apartemenya. Setelah itu mereka melajukan mobil mereka kembali ke rumah Bara.


Ketika sampai di sana mereka segera memasukkan mobil mereka langsung kegarasi mobil mewah Bara. Ketika sampai di sana Kania melihat mobil yang Bara pakai tadi pagi sudah terparkir dengan mulus. Yang menandakan Bara sudah berada di rumah. Kania segera melangkahkan kakinya menuju rumah utama. Sedang Keti dan Arum menuju rumah belakang tempat mereka tinggal. Ketika sampai didalam rumah Kania melihat Bara sedang duduk membaca koran.


"Assalamualaikum...." ucap Kania memberi salam.


"Walaikum salam.. Kok malam datangnya..." tanya Bara seolah dia sudah tadi datang. Padahal dia baru datang juga.


"Iya tadi langsung mencoba peran..." jawab Kania.


"Duduk sini..." kata Bara sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya.


"Tapi Kania masih Bau..." tolak Kania.


"Nggak masalah..." jawab Bara.


Kania pun berjalan kearah sofa yang di duduki Bara dan duduk di sebelah Bara.


Bara segera memeluknya.


"Aku merindukanmu..." kata Bara.


"Bukankah kita Baru berpisah sehari ..." jawab Kania sambil tersenyum.


'Ada apa dengan dia..( pikir Kania.)


"Apakah aku tidak boleh merindukan dirimu.." kata Bara sambil mengurai pelukannya.


"Boleh...malah aku sangat bahagia.." jawab Kania sambil tersenyum. Bara menatap wajah Kania dengan perasaan cinta.


"Kau tahu...aku sangat mencintaimu...


Cup..".bara mencium lembut bibir Kania.


"Jangan pernah meragukan cintaku padamu sayang... Sampai kapanpun kau adalah satu- satunya wanitaku, tak akan kubiarkan satu orang pun yang akan menggantikan dirimu di dalam hatiku..."lanjut Bara dan memeluk kembali Kania erat.

__ADS_1


'Ada apa dengan dia... Kenapa dia sepertinya dengar pembicaraan ku? dengan Arum dan Keti...( seru Kania dalam hati keheranan) Kania hanya diam membalas pelukan Bara. Setelah beberapa lama barulah Bara melepas pelukannya.


"Sekarang mandilah, setelah itu turun untuk makan malam, kau sejak tadi sudah di tunggu anakmu..." kata Bara sambil mengacak rambut Kania.


Ha anak...( teriak Kania kaget dalam hati)pipinya terasa panas mendengar omongan Bara walau dalam dada terasa perasaan hangat yang mengalir di dalam dadanya.


"Baik...aku mandi dulu..." pamit Kania


Sambil beranjak dari sofa.


"Tunggu..." seru Bara yang membuat langkah Kania terhenti.


"Ada apa Bos...?" tanya Kania heran.


"Aku belum menghukummu. Sejak Kemaren kau selalu memanggilku Bos ..." kata Bara dengan senyum devil nya. Kania yang melihat itu bergidik ngeri.


"Tapi kan di depan orang banyak Bos..." jawab Kania coba membela diri.


"Apakah sekarang ada orang lain di sini ha..." kata Bara sambil menatap dengan raut wajah penuh godaan. Kania membeku seketika. Namun saat dia melihat Bara akan Bangkit, Kania segera membalikkan bandan dan berlari kearah kamarnya sambil berkata.


"Iya, iya Kania ngaku salah..." seru Kania sambil berlari. Bara melihat tingkah sang gadis tertawa .


Sesampainya di kamar Kania buru- buru menutup pintu. Dia berdiri di balik pintu dengan deguban jantung yang berdebar kencang.


"Ya ampuun kenapa jantung gua berdetak kencang... sabar- sabar jantungku sayang...kau berdetak kencang bukan karena sakit kan...?" kata Kania sambil menekan dadanya.


'Apakah aku mulai mencintai Bos Bara..?' kata Kania perlahan.


Kania segera pergi kekamar mandi , dia masih merasakan debaran di dadanya belum merendah. Walau kini dia berada di bawah sower yang mengalir dingin. Setelah mandi dan mengambil Air wudhu Kania segera keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dia lilitkan sebatas dadanya. Setelah keluar dari kamar mandi dia menuju ruang ganti tempat bajunya berada. Dia tidak tahu kalau Bara berada di atas ranjangnya sedang memperhatikan dirinya.


"Dasar gadis sembrono..." kata Bara pelan sambil memalingkan wajah dari tubuh Kania yang berjalan keruang ganti. Tanpa terasa sang junior menegang.


"Its...dasar gadis nakal..." umpat Bara dalam hati. Namun dia merasakan kebahagiaan. Karena belum pernah dia tertarik pada seorang gadis sampai seperti sekarang ini. Baru sekarang dia merasakan ketertarikan pada seorang wanita hingga mampu membuatnya tak ingin berpisah dari dia. Sedang Kania yang sudah berganti baju segera melaksanakan solat isyak. Kala dia selesai solat baru dia menyadari kalau ada Bara di dalan kamarnya.


"Tu...Hmm..sayang..kau sudah ada di sini...?" tanya Kania kikuk.


'Jangan bilang kau sudah sejak tadi berada di sini..( umpat Kania)'


"Hmm.."jawab Bara yang masih duduk di atas ranjang dengan tangan bersedekap di dada.


"Kau sudah tadi berada di sini...?" tanya Kania dengan wajah cemas.


"Hmm..." jawab Bara sambil mengangguk.


"Jadi, kau melihat ku tadi...?" tanya Kania khawatir.


"Aku melihat bidadariku keluar dari kamar mandi..." jawab Bara tenang.


"Sayang....seharusnya kau tidak masuk saat aku mandi..." jawab Kania jengkel.


"Emang kenapa sayang...?" tanya Bara sambil berdiri mendekati Kania.


"Aku malu tahu..." jawab Kania sambil cemberut.


""Benarkah...?" tanya Bara sambil memeluk Kania.


'Iya... andai aku tadi keluar tanpa busana gimana...?" tanya Kania sambil menatap Bara dengan jengkel.


"Ya aku tambah seneng dong...?" jawab Bara konyol.


"Dasar mesum..." seru Kania sambil cemberut.


Bara tak tahan melihat wajah Kania yang terlihat imut saat cemberut. tiba- tiba Kania merasakan bibir lembut menempel di bibirnya. Kania membatu seketika. Bara perlahan ******* bibir Kania tak berapa lama Kania merespon perbuatan Bara. mereka saling menyesap bibir secara lembut. hingga akhirnya Kania kehabisan oksigen dia memukul lembut punggung Bara. dengan terpaksa Bara melepas ciumannya.


"Sayang... kau ingin membunuhku...?" sungut Kania.


"Kalau kau mati aku juga ingin mati sayang..." jawab Bara sambil menaruh dahinya di dahi Kania.


"its.. gombal.." rungut Kania.


"Beneran sayang...kau nggak percaya..?" ucap Bara .


"Apa kau seperti ini juga dengan gadis lain...?" tanya Kania.


"Nggak pernah..." jawab Bara.


"Benarkah....?" tanya Kania menggoda.


"Beneran... kau gadis pertama dan terakhir yang membuatku bisa seperti ini, .." kata Bara sambil mencubit hidung Kania.


tiba- tiba keromantisan mereka terganggu oleh bunyi perut Kania . Kania merasa malu ketika sang perut berbunyi. sedang Bara tertawa keras.


'ist..dasar perut tak beraklak, jadi malu dech gue...(batin Kania)


"Kau sudah lapar...?" tanya Bara di selah tawanya.


"Tadi siang aku hanya makan makanan ringan aja..." jawa Kania malu.


"Apaa... bukankah Arum tadi sudah membelikan makanan buatmu..." tanya Bara khawatir.


"Iya...tapi tadi aku malas makan.." jawab Kania.


"Dasar kau ini....ayo kita ke ruang makan..." ajak Bara sambil menyeret tangan Kania. mereka keluar kamar Kania sambil saling berpegangan tangan.


Ketika sampai di meja makan ternyata sudah Ada Dika dan Kinan serta Anto yang sudah duduk di meja Makan.


Gua lanjutin besok ya ceritanya.... jangan lupa like dan komennya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2