
Hari- hari pun berlalu dengan cepat, tak terasa hari perayaan perkawinan Bara dan Kania akan dilaksanakan hari ini. Kania sebagai mempelai wanita yang akan bersanding di pelaminan sejak tadi pagi sudah dirias ,kini terlihat wajah Kania yang telah berubah menjadi teramat cantik dan menawan. Dengan baju pengantin warna coklat mudah yang menghiasi tubuh indahnya terlihat keanggunan di wajah ayu nancantik miliknya. Ketika sang Mama dan Mama Rani masuk kedalam untuk membawanya kealtar perkawinan mereka berdua terlihat sangatlah kaget.
"Sayang....ini kau Nia....?"kata sang Mama meyakinkan.
"Ck mama....kalau bukan Nia emang siapa lagi Ma...." kata Kania merajuk. sedang para perias pengantin hanya tersenyum melihat mereka bertiga.
"Bukan gitu nak...kau membuat mama nggak mengenalimu... kau sekarang terlihat amat cantik sayang...." jawab sang Mama sambil memandang kagum Kania .
"Iya sayang... Mama Rani juga pangling tadi...." kata Mama mertuanya.
"Trimakasih Ma...kalian berdua selalu membuat Kania bahagia..." kata Kania bahagia.
"Ya sudah ayo keluar, kau sudah di tunggu suamimu untuk menemui para tamu di luar...." kata nyonya Sinta pada Kania. Mereka berduapun membawa Kania keluar dari kamar pengantin yang ada di hotel XX milik keluarga Dirgantara yang menjadi tempat pernikahan Bara dan Kania. Semula pernikahan itu akan di adakan di hotel Tiga Berlian tapi Karena tuan Mahesa meminta mereka untuk mengadakan di hotel XX . akhirnya tuan Setyo Hadi menyetujuinya karena memang hotel XX lebih besar dan mewah. Mereka mengundang semua kerabat ataupun keluarga. Dari mulai keluarga bang Jonet, keluarga ketua Dragon fly, semua Keluarga Herlambang , semua keluarga Dirgantara, karyawan perusahaan Herlambang , karyawan perusahaan Dirgantara. Para relasi dari kedua keluarga, sampai para sahabat Kania maupun Bara. Tak terkecuali keluarga dari bibik dan Paman Asep. Sahabat paman Asep pun juga datang yaitu Paman Herman dan bu Lastri. Sang penolong sekaligus guru Kania . saat keluar dari kamar, Kania melihat kedua pengawalnya yang sudah memakai baju pesta telah menunggunya. Mereka segera berjalan kearah tempat pesta berlangsung.
Ketika mereka sampai di pintu menuju ruang resepsi, Kania melihat Bara yang di temani Dika dan Anton sudah menunggu kedepannya dengan wajah tampannya .
"Sayang....kau sangat cantik..." kata Bara sambil mencium lembut Kania.
"Papa... Malu di lihat orang..." kata Kania sambil memukul pelan lengan sang suami.
"Biarkan mereka iri kebahagiaan kita..." goda Bara.
"Ck....dasar bucin....kita sudah tahu kalik kalau kak Bara sedang sangat bahagia....?" kata Dika dengan wajah kesal.
"Yee...kalau iri cepat nikah...." jawab Bara cuek.
"Kak... Gue heran dech sama elo, sejak elo kenal kakak ipar, rasanya julukan pria dingin nggak pantas lagi dech elo sandang.... Soalnya kalau elo lagi bersama kakak ipar , elo nggak ada dingin- dinginnya ...malah terlihat menyebalkan...." kata Dika dengan kesal. Namun kalimat terakhir dia ucapkan dengan perlahan.
"Dik....kakak dengar omonganmu..." kata Bara datar.
"He he he... habis kakak nyebelin..." tawa Dika mendengar Bara berbicara. Sedang sang Mama dan nyonya Sinta telah masuk duluan bergabung dengan suami dan keluarga besar mereka.
Akhirnya mereka mengiringi Bara dan Kania masuk kedalam ruang pesta.
Para tamu sangat terpesona pada wajah sang pengantin, si wanita terlihat cantik dan anggun, sedang sang pria terlihat gagah dan tampan, mereka bak dewa dewi yang turun dari khayangan.
"Ya ampuun...cantik banget Nona Kania dan tuan Bara terlihat sangat tampan... Mereka memang sangat serasi ya...?" kata salah satu tamu yang ternyata Karyawan perusahaan Bara.
"Iya... Mereka emang cocok sekali. Kita nggak nyangka ya... Wanita yang terlihat kalem dan ramah itu dan tidak menyombongkan diri itu ternyata kini menjadi nyonya Bos kita ya..." jawab Wanita di sebelahnya.
"Iya...tidak seperti wanita- wanita yang sombong dan mengaku calon istri Bos Bara dan ternyata kenyataannya cuma halu doang...." kata sang teman.
Mereka mulai bergosip tentang Kania dan Bara yang sedang menuju singgasana pengantin mereka.
"Nia kau terlihat sangat cantik malam ini...selamat menempuh hidup baru dek...aku doakan kebahagian selaku bersama kalian berdua. Semoga Bara akan selalu membahagiakan dirimu Nia... " doa Simon dalam hati ketika melihat Kania berjalan bersama Bara sang sahabat.
__ADS_1
"Simon....kenapa kau melepas Kania hingga dia bisa menikah dengan sahabatmu sendiri..." ucap tuan Jordan ketika melihat sang putra menatap Kania lekat. Dia tahu sejak dulu kalau sang putra memiliki perasaan pada Kania. dia juga mendukung Simon andai Kania jadi istri sang putra, karena dia tahu Kania orang yang baik , jujur dan bersahaja.
"Ceritanya panjang Pa... tapi semua itu kebodohan Simon sendiri. Simon yang nggak bisa menjaga Kania dengan baik Pa... Tapi Simon merasa bahagia melihat Kania bahagia...dan Simon percaya Bara sahabat Simon lebih mampuh membahagiakan Kania Pa..." jawab Simon dengan wajah tenang.
"Syukur lah kalau kau bisa merelakan dan tidak merasa sedih melihat Kania bersama pria lain..." kata sang Papa.
"Simon rela Pa... Karena Kania menikah dengan sahabat Simon sendiri, dan gadis itu menganggap Simon sebatas seorang Kakak... Simon rela Pa asal dia bahagia.." jawab Simon kembali.
Tuan Jordan menepuk pelan pundak Simon dengan bangga. Simon memang datang bersama sang Papa ke pesta perkawinan Kania. Karena tuan Jordan adalah sahabat sekaligus relasi tuan Mahesa.
"Nia...andai aku yang ada di posisi kak Bara betapa bahagia nya hidupku, namun kau hanya menganggapku hanya sebagai saudara dan sahabat saja ... Aku doakan kebahagiaan selalu bersamamu Kania...." Doa Farel dalam hati. Dia menatap Kania dan Bara dengan ketulusan di matanya.
"Bodohnya aku Nia.... Aku melepas permata yang seindah dirimu di dalam hidupku. Andai aku mau mempertahankan dirimu dan setia padamu, pasti aku yang akan bahagia bersamamu saat ini... Namun semua memang salahku tidak bisa mempertahankan dan membelamu , aku menyesal telah terbujuk rayu si ****** Deby itu... " umpat Reza dalam hati. Tanpa sadar tangan Reza mengepal karena marah dan kecewa. Melihat tingkah Reza , tuan Alex Firaus heran .
"Za.. Ada apa....?" tanya tuan Alex sambil memandang sang putra.
"Nggak ada Pa...?" jawab Reza dengan wajah sedih.
"Apa kau mengenal istri tuan Bara itu...?" tanya tuan Alex penasaran.l
"Dia Kania dari kota B yang pernah Reza tinggalkan Pa..." jawab Reza dengan wajah sedih.
"Apaa...Kania...? Kania yang gadis miskin itu...?" tanya tuan Alex kaget.
"Dia bukan gadis miskin Pa...apa Papa nggak tahu kalau dia putri Kandung tuan Setyo Hadi...?" kata Reza lagi.
"Bukan Pa...Papa salah, Deby hanyalah anak pungut tuan Setyo Hadi, dan Kania lah putri kandung tuan Setyo Hadi ..." kata Simon menjelaskan .
"Maksudmu Papa kok nggak ngerti sich..bukankah saat itu si Deby anak tunggal tuan Setyo Hadi... Dan Papa tak melihat gadis lain di kediaman tuan Setyo Hadi..." kata tuan Alek bingung.
"Deby itu hanya Anak pungut yang di ambil oleh tuan Setyo Hadi dan nyonya Sinta dari panti asuhan, mereka mengambil anak untuk pancingan agar mereka cepat mendapatkan momongan. dan dua tahun kemudian lahirlah si Kania itu. Tapi entah mengapa Kania terbuang dari keluarga tuan Setyo Hadi hingga tinggal di kota B.dan Kania lah putri asli dari tuan dan nyonya Herlambang Pa...?" jawab Reza menjelaskan.
"Apaa.....jadi si ja***g Deby itu bukan putri kandung tuan Herlambang....?" kata tuan Alex kaget.
"Benar Pa...gadis yang aku cintai dan Papa tolak mentah- mentah serta Papa hina begitu parah, adalah putri Asli tuan Herlambang....." kata Reza dengan sinis.
Terlihat penyesalan di wajah tuan Alex apalagi melihat kesedihan di mata sang putra saat melihat pengantin yang duduk di altar pernikahan dengan wajah bahagia.
Tuan Alex teringat saat itu Reza akan pergi ke tempat pacarnya yang baru datang ke kota J ini bersama sang putra untuk melanjutkan pendidikannya. Saat itu dia melarang Reza untuk menemui Kania karena dia mendapat informasi kalau gadis yang di sukai oleh sang putra hanyalah gadis miskin anak seorang penjual gado- gado. Dengan ancaman dan paksaan dia menyuruh Reza untuk menjauhi Kania. Karena dia sudah memiliki keinginan untuk menjodohkan Reza dengan putri tuan Setyo Hadi rekan bisnisnya. Dan sekarang dia mengetahui kalau gadis yang dia hina adalah putri asli tuan Setyo Hadi. Kini penyesalan tinggalah penyesalan. Tuan Alex Firaus hanya bisa melihat kesedihan di mata sang putra.
"Gila...princess terlihat sangat cantik hari ini...." seru Ratih bahagia melihat Kania yang duduk bersanding dengan Bara sang Bos pemilik perusahaan .
"Bener kata elo Tih... Emang sich princes emang cantik, tapi hari ini kenapa dia cantik banget ya...?" kata Sonya menimpali.
"Setuju...gue juga merasa begitu...!" seru Karin ikut bahagia.
__ADS_1
"Gue juga setuju Rin..." seru Beny.
"Ben...emang elo udah nggak sakit hati lagi ...?" tanya Roby sambil melihat wajah sang sahabat.
"Tenang...gue udah merelakan Kania bersama Bos Bara, karena gue tahu dia akan lebih bahagia bersama Bos Bara, gue lihat Bos Bara sangat mencintai Kania, kalau gue di banding Bos Bara kalah segalanya...." kata Beny sambil tertawa..
"Waah...kau memang sahabat gue yang paling keren Ben... tapi bener kata elo, elo emang kalah segalanya dari Bos Kita. dari wajah, harta mungkin juga kasih sayang yang dia berikan pada princess, Dan perlu kau ketahui kalau sebenarnya Bos jatuh cinta lebih dulu dari pada princess kita...." seru Karin sambil menepuk pelan Beny yang ada di sebelahnya.
"Yang bener Rin...." kata Beny.
"Bener... malah cintanya lebih dilu dari pada cinta elo..." lanjut Karina.
"maksud elo....? bukankah Kania belum pernah ketemu sama Bos Bara , bukankah mereka baru ketemu saat peristiwa penembakan Kania tempo hari...?" kata Roby menyela.
"Salah...Bos Nia pernah di tolong oleh Princess saat masih berada dinkota B. dan saat itulah Bos Bara jatuh cinta pada princes kita...." kata Karin menjelaskan.
"Ooo...begitu..." seru Roby mengerti.
merekapun akhirnya mengikuti semua acara yang sudah tersusun . acarapun berjalan dengan lancar.
Sedang di sebuah kontrakan kecil di sebuah kota kecil di pulau B terlihat seorang Wanita sedang melihat pernikahan Kania dan Bara di sebuah stasiun TV yang di tayangkan secara live./langsung . pernikahan orang nomer satu di kota J arau di negara I ini memang di tayangkan oleh beberapa stasiun TV jadi banyak orang yang menonton acara itu.
"Bangsat....dasar wanita sialan, kenapa mereka tidak bisa membunuh pe****r itu , apa sich hebatnya dia..." seru Emilda sambil melempar beberapa barang kearah dinding rumah kontrakannya. dia berteriak- teriak seperti orang gila. Kekacauan itu hingga membuat tetangga Emilda merasa terganggu.mereka segera menghampiri dan mengetuk kontrakan Emilda.
Tok...tok...
"Mbak...mbak.... Mbak nggak apa- apa.." tanya mereka sambil mengetuk pintu. ada kecemasan juga di hati mereka ketika mendengar Emilda yang baru mengontrak beberapa hari di lingkungan mereka berteriak- teriak dan juga terdengar seperti barang yang pecah.
"Diam kalian...pergii.....!" teriak Emilda marah.
"Tapi kami cemas mendengar kau berteriak sepeeti itu..." kataseorang pria paruhbaya.
"tidak ada urusannya dengan kalian, pergiiii......!" teriak Emilda lagi.
"Dasar wanita gila..kaumengganggu Kami...!" seru seorang ibu- ibu dengan marah .
"Diam Kalian....urus urusan kalian sendiri...." teriak Emilda nyaring.
"Dasar wanita gila...." seru tetangganya kembali . mereka meninggalkan kontrakan Emilda sambil bersungut- sungut.
Setelah menyuruh orang untuk membunuh Kania, Emilda merasa bahagia. Hari- hari dia jalani dengan bahagia , sambil menunggu kabar kematian Kania dia berbelanja keMall. Namun saat kepulangannya dari berbelanja dia di buntuti seseorang. Emilda merasa curiga kalau orang itu suruhan Bara. Karena itulah dia segera pergi menghindar dari orang yang sedang menguntitnya. setelah sampai di villa Dia segera berkemas diri untuk pergi dari villa milik sang Papa. Apalagi dia mendengar kalau sang papa sedang marah dan mencarinya . keesokan harinya dia segera menyamar dan pergi dari villa tanpa di ketahui siapapun termasuk mata- mata Bara. dan saat dia mendengar kegagalan orang yang dia sewa dan mereka masuk penjara, Emilda segera pergi menjauh dari kota J. Dia tahu kalau Bara pasti mencari dan mengejarnya. Dia segera pergi bersembunyi sejauh - jauhnya dari kota J. Dia tak ingin beresiku untuk tertangkap.
"Dasar orang- orang kampung tak tahu diri....!" teriak Emilda sambil kembali melempar sebuah gelas kearah pintu rumah. hingga gelas itu pecah berantakan bercampur dengan barang- barang yang pecah lebih dahulu.
"Kania....!! Dasar wanita murahan.... beraninya kau tidak mendengarkan ancamanku... tunggulah pembalasan dariku, kau akan merasakan kematian yang sangat menyakitkan nanti...." kata Emilda dengan marah. dia melempar semua barang yang berada di dekat dirinya. hingga akhirnya dia terduduk dan menangis karena kelelahan.
__ADS_1
Sedang Kania dan Bara yang kini sedang bersanding di pelaminan merasakan kebahagian . apalagi Bara dia merasakan kelegahan yang teramat sangat di hatinya setelah kini bisa memberitahu kalau Kania adalah istrinya pada semua orang. Kini dia bisa menunjukkan semua cintanya pada Kania di depan orang. tidak akan adalagi yang ditutup- tutupi karena di sembunyikan.
Maaf sampai di sini dulu author bercerita.jangan lupa like , vote dan komennya Author tunggu.