
Setelah makan bersama Kania dan Bara duduk di depan TV. Mereka melakukan kegiatan Masing - masing. Kania sedang membaca naskanya, sedang Bara sedang menekuni leptopnya. Ketika mereka sedang asyik melakukan kegiatan masing- masing tiba - tiba terdengar bel pintu berbunyi. Kania segera berdiri ingin membukakan pintu.
"Sayang Bisakah kau masuk kekamarku dulu, aku takut dia kak Rika , mungkin ada keperluan padaku.." kata Kania dengan tersenyum lembut. Dia takut manusia salju ini tersinggung.
"Baiklah aku akan masuk dulu, jangan lama- lama..cium dulu..." Kata Bara. Dengan cepat Kania mencium bibir Bara sekilas.
"Tunggu Aku di dalam ya...?" kata Kania lembut. Setelah itu dia berjalan kearah pintu . ketika dia membuka pintu terlihat wajah Kinan bersama Bik Siti.
"Hey Sayang....kau datang kemari...?" seru Kania senang.
"Bunda...." teriak Kinan sambil berlari dalam pelukan sang Bunda.
"Uff...pria kecilku semakin berat ya...?" Kata Kania sambil mengangkat Kinan dalam gendongannya.
"Maaf Non Kania ,bik Siti terpaksa membawa den Kinan kemari, sebab dia tadi menangis minta di antar kemari Non...?" kata Bik Siti.
"Nggak apa- apa Bik...trimakasih telah mengantarkan pria kesayangan Bunda.. Ayo bik masuk kedalam..?" kata Kania.
"Nggak perlu Non Nia.. Den Kinan tidur di sini kan ...?" tanya bik Siti.
"Sayang...kau mau tidur sama Bunda..?" tanya Kania pada Kinan sambil mencium pipi tembem Kinan.
"Iya Bun...besok Kinan nggak selolah..?" jawab Kinan sambil memeluk leher Kania.
"Lo kenapa...?" tanya Kania heran.
"Katanya Besok ada rapat guru Non..." jawab Bik Siti mewakili Kinan .
"Baiklah bik biar Kinan tidur di sini, kalau begitu bik Siti bisa pulang sekarang, tadi kesini di antar siapa...?" tanya Kania lagi .
"Sama si Mamat Non..." jawab bik Siti.
"Ya udah bibik pulang aja, biar Kinan tidur bersama Kania..." kata Kania lagi.
"Kalau begitu bibik permisi dulu Non Asalamualaikum...." pamit bik Siti.
"Wa'alaikum salam...." jawab Kania. Bik Siti pun pergi dari apartemen Kania.
Setelah kepergian bik Siti, Kania membawa Kinan kekamarnya. Ketika Kinan melihat sang Papa sedang memegang leptop di atas ranjang Kania , Kinan berseru.
"Papa....kenapa kesini nggak ajak Kinan.." protes pria kecil itu. mendengar suara Kinan Bara mendongakkan kepalanya.
"Lo kamu kesini sayang...dengan siapa..?" tanya Bara sambil menatap sang putra.
"Sama bik Siti... dia tadi nangis minta Kesini..." Kania yang menjawab.
"Maaf Papa tadi dari kantor langsung kesini .." jawab Bara.
"Tapi Papa curang nggak pulang dulu kerumah..." kembali terdengar protes dari Kinan.
"Iya dech iya...Papa salah , maafin papa ya...sini tidur sama Papa.." ajak Bara sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya.
"Kinan mau tidur sama Bunda.." kata Kinan.
"Iya sayang... nanti Kinan tidur sama Bunda..." jawab Kania.
"Kinan maunya tidur sama Bunda dan Papa...." kata Kinan lagi.
"Tapi sayang...sebentar lagi Papa sudah mau pulang lo..." jawab Kania.
"Siapa bilang Papa mau pulang, Papa mau tidur di sini juga kok..." jawab Bara dengan wajah menggoda.
"Tapi Pa kat..." belum juga kalimat Kania
selesai Bara sudah berucap.
"Sayang...kata orang, pulang malam- malam itu tidak baik, lagian Kinan maunya Papa juga tidur disini...iya kan sayang..." kata Bara sambil menatap Kinan, dan tanpa setahu Kania dia mengedipkan matanya pada Kinan.
"Iya Bunda.. Kinan pingin tidur sama Papa dan Bunda...boleh kan Bunda...?" jawab Kinan . Kania menatap wajah Bara yang menatap Kania dengan wajah menggemaskan.
"Dasar Pria licik...( umpat Kania dalam hati.)
"Baiklah..sekarang Kinan ganti baju tidur dulu lalu kita tidur..." kata Kania sambil menaruh Kinan di tempat tidur , dia pergi mengambil baju di almari . Beberapa baju Kinan memang ada di apartemen Kania. Karena Kinan memang sering tidur di apartemen Kania. Setelah mengganti baju Kinan dia segera membaringkan Kinan di sebelah Bara.
"Sayang...tidur sama Papa dulu ya, Bunda mau ganti baju dan Solat ..." kata Kania Pada Kinan .
"Baik Bunda..." jawab Kinan . Kania pun segera pergi kekamar mandi dengan membawa baju ganti. Dia sedikit resah.
"Ya ampuun gimana ini , masak kami harus tidur bareng... memang sich gue juga pernah tidur di sebelahnya tapi bukan dalam keadaan seperti ini,
Memang ada Kinan sich, tapi tetap juga tidur satu ranjang. ah sial, sial... kenapa Kinan mesti minta tidur bareng sich...."Kania mengomel sendiri dalam Kamar mandi.
"Bismillah..semoga tidak terjadi apapun.." kata Kania , lalu dia segera mengganti bajunya dan mengambil air wudhu.
Setelah itu dia keluar dari kamar mandi lalu menunaikan solat Isya. Setelah solat dia melihat Bara masih asyik menekuni leptopnya.
"Pa...nggak solat dulu..." tanya Kania sambil melipat sajadah dan mukena.
"Iya Bun... sebentar lagi..." jawab Bara yang masih asyik memainkan jemarinya di atas laptopnya.
Kania pun berjalan kearah tempat tidut setelah menaruh rukuh dan sajada di tempatnya.
"Sayang...belum tidur...?" tanya Kania pada Kinan yang terlihat sedang memandanginya .
"Belum ,nunggu Bunda..." jawab Kinan .
Kania segera naik ketempat tidur dan menyelimuti Kinan dan dirinya.
"Ya udah sini dekat Bunda. .." kata Kania sambil membawa Kinan dalam pelukannya.
"Sekarang Kinan Bunda , mau mendengar cerita atau mendengarkan Bunda bernyanyi...." tanya Kania sambil membelai rambut Kinan.
"Mendengarkan Bunda bernyanyi..." jawab Kinan.
"Okey Bunda mau bernyanyi.. Bunda mau menyanyikan lagu jawa mau...?" tanya Kania.
"Lagu jawa Bunda....?" kata Kinan balik bertanya.
"Iya lagu jawa... Kinan mau dengar...?" jawab Kania.
"Iya .. Kinan mau dengar Bunda nyanyi jawa..." kata Kinan senang.
"Tapi Kinan harus cepat tidur lo..." kata Kania sambil mengusap kepala Kinan.
"Baik Bunda..." jawab Kinan.
Sedang Bara melirik sebentar pada kedua orang yang sedang bercakap- cakap di sebelahnya. terlihat ada senyum kebahagiaan di wajahnya yang tampan.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara merdu Kania menyayikan tentang jawa yang terdengar lembut dan merdu . terlihat tangan Kania menepuk pelan punggung Kinan yang berada di salam dekapannya .
Yen ing tawang ono lintang, cah bagus
Aku ngenteni tekamu
Marang mego ing angkoso, nimas
Sun takokke pawartamu
Janji-janji aku eling, cah bagus
Sumedhot rasaning ati
Lintang-lintang ngiwi-iwi, nimas
Tresnaku sundhul wiyati
Dek semono, janjiku disekseni
Mego kaltiko, kairing roso tresno asih
Yen ing tawang ono lintang, cah bagus
Rungokno tangis ing ati
Binarung swaraning ratri, nimas
Ngenteni mbulan ndadari
Dek semono, janjiku disekseni
Mego kartiko, kairing roso tresno asih
Yen ing tawang ono lintang, cah manis
Rungokno tangis ing ati
Binarung swaraning ratri, nimas
Ngenteni mbulan ndadari
Kania bernyanyi dengan lembut, Tak berapa lama terlihat Kinan sudah tertidur dengan pulas.
"Bun...suara Bunda merdu banget.." kata Bara memuji. saat Kania mengakhiri nyanyiannya.
"Benarkah...? " kata Kania sambil menatap Bara sambil tersenyum .
"Beneran....saat Bunda bernyanyi untuk Papa dulu, tak terasa Papa sampai tertidur lelap..." jawab Bara.
"Bener...saat itu Bunda memanggil Papa, tapi yang ada terdengar dengkuran Papa...."goda Kania.
"Apa bener Papa mendengkur...?" tanya Bara kaget.
"Beneran....sampai - sampai pingin Bunda rekam..." kata Kania sambil kembali tersenyum menggoda.
"Bunda....." seru Bara tertahan. karena dia tahu dia tidak pernah mendengkur. dan Kania sedang menggodanya
"Sst...jangan keras - keras Pa... " kata Kania.
"Kau sengaja mengolok Papa kan...?" kara Bara gemas.
Kania segera menaruh kepala Kinan di atas Bantal. setelah itu Kania segera beranjak bangun dari tempat tidur.
"Mau kemana Bun..." tanya Bara ketika melihat Kania melangkah .
"Mematikan lampu depan Pa..." jawab Kania yang ingat kalau lampu ruang tamu dan dapur belum di matikan.
"Sudah Bunda tidur aja biar Papa yang mematikan...." kata Bara.
"Baiklah Bunda tidur dulu... jangan lupa solat dulu..." Kata Kania yang kini sudah kembali naik keatas tempat tidur dan masuk kedalam selimut.
"Baik Bunda sayang..." goda Bara sambil menatap Kania yang mulai memejamkan mata. Bara melihat gadis yang amat dia sayangi itu tersenyum tipis.
'Tak salah aku memilihmu jadi pendamping hidupku Kania... kau memang gadis yang berbeda dari gadis manapun, Aku sangat mencintaimu.." Kata Bara dalam hati.
Dia segera berdiri dan berjalan keluar Kamar. Dia segera mematikan lampu yang tidak di perlukan. setelah itu dia kembali masuk kedalam kamar Kania untuk menunaikan solat isya. Saat melewati tempat tidur dia tersenyum melihat dua orang yang dia sayangi sedang tidur pulas. Bara segera pergi kekamar mandi untuk ganti baju dan mengambil air wudhu.
Keesokan Harinya saat adzan subuh berkumandang Kania terbangun dari tidur lelapnya. terlihat anak koala masih berada di dalam pelukannya. tapi Kania kaget ketika dia merasakan ada tangan kekar melingkar di perutnya. ketika dia lihat ternyata Bara sudah berada di sampingnya.
"Lo...bukankah dia tadi malam ada di sebelah sana...." gumam Kania. dia merasakan ketegangan di hatinya ketika merasa ada Bara yang sedang memeluknya. perlahan Kania melepas pelukan Bara. Namun bukannya terbuka malah dia merasakan pelukan di pinggangnya semakin erat.
"ist...ini orang sudah bangun apa masih tidur sich..." gumam Kania.
Kania kembali membuka tangan yang melingkar di perutnya, Namun sia- sia usahanya. akhirnya karena dia mau mandi dan solat, dengan terpaksa dia membangunkan Bara.
"Pa...Papa.. bangun Pa..." kata Kania sambil mengusap pelan lengan Bara. tapi tidak ada respon dari Bara.
"Pa..Papa..bangun ..sudah pagi.. kita solat yuk..." kata Kania lagi.
Perlahan mata milik Bara terbuka. Ketika melihat wajah cantik itu ada di depannya Bara tiba - tiba mencium bibir merah cery itu.
Cup
"Selamat Pagi Bunda...." kata Bara dengan wajah bahagia.
"Ck Papa...kebiasaan de.. Kania masih bau Pa..." Kata Kania malu. terlihat wajah Kania yang merona.
"Tapi Papa nggak merasa Bunda bau tu..malahan badan Bunda wangi membuat Papa kecanduan..." jawab Bara.
"Ya udah sekarang Bunda mau mandi dan Solat. Papa nggak solat juga...? Kita solat bareng yuk..." ajak Kania.
" Baiklah... kita solat Bareng, papa mau mandi di kamar sebelah tapi cium dulu.." goda Bara sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kania. lalu
Cup.
******* lembut Kania Rasakan di bibirnya. tak berapa lama Bara melepas ciumannya.
"Papa mandi di sebelah ya..." kata Bara . Dua megusap bibir Kania lalu bangun dari tidurnya.
"Iya Pa..." Kania pun ikut bangun dari tidurnya. dia segera berjalan masuk kekamar mandi. Sedang Bara berjalan keluar kamar. Setelah mandi dan mengambil wudhu kania keluar dari kamar mandi. sampai di luar dia melihat Bara sudah ada di dalam kamar dengan baju koko nya. Setelah mengambil mukenah dan dua sajadah Kania menghampiri Bara yang sudah menunggunya. mereka akhirnya melaksanakan solat subuh bersama. Setelah solat Kania segera membuat nasi goreng untuk sarapan pagi.
Setelah sarapan Pagi Kania bersiap untuk berangkat syuting.
"Bunda Kinan Boleh ikut Bunda nggak..?" tanya Kinan tiba- tiba. Kania menatap Kinan yang ada di sebelahnya lalu ke Bara.
"Boleh Pa...?" tanya Kania.
__ADS_1
"Tidak merepotkanmu....?" tanya Bara.
"Kan ada Arum dan Keti..." jawab Kania.
"Kalau nggak ngerepotin Bunda, Boleh Bunda Ajak... tapi ingat...Kinan nggak boleh mengganggu Bunda..." kata Bara.
"Yee...Kinan ikut Bunda...!" teriak Kinan gembira.
"Ingat Kinan apa kata Papa..." kata Bara lagi.
"Kinan janji Pa..." teriak Kinan gembira.
"Ya udah kita berangkat yuk... " ajak Kania.
"Bunda...nanti kalau Bunda pulangnya siang, Bunda langsung ke kantor papa aja ya..." kata Bara.
"Tapi Pa..." kata - kata Kania terpotong ketika Bara Berucap.
"Nggak ada tapi- tapian Bun... sebentar lagi Bunda sudah jadi istri Papa, sudah tinggal berapa bulan lagi janji Papa pada Bunda untuk menyembunyikan hubungan kita.." kata Bara.
"Iya dech iya... tapi bunda nanti mampir ke kantor Dika boleh...?" tanya Kania.
"Untuk apa...?" tanya Bara.
"Bertemu dengan teman- teman Kania.." jawab Kania.
"Boleh...tapi jangan terlalu lama..." jawab Bara.
"Trimakasih Pa..." kata Kania .
Merekapun segera keluar dari Apartemen milik Kania. Ketika sampai di loby Apartemen mereka bertemu dengan Keti dan Arum. Bara yang sudah berjalan lebih dulu mendapat sapaan dari pengawal Kania. sedang Kania dan Kinan berjalan agak jauh dari Bara.
"Pagi Bos..." sapa Keti dan Arum.
"Hmm...jaga Bos perempuan kalian dengan benar..." kata Bara dingin.
"Baik Bos..." jawab mereka. setelah Bara menjauh Arum dan Ketin mendekati Kania.
"Bos...kapan tuan Bara datang...?" tanya Keti.
"Kemaren... saat gue sampai di atas, Bos Bara uda ada di dalam.." jawab Kania.
"Bos Bara sama den Kinan datangnya Bos..." tanya Arum.
"Kagak...Kinan datang di antar Bik Siti.." kata Kania sambil berjalan kearah parkiran mobil.
"Den Kinan ikut ke lokasi syuting Bos..?" tanya Arum lagi.
"Iya, nanti mampir dulu ke Supermarket untuk beli makanan dan minuman buat Kinan, dan nanti kalian jaga dia dengan benar.
"Baik Bos..." jawab Arum.tak berapa lama mobil merah Kania berjalan keluar parkiran Apartemen dan diikuti mobil mewah milik Bara. Seperti biasa Bara akan berangkat kalau sudah melihat mobil Kania berangkat lebih dahulu. setelah mampir sebentar di Supermarket untuk membelikan keperluan Kinan , Keti segera membawa mobil Kania kearah lokasi syuting. Ketika sampai di Sana dia melihat sudah banyak para pemain film Putri Fang Yun datang. maklum syuting di mulai sejak pagi tadi. di sana Amanda sudah menunggu bersama Rika.
"Kak..siapa pria kecil ini...?" tanya Amanda sambil melihat Kinan dengan wajah gemes.
"Putra kecilku..." jawab Kania cuek.
"Apa...kau sudah punya putra..." tanya Amanda kaget.
"Ck ..kau ini...dia keponakanku.." jawab Kania.
"Ya ampun kak...ganteng banget dia... tapi kok gue femiliar sekali ya melihat wajah ini.. sepertinya aku pernah melihatnya...?" kata Amanda sambil menatap Kinan .
"Iya Nda...gue juga rasanya pernah melihat wajah ini ya...?" kata Rika.
"Mana mungkin...keponakanku nggak pernah kemana- mana kok..." kata Kania dengan cepat. karena dia tahu siapa yang di maksud mereka berdua. pastinya rupa sang Papa yang memang sangat mirip dengan Kinan.
"Udah ah..gue mau ganti kostum ..." seru Kania mengalihkan pembicaraan.
Setelah berganti kostum Kania segera menghampiri tempat syuting. di sana terlihat Farel sedang melakukan adegan pertempuran dengan para penjahat. tak berapa lama selesai sudah pengambilan adegan perkelahian Farel. Saat dia melihat Kania terlihat wajah Kania yang masih cuek. Dia tahu Kania masih marah padanya. ketika tadi malam dia menelfon Kania. ponselnya tidak dapat di hubungi, sepertinya gadis itu tahu kalau dia akan menelfon hingga ponselnya di matikan. namun saat dia melihat anak kecik di sebelah Kania sedang memakan camilan dia kaget karena dia tahu siapa anak kecil itu. Tiba- tiba terlintas ide untuk membuat Kania berhenti marah padanya. Walau Kania tak menerima cintanya tapi dia tak sanggup jika dia menerima kemarahan Kania hingga dia tidak mau menegurnya. perlahan dia datang menghampiri Kania dan Kinan.
"Kinan... " panggil Farel ketika sampai di dekat mereka.
"Om Farel...?" jawab Kinan dengan kaget.
"Kinan kok ada di sini...?" tanya Farel sambil duduk disebelah Kinan.
"Ikut Bunda...." jawab Farel sambil tetap memakan camilannya.
"Oo..ini Bunda Kinan...?" tanya Farel seolah tak kenal.
"Iya Om...jadi Om jangan nakal sama Bunda Kinan..." kata Kinan mengancam
"Waah.. Om Farel nggak akan berani mengganggu Bunda Kinan..."jawab Farel.
"Kinan tolong mintakan maaf pada Bunda dong..." kata Farel lagi.
"Mintakan maaf...? emang Om Farel punya salah sama Bunda...?" tanya Kinan dengan wajah lugu.
"Iya..Om Farel punya salah sama Bunda Kinan..." jawab Farel.
"Apa benar Bunda Om Farel nakal sama Bunda...?" tanya Kinan sambil menatap sang Bunda. Kania memandang Kinan.
"Jangan di dengerin perkataan Om Kinan tadi..." jawab Kania datar.
"Kin..jangan marah lagi dong...please maafin gue, gue janji nggak akan ngomong kayak gitu lagi,.. please, maafin ya..ya..ya..." Katanya sambil memegang telinganya dengan wajah lucu. Akhirnya Kania tertawa melihat tingkah Farel .
"Dasar pembuat onar...baiklah aku maafin tapi ingat jika elo ngomong kayak gitu lagi gue nggak akan maafin elo lagi..." ancam Kania.
"Yes..gitu dong..emang elo gadis yang sangat baik ..." seru Farel gembira , dia segera berdiri.
"Mau kemana lo...?" tanya Kania ketika melihat Farel berdiri.
"Mau meluk elo...." kata Farel bodoh.
"Elo mau membuat gosip...?" tanya Kania
"Cuma mau meluk elo doang Kin..." kata Farel memelas.
"Kagak..ntar kita jadi gosip , udah duduk aja elo di situ pokoknya gue udah maafin elo..." kata Kania dengan wajah garang
"Iya dech iya gue nurut...asal nggak elo diamin aja gue udah seneng..." jawab Farel memelas. akhirnya kania nggak tahan dan tertawa.
"Ha ha ha ...elo nggak cocok berwajah seperti itu Rel...gue geli ngeliatnya..." seru Kania. untung mereka agak jauh dari lokasi syuting hingga tidak mengganggu .
"Nach..begitu dong,... gue seneng lihat elo tertawa lagi.." kata Farel. obrolan merek harus berakhir karena sang Sutradara telah memanggil mereka berdua untuk melakukan adegan selanjutnya.
Sampai di sini dulu ceritanya besok gue lanjut lagi jangan lupa selalu tinggal kan jejak like dan komentarnya. Votenya malah gue tunggu.
__ADS_1
Bersambung.