
Keesokan harinya setelah sarapan pagi semua orang berangkatnya ketempat tujuan mereka masing- masing. Kania dan Arum pergi ke kantor Rika, Bara dan Dika berangkat ke kantor Dirgantara. Sedang Keti mengantar Kinan dam Bik Siti kesekolah. hari ini Keti mendapat tugas menjaga dan mengantarkan Kinan dam Bik Siti ke sekolah Kinan. Sejak Kinan berkata pada Kania kalau dia bosan sekolah di taman kanak- kanak, Bara sudah memasukkan Kinan kesekolah tingkat dasar. namun karena kecerdasannya yang tidak sesuai dengan kecerdasan anak- anak yang seusia dia, dalam satu bulan Kinan naik dua tingkat . Sekarang dia sudah duduk di kelas tiga itupun atas permintaan Kania. Karena dia ingin Kinan belajar sewajarnya. Sedang tuan Mahesa dan nyonya Rani pergi kekantor tuan Mahesa karena ada pertemuan para istri pembesar perusahaan . Saat ini yang membawa mobil Kania sendiri. Maklum Arum tidak berani menyetir. Di dalam perjalanan tiba - tiba Arum berkata.
"Bos... Gue mau tanya, boleh nggak..?tapi maaf sebelumnya ya jika pertanyaan Arum tidak berkenan di hati Bos Nia...." kata Arum dengan wajah sedikit takut.
" Boleh..emang elo mau nanya apa Rum.... Tanyain aja nggak usah takut....kalau gue bisa , gue akan jawab, kalau kagak ya maafin aja.." jawab Kania.
"Ini Bos.... Maaf Bos( Arum diam sebentar) kan Bos Nia hidup bersama paman Asep biasa aja tu...? lalu kenapa Bos Nia itu serba bisa...? Arum jadi heran Bos, contoh Naik kuda okey...naik motor apa lagi, nach sekarang naik mobil malah terlihat Bos nia bukan pembawa motor amatiran... Apalagi soal beladiri, Bos Nia sulit mempunyai tandingan, Lalu dari mana Bos bisa memiliki atau mempelajari keahlian semua itu..?" kata Keti sambil menatap Kania dengan kekaguman.
"Semua itu gue mulai sejak gue keluar dari rumah Papa Rum... Ketika gue hidup di kota B , kehidupan kami banyak mengalami kesulitan, untung ada sahabat paman Asep yang membantu kami, kami mengandalkan hidup kami dengan berjualan gado- gado dan somay. Gue yang sudah di latih ilmu bela diri oleh teman paman Asep , menjadi seorang gadis yang berani, namun dari situlah gue menjadi seorang maniak yang suka mempelajari segala ilmu beladiri dari siapapun. Dan akhirnya gue berkenalan dengan bang Jonet seorang kepala preman yang menguasai seluruh kota B. itu pun tanpa di sengaja Rum, apalagi dia juga mengangkat gue menjadi anak angkatnya. dari ditu gue banyak mengenal orang, dari dia juga gue mengenal kak Simon ..ya ampuun....gue lupa nelfon dia... sebentar Rum ceritanya gue lanjut nanti lagi ya, gue harus nelfon kak Simon dulu..." Kania buru- buru memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Setelah itu dia mengambil ponselnya. Tak berapa lama terlihat dia sedang berbicara dengan seseorang.
"Asalamualaikum dek...." terdengar sapaan seseorang dari sebrang.
"Waalaikum salam Kak...." jawa. Kania.
"Tumben elo nelfon kakak..." terdengar pertanyaan yang terdengar tak biasa.
"Maaf kak... Gue mau ngomong sesuatu sama kak Simon..." jawab Kania dengan hati deg- degan.
"Apa itu...apa tentang pernikahan elo yang nggak ngomong dan nggak ngundang gue...." kata Simon terdengar marah.
"Kok kak Simon udah tahu.... Pasti dari Farel kan...?" kata Kania dengan nada terkejut.
"Dari mana gue tahu nggak penting, yang gue tahu elo telah ngelupain gue dek...' kata Simon dengan nada kecewa.
"Maafkan gue kak... Bukannya gue lupa tapi gue mau ngomonh sama kak Simon nanti kalau udah di rayain ...Soalnya sekarang hanya pernikahan sederhana doang kak..." kata Kania dengan rasa bersalah.
"Pokoknya intinya elo udah ngelupain gue dek..." kata Simon kecewa.
"Maafin Nia kak...." kata Kania perlahan.
"Dek...elo tega ta sama kakak...." kata Simon lagi.
"Kak...maafin Nia..." kata Nia hampir me nangis.
"Hey...elo mau nangis dek..." seru Simon kaget.
"Kak Simon marah kan....?" tanya Kania takut. terdengar suara tawa Simon.
"Kakak....elo ngerjain gue ya....?" terdengar gelak tawa semakin keras dari sebrang.
"Dasar kakak nggak ber ahklak....!" teriak Kania kesal. Simon terdengar masih tertawa keras.
"Terusin dech terus....gue doain kak Simon nggak dapet pacar..." teriak Kania.
"Hey...elo nyumpahin gue non... emang sich gue belum punya pacar , tapi jangan kau sumpahin gue dong .."kata Simon setelah dia berhenti tertawa.
"Biarin, biar tahu Rasa kakak.. gue tu tadi takut beneran kak....?" seru Kania masih kesal.
" Kalau nggak gitu mana bisa gue membuat elo nangis...."jawab Simon.
"Dasar kakak yang ngeselin... tapi ngomong- ngomong kakak udah punya pacar...?" tanya Kania lagi.
"Belum...bukankah barusan gue elo sumpahin..." kata Simon .
"Idih...siapa juga yang percaya...?" ucap Kania.
"Terserah Nona cantik... elo percaya iya, nggak percaya nggak apa- apa.." jawab Simon datar.
"Nia... Sebenarnya gue cinta sama elo.. Tapi karena sahabat gue si Farel suka sama elo gue ngalah. Tapi ternyata elo milih orang lain... tahu gini , elo gue ambil sendiri...( teriak Simon dalam hati).
"Iya, iya gue percaya... tapi sekarang elo nggak marah lagi kan...?" tanya Kania.
"Emang gue bisa marah sama elo...?" tanya balik Simon.
"He he..enggak juga sich..." kata Kania cengengesan. Memang sejak dulu Simon selalu mengalah pada dia.
"Selamat ya dek... Semoga elo selalu bahagia... Kalau elo di buat nangis sama Bara, elo bisa ngomong sama gue . gue akan buat perhitungan sama dia...." kata Simon lagi.
"Lo...kak Simon kenal sama suami Kania...?" tanya Kania heran.
"Ya ampun dek....siapa juga yang nggak kenal sama CEO dingin itu... Dia tu sahabat gue, sahabat gue sejak di bangku kuliah..." kata Simon lagi.
"Beneran kak...Kalau gitu kakak kenal juga sama kak Seto Aji...?"tanya Kania.
"Sutradara elo itu...?" tanya Simon.
__ADS_1
"Kok kakak juga tahu kalau Kania main di filmnya kak Seto Aji...?" tanya Kania heran.
"Apa sich yang kakak nggak tahu tentang adek kakak...?dia tu salah satu dari sahabat Kakak, sahabat kakak ada lima orang..?" jawab Simon.
"Berlima...? Siapa saja kak...?" tanya Kania antusias.
"Gue, Bara suami elo, Anton, Seto Aji dan Jeremi..." kata Simon menjelaskan.
"Jadi kalian sudah saling kenal...?tapi kenapa kakak nggak bilang...?" tanya Kania jengkel.
"Mana gue tahu kalau si Bara calon suami elo ..." kata Simon .
"Dasar kakak.. lalu sahabat kakak yang satunya di mana kak...?" tanya Kania.
"Maksud elo si Jerem...?" tanya Simon balik.
"Iya..." jawab Kania.
"Dia ada di Korea... " jawab Simon lagi.
"Kak maaf..gue tutup dulu ya.., soalnya sekarang gue masih di pinggir jalan, gue mau lanjut ke kantor dulu, nati gue telfon lagi kak..." kata Kania.
."Ya sudah kakak juga lagi ada kerjaan , hati - hati di jalan.. Asalamualaikum...." kata Simon .
"Waalaikum salam kak..." Kaniapun mengakhiri panggilan telfonnya.dia masukkan ponselnya kembali ke tas kecilnya. Lalu dia melanjutkan kembali perjalanan nya kekantor Rika.
"Kak kalau boleh tahu siapa tadi kak...?" tanya Arum kepo.
"Dia tadi kak Simon teman sekaligus kakak buat gue, dialah yang mengajari gue banyak hal. Dari naik mobil, naik motor, berkuda sampai belajar tentang komputer. Dia mengajari gue tentang segala hal, Dia bagai kakak yang nggak pernah gue punyai...." jawab Kania.
"Sekarang dia ada di mana kak...?" tanya Arum lagi.
"Dia berada di Amerika bertahun- tahun lalu, sejak gue lulus dari SMA..." jawab Kania.
"Apakah dia tadi marah sama kak Nia...?" tanya Kania.
"Nggak...gue malah dia kerjain, ternyata dia salah satu sahabat Papanya Kinan..." jawab Kania.
"Waah...kebetulan dong Bos..." seru Arum .
"Iya Rum... dan kau tahu, orang yang dulu dekat sama gue, ternyata sampai sekarang terhubung lagi, seperti yang elo ketahui, Farel ternyata saudara sepupu suami gue, dan kak Simon ternyata sahabat laki gue juga.. " kata Kania sambil tersenyum.
"Rum....elo belajarlah menyetir pada Keti. Agar kalau Keti nggak ada seperti ini elo bisa menggantikannya..." kata Kania sambil menyerahkan konci mobil pada Arum.
"Iya Bos...lo kok koncinya di serahkan pada gue bos, bukankah gue nggak bisa bawa mobil ...?" tanya Arum.
"Kamu bawa aja...kalau gue yang bawa nanti gue lupa naruhnya..." jawab Kania.
Mereka berjalan kearah perusahaan DI. Ketika mereka memasuki loby perusahaan mereka bertemu dengan Amelia yang juga baru datang bersama menejer dan asisten pribadinya. Saat berpapasan dengan Kania , Amelia berhenti dan menatap Kania dengan sinis.
"Waah...ada artis pendatang baru yang sombong nich...." kata Amelia menyindir Kania. Kania hanya melihat sebentar dan kembali melanjutkan langkahnya tak perduli. Melihat tingkah Kania yang cuek membuat Amelia menjadi marah.
Tiba- tiba tangan Amelia terulur ingin menarik rambut Kania . untung saja Arum bergerak lebih cepat. dia menepis tangan Amelia dengan cukup keras.
"Aauuu...." teriak Amelia kesakitan.
"Amel...." teriak sang menejer kaget.
"Kak Amel.... kau kenapa kak...?" tanya sang asisten.
"Sialan...kau berani menyakitiku ya...?" seru Amelia marah.
"Kau yang duluan...kau ingin menyakiti Bos gue..." seru Arum marah. sedang Kania menghentikan langkahnya.
"Ada apa Rum...?" tanya Kania.tenang.
"Dia tadi mau menarik rambut elo Bos..." seru Arum.
"Benarkah....? elo mau menarik rambut gue...? emang gue salah apa sama elo..?" tanya Kania sambil menatap tajam wajah Amelia.
"Dasar wanita ja***g...elo tanya salah elo...elo itu nggak pantas berada di perusahaan DI ini... pantas elo itu di rumah Bordir....?" kata Amelia dengan singitnya.
"Pantas atau tidak pantas gue berada di tempat ini adalah keputusan tuan Bara dan tuan Dika, bukan elo yang menentukannya. Siapa elo hingga berani mengatur kehendak perusahaan,....?jadi jangan sampai gue menuntut elo atas pencemaran nama baik ,jadi jaga sikap elo . .." kata Kania dingin.
"Tentu saja gue berhak ikut mengatur perusahaan karena gue nggak suka ada elo wanita kegenitan berada di perusahaan ini, Karena gue calon istri pemilik perusahaan ini..." katanya dengan sombong. dan tiba- tiba Arum tertawa keras.
__ADS_1
"Ha ha ha...kau..kau calon istri tuan Bara..?hey Nona...kalau elo mau halu jangan ketinggian dong.... ?" seru Arum geram.
"Kau... " seru Amelia semakin marah.
"Apa....apa kau lupa , saat kau di
tolak tuan Bara saat pesta tempo hari...?" tanya Arum dengan nada menghina. terlihat wajah Amelia memerah karena malu dan marah. apalagi terdengar suara dari beberapa orang di sekitar mereka yang sedang berbicara.
"Hey bener kata pengawal Nona Kania.. bukankah kemarin tunangan tuan Bara datang kemari kan... kok sekarang dia kembali mengaku sebagai calon istri tuan Bara..." kata seorang karyawati yang sedang melihat pertengkaran itu. mereka memang sudah tahu kalau Kania mempunyai dua pengawal yang selalu bersama nya.
"Bener apa katamu, aku melihat sendiri ketika tuan Bara keluar dari kantor DC bersama seorang gadis bermasker, apakah dia yang di rumorkan tunangan tuan Bara...?"tanya yang lain.
Dan banyak lagi perkataan karyawan lain yang membuat Amelia menjadi semakin marah.
"Sudah Rum ayo kita masuk, lihat sekarang kita jadi tontonan banyak orang...." kata Kania sambil melangkah masuk kedalam lift , Arum pun mengikuti Kania. ketika sampai di kantor Rika mereka melihat Amanda dan Rika sedang menunggu mereka.
"Tumben kalian siang datangnya...?" tanya Rika.
"Ada sedikit gangguan di bawah kak..." jawab Arum.
"Gangguan...? gangguan Apa...?" tanya Rika.
"Biasa.... si orang halu mengganggu kita..." kata Arum lagi.
"Maksud elo siapa sich Rum...?" tanya Amanda.
"Siapa lagi kalau bukan si Amelia..." jawab Arum lagi.
"Berulah apa lagi dia...?" tanya Rika kesal.
"Dia masih kesal sama Bos Nia kak...." jawab Arum sebal. sedang Kania sudah duduk di sofa sambil menyandarkan tubuhnya.
"Kesal sama kak Nia...? emang kenapa Rum...?" tanya Amanda yang sejak tadi sibuk dengan cemilannya .
Akhirnya Arum menceritakan kejadian di dalam Mall ketika mereka bertemu dengan Amelia bersama kedua temannya dengan seijin Kania. mendengar cerita Arum Amanda menjadi kesal sekali.
"Dasar kelewatan....emang bener- bener ya... pingin rasanya gue pites tu orang..." seru Amanda kesal.
"Emang dia kutu Rum..." ucap Kania yang masih bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.
"Gemes gue kak..." jawab Amanda.
"Dan tahu nggak, tadi dia masih berani mengatakan di depan orang kalau dia ntu calon bini Bos Bara..." kata Arum lagi.
"Apaa.... apa dia nggak malu, bukankah dia sudah di permalukan tuan Bara saat pesta....?" seru Amanda lagi.
"Ha ha....dan dia ngomong di depan istri Bos Bara sendiri ...."seru Arum sambil tertawa. dan perkataan Arum membuat Rika dan Amanda ikut tertawa. sedang Kania hanya tersenyum mendengar perkataan pengawalnya.
"Gimana kalau sampai dia tahu ya kalau wanita yang dia ingin permalukan adalah istri dari pria yang dia kejar...?" kata Amanda .
"Gue nggak bisa bayangin Nda..." jawab Arum. metekapun tertawa bersama.
"Nia hari ini kita akan ketempat audisi untuk Ambassador sebuah merk parfum terkenal di Hotel Jk , kau sudah siap kan..?" tanya Rika.
"Sudah kak..." jawab Kania.
"Ya udah , kalau begitu sebentar lagi kita berangkat..." kata Rika lagi. tak lama mereka pun segera keluar dari kantor Rika.
Lain pula di kantor Dian menejer Amelia. di sana terlihat Amelia sedang marah . Dia terlihat mondar mandir sambil mengumpat kesal . sedang Rusti dan Dian hanya bisa menatap dengan wajah bingung.
"Dasar brengsek... kenapa kalian nggak bilang kalau kemaren ada wanita datang kekantor kak Bara...!" seru Amelia marah.
"Aku juga nggak tahu kak...bukankah kita pergi bersama sampai malam...." seru Rusti ketakutan.
"Iya Mel...bukankah kita pergi berempat kemaren sampai jam 10 malam...." kata Dian menengahi.
"Tapi saat aku datang , aku nggak mendengar berita itu... emang jam berapa sich wanita itu datang....?" tanya Amelia kesal.
"Yang aku dengar wanita itu datang sekitar jam empat sore kak..." kata sang asisten dengan perasaan takut.
"Dasar brengsek.... siapa dia , apa mereka tahu siapa wanita itu..?" tanya Amelia lagi.
"Nggak ada yang tahun kak, soalnya wanita itu memakai masker.." jawab sang asisten.
"Sialan..... gimana gue bisa tahu siapa dia.." kata Amelia dengan marah.
__ADS_1
"Kita tunggu aja kak, pasti dia akan kembali lagi datang kemari..." kata Rusti menghibur.
Terlihat wajah Amelia yang semakin marah dan kesal. sedang asisten, sepupunya serta sang menejer hanya diam saja.