Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
EMILDA MAMA KINAN.


__ADS_3

Haripun berjalan dengan cepat. Bara yang selalu ingin bersama Kania selalu meminta Kania untuk ikut bersamanya di manapun dia berada , akhirnya Rika harus pandai - pandai membuat jadwal untuk Kania, bagaimana lagi kalau sudah bos besar yang meminta. dan Kania akan datang ke kantor dengan memakai segala cara untuk menutupi jati dirinya sebelum kabar pernikahannya di ketahui publik. begitu juga dengan kunjungan ke butik, Kania hanya bisa mengunjungi seminggu dua kali, atau kalau ada waktu kosong aja, satu lagi kebiasaan yang Bara lakukan , setiap hari dia selalu meminta Anton untuk membelikan rujak buah , makanan yang nggak pernah Bara sentuh kini menjadi makanan favorit Bara. Kaniapun menjadi heran bukan hanya di kantor, di rumahpun dia akan meminta membuatkan sambal gula merah yang akan dia makan dengan buah mangga yang ada di taman belakang yang lagi lebat berbuah. Seperti saat ini, ketika hari minggu Bara mengajak Kania duduk di gasebo yang ada di taman belakang, dia mengajak Kania untuk makan rujak di pagi hari. saat ini Kinan sedang di ajak Mama Rani dan Papa Mahesa ketempat acara perkawinan putri rekan bisnis Papa Mahesa.Jadi Kania dan Bara asyik berdua sambil makan rujak.


"Pa...Mama heran sama Papa, kok doyan banget sama mangga...? lagian kalau papa mau membuat rujak mangga nggak lihat- lihat waktu dech, pagi- pagi bener sudah minta rujak, apa nggak takut sakit itu perut...?" kata Kania yang menemani Bara makan rujak di taman belakang. Dan perlu kalian tahu Bara akan menempatkan kepala Kania di pangkuannya. Meski tadi Kania sudah menolak takut kena kejatuhan sambal rujak, tapi Bara tetap kekeh minta Kania tidur di pangkuannya.


"Papa juga nggak tahu Ma... Papa akhir- akhir ini kalau nggak makan rujak buah rasanya nggak tenang... " jawab Bara.


"Emang dulu Papa suka rujak...?" tanya Kania.


"Nggak juga... Malah semasa hidup Papa , Papa baru merasakan rujak buah baru- baru ini aja kok.." jawab Bara lagi.


"Aneh....Papa kayak orang nyidam aja.. " goda Kania.


"Tapi biasanya yang suka kayak gitu kan wanita yang lagi hamil... Bukannya Mama pakai alat pencega kehamilan..." kata Bara. Mendengar omongan Bara Kania kaget.


"Ya Tuhan... Bukankah gue dua bulan yang lalu sudah tidak memakai alat pencegah kehamilan lagi, apakah ini tanda - tanda gue hamil....? Tapi seharusnya gue kan yang nyidam....? Kok Papa yang yang tingkahnya aneh..." pikir Kania.


"Apa gue priksa aja ya kerumah sakit, atau beli aja dulu tes kehamilan besok ..( seru Kania dalam hati), memang semenjak Kania mendengar Kinan menginginkan seorang adik perempuan dan Bara mengiyakan Kania sudah bertekat ingin cepat- cepat memiliki anak dari Bara, karena itu dia tak memakai alat kontrasepsi itu.


"Ma...Mama...Hey kenapa Mama melamun....?" kata Bara sambil memukul pelan pipi Kania.


"Yee...siapa yang melamun Pa... Mama tuh lagi mikir kenapa Papa jadi suka rujak...?" kilah Kania. Bara pun kembali menikmati rujak yang hampir habis itu.


"Ma...ulang tahun Mama tinggal tiga hari lagi lo... Gimana kata Papa...?" tanya Bara.


"Papa bilang biar semua yang mengurus Papa dan Mama, kata beliau ini tebusan buat Kania karena sudah sejak kecil hingga Kania sebesar ini Papa belum pernah membahagiakan Kania, jadi Papa meminta ulang tahun Kania yang sekarang Papa dan Mama yang akan mempersiapkan..." jawab Kania.


"Lalu pestanya akan di laksanakan di mana...?" tanya Bara yang Kini sudah selesai makan rujak dan membawa Kania ke dalam pelukannya.


"Kayaknya di hoyel baru Papa dech, soalnya Kania melihat Papa dan Mama sedang mendekorasi taman di hotel baru Papa...?" jawab Kania.


"Ya sudah , tapi tolong bilang pada Papa Setyo , kalau beliau membutuhkan pertolonganku Papa tinggal bilang aja...?" kata Bara lagi.


"Baik Pa...nanti Mama akan bilang sama Papa Setyo...." jawab Kania. Mereka masih asyik berbincang dengan mesra di gasebo taman belangang rumah. Tak berapa lama Bara mengajak Kania untuk berenang ,


"Ma...renang yuk...?" ajak Bara sambil masih memeluk pinggang Kania dan kepalanya dia taruh di bahu Kania.


"Maaf Pa....Mama sekarang entah mengapa merasakan malas dan ngantuk aja...?" kata Kania menyesal.


"Ya sudah ....Papa renang dulu ya...?" kata Bara sambil mencium lembut dahi Kania.


"Nia tunggu di sini ya....?" jawab Kania lembut.


"Iya sayang...." Barapun segera membuka bajunya dan melangkah kearah kolam renang yang ada di tengah- tengah taman. Kania hanya tersenyum melihat Body atletis sang Suami yang memanjakan mata.


"Gue nggak nyangka punya suami tampan dan sekeren dia... Benar saja banyak gadis- gadis kaya yang tergila- gila padanya. Sudah Kaya , tampan lagi ,


"Ya Tuhan...semoga hidup kami akan bahagia selamanya...( doa Kania dalam hati sambil menatap sang suami yang sudah masuk kedalam kolam. Ketika melihat sang suami yang sedang berenang dengan indah, Kania jadi berkeinginan untuk mendekat. Perlahan dia turun dari gasebo dan berjalan kearah kolam renang. Sampai di sana dia duduk di pinggir kolam, dia menjuntaikan kakinya hingga masuk kedalam air kolam. Saat Bara melihat sang istri yang duduk di pinggir kolam dia berenang mendekati.


"Ada apa...? Mau turun...?" tanya Bara sambil berdiri di depan Kania.


"Nggak... Cuma pingin lihat Papa berenang aja...." kata Kania membelai pipi sang suami. Terlihat binar mata Bara saat merasakan elusan lembut tangan Kania di pipinya.


"Ya sudah Mama duduk di sini Papa berenang lagi ya...?" kata Bara lembut.


"Hmm..." jawab Kania sambil mengangguk. Bara pun segera berenang kembali melanjutkan kegiatannya. Bik Siti tiba- tiba datang sambil membawa jus jeruk kesukaan Bara dan jus alpokat kesukaan Kania. Serta beberapa piring kue cemilan.


"Nyonya...ini minuman kesukaan tuan dan nyonya...?" kata Bik Siti sambil menaruh minuman di meja dekat kolam.


"Trimakasih bik...." kata Kania sambil tersenyum. Semenjak dia menikah dengan Bara. Mereka telah mengubah panggilan mereka pada Kania. Hanya kedua pengawal Kania saja yang tetap menyebut Kania Bos atau princess.


"Sama- sama nyah....?" jawab bik Siti sambil berjalan meninggalkan Kania.


Setelah beberapa putaran Bara mendekati Kania.


"Haus Pa.... Mau jus atau air...?" tanya Kania .


"Papa minta jus aja Ma..." jawab Bara.


Kania segera mengambilkan gelas yang berisi jus jeruk dan memberikannya pada Bara. Bara segera meminum jus itu.


"Papa belum lelah....?" tanya Kania.


"Belum Ma...sebentar lagi ya...?" kata Bara sambil menaruh kepalanya di pangkuan Kania dengan manja .


"Iya Mama tungguin..." jawab Kania ,dia membelai kepala Bara yang ada di pangkuannya.


Tak lama terlihat Bara kembali berenang di tengah kolam.


****


Keesokan paginya setelah sarapan pagi bersama sang suami dan putranya, Kania segera berangkat ke kantor Rika bersama kedua pengawalnya. Karena hari ini ada pemotretan sebuah produk kecantikan yang akan segera di pasarkan.


"Sayang...Mama nggak bisa ngantar Kinan ya....soalnya hari ini Mama harus secepatnya sampai di Kantor, jadi Kinan bersama bang Mamat ya..." kata Kania pada Kinan .


"Baik Ma..." jawab Kinan sambil memeluk Kania. Kania segera mencium wajah tampan milik Kinan. Pria kecil itu semakin terlihat manja pada Kania. Tubuhnya yang sekarang sudah bertambah tinggi tidak membuat dia merasa malu untuk bermanja pada Kania.


"Ma...nanti kekantor setelah pemotretan ya... Kalau kerumah Papa Setyo biar nanti sore aja bersama Papa..." kata Bara menyela .


"Iya Pa... Tapi ingat kalau Mama siang belum selesai, Papa harus makan dulu, jangan menunggu kedatangan Mama..." kata Kania memperingatkan.


"Iya Ratuku.... Hamba pasti menuruti semua perintah Ratuku..." kata Bara sambil mencium lembut bibir Kania.


"Ya sudah Mama berangkat dulu..

__ADS_1


Asalamualaikum...." pamit Kania sambil mencium tangan Bara.


"Waalaikum salam..." jawab Bara sambil mencium lembut dahi Kania. Kania pun segera masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan kedua pengawalnya. Tak lama terlihat mobil Kania berjalan meninggalkan rumah mewahnya.


"Dah sayang....' seru Kania pada kedua pria yang sanagat dia cintai ,yang sedang berdiri memandang kepergiannya. Bara dan Kinan membalas lambaian tangan Kania. Setelah kepergian sang istri, Kinan dan Bara juga berangkat ketujuan masing- masing. Setengah jam kemudian Bara yang di antar oleh bang Sapri telah sampai di parkiran perusahaan. Ketika dia turun dari mobilnya sudah ada tiga bodyguard yang mengawal dia masuk keperusahaannya. Ketika sampai di dalam Kantor saat dia baru saja duduk di singga sana kerjanya tiba- tiba terdengar ketukan di pintu.


"Tok tok tok....


"Siapa...?" tanya Bara keras. Sebab dia baru saja duduk sudah ada orang yang mengganggu.


"Aku Dika kak..." jawaban dari luar.


"Masuklah...pintu nggak di kunci kok..." jawab Bara. Terlihat Dika membuka pintu ruangan Bara.


"Pagi kak..." sapa Dika dengan buru- buru duduk di depan Bara.


"Pagi...ada apa...?" tanya Bara sambil menatap sang adik.


"Apakah kakak tahu kalau Emilda sudah datang ke Negara ini kembali....?" tanya Dika dengan raut wajah tegang.


"Sudah....aku dengar dari Anton...dua minggu yang lalukan dia kembali....?" jawab Bara tenang.


"Apakah kakak juga sudah tahu kalau dia sudah bertemu dengan Kakak ipar...?" tanya Dika lagi.


"Apaa..." seru Bara kaget.


"Jadi kakak belum tahu itu...?" tanya Dika lagi.


"Kalau itu aku belum tahu...di mana mereka bertemu dengan Emilda...?" tanya Bara dengan cemas.


"Satu minggu yang lalu di Mall... Tapi sepertinya Emilda tidak tahu kalau mereka istri dan anak kakak.." jawab Dika lagi.


"Benarkah.... Kalau begitu awasi Emilda.." perintah Bara dengan wajah dinginnya.


"Baik kak..." jawab Dika.


"Kak...bukankah lebih baik Kakak memberitahukan wajah Emilda pada kakak ipar..." usul Dika.


"Benar katamu Dik... tapi aku tak memiliki foto Emilda..." jawab Bara.


"Tenang kak...gue punya .." kata Dika sambil mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.


"Hey...kamu kok bisa punya foto dia...? Apa kau menyukainya...?" tanya Bara curiga.


'Ck kau ini....mana mungkin wanita seperti dia gue sukai kak.... Mending gue suka sama kakak ipar...?" kata Dika kesal.


"Sembarangan...Lalu kok bisa kamu punya foto dia....?" tanya Bara lagi.


"Aku juga baru dapat dari teman gue, Dia sengaja memfoto Emilda saat bertemu kakak ipar dan Kinan...sebenarnya dia


"Oo...aku kira kamu suka sama dia..." jawab Bara datar.


"Mana mungkin gue suka sama wanita seperti dia kak...gini- gini gue juga pilih- pilih kalau cari pacar kak...nich fotonya gue dapet tadi pagi...teman gue lupa mau menanyakan soal itu padaku , baru tadi pagi dia tanya dan mengirim foto itu...." kata Dika sambil menyerahkan ponselnya.


"Ogah...aku nggak ingin lihat wajah wanita itu lagi.. nanti saja aku minta kamu datang kemari saat kakak iparmu sudah datang...." jawab Bara dengan sinis.


"Baiklah.... Memangnya kakak ipar akan kemari kak....?" tanya Dika.


"Aku menyuruhnya kemari.... Entah kenapa sekarang aku nggak bisa konsentrasi dalam bekerja kalau nggak ada dia..." kata Bara lagi.


"Ha ha ha...kakak gue sekarang bucin banget.... Uda ah gue mau balik kekantor, biar nanti kalau kakak ipar datang gue kemari lagi.." kata Dika sambil tertawa dan bangun dari duduknya .


Sedang Bara hanya cuek saja ketika di tertawakan sang adik.


"Kak gue pergi Asalamualaikum..." pamit Dika.


"Waalaikum salam..." jawab Bara.


Dia mulai sibuk dengan leptopnya.


Sedang Kania yang sedang berjalan ke lokasi pemotretan bersama Amanda dan kedua pengawalnya tiba- tiba berseru pada Keti.


"Ket...berhenti sebentar di apotik itu..." kata Kania sambil menunjuk kearah apotik dipinggir jalan yang sudah buka. Keti pun segera menghentikan mobilnya di depan apotik.


"Bos...mau ngapain...?" tanya Arum.


"Aku butuh sesuatu... Kalian tunggu di dini dulu gue mau masuk kedalam...." kata Kania sambil beranjak keluar mobil.


"Gue aja yang turun Bos...." kata Arum.


"Nggak usah.... Gue cuma sebentar doang kok..." kata Kania yang sudah membuka pintu mobil. Dia segera berjalan cepat kearah apotik setelah menutup pintu mobil. Terlihat Kania yang sudah masuk kedalam toko obat itu..


Tak berapa lama terlihat Kania sudah keluar lagi dari dalam apotik itu. Dia berjalan masuk kembali kedalam mobilnya.


"Kok sebentar Bos ...Bos sakit ya....?" tanya Keti.


"Iya kak ...kakak sakit apa...?" tanya Amanda.


"Gue nggak sakit... Gue sehat kok..?" jawab Kania.


"Kok ke apotik....?" tanya Arum yang penasaran.


"Ada sesuatu yang gue beli di sana...?" jawab Kania penuh rahasia.

__ADS_1


"Tapi elo beneran nggak sakit kan Bos ....?" tanya Arum lagi.


"Kagak Rum...gue beneran sehat kok, ya sudah jalan Ket..." perintah Kania pada Keti.


"Siap Bos...." seru Keti sambil kembali menjalankan mobilnya.


Siang harinya sepulang dari prmotretan Kania langsung pergi kekantor Bara. Seperti biasa Kania akan memakai masker dan topi di kepalanya. Karena sudah biasa para Karyawan sudah tidak terkejut dengan kehadiran Kania. Mereka malah sekarang terlihat sangat sopan pada Kania. Karena mereka tahu wanita itu selalu datang kekantor Bara. Apalagi Bara sering meminta di belikan makanan kepada karyawan. Dan mereka tahu kalau wanita itu makan bersama Bara.


Sedang Kania akan menundukkan kepalanya sedikit jika ada yang menyapanya. Saat sampai di depan ruang Bara, Dia mengetuk perlahan.


"Masuk..." seru Bara dari dalam ruangannya.


Perlahan Kania membuka pintu ruangan Bara.


"Asalamualaikum Pa....?" sapa Kania.


"Waalaikum salam... Kok sampai siang Ma..." seru Bara yang sudah berdiri dari duduknya ketika melihat sang istri datang. dia segera memeluk wanita yang sangat dia cintai .


"Iya...ada sedikit kendala ..." jawab Kania sambil membalas pelukan Bara.


"Papa kangen banget...." kata Bara manja. Kania hanya tersenyum dan tetap memeluk Bara ketika melihat kemanjaan Bara.


"Sudah makan...?" tanya Kania.


"Belum....nggak ada Mama , Papa nggak ***** makan..." kata Bara sambil membawa sang istri duduk di sofa.


"Papa...Mama kan sudah bil...." tiba- tiba bibir Bara sudah menutup bibit Kania hingga dia tidak bisa meneruskan ucapannya. Setelah lama mencium bibir sang istri Bara baru melepaskan.


"Iya...Papa akan memesan sekarang..." kata Bara sambil mengambil ponselnya. Kania hanya bisa menatap sang suami dengan kesal. Sudah beberapa Kali kejadian seperti ini. Karena itu jika Bara sudah memintanya untuk datang ke kantor , Kania akan selalu menuruti. Dia tahu pasti Bara tidak akan makan sebelum dirinya datang. Akhirnya Kania hanya bisa menatap wajah sang suami dengan kesal.


Bara yang melihat wajah Kania yang kesal kembali memeluk sang istri.


"Maaf...habis Papa nggak bisa makan kalau Mama nggak ada..." kata Bara sambil memeluk Kania.


"Dasar kau ini Pa... Kalau Papa seperti ini bisa sakit nanti..." kata Kania .


"Karena itu...Mama harus cepat datang kemari..." jawab Bara dengan wajah manja. Andai Dika melihat wajah Bara yang seperti ini , pasti dia akan muntah darah karena kaget. Kalau Bara sudah berada dengan Kania sifat sadis dan dinginnya akan hilang . akan tergantikan dengan wajah tampan dan manja yang membuat Kania hanya bisa tersenyum melihatnya.


"Ma...Papa mau tanya sama mama..." kata Bara sambil menatap sang istri .


"Tanya apa Pa...?" tanya Kania menatap Bara dengan penuh tanya.


"Apakah Mama saat di Mall satu minggu yang lalu bertemu seorang wanita...?" tanya Bara.


"Satu minggu yang lalu...?" tanya balik Kania.


"Iya...saat Mama pergi bersama Kinan... Kalau nggak salah akan membeli barang buat panti asuhan...?" kata Bara. Terlihat Kania berpikir dengan keras.


"Kok Mama lupa ya Pa...?" jawab Kania.


"Ya sudah kita tunggu Dika aja ..." jawab Bara. Dia segera menelfon Dika.


15 menit kemudian Dika datang bersamaan dengan makanan pesanan Bara juga datang.


"Waah...ada makanan...? Gue ikut makan ya Kak...?" kata Dika dengan wajah berseri.


"Kau kusuruh kesini bukan untuk makan.. perlihat kan dulu foto Emilda..." kata Bara memerintah. Kini terlihat wajah dinginnya kembali .


"Iya, iya Kak..." jawab Dika sambil mengambil ponselnya, setelah mencarikan foto Emilda Dika memberikan ponselnya pada Kania.


"Apakah kau bertemu dengan wanita itu..?" tanya Bara pada Kania yang menerima ponsel dari Dika.


Kania melihat foto yang ada di ponsel Dika. Saat melihat wajah Emilda yang berdiri bersamanya Kania kaget.


"Oo dia....iya sich Pa... Dia tanpa sengaja menabrak Mama saat Mama ada di Mall..." jawab Kania.


"Menabrak Mama....?" tanya Bara .


"Iya...saat Mama mencari baju buat anak panti...." kata Kania menjelaskan .


"Apakah dia melihat Kinan....?" tanya Bara.


"Iya sich Pa...soalnya saat itu Kinan menunjukan baju buat si Rusdi dan si Rio Pa...emang kenapa dengan wanita itu sich Pa..." tanya Kania heran.


"Dia Emilda Mama Kinan Ma...." jawab Bara membuat Kania terkejut.


"Apaaa...Mama Kinan....?" seru Kania Kaget.


"Iya ..." jawab Bara.


"Pa...lalu gimana dengan Kinan...? Aku nggak mau kehilangan Kinan Pa..." Kata Kania dengan cemas.


"Jangan cemas sayang... Nggak akan terjadi apapun pada Kinan , dia putra kita, tak seorangpun yang bisa mengambil Kinan dari tangan kita..." kata Bara sambil memeluk Kania.


"Pokoknya Mama nggak ingin berpisah dengan Kinan apapun itu..." kata Kania sambil menangis.


"Iya sayang.... Nggak akan terjadi apapun pada putra kita, dia tak akan pernah jauh dari kita..."jawab Bara.


"Papa janji...." kata Kania dengan wajah sedih.


'Iya Papa janji...." jawab Bara lagi.


"Kami akan selalu melindungi Kinan dari wanita itu Kak..., dulu dia tidak mau dengan Kinan, sekarangpun Kinan bukan siapa- siapa dia..." kata Dika menyela menghibur Kania.

__ADS_1


Akhirnya Kania bisa di bujuk dan tidak cemas lagi. setelah itu mereka bertiga makan bersama.


Bersambung dulu sobat... aku lanjutin episode berikutnya ya....


__ADS_2