Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
BERTEMU REZA.


__ADS_3

Setelah melihat kepergian Bos besar mereka, Kania bersama kawan- kawan segera pergi menuju puncak. Kania membawa mobil sendiri begitupun dengan Rika, dia satu mobil dengan Amanda. Saat di dalam mobil Rika segera mengintrogasi Amanda.


"Nda...emang dua hari yang lalu ada kejadian apa...? Tanya Rika pada amanda dengan penuh tanya. sebab dia tak mendengar kabar apapun kemaren.


"Oo itu kak... Nona Kania hampir di celakai oleh beberapa penjahat..." jawab Amanda.


"Lalu..?" tanya Rika semakin penasaran.


"Untunglah kak Kania dan para pengawalnya pandai beladiri, dan kak... tahu nggak, ternyata kak Kania itu mahir sekali dalam soal bela diri kak, wiiih pokoknya keren dech kak lihat kak Kania beraksi...?" seru Amanda menceritakan saat dia melihat Kania melawan penjahat kiriman tuan Setyo Hadi.


"Beneran Nda...?" tanya Rika tak percaya.


"Waah pokoknya top markotop dech kak, malah sepertinya kedua pengawalnya si Arum dan Keti kalah jauh dengan kak Kania..." kata Amanda membuat Rika semakin penasaran.


"Kok kamu nggak ngomong kemarin...?" tanya Rika.


"Maaf ...gue lupa ngasi tahu kakak..." jawab Amanda.


"Dasar kamu ini..." omel Rika . tak terasa perjalanan mereka menuju puncak telah sampai. Rika segera memarkirkan kendaraannya di dekat mobil Kania. Saat mereka keluar dari dalam mobil, mereka melihat Deby baru datang juga bersama dengan asisten pribadinya dan sang menejer serta dua gadis yang semuanya seperti artis dari satu agensi dengan Deby.


Ketika melihat kedatangan Kania terlihat mereka saling bisik lalu tertawa bersama.


"Deb..ini ya artis yang sok cantik itu...?" tanya gadis yang berbaju biru. saat Kania sudah dekat dengan mereka.


"Jangan begitu Mer...kau jangan terlalu menghina orang, itu tidak baik sayang.." kata Deby pada temannya yang bernama Amerta seorang artis yang terlihat sombong dan angkuh. Dia seolah membela Kania dari ejekan sang teman, namun Kania tahu ada nada hinaan di dalam kata- katanya.


"Cih...gadis murahan kayak gini jadi pemeran utama kalau nggak naik ranjang Sutradara mana bisa dia mendapatkan peran itu..." kata teman Deby yang satunya.


"Kau...." seru Arum marah, iya ingin mencakar mulut gadis itu jika saja Kania tak lebih cepat menghentikannya.


"Biarkan dulu mereka mengatakan apapun ..." bisik Kania.


"Tapi Nia...." seru Arum geram.


"Percaya padaku..." katanya lagi. Akhirnya Arum bisa didiamkan.


"Kenapa ..kalian nggak suka aku bilang seperti itu...?" tanya gadis itu lagi dengan wajah mengejek.


"Preti janganlah kau mengatakan seperti itu emang kau tahu sendiri saat dia bareng Sutradara...?" tanya Deby.


"Ya iyalah...malah banyak dari mereka yang menyaksikan dia masuk kedalam hotel bersama Sutradara kita.." kata teman Deby yang bernama Preti.


"Ya ampun.. siapa namanya gue kok lupa ya...( sambil seolah mengingat nama Kania)


"Namanya Kania Deb...?" kata sang menejer.


"Oh iya aku lupa, apa bener Kania yang di ucapkan oleh Preti....?" tanya Deby dengan wajah sinis.


"Maksudmu....?" tanya Kania.


"Waah kau pura - pura tak mengerti omongan Kami...?" seru Deby Sinis dan agak marah.


"Okey...gue jawab setelah gue tanyakan pada Sutradara tentang perkataan elo bertiga .." jawab Kania tenang.


"Apa maksudmu...?" tanya Deby curiga


"Maksud gue..simple aja, gue mau nanyain dulu pada tuan Seto Aji tentang perkataan elo bertiga tadi ..kurang jelas..?" tanya Kania lagi.


"Maksud kamu , kamu mau ngadu pada tuan Seto Aji gitu...? kamu fikir dia akan percaya perkataanmu...?" kata Deby dengan nada mengejek.


"Kagak...gue hanya mau nunjukin ini , dengerin ya...?" kata Kania, lalu dia mulai memutar rekaman dari ponselnya. Ternyata sejak tadi Kania sudah merekam semua percakapan kelompok Deby yang sedang menghina Kania. Mulai sejak bertemu hingga saat Kania ingin menunjukkan rekamannya. Terdengar suara percakapan Deby, Amerta,dan Preti. Yang terdengar menuduh Kania bermain curang dengan menjual tubuhnya. serta fitnah mereka terhadap sang Sutradara.


"Apa....." teriak mereka bertiga. Tak terkecuali asisten dan menejernya.


Sedang Kania tersenyum mengejek.


"Sudah denger...ayo kita pergi..." kata Kania mengajak teman- temannya pergi .


Sedang Deby dan teman- temannya terkejut bukan kepalang.


"Tunggu...." teriak Deby, dia segera berjalan kearah Kania dan ingin merebut ponsel dari tangan Kania.


"Eit...mau apa kau...?" seru Arum yang berada di sebelah Kania.


"Berikan itu padaku j****g...!" teriaknya ketakutan.


"Wiiih...enak sekali, bukankah itu keinginan kalian...?dengan senang hati gue akan membantunya..." jawab Kania dengan cemooh.


"Dasar wanita si***n berikan rekaman itu padaku..." teriak Deby kembali.


"Yee..siapa elo hingga gue mau memberikan ini pada elo...?" tanya Kania.


"Okey Okey kami salah, tolong kau hapus rekaman itu..." kata Deby lagi.


"Iya Nia... tolong kau hapus rekaman itu, gue janji nggak akan mengganggu kamu lagi..."seru Preti dengan wajah memohon. Kania menatap mereka satu- persatu. Sebenarnya tak ada niatan dalam hatinya untuk membuat mereka berurusan dengan Sutradara.


"Okey gue tidak akan melaporkan ini pada Sutradara , tapi untuk menghapusnya maaf itu tidak akan gue lakukan, kalian harus janji tidak akan mengusik gue lagi..." kata Kania tenang.


"Okey kami janji nggak akan ngelakuin itu lagi..." jawab Preti dan Amerta bersamaan.


"Dan kau Nona Deby...?" tanya Kania yang melihat Deby hanya diam saja menahan amarah .


"Deb..ayolah, jangan karena masalah ini karir dan masa depanku hancur..." seru Amerta memohon pada Deby.


"Si***n dasar wanita ja***g , baiklah gue minta maaf..." Kata Deby dengan wajah marah. Dia tidak bisa berkutik dengan ancaman Kania. Apalagi teman- temannya terlihat sangat ketakutan.


"Okey, gue pegang janji Kalian, gue akan memakai jaminan rekaman ini agar kalian tidak mengganggu gue lagi, jika kalian masih mengganggu gue atau teman- teman gue bukan hanya Sutradara yang mendengarkannya tapi para penggemar kalian akan ikut mendengar juga. Gue nggak bisa bayangkan kalau mereka tahu kelakuan artis kesayangan mereka..." kata Kania sambil mengajak teman- temannya pergi meninggalkan Deby dan kawan- kawannya.

__ADS_1


"Si***n dasar wanita ja***g awas kau... Lihat aja aku akan menghabisimu..." teriak Deby marah.


"Deb jangan keras- keras... Kita ada di luaran, gimana kalau mereka tahu sifatmu..." bisik sang menejer.


"Kau membelanya..." teriak Deby pada sang menejer.


"Bukan membela Deb.. tapi melindungi nama baikmu..." jawab sang menejer.


"Bre****k,..."umpat Deby marah. Dia segera pergi ketempat para artis berhias.


Saat mereka sedang sibuk berhias tiba- tiba seorang pria muda dan tampan masuk kedalam tempat para Artis berhias.


"Waah tuan muda Reza datang...." teriak salah satu artis yang melihat kedatangan nya.


"Emang beruntung Nona Deby, dia mempunyai calon suami yang tampan dan kaya raya dan juga memanjakan dia.." seru artis yang lain lagi.


"Membuat kita- kita jadi iri ya..." bisik- bisik mereka ketika Reza datang menghampiri Deby.


"Ya ampun sayang kenapa kau repot - repot datang kemari...?" kata Deby manja. Dia mendengar semua komentar dari rekan- rekan sesama artis. membuat dia merasa tersanjung dan bangga.


"Nggak masalah sayang...bukankah aku sudah berjanji akan datang kemari...?" jawab Reza sambil membelai dan mencium lembut pipi Deby. Mereka yang melihat tingkah mereka berdua berteriak seru.


"Ya ampun kak...jangan membuat kami iri dong..." jerit Amerta pada Deby dan Reza.


"Masak sich...ini sudah biasa buat kami.." jawab Deby sambil memeluk mesra Reza. Sedang Kania dan teman- temannya muak melihat tingkah Deby yang terlihat sangat kampungan itu. Sedang Rika sudah pulang tadi karena mendapat telfon dari kantor.


"Idih norak amat..." gerutu Keti.


"Iya kayak yang punya pacar sendiri..." sahut Arum.


"Idih kenapa mereka mesti melakukan di sini sich, bukankah mereka nanti juga bertemu di luaran.." kata Amanda jengkel.


"Mereka ingin menunjukkan kalau mereka saling cinta mbak..." kata sang perias pada Amanda.


"Cih...dasar sok pamer..." umpat Arum.


"Sudahlah...kenapa kalian marah- marah, bukankah itu hak mereka sendiri.." kata Kania tenang.


"Iya sich, tapi lihat- lihat tempat dong.." kata Arum menimpali.


"Uda ah jangan ngeributin yang nggak penting... " kata Kania lembut. Walau dia sebenarnya agak kaget ketika dia melihat kedatangan Reza yang noteben bekas pacarnya, eh bukan bekas tapi yang telah meninggalkan nya tanpa masalah apapun. Ada sedikit rasa sakit yang mendera hatinya. Maklum dua tahun lebih bersama dengannya. Sekelebat bayangan masa lalu saat bersama Reza menghiasi kepalanya. Namun dengan cepat dia menepisnya. Sedang Reza samar- samar mendengar suara yang dia kenal. Dia segera mencari asal suara itu. Dan terlihat gadis cantik sedang di hias di pojokan ruangan yang terlihat khusus.


"Kania..." gumam Reza dalam hati. Walau Kania terlihat beda namun dia masih bisa mengenalnya.


'Kenapa gadis itu berada di tempat ini.. Dan kenapa tempatnya lain dengan Deby, sejak kapan dia berada di kota ini, apa yang dia lakukan, kenapa dia berada di lokasi syuting...? atau dia sengaja mencariku...?" banyak pertanyaan yang ada dalam benaknya.


"Sayang siapa dia...?" tanya Reza penasaran.


"Oo dia...itu dia gadis yang telah merebut peranku..." kata Deby dengan wajah marah.


"Maksudmu....?" tanya Reza semakin penasaran.


"Maksudmu dia pemeran utama wanita..?" tanya Reza kaget.


"Iya.. Dia pemeran putri Fang Yun, manamungkin dia bisa mendapatkan peran itu kalau bukan dengan cara licik.." kata Deby dengan sinis.


"Jangan begitu sayang... Mungkin dia memiliki kemampuan akting yang baik.." kata Reza menghibur. Karena dia tahu karakter dari Kania.


"Kau jangan membelanya sayang...atau Kau tertarik padanya ya...?"tebak Deby cemburu.


"Jangan cemburu...mana mungkin aku suka gadis seperti dia..." kata Reza lagi walau dalam hati dia tak memungkiri kalau sekarang Kania lebih cantik dan menawan .


"Sudahlah sekarang Kau lanjutkan merias wajahmu , aku keluar dulu .."kata Reza ketika dia melihat Kania keluar bersama teman- temannya.


"Kau nggak akan pulang kan...?" tanya Deby khawatir.


"Tidak...aku hanya keluar sebentar.." jawab Reza. Diapun segera keluar meninggalkan Deby. Ketika sampai di luar dia melihat Kania yang sedang mendapat arahan dari sutradara.


Sepertinya Kania saat ini menerankan putri Fang Yin yang sedang naik kuda. Terlihat Kania sudah mulai menaiki kuda. tak berapa lama terlihat Kania mulai memacu kudanya ketika syuting dimulai. Reza sangat tertegun melihat penampilan dan akting Kania ketika menunggang kuda. Terlihat wajah tegas, cantik dan anggun di wajah Kania.


"Sial.. kenapa gadis itu menjadi cantik seperti itu setelah kami tak pernah bertemu, jauh sekali perbedaan Deby dan Kania, Dia bagai seorang anak bangsawan ..." decak kagum Reza.


ketika syuting berakhir Kania turun dari kuda di bantu oleh dua gadis yang terlihat cantik dan gagah.


Terlihat senyum lembut diberikan Kania pada sang Sutradara Seto Aji.


"Bagus sekali Nia... kau melakukannya dengan sempurna, andai aku tak mengetahui kalau kau artis pemula pasti aku akan menyangka kau ini artis papan atas , aktingmu sangat sempurna.." puji Seto Aji.


"Trimakasih Kak... Kania akan berusaha melakukan peran yang kak Seto percayakan pada Kania..." jawab Kania dengan lembut.


"Teryata penilaian padamu tidak salah.. tak salah pilihanku padamu, aku yakin kau akan menjadi artis yang sukses nantinya. pertahankan jerih payahmu ini....ya sudah kamu bisa istirahat dulu...." kata Seton Aji .


"Baik kak, Kania istirahat dulu ..permisi..." pamit Kania.


"Iya..." jawab Seto Aji lalu dia kembali meberikan arah para pemain yang lain.


"Ya ampun Bos ...elo keren amat tadi..?" seru Arum dengan bangga.


"Iya kak...kau terlihat cantik , anggun tapi gagah banget lo..." seru Amanda dengan gembira.


"Bos, kok gue sekarang pingin di ajarin naik kuda ya...?" kata Keti.


"ha ha ha..lu jadi suka berkuda gara- gara lihat Bos tadi ya...?" olok Arum pada Keti.


"Yee...nggak pingin apa lihat kepandaian Bos Nia naik kuda..." goda Amanda pada Keti.


"Iya..sekarang gue jadi pingin ikut latihan juga...?" jawab Keti .

__ADS_1


"Gampang...kapan - kapan kita latihan sama - sama..." jawab Kania sambil tertawa.


"Kania...." sapa seseorang yang membuat mereka kaget. serempak mereka melihat pada suara yang memanggil Kania. terlihat pria muda tampan berdiri di belakang mereka.


"Kauu..." seru Kania kaget. terlihat Reza sudah berdiri di belakang mereka.


"Apa kabar...?" sapa Reza menatap wajah Kania. terlihat kerinduan di wajah tampannya.


"Baik..." jawab Kania Datar. Kania berusaha menyembunyikan keterkejutannya serta rasa benci yang tiba- tiba menyerang hatinya pada Reza.


"Ngapain kau ada disini...?" tanya Reza pada Kania.


"Yee..apa urusan elo gue di sini atau tidak Bukankah ini tempat umum , Sutradara aja nggak ngelarang kenapa elo yang bingung..." kata Kania dengan pedas.


"Aku tahu kau kesini mengejarku kan...?" kata Reza dengan yakinnya.


"ha ha ha sebegitu berhargakah elo hingga gue harus mengejarmu hingga ke kota ini...? kepedean amat...!" seru Kania marah.


"Lalu kenapa kamu ada disini...?" tanya Reza kembali.


"bukankah elo lihat gue ada disini karena lagi syuting, dan apakah harus ku ingatkan kalau gue mendapat Beasiswa di kampus XXX ..." jawab Kania. Reza pun terkejut dan tersadar kalau Kania mendapat beasiswa karena kepandaiannya hingga dia bisa sekolah di Kampus XXX yang ada di kota ini .


"Maaf , aku lupa..." kata Reza.


"Jadi orang itu jangan kepedean..." kata Kania tajam, dia segera melangkah ketempat istirahat. ketika sampai di sana Kania bertemu dengan Amerta dan Preti yang juga sedang beristirahat. mereka tadi bermain bersama , hanya saja Kania sebagai putri sedang mereka berdua sebagai dayang. merekapun sempat kagum dengan akting Kania saat naik kuda tadi. mereka juga mendengar pujian dari tuan Seto Aji pada Kania.


"Selamat siang Nia..." sapa mereka kaku.


"Siang...kalian juga istirahat...?" tanya Kania ramah.


"Iya Nia.." jawab mereka sambil menunduk malu. Kania pun segera duduk di sofa yang berada didalam ruangan itu.


"Bos...laki- laki tadi siapa sich Bos, kok kayaknya dia itu prianya si Deby ya...?" tanya Arum yang selalu kepo pada berita.


"Iya dia Reza tunangannya si Deby.." jawab Kania datar.


"Kok dia kenal Bos Nia...?" tanya Keti heran.


"Nanti di mobil gue ceritain.." jawab Kania datar.


Sementara itu di sebuah tempat, terlihat Deby yang sudah memakai konstum sedang memeluk erat sang tunangan.


"Sayang...aku tadi mencarimu kemana- mana,ee ..nggak tahunya kau ada disini.. emang kau dari mana..?" tanya Deby manja.


"Aku melihat para artis syuting...?" jawab Reza datar. terlihat Reza sedikit lesuh.


"Kau kenapa...? apa kau sakit..?" tanya Deby khawatir.


"Badanku agak meriang, maaf sayang Sepertinya aku harus pulang sekarang..?"


kata Reza sambil menatap enggan Deby.


"Kau tidak menunggu ku...?" tanya Deby kecewa.


"Aku merasa nggak enak badan , jadi maaf aku pulang dulu...?" kata Resa lagi.


"Ya sudah kalau begitu hati- hati di jalan.." kata Deby dengan penuh sayang.


"Iya , sekali lagi maaf ya aku pulang dulu.." setelah mencium sekilas Deby, Reza segera berjalan kearah parkiran mobil. namun ternyata Reza tak langsung pulang. dia melihat Kania dan para artis lain yang sedang duduk beristirahat menunggu giliran mereka kembali beraksi.


"Nia...kau sekarang terlihat sangat berbeda , kau semakin terlihat cantik , angun dan menggoda. dan yang aku heankan kenapa kedua gadis itu memanggikmu Bos, siapa kay kini sebenarnya..?" kata Reza perlahan. ketika Reza sedang termenung di dalam mobil, terlihat dua pria sepertinya kruh film sedang menata sesuatu di dalam mobil Box yang berada di sebelah mobil Reza. Reza segera keluar dari mobil itu.


"Maaf mengganggu sebentar mas, boleh tanya nggak...?" tanya Reza sopan.


"Oo boleh.. boleh mas, ada apa ya...?" tanya salah satu dari pria itu.


"Kalau boleh tahu siapa ya gadis itu..?" tanya Reza sambil menunjuk kearah para artis yang sedang istirahat.


"Yang mana mas...?" taya pria tadi.


"Itu mas yang memerankan putri Fang Yun...?" jawab Reza.


"Oo itu.. dia mah Nona Kania.., kenapa .?mas juga naksir ya...?tapi jangan kaget mas , banyak saingannya.. " kata pria tadi.


"Emang banyak yang suka ama dia mas.." tanya Reza antusias.


"Wee bukan hanya banyak mas, tapi hampir semua orang menyukai Nona Kania. orangnya ramah , baik hati juga pandai sekali beladirinya mas.." jawab pria tadi.


"Benarkah...? lalu siapa tiga gadis yang selalu berada bersama dia itu..?" tanya Reza lagi. Dia sudah tahu Kania pandai bela diri sejak SMA.


"Mereka Asisten pribadi dan dua pengawal pribadinya..?" jawab pria itu.


"Pengawal pribadi...?" tanya Reza kaget.


"Iya mas, sejak Nona Kania pertama kali datang kesini dia sudah mempunyai pengawal...." kata Pria itu menjelaskan.


'Kenapa Kania mempunyai pengawal pribadi...? apa dia setenar dan sekaya itu..?' seru Reza dalam hati.


"Jim ayo cepat kita sekesaikan pekerjaan kita.." teriak teman pria itu dari dalam box mobil.


"Maaf mas...saya harus menyelesaikan tugas kami...?" kata Pria tadi .


"Silahkan mas, maaf saya mengganggu pekerjaan mas berdua...?" kata Reza dengan pelan.


"Nggak masalah mas... maaf saya tinggal dulu.." kata pria tadi lalu kembali masuk kedalam box mobil.


Reza pun dengan segala pertanyaan di dalam hatinya masuk kembali kedalam mobil mewahnya. Namun dia tidak pergi pergi dari lokasi syuting itu.

__ADS_1


Maaf sampai disini dulu ceritaku, besok aku sambung lagi . jangan lupa like dan komentarnya dong....


Bersambung.


__ADS_2