Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
Kerumah Paman Asep.


__ADS_3

Setelah Kania memasukkan beberapa baju Kinan kedalam tas kecil, Kania segera membawa Kinan yang sudah rapi kebawah. Mereka menuju kemeja makan. Terlihat Bara yang sudah berada di meja makan.


"Selamat pagi Pa..." sapa Kania dan Kinan bersamaan.


"Pagi...tumben Bunda dan Kinan menyapa Papa kompak...." tanya Bara dengan menatap wajah kedua orang yang amat dia cintai itu.


"He he...kebetulan aja Pa...?" jawab Kania cengengesan. Kania segera menaruh Kinan di kursi makan , lalu segera dia mengambilkan Makan buat Kinan.


"Bun...Papa ambilkan juga..." pinta Bara pada Kania.


Kaniapun segera mengambilkan makanan buat Bara. Setelah itu Baru dia mengambil buat dirinya se diri.


"Pa..Kinan boleh ikut Bunda ya...?" kata Kinan pada sang Papa di sela maka. Pagi mereka.


"Terus papa sendirian di rumah...?" tanya Bara.


"Kan cuma dua hari satu malam Pa..." jawab Kania menimpali.


"Kalian tega ya ninggalin Papa...?" kata Bara dengan wajah dibuat sedih. Pingin rasanya Kania menjitak kepala wajah sok sedih itu.


"Please...boleh ya Pa...?" kata Kinan merayu.


"Baiklah...tapi besok papa yang menjemput kalian , jadi tunggu papa datang..." jawab Bara.


"Cihuy.....kita kerumah kakek Asep..." teriak Kinan bahagia. Bara hanya tersenyum melihat putranya yang berteriak kesenangan.


"Sayang bawa juga Keti dan Arum untuk mengawal kalian..." kata Bara.


"Iya tadi aku sudah bilang pada mereka.. Mereka akan pergi bersama kami.." jawab Kania.


"Ya udah Kami pergi dulu sayang salim sama Papa..." pinta Kania. Kinan pun segera mendekati sang Papa. Dia mencium tangan Bara.


"Kami pergi dulu Asalamualaikum..." pamit Kania sambil berjalan keluar rumah.


"Walaikum salam, Hati- hati di jalan... " jawab Bara sambil mengikuti Kania dan Kinan keluar menuju mobil yang sudah menunggu mereka . terlihat kedua pengawalnya sudah berdiri di dekat mobil. Mereka menganggukkan kepala pada Bara yang berjalan di dekat Kania. Tak lama terlihat mobil yang ditumpangi Kania dan Kinan pergi meninggalkan rumah Bara.


Karena jarak rumah Kania yang tidak terlalu jauh dari rumah Bara mereka tak membutuhkan lama sampai di rumah Kania.


"Nach kita sudah sampai.." seru Kania gembira.


"Emang rumah Bos yang mana...?" tanya Arum bingung. Sebab kedua pengawal Kania belum pernah pergi kerumah Kania atau paman Asep.


"Itu tante rumah yang ada rumah makannya..." seri Kinan gembira.


"Jadi Bos punya rumah makan.?" tanya Arum lagi.


'Iya...malah sebelum ini jika hari sabtu dan minggu gue sering berjualan gado- gado keliling ..' jawab Kania.


"Beneran Bos..apa Bos kagak malu...?" tanya Arum tak percaya. Sedang keti asyik memegang setir. Dia sedang memasukkan mobil kedalam pekarangan depan rumah pak Asep.


'Beneran, ngapain kita malu kalau kita mengerjakan pekerjaan halal..malahan karena pekerjaan itulah gue bisa nolongin tuan kecil kita dari penculikan" jawab Kania.


"Ya Tuhan...yang bener Bos..."tanya Keti.


"Iya Beneran...." jawab Kania. Percakapan mereka terhenti ketika mobil sudah berhenti di depan rumah pak Asep.


Kania segera keluar bersama Kinan dari dalam mobil di ikuti Keti dan Arum.


Pak Asep dan bik Monah yang tadinya heran jadi tersenyum ketika melihat Kania dan Kinan keluar dari mobil di ikuti dua wanita cantik.


"Kania...." teriak bik Monah gembira.


"Bibik..."seru Kania sambil berjalan kearah bik Monah.


"Sayang Bibik kangen kamu nak..." seru bik Siti. Memang semenjak Kania berada di rumah Bara bik Siti dan pak Asep cuma beberapa kali di hari- hari pertama Kania tinggal di rumah Bara.


"Kania juga Bik..." jawab Kania. Setelah memeluk Bik Monah Kania berganti memeluk Pak Asep.


"Paman apa kabar...?" jawab Kania dengan lembut.


"Baik nak...paman juga rindu celotehanmu...."kata pak Asep dengan penuh kerinduan. maklum mereka berdua lah yang merawat Kania sejak bayi.


"Lo tuan mudah ikut juga...?" kata pak Asep menyapa Kinan.


"Iya Kakek Kinan ikut Bunda..." jawab Kinan dengan polos.


'Ist si Kinan nggak bisa menyimpan rahasia..' batin Kania.


"Bunda...?" tanya pak Asep dan bik Monah bersamaan dengan penuh tanya.


"Dia memanggilku Bunda paman.." kata Kania menjelaskan.


"Ooo...tuan mudah sudah punya Bunda ya, ..." goda bik Monah .


"Iya Nek..Kinan sekarang sudah punya Bunda ...iya kan Bunda..." kata Kinan sambil menatap Kania.


"Iya sayang...Kinan sekarang sudah punya Bunda kok..." jawab Kinan sambil menoel hidung Kinan.


"Oh ya Bik , Paman perkenalkan teman Kania, itu Keti( menunjuk pada keti) dan ini Arum( menunjuk pada Arum) mereka yang menemani dan menjaga Kania paman, bibik..." kata Kania memperkenalkan Keti dan Arum.


"Selamat pagi paman ,bibik..." sapa Keti dan Kania bersamaan.


"Kenalka saya Arum..." kata Arum sambil mengulurka. tangan pada pak Asep dan bik Monah. pak Asep dan bik Monah menerima uluran tangan Arum sambil tersenyum bahagia.


"Dan saya Keti bik...bukankah kita dulu sudah. berkenalan di rumah sakit kan bik, paman..." kata Keti sambil menjabat tangan pak Asep dan bik Monah.


"Oh iya ini Nona yang menjaga Kania di rumah sakit itu kan...?" tanya bik Monah yang sudah mengingat Keti.


"Iya bik, bibik benar kami berdua adalah pengawal Nona Kania..." jawab Keti.

__ADS_1


"Apa pengawal....? tanya Bibik Monah kaget.


"Mereka di tugaskan oleh tuan Bara untuk menjadi pengalaman Kania bibik.." kata Kania menjelaskan.


"Oo...ya sudah Ayo masuk kedalam... Ini lo non rumah Kania , jangan kaget rumah kami jelek.." kata Bik Monah merendah.


"Ya enggak lah bik...ini rumah cukup bagus kok, apalagi ada rumah makannya membuat Arum jadi lapar.." jawab Arum yang tak tahu malu.


Mendengar perkataan Arum pak Asep dan bik Monah tertawa.


"Dasar tukang makan..." kata Keti gemas.


"Kalian langsung kekamarku aja yuk..paman Bibik Kania masuk kekamar dulu ya...." pamit Kania.


"Iya bawa aja temanmu kedalam Nia, kalian istirahatlah dulu, biar bibik buat kan minum buat kalian..." jawab bik Monah.


"Jangan repot- repot bik..." seru Keti.


"Nggak apa- apa nak..." jawab bik Monah. Akhirnya Kania dam Kinan serta pengawal Kania masuk kedalam Kamar Kania.


Merekapun segera berbincang dan bergurau didalam kamar Kania. Percakapan mereka terhenti ketika bik Monah masuk dengan membawa minuman dan cemilan. Setelah mempersilahkan mereka bik Monah segera keluar.


"Nia..kok gue nggal lihat ibu dah bapak elo..." tanya Arum yang tak tahu kisah Kania.


"Gue nggak punya orang tua Rum..." jawab Kania.


"Maksud elo...?" tanya Arum tak mengerti.


"Buat gue mereka udah mati Rum..." jawab Kania sedih. Arum melihat kesedihan di wajah Kania.


"Boleh gue tahu kisah hidup elo Nia...?" tanya Arum dengan lembut.


"Kisahnya nggak enak di dengar Rum..?" kata Kania.


"Nggak masalah Bos, gue pingin mengenal sahabat gue sekaligus Bos gue lebih dalam ..." ucap Arum.


"Baiklah karena elo berdua sahabat gue sekaligus pengawal gue, gue akan ceritain semua tentang gue pada Kalian.." kata Kania datar. Kania pun menceritaka kisa kehidupan nya yang kelam. Dan tanpa mereka sadari Kinan yang sejak tadi tiduran di pangkuan Kania tertidur dengan pulas. Kania sejenak menghentikan ceritanya untuk menaruh Kinan tidur dengan benar di ranjangnya. setelah itu dia melanjutkan ceritanya.


"Gila...! Elo punya orang tua gila dan bodoh banget Nia, masak anak sendiri di kalahin ama anak pungut...segila- gila bokap ama nyokap gue tapi mereka masih pernah menyayangi gue, nach elo dari mulai lahir sampai segede ini, nggak pernah ngerasain kasih sayang dari mereka, ..." seru Arum marah.


"Maksud elo..." tanya Keti.


"Gue ini keluar dari rumah gue hingga bergabung dengan Bos Bara karena gue mau di jadiin istri ke lima oleh orang yang udah tua banget. Orang itu mengancam enyak ame babe agar mau nikahin gue ame dia yang udah rentah, entah kenapa babe gue setuju dengan maksud si tua itu, tapi enyak gue kasihan ame gue, dia menyuruh gue pergi dari desa gue. Yach akhirnya dengan berat hati gue pergi dari rumah. tapi biarpun begitu gue masih merasakan kasih sayang enyak ame babe hingga gue dewasa, lah elo... Sejak procot keluar kedunia hingga sekarang elo nggak pernah ngerasain kasih sayang orang tua elo, kasihan amat hidup elo Nia...." kata Arum sambil meneteskan air mata.


"Tapi gue masih dapat pengganti kasih sayang orang tua gue, gue dapet semuanya dari paman dan Bibik Rum.." jawab Kania.


"Untung elo bertemu ama mereka Nia. gue nggak bisa ngebayangin hidup elo jika tak bertemu dengan mereka..." lanjut Arum.


"Bener kata elo, merekalah pengganti orang tua gue.." jawab Kania pelan.


"Emang elo bertemu dengan mereka di mana..?" tanya Arum lagi.


"Apaa...? jadi paman Asep dam bik Monah pembantu elo...?" tanya Arum . dan Keti pun terkejut mendengar omongan Kania.


"Elo anak orang kaya Bos...?" tanya Keti


"Benar..." jawab Kania datar.


"Kania apa mereka masih hidup...?" tanya Arum perlahan.


"Masih....malah mereka tinggal di kota ini juga..." jawab Kania tenang.


"Kalau kami boleh tahu siapa mereka Nia...?" tanya Keti penasaran.


"Kalian akan kaget mendengarnya.." jawab Kania.


"Katakanlah Nia...kami jadi penasaran.." seru Arum .


"Nama orang tua gue Setyo Hadi Herlambang pengusaha perhotelan dan pemilik Hotel Tiga berlian . sedang kakak angkatku yaitu Deby Resti Herlambang seorang Artis dan foto model yang kini sedang naik daun..." kata Kania tenang.


"Apaaa..!" teriak merek keras Hingga membuat Kinan yang tertidur menggeliat karena kaget.


"Sstt...pelantikan suara kalian ..." kata Kania kesal.


"Maaf Nia...habis kita kaget mendengar nama keluarga elo.. karena gue tahu mereka orang yang cukup di kenal..." jawab Arum.


"Ya udah, sekarang aku mohon kalian berjanji akan menyimpan ini semua. Jangan sampai orang pada tahu siapa gue sebenarnya..." kata Kania datar.


"Baik kami akan berjanji akan menjaga rahasia ini Nia..."jawab Arum .


"Iya Nia gue berjanji akan menyimpan rahasia ini..." jawab Keti.


Merekapun melanjutkan percakapan mereka hingga bik Monah memanggil mereka untuk makan siang. Sebelum makan siang Kania mengajak mereka untuk solat bersama.


Setelah makan mereka membantu bik Monah melayani pembeli di rumah makan bik Monah sedang Kinan bermain dengan pak Asep . Saat ada pelayan seksi dan cantik berada di rumah makan bik Monah banyak pelanggan yang pada datang , apalagi saat itu akhir pekan. Hingga tak sampai malam hari rumah makan bik Monah sudah tutup. Banyak pembeli yang kecewa karena rumah makan favorit mereka tutup. bik Monah yang melihat itu jadi tertawa.


"Ini gara- gara kalian, biasanya kami tutup jam 10 atau 11 malam, tapi sekarang tidak sampai jam 9 warung bibik sudah tutup.." kata bik Monah sambil tertawa bahagia.


"Iya bik...ini gara- gara Non Kania dan teman- temannya menjadi pelayan. Akhirnya mereka pada pingin datang kemari.." kata salah satu karyawan bik Monah yang bernama Yuli.


"Bener kata si Yuli, mereka bukan saja mau makan tapi mereka mau melihat wajah- wajah cantik kalian, apalagi saat melihat mbak Nia...huu seperti mau keluar mata mereka saat memandang mbak Nia, maklum mbak Nia cantik banget, putih lagi..." kata Vita salah satu karyawan Bik Monah juga.


"Hus kalian ini...ya nggak gitu lah... mereka datang karena masakan bibik enak , bukan karena kita yang jadi pelayannya.." kata Kania.


"Ye mbak Nia nggak percaya, orang Yuli sejak tadi ngelihat terus..." seru Yuli lagi.


"Ya udah seharusnya kita mensyukuri semua riski yang di berikan Tuhan pada kita hari ini, agar riski yang kita terima hari ini menjadikan kita bisa lebih mendekatkan diri kita pada sang pencipta, mensyukuri semua nikmat yang Tuhan berikan pada kita...." kata Kania bijak.


"Amiiin..." jawab mereka serempak. Merekapun segera merapikan rumah makan dan kembali kedalam Rumah. Sedang kedua karyawan bik Monah segera pulang kerumah mereka.

__ADS_1


Kania, keti , Arum dan bik Monah segera masuk kedalam rumah, mereka bertemu dengan Kinan yang sedang bermain dengan pak Asep. Ketika melihat kedatangan Kania, Kinan segera berlari menghampiri.


"Bunda...." seru Kinan sambil menubruk Kania. Kania pun segera menggendong pria kecil itu.


"Sayang... Tadi main sama kakek ya...?" tanya Kania sambil mencium pipi gembul Kinan.


"Iya Bunda, Kinan belajar menggambar.." jawab Kinan.


"Coba Bunda pingin lihat hasil gambar Kinan..." kata Kania. Dia segera turun dari gendongan Kania dan mengambil hasil lukisannya. Dia segera memberikan pada Kania.


"Ini Bun..." serunya.


Saat melihat hasil gambar Kinan , Kania jadi tercengang.


'Ha..ini mah bukan gambar seorang anak kecil, tapi ini lukisan..batin Kania.


"Sayang...ini Kinan yang buat...?" tanya Kania.


"Iya Bun...kenapa..? Jelek ya Bun...?" tanya Kinan lugu.


"Sayang ini bukan jelek tapi sangat bagus..." seru Kania bangga.


"Coba lihat Nia..." kata Keti. Kania segera memperlihatkan hasil gambar Kinan.


"Ya ampuun...bagus banget..." seru Keti.


Arumpun penasaran pingin lihat juga, dia mendekati Keti yang sedang mengagumi hasil gambar Kinan.


"Ini mah bukan hasil gambar anak kecil, tapi lukisan orang dewasa..." seru Arum.


"Nich anak pinternya kayak bokapnya ye.." celetuk Keti.


"Kebanyakan sich gitu, bakat bapak atau ibu akan menurun pada sang anak..." jawab Kania.


"Sayang...apa Papa udah tahu kalau Kinan pinter melukis...?" tanya Kania sambil memangku Kinan.


"Belum tahu Bun... Kinan nggak pernah menggambar, Kinan mau menggambar kalau Kinan pingin aja..." jawab pria kecil itu dengan wajah cuek.


"Ya udah sekarang lukisan Kinan Bunda minta ya...?" kata Kania sambil memeluk tubuh kecil itu dengan gemas.


"Itu emang untuk Bunda.. " jawab Kinan.


"Trimakasih sayang..." seru Kania terharu.


"Nia...lihat di TV..." seru Arum tiba- tiba.


"Ada apa Rum..." tanya Keti kaget mendengar teriakan Arum.


"Lihatlah siapa yang lagi mendapat wawancara di tivi..." seru Arum lagi.


Terlihat seorang gadis sedang di wawancarai oleh reperter TV.


Setelah melihat wajah gadis itu Kania ingat kalau gadis itu tunangannya Reza. atau putri angkat orang tua Kania.


"Nona Deby apakah Nona ikut dalam film garapan Sutradara Seto Aji yang akan datang ini...?" tanya reporter wanita sebuah TV suasta itu.


"Pasti.." jawab Dia yakin.


"Sebagai pemeran utama...?" tanya report itu lagi.


"Kita lihat saja nanti...?" jawabnya dengan angkuh.


"Ya ampuun dia yang namanya Deby..." seru Keti


"Nia dia Deby..." kata Arum sambil memandang Kania.


"Iya aku tahu..." jawab Nia datar.


"Idih sok keren amat..." kata Keti sinis.


"Biarin aja Ket... Dia belum tahu siapa si peran utama he he he..." seru Arum sambil tertawa.


"Bos gue yakin elo nggak akan pernah kalah dari Dia...." kata Arum dengan yakin.


"Insyaallah doa in aja ..." jawab Kania.


"Pasti Bos... Lagian kalau di lihat dari semuanya dia kalah jauh dari Bos... Cantik bos lebih cantik, body bos lebih keren apalagi coba.. kalau kepandaiaan.." Arum terhenti ketika pak Asep menyela.


"Kania lebih pintar dari dia..." ucap pak Asep.


"Apa benar paman...?" tanya Arum berbinar.


"Saat kecil dia teramat Bodoh, mungkin karena di manja oleh tuan Setyo..." kata pak Asep dengan nada marah. Terlihat kebencian di mata tuanya.


"Nach apa keistimewaan gadis itu hingga dia bisa mengalahkan gadis secantik kamu Bos..." ucap Arum dengan marah.


"Atau mungkin Bos Nia saat kecil terlihat jelek ya paman...?" tanya Keti.


"Sembarang...kau tahu Kania sejak lahir sudah cantik bagai bidadari kecil , dia sangat imut menggemaskan..." kata bik Monah.


"Lalu kenapa mereka benci Bos Nia..?" tanya Arum tak mengerti.


"Entahlah...aku sendiri bingung mikirkannya..." kata pak Asep.


"Sudahlah ngapain kita ngomongin dia sich, biarin aja apa maunya. Yang penting gue harus nunjukin bahwa gue lebih baik dari dia..." kata Kania datar.


"Bagus...benar sekali itu Bos. Ternyata Tuhan memberi kesempatan ama elo, Sekarang elo bisa nunjukin ama si tuan Sutyo itu kalau elo lebih baik dari dia, gue pingin lihat gimana wajah si tuan Sutyo kalau gadis yang mereka buang lebih segalanya dari gadis kebanggaan mereka itu.." kata Arum menggebu.


"Tenang aja Rum...Bos pasti bisa ngalahin dia, gue juga pingin lihat penyesalan bokap ama nyokapnya Bos Kania saat di mana kejadian itu menimpa mereka.." kata Keti dengan nada ikut marah. Merekapun melanjutkan melihat tayangan berita lain karena muak dengan tingkah Deby yang terlihat sombong dan congkak.

__ADS_1


Bersambung dulu ya... besok Author lanjut lagi. Jangan lupa semangat untuk author dengan memberi dukungan like dan komen. Author mohon maaf kalau masih ada banyak tipo yang author lakukan.


__ADS_2