Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
PERESMIAN BUTIK DAN SALAON.


__ADS_3

Tak terasa Haripun berlalu dengan cepat, sehari setelah kejadian pesta ulang tahun Amelia di kota B itu, saham perusahaan Sony Subiantoro anjlok dalam batas terendah, begitupun dengan hubungan kerjasama perusahaannya dengan perusahaan Dirgantara telah hilang , perusahaan besar itu telah menarik hubungan kerjasama mereka dengan perusahaan Sony. Dan berita tentang masuknya Amelia kedalam penjara juga bersamaan dengan berita jatuhnya saham perusahaan, tuan Sony bagai disambar petir mendengar semua itu, mendengar semua itu, daya tahan tuan Sony Subiantori tidak tahan , Dia akhirnya dibawa ke rumah sakit karena jatuh pingsan , karena mendengar semua itu. Begitupun dengan Amelia, dia terduduk di pojokan ruang penjara ketika mendengar sang Papa masuk rumah sakit karena mendengar dirinya masuk penjara . penyesalan menghantap perasaan nya apalagi kenyataan kalau wanita yang dia benci sebenarnya istri dari pria yang sangat dia cintai.


"Sialan...ternyata anak laki- laki itu putra kak Bara, kenapa aku tidak pernah tahu kalau kak Bara sudah mempunyai seorang putra. Andai aku tahu pasti aku akan mendekati anaknya dulu, sejak kapan kak Bara sudah mempunyai seorang putra.. dan siapa wanita ibu dari anak itu...?" seru Amelia berbicara sendiri.


"Kau kenapa Mel....? " tanya Dian yang berjalan kearah tempat dia duduk.


"Aku nggak nyangka kalau anak yang bersama Kania itu putra kak Bara..." jawab Amelia.


"Katamu kau sudah dekat dengan keluarga itu sudah sejak lama... tapi kenapa bisa kau nggak tahu kalau ruan Bara sudah mpuanyai putra atau seorang Duren..." kata Dian dengan wajah heran .


"Bukankah aku dan keluargaku pundah keluar Negri... dan saat aku kembali ke kota ini yang ku tahu kak Bara tinggal di rumagnya sendiri, begitupun dengan Dika..." jawab Amelia.


"Yang aku herankan katanya semua karyawan di kantor sudah pada tahu kalau tuan Bara sudah memiliki seorang putra, tapi kenapa kita nggak pernah dengar ya...?" kata Dian dengan heran.


"Entahlah.... aku juga nggak tahu...?" jawab Amelia.


"Mungkin karena mereka menganggap kau sudah mengetahui itu, bukankah kau mengatakan pada mereka kalau kau itu calon istri Bara..." kata Dian lagi.


"Mungkin...." jawab Amelia singkat.


Mereka terdiam dalam kesunyian penjara.


"Apakah kau sudah mendengar kabar Papamu yang berada di rumah sakit...?" tanya Dian kemudian.


"Belum...aku nggak tahu kabar Apa lagi.." kata Amelia dengan wajah murung.


"Katanya Pelayan yang bersekongkol dengan kita tidak mendapat ampunan, dia di pecat dan di penjara , katanya pemilik Hotel itu adalah sahabat dari Kania dan kepala keamanan di Hotel AA adalah sahabat dari Kania juga..." kata Dian perlahan.


"Apaa.... apa nggak salah dengar kau ini..?" kata Amelia kaget.


"Aku mendengar dari pengacaraku, Dia juga menuntut kita karena telah mencelakai Kania di dalam hotelnya. katanya dia seorang anak mafia yang mempunyai banyak perusahaan ..." jawab Dian dengan wajah keruh.


"Tidak...mana mungkin... Kania yang anak dari seorang penjual gado- gado berteman dengan orang - orang ternama..." kata Amelia merasa terluka , iri dan cemburu.


"Bisa saja... buktinya dia sekarang bisa menjadi istri tua. Bara yang dingin dan tidak bisa di sentuh oleh wanita manapun itu. dan bisa kita lihat, wajah tuan Bara yang sangat mencintai Kania ..." kata Duan lagi. Amelia terdiam mendengar omongan Dian. merekapun terdiam dalam lamunan mereka masing- masing.


Tiga hati kemudian Dian dan Amelia di bebaskan dengan jaminan uang .


Masalah itu kini sudah berlalu satu bulan yang lalu. Kania kini sudah di sibukkan dengan butik dan salon yang akan segera di buka. Serta beberapa pemotretan untuk beberapa produk kecantikan yang memakai dia sebagai modelnya. Sedang Film Putri Fang Yun telah tayang beberapa minggu lalu, dan ternyata respon masyarakat sangat baik, hingga terjadi lonjakan penonton di beberapa gedung bioskop di beberapa kota. Nama Kania dan sosoknya sudah mulai di kenal dan dibkagumi di dalam Negri. serta sejak minggu lalu film ini mulai tayang di luar Negri. Kini banyak Sutradara yang mengincar Kania, apalagi sudah terdengar pada para Sutradara kalau semua adegan yang terjadi di film tanpa peran pengganti. Kecantikan dam keelokan parasnya serta keoandaiannya dalam berakting membuat banyak Sutradara menginginkan Kania main di dalam film mereka. Rika sangat gembira ketika banyak tawaran datang di meja kerjanya.


Dan esok hari adalah hari di mana Kania akan membuka salon buat sang Mama bersamaan dengan butiknya.


"Sayang...hari sudah malam, kau harus tidur...bukankah besok kau akan meresmikan butikmu dam Salon Mama..?" kata Bara sambil memeluk sang istri dari belakang , saat ini Kania sedang menyelesaikan pekerjaannya di depan leptop di salam kamarnya.


"Sebentar Pa tinggal dikit..." jawab Kania tetap fokus menatap leptopnya


"Sayang... Kau sudah beberapa hari ini mengabaikan Papa lo..." kata Bara merajuk. Mendengar itu Kania berhenti dari pekerjaannya.


"Ya ampuun... Gue lupa kalau punya suami..teriak Kania di dalam hati.


Kania buru- buru menutup leptopnya dan bangun dari sofa. Dia berjalan mengitari kursi yang dia duduki, dan menghampiri sang suami yang berada di belakangnya .


"Maaf....Mama telah mengabaikan Papa ya...." kata Kania sambil melingkarkan lengaannya di leher sang suami.


"Papa marah....?" kata Kania bertanya dengan nada menggoda.


"Mana bisa Papa marah sama Mama... Tapi baiklah Papa marah saja sama Mama, agar Mama mau merayu Papa...?" kata Bara sambil mencium lembut sang istri.

__ADS_1


" Ya elah Pa... kalau mau marah nggak usah ngomong... ini ceritanya Papa mau manja kayak Kinan...?" tanya Kania sambil tersenyum menatap Bara.


"Sekali- kali Papa juga pingin kayak Kinan , di manja dan selalu mendapat perhatian penuh dari Mama...?" jawab Bara sambil memeluk erat sang istri. Dia menaruh kepalanya di bahu sang istri. Kania terharu mendengar perkataan Bara. Memang akhir- akhir ini dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, tapi dia juga melihat sang suami juga sedang sibuk dengan pekerjaannya juga. Apa gue salah ya..?( itu emang salah Nia..)


"Maaf Pa...apakah Mama terlalu sibuk dengan pekerjaan Mama ya...?" tanya Kania.


Kania merasakan gerakan seperti menggelengkan kepala , yang di lakukan Bara di atas bahunya .


"Maafkan Mama Pa... Mama janji setelah ini Mama akan mengurangi pekerjaan Mama..."janji Kania.


"Benar Ma...?" kata Bara sambil menegakkan kepalanya dan menatap wajah Kania dengan gembira.


"Iya Mama janji..." jawab Kania.


"Mama jangan mengabaikan Papa lagi.." kata Bara.


"Iya Pa...maafkan Mama..." jawab Kania.


"Kalau gitu kita tidur sekarang...?" lanjut Kania.


"Tapi Papa menginginkan Mama...?" bisik Bara di telinga Kania.


Kania merasakan hawa panas menjalar di sekujur badannya ketika bibir seksi itu berucap mesra di telinga nya.


"Boleh ya...?" tanya Bara sambil menatap lembut Kania.


Kania hanya bisa mengangguk dan tersipu malu, hingga tiba- tiba dia merasakan badannya melayang karena di gendong Bara dan di bawa kearah ranjang mereka.


Kania hanya bisa pasrah ketika ciuman lembut Bara mengenai bibirnya dan tangan Bara yang perlahan melepaskan seluruh baju yang melekat di tubuhnya. Dan malam itu berlanjut dengan olah raga malam sepasang suami istri di atas tempat tidur mereka.


****


Acarapun berjalan dengan lancar, beberapa anak buah Bara menjaga kelancaran peresmian butik dan salon itu. Hingga menjelang sore acara itu baru selesai.


Ketika para tamu sudah pergi Kania berjalan kedepan butik dan salon yang sudah terlihat berdiri megah. menatap hasil jerih payahnya dengan perasaan puas. Saat itu sang Mama keluar dari salonnya. Nyonya Sinta berjalan menghampiri putrinya.


"Ada apa nak...?" tanya sang Mama.


"Kania puas telah bisa membuat sebuah butik Ma...serta salon buat Mama..." kata Kania.


"Kau memang putri Mama yang hebat nak.... Mama nggak nyangka kalau bik Monah dan mang Asep mampuh membuat putri Mama satu- satunya ini menjadi seorang anak yang hebat..." kata Sinta dengan wajah bahagia.


"Mereka merawatku dengan penuh kasih sayang Ma... Mereka tidak membiarkan Kania merasa kesepian, Kania tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika bik Monah dan Paman Asep tidak ada..." jawab Kania.


"Iya sayang... Mama harus banyak- banyak terima kasih pada mereka..." jawab Sinta. Dia memeluk sayang sang putri. Setelah puas mengobrol mereka kembali masuk kedalam butik. Ketika sampai di sana mereka melihat bik Monah sedang membenahi ruangan bersama Arum dan Keti serta Widuri.


Kania menghampiri bik Monah dan memeluknya dari belakang. Ketika merasakan pelukan Kania dia tersenyum, dia seakan kembali merasakan kemanjaan gadis yang dia besarkan.


"Ada apa nak....?" tanya bik Monah sambil mengusap tangan Kania dengan sayang.


"Kania kangen sama bik Monah...." jawab Kania.


"Hey...kau ini sudah mempunyai seorang putra dan suami... apa kau nggak malu dilihat sama putramu....?" kata bik Monah sambil membalikkan badan menghadap Kania.


"He he he nggak masalah...putraku anak yang pengertian kok..." jawab Kania manja.


"Bik...bibik dan Paman tinggal dengan Kania ya....? Kania ingin merawat Bibik dan Paman...?" kata Kania lagi.

__ADS_1


"Lo..gimana dengan Restoran bibik Nia...." kata bik Monah.


"Kan ada kak Barkah yang mengelolah Restoran Bik...jadi bibik ikut Kania aja ya..ya ya ya....?" rayu Kania sambil memeluk pinggang bik Monah.


"Ya Tuhan...ini anak manjanya kenapa nggak hilang ya....?" kata Bik Monah sambil mencubit pipi Kania.


"Ya Bik Ya...?" kata Kania kembali merayu.


"Baiklah...nanti bibik bicarakan sama pamanmu..." kata Bik Monah kalah.


"Memang apa yang akan di bicarakan dengan Paman....?" tiba- tiba pak Asep sudah datang bersama tuan Setyo Hadi .


"Ini pak... kata Nia , dia ingin kita tinggal dengannya...." kata bik Monah menjelaskan.


"Lalu gimana Restorannya Nia...?" kata paman Asep.


"Kan ada Barkah yang mengelolah Paman..." jawab Kania


"Iya kakek...kakek dan Nenek tinggal di rumah Kinan, biar nanti Kinan bisa main bersa Kakek..." tiba- tiba suara kecil itu sudah ikut memberikan suaranya. terlihat Kinan masuk bersama nyonya Raroh, nyonya Farah , Kristal dan Nyonya Garnis.


"Tu kan Paman, Bibik...putraku Kinan juga pingin paman dan bibik tinggal dengan Kania..." kata Kania kembali membujuk.


Bik Monah dan paman Asep saling berpandangan , sedang Kinan mendekati sang Mama dan memegang tangannya.


"Gimana Pak.... Apa kita akan menyetujui permintaan Kania dan putranya....?" tanya Bik Monah pada paman Asep.


"Mau, mau ya Paman....?" kata Kania kembali merayu.


Terlihat pak Asep berfikir sebentar, dan akhirnya dia berkata.


"Emang kalau bibik dan paman ikut kamu, apa tuan Bara ngijinin Nia...?" kata Paman Asep.


"Masalah itu Kania yang akan tanggung jawab Paman... Kania ingin paman dan bibik ikut Kania, kita tinggal bersama- sama lagi..." kata Kania dengan wajah mengharap.


"Bara akan menyetujui itu pak Asep... karena Bara tahu kalian adalah orang tua yang sangat Kania hormati..." kata Nyonya Rani.


" Trimakasih nyonya..Baiklah Paman dan Bibik akan ikutan Kania tinggal di rumah tuan Bara, tapi Kania harus tanya tuan Bara dulu... Nanti kalau sudah tuan Bara mengijinkan , Kania baru jemput Paman dan Bibik di Restoran kita ..." kata paman Asep.


"Yes...! Nach gitu dong Paman.... Pasti , pasti Kania akan bilang pada tuam Bara, nanti setelah dapat ijin dari tuan Bara , Kania akan segera menjemput Paman dan bibik..." seru Kania gembira.


"Iya, iya... Paman dan bibik akan ikut denganmu...." kata bik Monah berjongkok menatap Kinan.


"Sayang...apakah Kinan benar- benar pingin kakek dan nenek ikut Mama Kania...?" kata Bik Monah sambil menatap dan memegang kedua tangan Kinan yang berada di sisih Kania.


"Iya .. Kinan ingin kakek dan nenek tinggal bersama Mama Kania dan Kinan di rumah Kinan nek... " kata Kinan sambil menatap balik bik Monah. Dia tersenyum manis pada bik Monah.


"Apakah Papa Kinan memperbolehkan kakek dan Nenek tinggal di rumah Kinan..?" tanya bik Monah.


"Pasti nek... Papa akan mengijinkan Kakek dan Nenek tinggal di rumah...." jawab Kinan dengan pasti.


"Baiklah kalau gitu Kakek dan Nenek akan tinggal di rumah Kinan.." kata bik Monah sambil mencium pipi Kinan.


"Yee...Kakek dan nenek akan tinggal di rumah Kinan...!" teriak Kinan dengan gembira.


Tuan Setyo Hadi tanpa terasa ada sedikit kecemburuan di dalam hatinya ketika melihat anak tunggalnya begitu menyayangi pengasuhnya . namun dia menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat selama ini.


"Tuhan...betapa bodohnya hamba yang telah menelantarkan anak hamba, untung lah ada mang Asep dan bik Monah yang telah mendidik nya hingga menjadi anak yang begitu membanggakan di mata hamba. Hamba bersyukur padamu ya Allah , telah memberikan putri yang begitu baik dan soleh.. Juga hamba bersyukur telah mempertemukan hamba dengan orang - orang sebaik mang Asep dan bik Monah. Seru Setyo Hadi di dalam hatinya. mereka akhirnya berbincang bersama diruangan butik itu.

__ADS_1


Maaf ceritanya sampai di sini dulu ya.... jangan lupa like dan Komennya author tunggu,


Bersambung.


__ADS_2