
*Setelah perkenalan dengan para karyawan di ruangan divisi humas Keti dan Arum duduk di meja dekat Kania.
Mereka kembali menyelesaikan tugas masing - masing. Sedang Keti dan Arum kebanyakan membatu tugas Kania, dengan begitu mereka bisa langsung menjaga keselamatan orang yang mereka lindungi. Tanpa terasa waktu istirahat telah tiba , Kania dan kawan- kawan berjalan keluar ruang kantor humas. Mereka berjalan berenam menuju mushola perusahaan. Setelah itu mereka berjalan kekantin . saat sampai di kantin mereka bertemu dengan Roby dan Beny yang sudah lebih dulu datang kesana. Beny melampaikan tangan pada mereka berenam. Setelah memesan makanan mereka mendekati Beny dan Roby.
"Hey...kayaknya ada yang baru nich...?" kata Roby sambil memandang Keti.
"Iya..mereka sahabat gue " jawab Kania.
"Sahabat elo..." tanya Randy dan Beny bersamaan.
"Maksud gue mereka sekarang sudah menjadi sahabat kita juga..." jawab Kania sambil tertawa .
"Gue kirain elo mendapat teman baru dan melupakan kita- kita..." jawab Beny.
"Ya elah segitunya curiga amat ama gue..." kata Kania cemberut.
"Dich princess sok imut amat..." goda Ratih.
"Yee...emang gue imut..." jawab Kania songong dan membuat para sahabatnya tertawa. Keti yang melihat keakrapan Kania dengan sahabat- sahabatnya merasa sangat terharu. kenapa sahabatnya dulu tak seperti sahabat Kania. Dia menatap mereka dengan wajah sedih.
"Hey...kenapa wajahmu sedih Ket..." tanya Kania sambil menepuk bahu Keti.
"Nggak ada Nia...gue hanya ingat masa lalu gue aja..." jawab Keti.
"Udah jangan kau ingat itu lagi.. kita akan jadi sahabat elo yang baik kok..." seru Kania memberi semangat.
"Iya gue tahu dan itu membuatku bahagia....." jawab Keti terharu.
Tak lama pesanan mereka datang. Akhirnya mereka menyantap makanan yang mereka pesan bersama - sama.
Sambil makan Beny bertanya pada Kania tentang dia di panggil oleh Pak Anton.
"Nia...elo kemaren di jemput oleh pak Anton nggak ada masalah kan..." tanya Beny khawatir.
"Tenang aja, gue udah beresin semua kok..." jawab Kania enteng.
"Maaf gue sama Roby belum sempat tanya soal itu pada elo karena kesibukan di divisi kami.." kata Beny meminta maaf.
"Nggak masalah Ben...gue tahu sahabat- sahabat gue lagi sibuk, apa lagi ini hampir akhir tahun...oh ya...sebentar lagi bukannya kita akan mengadakan peringatan hari jadi perusahaan ya...?" tanya Kania yang membuat mereka pada terkejut.
"Ya ampun...bener kata elo Nia...kok kita sampai lupa ya..?" jawab Sonya .
"Tapi kenapa perusahaan belum memberitahu pada kita..."tanya Ratih
"Masih tinggal dua bulan lagi sobat... mungkin mereka mengumumkannya setelah dekat hari H nya kalik..." jawab Karin.
"Bener juga kata Karin , apalagi akhir- akhir ini banyak terjadi peristiwa yang mengejutkan..." seru Sonya lagi.
"Iya juga sich..." jawab Kania.
Merekapun berbincang dan bercanda sambil menghabiskan makan siang mereka , setelah itu mereka kembali keruangan merek masing- masing untuk mengerjakan tugas mereka. Tak terasa sorepun menjelang. Tiba sudah Merek harus pulang.
"Nia pulang bareng yuk..." ajak Sonya.
"Maaf sayang...gue bawa kendaraan sendiri.." jawab Kania.
"Ya udah Kita keluar sama- sama..." kata Karin sambil menggandeng tangan Kania.
"Keti sama Arum barengan pulang sama gue ya..?" ajak Kania .
"Baik Nia..." jawab mereka berdua.
"Okey kita pulang sekarang..." ajak Kania sambil melangkah pulang.
Sampai di luar kantor mereka bertemu kembali dengan Beny dan Roby yang sudah menunggu di loby. Akhirnya mereka berbarengan melangkah menuju tempat parkir. Ketika sampai di tempat parkiran motor tiba- tiba mereka di hadang oleh beberapa orang preman yang berwajah sangar dan berangasan.
Ada sekitar 8 orang datang menghampiri mereka. badan mereka besar dan berotot. mereka berjalan mendekati Kania dan teman- tamannya.
"Waah...gadis- gadis ini toh target kita hari ini...lumayan juga buat kita senang - senang..." kata salah satu dari mereka.
Terlihat Keti dan Arum sudah berada di dekat Kania dengan waspada.
"Siapa kalian dan mau apa kalian mengganggu kami...?" tanya Keti yang sudah berjaga- jaga.
"Ho ho ho...ada nyali juga nich cewek.." ejek salah satu dari mereka ketika melihat keberanian Keti.
"Nia siapa mereka...?" bisik Ratih yang ada di sebelah Kania dengan rasa takut saat melihat kedatangan para preman itu
"Entahlah..." jawab Kania sambil menatap tajam mereka.
"Bang ...perasaan kami nggak punya masalah dech pada kalian..." tanya Kania datar.
"Kami tak butuh masalah .. Kami butuh uang untuk hidup kami ..." jawab salah satu dari mereka yang terlihat sepertinya sang pimpinan.
"Oo..kalian Preman bayaran...?"tanya Kania dingin.
"Benar..." jawab sang pimpinan.
"Siapa yang menyuruh kalian..." tanya Kania lagi.
"Bukan urusan elo...yang penting kami harus membereska kalian semua..." jawab preman itu lagi.
"Nggak ada kerjaan lain bang, selain ngerugiin orang lain..." kata Kania sarkas.
__ADS_1
"Kebanyakan omong lo... pokoknya sekarang gue harus ngehabisin elo- elo pada..." jawab preman itu dengan marah.
"Baik, kita lihat nanti apakah kalian mampu menghabisi kami..." tantang Kania.
"Waah...besar juga mulutmu bocah .... sebenarnya kau cantik amat , andai kami tidak diharuskan untuk membiarkan kalian hidup, aku mau menjadikanmu penghangat tidurku ha ha ha...tapi sayang kami harus membunuh kalian, terutama kau cantik.." kata si kepala preman tadi sambil menunjuk pada Kania.
"Benarkah, kalau begitu coba saja kalau kalian bisa..." jawab Kania dingin. Terlihat aura membunuh yang terpancar dari tubuh Kania.
"Kalian berlima menjauhlah biarkan kami bertiga menyelesaikan mereka..." kata Kania pada para sahabatnya.
"Tapi Kania..." kata Roby protes.
"Tolong Rob...bawa mereka menjauh dari kami, percayalah pada Kami..." kata Kania sambil menatap Roby tajam .
'Okey...gue tahu maksud elo..." jawab Roby. Karena Roby tahu kemampuan bela diri dia dan Beny tidak seberapa, jika dia ikutan melawan mereka, maka mereka akan membebani Kania yang sedang melawan para penjahat. Akhirnya Roby mengajak mereka menjauh dari Kania , Keti dan Arum setelah meminta tas Kania untuk di pegangkan.
"Waah...nekat bener kalian ya...benar- benar kurang ajar, kalian menyepelekan kami, baik...baiklah jangan menyesal kalian jika kalian nanti menjadi yang pertama mati..." kata preman itu marah.
"Kita lihat saja nanti Bang..." jawab Kania.
"Nia biar kami saja yang melawan mereka..." kata Arum.
"Kita lawan bertiga agar cepat kelar, hari semakin sore aku takut Bos keburu datang..." jawab Kania.
"Baiklah kalau begitu, kita lawan mereka bertiga. Merekapu. memasang kuda- kuda.
Saat melawan Kania dan kawannya para preman mengentengkan mereka bertiga. Mereka melawan Kania cs hanya bertiga saja. Namun saat sang teman jatuh hanya sekali gebrak, merekapun tercengang. Dan akhirnya mereka melawan Kania cs dengan maju bersama. Pertama mereka mampu mengimbangi permainan beladiri Kania dan csnya. Tapi lama- kalamaan terlihat keunggulan beladiri mereka jauh di bawa tiga gadis itu, terutama Kania. Karena gerakan Kania hanya. terlihat main- main saja.
"Bang...hanya segini kemampuan kalian ..?" ejek Kania yang melawan 4 orang preman termasuk sang pimpinan..
"Ba****t lo...jangan sombong, kalau bisa jatuhkan kami..." jawab sang pimpinan yang sedang melawan Kania.
"Baiklah kalau itu mau abang..." seru Kania. Dan kini terlihat gerakan kania yang lebih cepat dan keras.tak lama kaki Kania menghantam satu persatu tubuh atau kepala para preman. hingga mereka jatuh tak sadarkan diri. Hingga tersisah sang pemimpin yang sudah terlihat tak kuat berdiri. Sedang empat orang yang melawan Arum dan Ketipun sudah jatuh tak dapat berdiri lagi dengan muka babak belur.
"Nach bang...gimana masih mau menghabisi kami...?' tanya Kania sambil mendekati kepala preman itu.
"Ampun Nona...kami hanya disuruh seseorang..." seru Preman itu takut.
"Siapa yang menyuruh kalian ...?" tanya Kania sambil berjongkok menatap sang kepala preman .
"Seorang gadis cantik, sepertinya dia seorang selebritis Non..." jawab preman itu dengan wajah ketakutan.
"Oo..." jawab Kania datar, karena dia tahu siapa yang menyuruh preman itu membunuh mereka.
"Tapi maaf kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian pada pihak berwajib..." kata Kania datar.
"Baik Nona, itu memang kesalahan kami...tapi sebelum anda pergi bolehkah kami tahu siapa Nona..?" tanya preman itu lagi.
"Kau pernah dengar julukan Dewi maut kebaikan dari kelompok Dragon fly..?" jawab Kania perlahan namun masih dapat di dengar oleh Arum dan Keti.
"A..ap.apa...Dewi maut kebaikan...? Jadi no..nona adalah wanita itu....?" tanya preman itu ketakutan.
"Kau mengenalnya...?" tanya Kania dengan nada tajam dan senyum menakutkan.
"Ma maaf , maaf Nona...kami tidak tahu tingginya gunung, Kami tidak tahu siapa Nona hingga kami harus berurusan dengan anda.. Ampuni kami nona..tolong ampuni nyawa kami nona..." seru pria itu sambil menyembah- nyembah ketakutan.
"Baik, kuampuni kalian hari ini, tapi tidak lain kali, jika aku melihat kalian berbuat salah lagi,maka tidak ada ampun lagi buat Kalian..." jawab Kania dingin.
"Baik , Baik Nona kami akan berubah...' jawab pria itu. Sedang para anak buahnya yang masih sadar dan mendengar percakapan sang pimpinan dan Kania hanya bisa melotot ketakutan.
"Nona ampunkan nyawa kami, tolong Nona..kami mohon.. kami masih punya keluarga yang harus kami nafkahi Nona.." teriak mereka ketakutan.
"Baik, kali ini kalian semua aku ampuni, kedepannya carilah pekerjaan yang halal, sekarang kalian harus bertanggung jawab pada polisi.." jawab Kania.
"Baik Nona kami akan bertanggung jawab..." jawab mereka. Kania pun segera berdiri dan memanggil para sahabatnya yang sejak tadi menonton dengan perasaan kagum dan bangga. ternyata sahabat mereka yang terlihat lemah manja dan nakal adalah gadis yang sangat hebat. mereka segera menghampiri Kania dengan tmrasa kagum . Kania segera menyuruh Roby dan Beny menelfon polisi dan memanggil satpam. Tak berapa lama empat orang satpam datang. Mereka terkejut melihat beberapa orang tergeletak jatuh pingsan dan beberapa orang lagi terluka babak belur. mereka tak tahu akan kejadian di daerah parkiran perusahaan mereka. memang saat para karyawan sudah pada pulang kawasan parkiran itu sangatlah sepi. hingga jika ada kejahatan sulit diketahui. untunglah penjagaan di sana sangat ketat. entah mengapa mereka bisa lolos dari para penjaga di depan.
"Mas...ada apa dengan mereka...?" tanya salah satu satpam.
"Mereka para preman yang akan melukai kami pak..." jawab Roby.
"Apaa..para preman....?" tanya mereka kaget.
"Iya pak mereka ingin membunuh kami.." jawab Roby kembali.
"Kok bisa mereka masuk...Lalu kenapa mereka terluka parah..." tanya satpam itu kembali.
"Seseorang telah menolong kami dan melumpuhkan mereka.." jawab Kania buru- buru, karena dia takut Roby mengatakan yang sebenarnya.
"Lalu di mana dia yang telah menolong kalian...?" tanya Satpam itu cerewet.
"Dia sudah pergi pak..." jawab Kania.
"Sebentar lagi polisi datang , tolong urus mereka ya pak...karena kami harus buru- buru pergi..." jawab Kania.
"Tapi Nona..." sebelum Kalimatnya selesai Kania sudah mengajak Keti dan Arum untuk segera pulang.
"Keti , Arum ayo kita pulang. Dah teman- teman kami pulang dulu.." seru Kania sambil berjalan pergi meninggalkan mereka.
"Tapi Nia...tunggu dulu..." teriak Sonya.
"Kita berjumpa lagi besok sayang dah..." teriak Kania sambil berlalu pergi ke mobilnya. Kania segera meninggalkan mereka bersama kedua bodyguard nya.
Sesampainya di rumah Bara mereka segera masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Keti... elo sama Arum tidur disini kan....?"tanya Kania ketika sampai di dalam rumah.
"Kita tunggu Bos aja Nia... Mungkin
Sebentar lagi beliau datang..." jawab Keti
"Kalau begitu kalian tunggu sebentar di sini, gue mau ganti baju sama solat sebentar ya... atau kalian ikut kekamar gue...?" tanya Kania.
"Nggak usah Nia..kami disini aja menunggu Bos Bara.." jawab Keti.
"Ya udah gue tinggal dulu ya..." pamit Kania.
"Iya jangan khawatir gue ama Arum akan menunggu elo di sini..." jawab Keti sambil duduk diruang tamu diikuti Arum. Kaniapun segera pergi ke kamarnya. Tapi dia sempat kedapur meminta tolong pada Minah untuk membuatkan minuman buat Arum dan Keti. Sesampainya di kamar Kania segera mandi dan melaksanakan solat ashar yang hampir habis waktunya.
Setelah selesai dia segera kembali keruang tamu untuk menemui kedua bodyguard nya setelah berhias ala kadarnya.dia hanya memakai bedak dan rambut di ekor kuda seperti biasanya. Ketika sampai di ruang tamu ternyata Bara sudah datang dan berbincang - bincang dengan mereka berdua. Terlihat kemarahan di wajah tampan Bara.
"Bos...sudah datang...?" sapa Kania.
Bara yang melihat kedatangan Kania segera berdiri dan memeluk Kania.
Setelah sedikit tenang dia melepas dan memeriksa tubuh Kania dari atas sampai bawah.
"Bun....kau baik- baik aja kan...?" tanya Bara dengan cemas.
"Iya Bunda baik- baik aja kok..."jawab Kania dengan tenang. Dia menyadari ke khawatiran Bara padanya. Mungkin Bara sudah mendengar kejadian di parkiran Perusahaan.
"Bos sudah mendengar kejadiannya...?" tanya Kania dengan lembut.
"Sudah..saat kudengar ada keributan di parkiran perusahaan aku tidak menyangka kalau itu kalian, namun saat kulihat CCTV aku baru tahu kalau itu kalian.." jawab Bara.
"Oo..gue kira kalian yang ngelaporin pada Bos ..." kata Kania sambil memandang dua bodyguard nya.
"Kagak Nia...bos datang langsung nanya ame kita kejadian tadi tu.." jawab Arum dengan logat Sunda nya.
"Siapa mereka...?" tanya Bara.
"Suruhan seseorang yang masih dendam sama kita Bos..." jawab Kania .
"Dendam sama kalian...? Maksud Bunda..? "Tanya Bara tak mengerti.
"Si Elisabet... Dia menyuruh para preman membunuh kami semua..." jawab Kania dengan tenang.
"B*****t..dasar Wanita sialan...belum jerah juga dia..." umpat Bara Kasar. Terlihat Wajahnya yang memerah karena marah.
"Bos...boleh tidak mereka berdua tidur di sini...?" tanya Kania menyelah pembicaraan mereka .
"Mereka memang tinggal sementara di sini selama mereka menjagamu sayang..." jawab Bara.
"Bunda.....!" teriak Kinan dari arah pintu masuk.
"Sayang...dari mana kamu...?" tanya Kania sambil memeluk Kinan yang berlari kearahnya.
"Dari Taman samping Bunda bersama bik Siti dan bik Ijah.." jawab Kinan yang ada dalam pelukannya.
"Waah...kenapa Bunda nggak di ajak...?" goda Kania.
"Habis Bunda belum datang. Kinan lama tadi nunggu Bunda datang.." jawab Kinan manja
"Ulu, ulu...kasihan..maafkan Bunda sayang.." sesal Kania.
"Iya Bunda...Kinan udah maafin Bunda kok.." jawab Kinan dengan polos.
"Trimakasih sayang..." kata Kania sambil mencium pipi Kinan. mereka yang melihat interaksi Kania dan Kinan sangatlah mengagumi Kania, Dia yang bukan ibu kandung Kinan tapi bisa menyayangi Kinan begitu tulus dan besar.
"Bik Siti carikan dua kamar di belakang untuk mereka berdua.." perintah Bara pada bik Siti.
"Baik tuan...mari Nona ikut saya.." ajak bik Siti pada mereka berdua. Keti dan Arum pun segera berdiri dan berjalan mengikuti bik Siti menuju arah kamar para pembantu setelah berpamitan pada Bara dan Kania.
Setelah kepergian mereka berempat Bara mengajak Kania dan Kinan keatas.
"Ayo kita keatas Papa mau ganti baju dulu.." kata Bara sambil mengangkat Kinan dari gendongan Kania. Dia segera mengandeng tangan Kania menuju kamar mereka . sesampainya di kamar Kania dia menaruh Kinan di atas ranjang Kania lalu dia sendiri pergi keluar menuju kamarnya sendiri.
Sesampainya di dalam kamar , Bara segera menghubungi Anton.
"Assalamualaikum Bos.. " salam Anton.
"Walaikum salam.. Ton bereskan si wanita j****g itu ..." perintah Bara dengan marah.
"Maksud Bos ..?" tanya Anton
"Elisabet... Dia yang ngerencanain kejadian tadi, dia ingin membunuh Kania dan teman- temannya.." jelas Bara.
"Gila...Baik Bos akan aku bereskan semua, " jawab Anton.
"Jangan kau bunuh mereka, hancurkan kehidupan mereka, jatuhkan nama baik mereka buat mereka sengsara .." perintah Bara dengan nada dingin.
"Baik Bos... Bos bisa lihat kejatuhan mereka mulai besok.." janji Anton.
"Bagus...laksanakan dengan baik.."
"Siap Bos..." jawab Anton dengan tegas. Bara pun menutup percakapan mereka.
Setelah itu dia segera masuk kekamar mandi .
__ADS_1
Udahan dulu ye.... author lanjut besok. jangan lupa like dan komennya .
Bersambung.