
Setelah makan malam dan menidurkan Kinan, Kania berdiri dibalkon menatap taman yang terlihat indah di malam hari. Ketika sedang asik melihat taman sambil melamun tiba- tiba sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Ah..si Bos membuat Nia kaget .." seru Kania terasa jantungnya berdebar kencang .
'Wah..ini jantung napa ya... Gue kaget atau punya kelainan jantung, atau di sebabkan karena orang yang ada di belakang gue nich...'(seru Kania dalam hati)
"Sayang....kau sengaja atau..." belum selesai Bara berucap Kania sudah mengoreksi.
"He he he maaf Bos, lupa.." jawab Kania sambil tertawa cengengesan. Karena dia sadar tadi keceplosan menyebut Bara Bos.
Bara pun tertawa melihat tingkah sang kekasih.
"Okey kali ini aku maafin, lalu ngapain kamu berdiri di sini malam- malam...?" tanya Bara sambil memeluk Kania erat. Dia menaruh kepalanya di bahu Kania.
"Kania merasa seperti bermimpi.. Kania takut saat Kania terjaga ini hanya mimpi Kania semata...."jawab Kania perlahan .
"Kenapa Bunda berfikir seperti itu...?" tanya Bara sambil membalikkan Kania menghadap dirinya.
"Karena kehidupan kita yang sangat berbeda Pa... Papa yang..." kalimat Kania terpotong saat Bara berucap.
"Tunggu, tunggu...maksud Bunda apa..?" tanya Bara sambil menatap Kania.
"Pa...apa nggak salah Papa mencintai Bunda, Papa tahu nggak kalau Papa itu idola gadis kota ini. ...?Bukan hanya kota ini tapi hampir semua wanita di Negara ini yang tahu Papa mereka sangat menginginkan menjadi istri Papa, Papa adalah sosok idola bagi mereka ...?" jawab Kania.
"Kecuali Bunda...?" jawab Bara.
"Karena Bunda sadar diri siapa Bunda Pa..." jawab Kania sambil menatap wajah Bara.
"Cukup sayang....Papa nggak ingin mendengar itu lagi. Kau tahu sifat Bunda yang seperti itulah yang membuat Papa nggak ingin kehilangan Bunda, kau tegar berdiri walaupun banyak derita yang kau alami. Kau mampuh bertahan walau badai sekalipun menghantammu, aku nggak yakin akan setegar dirimu jika aku berada di tempatmu Bun..." kata Bara sambil mendekap erat tubuh Kania.
Kaniapun membalas pelukan Bara yang terasa menenangkan hatinya.
"Jadi tolong janganlah merendahkan dirimu lagi, Papa bangga sama Bunda, Papa bangga memiliki Bunda. Dan kalau Bunda mau mengakui sebenarnya bunda adalah putri dari keluarga yang mempunyai nama besar, hanya Bunda tak mau mengakuinya..." kata Bara lagi.
"Ih Pap kenapa bahas itu sich.." rajuk Kania.
"Maaf...." ucap Bara sambil mencium lembut kepala Kania.
Tiba- tiba Kania mendorong dada bara dengan lembut.
"Tunggu Pa...emang sejak kapan Papa mulai menyukai Kania, bukankah kita benar - benar bertemu baru beberapa bulan ini kan...? " tanya Kania heran .
"Sejak kita bertemu beberapa tahun lalu Bun..." jawab Bara sambil merapikan rambut Kania yang menutupi wajah cantiknya dengan sebelah tangannya, sedang tangan yang lain masih melingkar manis di pinggang Kania.
"Sejak kita bertemu beberapa tahun lalu...? Bukankah itu hanya sebentar...? Lagian saat itu Papa seperti enggan melihat wajah Kania, dingin seperti orang yang lagi marah.." kata Kania memandang wajah Bara dengan wajah cemberut.
Cup..
"Jangan suka cemberut seperti itu...?" kata Bara setelah mengecup lembut bibir Kania.
"Ist...dasar mesum..." omel Kania kesal.
"Hmm...masih cemberut....?" ancam Bara sambil menaruh keningnya di kening Kania.
"He he he..nggak dech...." kata Kania cengengesan.
'Dasar tuan Bara... emang kalau orang lagi ngambek wajah harus senyum... untung calon suami , cakep lagi, kalau kagak udah gue pites dech...( umpat Kania dalam hati)
Cup
"Lagi mikirin apa hmm...?" tanya Bara kembali mencium bibir Kania.
'Ya ampun Bos..tolong jangan nyosor terus dong....bisa - bisa gue sakit jantung nich... Iman..iman...tolong elo kuat ye...( teriak Kania dalam hati๐ญ )
"Nggak ada Pa... Kania mah mau dengerin penjelasan dari Papa soal pertanyaan Kania lagian kenapa sich papa sukanya nyosor melulu...?" seru Kania tak terima. maaf gue bohong Bos lagian Mana berani gue ngomong yang sebenarnya , kalau jantung gue tak terkendali ๐
"Habis bibir Bunda jadi candu Papa . tapi Baiklah dengerin perkataan Papa, sebenarnya saat Papa ngelihat Bunda saat itu Papa sudah jatuh cinta pada gadis mudah yang sudah menolong Papa , dengan beraninya dan begitu yakinnya dia menolong Papa dengan memasukkan Papa kedalam gerobaknya. Saat itu Papa sudah berjanji jika Papa selamat dari bahaya itu, Papa akan memberikan seluruh kehidupan papa pada gadis penolong papa, siapapun gadis itu..
Dan kenyataannya kau telah menyelamatkan Papa dengan begitu beraninya, oh ya setelah kau memasukkan papa kedalam gerobak lalu mengunci gerobak itu lalu kau pergi kemana.....?" tanya Bara .
"He he..setelah itu Kania membersihkan bekas darah yang tercecer lalu pergi agak jauh dari gerobak. Tak lama setelah Kania pergi banyak pria berwajah bengis datang, mereka sepertinya sedang mencari sesuatu dan Kania fikir itu pasti orang yang Kania tolong. Sambil berdoa Kania bersiap untuk melakukan sesuatu jika pria itu di temukan, namun untunglah tipuan Kania berhasil hingga Kania bisa mengeluarkan kembali Pria itu dari gerobak Kania..." kata Kania menjelaskan.
"Dasar gadis ceroboh, gimana kalau seandainya tipuanmu di ketahui mereka...?" tanya Bara kembali memeluk Kania.
"Dengan terpaksa Kania akan melawan mereka..." jawab Kania.
"Dasar kau ini.. apakah kau selalu seperti itu, mementingkan keselamatan orang lain tanpa memperdulika keselamatan dirimu sendiri...?" tanya Bara sambil mencium kening Kania kembali dengan penuh perasaan.
"Hmm.." jawab Kania sambil menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Dasar..." namun sebelum Bara kembali mencium bibir Kania , tangan Kania sudah menutup bibir Bara.
"Stop...kalau diterusin berbahaya, sekarang Papa kembali kekamar Papa Okey...?" kata Kania sambil melepas pelukan Bara dan mendorong tubuh Bara dari belakang agar keluar dari kamarnya. Bara tertawa melihat perbuatan Kania.
"Iya, iya Papa keluar...tapi ingat saat kita sudah menikah Bunda nggak boleh jauh dari Papa, Bunda harus selalu bersama Papa ,di manapun...?" kata Bara sambil berjalan ,
"Baik...Kania akan selalu mendengar perintah Kapten..." jawab Kania.
"Dada sayang...selamat malam mimpiin Kania ya...?" kata Kania sambil tersenyum manis dan segera menutup pintu kamarnya setelah Bara berada di luar pintu Kamarnya.
Bara tertawa Bahagia melihat tingkah sang pujaan hati.
"Mimpiin aku juga sayang, Selamat malam..." seru Bara.
"Iya..." teriak Kania dari dalam kamar.
Bara akhirnya berjalan kekamarnya dengan perasaan bahagia. Sesampainya di dalam kamar Bara segera membaringkan badannya di atas tempat tidur lembut miliknya. Mungkin karena kebahagiaan yang sedang melanda hatinya Bara segera terlelap sambil tersenyum dalam tidurnya.
******
Di tempat lain ada seorang gadis yang sedang duduk dengan wajah sedih di depan teras rumahnya. dia duduk dengan wajah menatap kosong kedepan. hingga kedatangan sang Mama dan Papanya tidak dia sadari.
"Deb....ada apa nak, kok wajahmu murung seperti itu...?" tanya sang mama sambil duduk di dekat sang putri.
"Ah Mama...nggak ada Ma, Deby hanya merasa agak terganggu ...?" jawab Deby sambil memeluk sang mama manja. dia menyandarkan kepalanya di bahu sang mama.
Ya...dia Deby ,putri angkat tuan Setyo Hadi Herlambang orang tua kandung Kania.
"Kenapa....? coba ceritakan sama Mama dan Papamu ini..mungkin Papa atau mama bisa menemukan solusinya...?" kata sang mama sambil membelai lembut rambut sang putri.
"Gadis yang telah merebut peranku di Putri Fang Yun Han telah membuliku Ma, Pa..." kata Deby memprovokasi kedua orang tuanya.(waah dasar licik dia membalikkan fakta๐)
"Apaa....berani benar gadis itu ...?" seru sang Mama marah.
"Saat kuberitahu kalau aku putri dari keluarga Herlambang dia malah menghinaku Pa... katanya dia tak perduli dengan keluarga Herlambang yang murahan...." kata Deby semakin membuat kedua orang tuanya marah.
"Be****h...wanita ja***g belum tahu dia siapa keluarga Herlambang..." kata sang Papa marah. terlihat senyuman licik di bibir Deby yang tak diketahui pak Setyo Hadi dan istrinya. saat kedua orang tuanya marah.
"Kita harus memberi pelajaran pada gadis itu Pa..." seru bu Sinta pada sang suami.
"Benar Ma... biar dia tahu siapa keluarga kita..." geram pak Setyo Hadi.
"Pa.. bagaimana kalau kita minta tolong pada Paman Rehan aja Pa..." kata Deby memberi ide .
"Benar Pa... hanya menghadapi gadis Ja***g seperti itu tidak perlu mas Rehan yang menghadapi. lagian Mama juga nggak yakin kalau dia akan mau menolong kita..." kata bu Sinta .
"Iya juga sich Ma... bukankah Paman Rehan tidak terlalu suka pada Deby semenjak Deby bertengkar dengan putrinya yang sok alim itu..."kata Deby mengeluh.
"sudahlah sayang jangan kau perdulikan soal pamanmu itu... sekarang yang penting kita menyelesaikan tentang persoalanmu dengan Artis itu.
"Siapa nama gadis itu...?" tanya sang Papa dingin.
"Namanya Kania Pa...?" jawab Deby manja.
"Baik, kita lihat saja nanti.. apa yang akan dia dapatkan dari kesombongannya.." kata tuan Setyo Hadi dengan nada geram. dia tidak tahu kalau gadis yang akan dia lukai adalah putri kandung dia sendiri. ternyata dia memang sudah melupakan putri yang seharusnya dia rawat dan dia lindungi. sepertinya tidak ada sedikitpun kerinduannya pada gadis malang putri kandungnya itu. sedang Deby terlihat tersenyum puas melihat kedua orang tuanya yang terlihat geram mendengar perkataannya.
'Dasar wanita bodoh, rasakan nanti pembalasan dariku. beraninya kau membuatku marah dan merebut peran yang seharusnya aku dapatkan.. ( seru Deby dalam hati sambil tertawa senang)
*****
Sedang Kania pagi itu terbangun ketika sebuah kecupan mendarat lembut di bibir manisnya. dengan perlahan dan susah paya dia membuka matanya yang terlihat masih enggan terbuka. Dia terkejut ketika melihat seraut wajah tampan terlihat berada di depan wajahnya.
"Selamat pagi Princess..." sapa Bara yang telah berada di kamar Kania.
"Bos...kok sudah ada di Sini...?" tanya Kania Kaget.
Cup...
Bara mencium dan ******* bibir manis Kania sebentar.
"Hmm.. " Kania kaget bukan kepalang.
'Ya ampun...nich orang seneng banget nyosor bibir...apa dia nggak jijik , gue kan belum sikat gigi...( teriak Kania malu, karena dia baru saja bangun itupun karena Bara membangunkannya, sedang Bara sudah terlihat rapi dan harum dengan baju koko nya.)
"Ih Papa...nggak jijik apa, langsung nyosor aja..bukankah Kania belum mandi.." seru Kania setelah Bara melepas ciumannya.
"Tidak sayang...Papa nggak akan pernah jijik menciummu walau dalam keadaan apapun itu...lagian apakah kau tahu, bibirmu adalah candu buat Papa..?" kata Bara.
"Yee..gombal...sejak kapan Papa pandai menggombal seperti itu..?" tanya Kania dengan wajah merah karena malu.
__ADS_1
"Sejak bertemu kembali denganmu sayang..." jawab Bara sambil mengacak rambut Kania lembut.
"Emang sudah berapa gadis, yang sudah pernah mendengar gombalan Papa...?" tanya Kania dengan menatap wajah Bara.
"tidak seorangpun...karena hanya Kamu yang akan mendengar itu dari mulutku sayang...?" jawab Bara.
'Benarkah...?" tanya Kania dengan wajah gembira.
"Iya... udah gi mandi sana, sebentar lagi adzan subuh, kita solat di musolah yuk bersama mereka...." ajak Bara. Kania tahu yang di maksud Bara mereka, yaitu para sopir ,satpam, pembantu pokoknya semua penghuni rumah Bara.
" Baik Pa...Kania mandi dulu.." jawab Kania sambil beranjak pergi kekamar mandi.
"Aku tunggu di sini Sayang...." seru Bara ketika Kania sudah menutup pinta kamar mandi.
"Iya..." seru Kania dari dalam kamar mandi. tak berapa lama terdengar suara air sweet yang jatuh.
setelah mandi dan berganti baju serta memakai mukena Kania segera keluar dari kamarnya bersama Bara menuju musolah yang ada di belakang rumah utama. Ketika sampai di sana mereka sudah melihat para pekerja Bara sudah pada berkumpul karena adzan sudah berkumandang. Tak lama terlihat mereka sedang menunaikan solat subuh berjamaah dengan Bara sebagai imamnya. Setelah solat subuh selesai mereka para supir ,satpam dan tukang kebun bersalaman pada Bara. dan saat berjalan keluar Bara menjulurkan tangannya pada Kania saat bertemu. perlahan Kania menerima tangan Bara dan menciumnya. semua yang melihat tingkah Bara dan Kania tersenyum gembira. mereka melihat Kania dam Bara beriringan masuk kedalam rumah.
"Ya Tuhan.... serasi sekali ya mereka berdua.. yang satu cantik dan yang lainnya tampan sekali....'kata bik Minah pada teman yang ada di sebelahnya.
"Benar... aku ikut gembira bila mereka jadi menikah..." jawab sang teman.
"Iya ..Nona Kania baik sekali , apalagi dia amat sayang pada den Kinan..." kata yang lain.
"Non Kania sudah sayang sama den Kinan sebelum mengenal tuan Bara, dia belum tahu siapa den Kinan tapi dia dengan tulus mencintai den Kinan, hingga rela mengorbankan nyawa demi den Kinan.." kata bik Siti menjelaskan .
"Dia gadis yang berhati mulia. menolong orang tanpa pamrih , dan kalian tahu dia berada di sini itupun karena paksaan dari tuan Bara, dia nggak bisa menolak karena dia karyawan dari tuan Dika..." lanjut bik Siti.
"Ya ampun... sweet banget..." seru bik Minah yang memang selalu melihat sosial media.
"Udah ah ayuk kita masuk kedalam , nanti di marahin tuan Bara kalau dia tahu kita lagi ngegosipin mereka..." kata bik Siti sambil bangun dan berjalan keluar musolah di ikuti oleh para PRT yang lain.
Sedang yang menjadi bahan gosipan para PRT sedang berjalan bersama sang kekasih.
"Sayang .. mungkin besok kamu mulai bisa menempati apartemenmu..." kata Bara.
"Benarkah...." tanya Kania .
"Iya.. kemaren aku sempat bertanya pada Dika , dia bilang kalau apartemen itu sudah selesai perbaikannya..." jawab Bara.
"Sayang...jujur padaku, apakah apartemen itu kamu yang beli...?" tanya Kania sambil berhenti di depan kamarnya lalu memandang Bara dengan tatapan curiga.
"Hey..kenapa kau menatapku seperti itu..?" kata Bara menatap Kania dengan wajah menggoda.
"Aku mencurigaimu...." jawab Kania sambil menatap Bara tajam.
"Baiklah Papa jujur... iya Papa yang membelikannya, bukankah Papa pemilik perusahaan kan...?" jawab Bara sambil memeluk pinggang Kania.
"Kau ini...kenapa nggak bilang sejak kemaren...?" kata Kania.
"Aku takut kamu nggak mau menerima.." jawab Bara.
"Bukankah Bunda akan pulang kerumah Paman Asep...?" kata Kania lagi.
"Karena itulah aku membelikan apartemen buat Bunda, karena Papa takut nggak bisa dekat dengan Bunda kalau Bunda berada di rumah paman Asep,..." kata Bara menjelaskan .
"Kau ini...."kata Kania sambil mencubit perut Bara yang seperti roti sobek itu.
Bara hanya tertawa melihat pipi sang gadis terlihat memerah karena malu.
""Ya sudah Bunda mau membangunkan Kinan dulu..." kta Kania sambil ingin melepas pelukannya.
"Nggak Mau...." goda Bara.
"Papa...kok manja kayak Kinan....?" kata Kania melihat Bara masih memeluk pinggangnya.
"Cium Papa dulu baru Papa lepas...." kata Bara.
"Papa...ini sudah siang lo...?"
"Maka itu cepat cium Papa..." kata Bara dengan wajah semakin menggoda.
'Is..dasar beby big...kok sekarang Bos jadi manja gini ya... (seru Kania dalam hati)
"Ayo cepat..." seru Bara sambil menyorongka. pipinya kedepan wajah Kania. akhirnya Kania mencium pipi Bara.
Namun sebelum mulut Kania mengenai pipi Bara, Bara memutar pipinya hingga bibir Kania mengenai bibir Bara. dengan cepat Bara menahan leher Kania sambil ******* bibir Kania. sontak saja Kania kaget dengan kelakuan Bara. setelah puas ******* bibir Kania baru Bara melepaskannya.
"Trimakasih sayang..." bisik Bara sambil melepas pelukannya.
__ADS_1
"Dasar..." kata Kania sambil berjalan pergi kekamar Kinan. sedang Bara teryawa sambil berjalan kearah kamarnya.
Bersambung dulu ya ..... Selamat HARI RAYA IFUL ADHA. Mohon Maaf Lahir Dan Batin. jangan lupa like dan Komennya ya...๐๐๐๐