Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
KEBENARAN YANG TERUNGKAP


__ADS_3

Pagi hari ini Kania berangkat dari apartemen jam enam pagi kerumah Bara, karena mereka akan berangkat kerumah Kakek Herlambang jam sembilan pagi. Acara lamaran akan di laksanakan besok, jadi sekarang Kania akan diantar Bara pergi ke Mension kakek Herlambang. Sesampainya di rumah Bara terlihat Kinan sudah menunggu di depan pintu rumahnya. Saat melihat mobil Kania datang, dia segera berlari menghampiri.


"Bunda...." serunya gembira.


"Keti gue turun sini... Tu anak gue udah ngejemput..."seru Kania bercanda.


"He he..emang enak jadi Bunda kesayangan...?" goda Arum.


"Dasar lo... " umpat Kania sambil keluar mobil . sedang Arum dan Keti tertawa mendengar sang Bos mengumpat.


Keti segera memarkirkan mobilnya di halaman rumah Bara karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke mension kakek Kania.


"Bunda...?" teriak Kinan lagi. Kania segera menggendong tubuh bulat itu..


"Sayang...apa kabar...? Kau nggak sekolah..?" tanya Kania.


"Ini masih pagi Bunda...?" protes Kinan.


"Benarkah...? Waah Bunda nggak tahu tu.." goda Kania sambil menciumi pipi gembul dan leher Kinan. Kinan tertawa keras ketika merasakan geli di lehernya.


"Ha ha ha...Bunda geli..." serunya gembira.


"Uf...sepertinya kesayangan Bunda semakin gendut ya...?" seru Kania sambil berjalan kedalam rumah.


"Apa sekarang Kinan berat Bunda...?" tanya Kinan .


"Hmm...tapi Bunda suka lihat Kinan kayak gini..? bisa bikin Bunda gemes.." kata Kania kembali mencium Kinan .


"Kok cuma Kinan yang dapat ciuman Bun..." sebuah suara mengagetkan mereka berdua.


Cup...


Tiba- tiba sebuah ciuman mendarat di pipi Kania.


"Papa...!" seru Kania dan Kinan hampir bersamaan karena Kaget.


"Yee Papa iri lihat Kinan di cium Bunda.." seru Kinan pada sang Papa.


"Ya ampun Pa...Kania kaget..." Seru Kania.


"Habis kalian berdua ngelupain Papa.." kata Bara pura- pura sedih.


Kaniapun tersenyum melihat wajah bara yang sedang cemberut.


"Ha ha...gini ya wajah seorang Bara yang mode manja...( kata Kania dalam hati)


Di wajah Kania hanya bisa senyum-osenyum aja.


"Kenapa Bunda senyum- senyum seperti itu...."tanya Bara curiga


"Nggak Ada kok Pa..." jawab Kania sambil melangkah meninggalkan Bara. Namun langkahnya terhenti ketika tangan kekar Bara memeluk pinggangnya.


"Bunda nggak boleh pergi kalau belum mengatakan kenapa Bunda tersenyum- senyum..." kata Bara membuat Kania jadi malu sekaligus pingin tertawa.


'Mana mungkin gue ngomong sama dia kalau gue suka lihat dia manja gini.."(teriak Kania dalam hati)


"Papa pingin tahu kenapa Bunda tersenyum...?" tanya Kania.


"Iya..." jawab Bara serius.


"Lepaskan dulu tangan Papa..." kata Kania dengan wajah manja.


"Baik..." Barapun segera melepas pelukannya.


"Nach sekarang jawab pertanyaan Papa..?" ucap Bara.


"Baik..dengerin, Bunda tadi tersenyum karena lihat maaf ..mulut papa kayak Bebek..." goda Kania sambil berlari menuju tangga. Dia cepat - cepat membawa Kinan lari keatas.


Bara tertegun sejenak ketika mendengat olokan sang kekasih. Namun ketika dia sadar kalau sudah di kerjain sang kekasi dia merasa kesal .


"Bundaaa...." seru Bara gemas. Dia segera mengejar Kania yang kini sudah berada di lantai dua. Kemampuan Kania soal berlari memang baik , dengan cepat dia sudah berada di dalam kamarnya . namun saat pintu mau di tutup sebuah tangan kekar menahannya. Akhirnya dengan terpaksa Kania membuka pintu itu kembali.


"He he Papa..." seru Kania cengengesan.


"Kau mau lari kemana lagi hmm...." tanya Bara dengan wajah kesal.


"Nggak kemana- mana... Bunda nyerah kok..." kata Kania sambil tersenyum. Dia menunjukkan senyum termanisnya.


'Ya ampun gimana ini... Gawat..tadi gue ngatain mulutnya kayak bebek, mana ada anak buah berani ngomong kayak gitu...waduh gawat, bisa- bisa gue di gantung nich..seru kania dalam hati.(waah mulut sama hati beda nich๐Ÿคฃ)


"Segampang itu....?" tanya Bara sambil berjalan kearah Kania.


"Papa ...jangan marahin Bunda...!" teriak Kinan.


'Yee...gue punya penolong...(teriak Kania dalam hati.)


"Nggak sayang...Papa nggak marahin Bunda kok..." kata Bara lembut pada Kinan.


'Alhamdulillah...Selamat dech gue..( seru Kania bernafas lega) tapi entah dari mana tiba - tiba bik Siti telah berdiri di luar kamar Kania.


"Maaf tuan, den Kinan harus ganti baju untuk sekolah..." kata bik Siti.


'Ya ampun bibik...jangan sekarang dong.. Tapi tunggu dulu, gue kan bisa lepas dari dia kalau gue bilang mau ganti bajunya Kinan...he he ( akal licik kania terpikir di otaknya.)


"Maaf Pa...Kania mau bantuin Kinan ganti Baju ya..." kata Kania sambil melangkah keluar kamar. Namun sebuah tangan kekar menahan bahunya.


"Biarkan bik Siti yang melakukannya..." kata Bara .


"Papa Kinan maunya Bunda...." seru Kinan protes.

__ADS_1


'Bagus sayang....'(teriak Kania dalam hati๐Ÿ˜…)


"Kinan ..besok ikut kepuncak nggak...? Kalau ikut sekarang Kinan di bantu bik Siti ganti bajunya Okey..." kata Bara sabar. Terlihat wajah Kinan yang cemberut. Dengan terpaksa dia ikut bik Siti yang sudah mengacungkan tangan untung menggendong Kinan. Setelah kepergian bik Siti dengan Kinan Bara segera menutup pintu dengan tangan masih memegang lengan Kania. Setelah itu dia menatap Kania dengan senyum liciknya.


"Sekarang mau kemana lagi..." tanya Bara. Dia segera menarik Kania dalam pelukannya.


"He he.. Nggak kemana- mana...?" jawab Kania cengengesan.


"Berani Bunda bilang bibir Papa bibir bebek...?" tanya Bara . dia mendekatkan wajahnya kearah wajah Kania.


"Tunggu, tunggu Pa... Maksud Kania bukan seperti itu..." kata Kania sambil mendorong dada Bara. Namun bukannya menjauh malah tubuh Bara semakin mengikis jarak mereka.


"Lalu...." Bara semakin menggoda Kania.


"Baiklah, baiklah Kania mau ngomong...


Sebenarnya tadi itu Kania suka kalau lihat Papa berwajah manja kayak tadi,... Puas..." seru Kania.


"Beneran....?" tanya Bara kembali menggoda.


"Bener... sumpah..." jawab Kania sambil mengangkat tangannya dengan jemari membentuk โœŒ.


"Lalu kenapa tadi bilang bibir Papa kayak bebek...?" tanya Bara.


"Maaf... Masak iya Bunda bilang kalau Bunda seneng lihat Papa manja.." jawab Kania cemberut.


Kania tertegun ketika dia merasakan bibir dingin Bara sudah ******* lembut bibirnya. Kaniapun tak bisa mengelak selain membalas ciuman panas Bara.


Mereka berciuman hingga Kania merasakan oksigen yang masuk ketubuhnya perlu asopan dari luar. Kania segera memukul pelan punggung Bara. Bara akhirnya melepas bibir yang menjadi candu buatnya dengan terpaksa.


"Ck ... Kenapa kau masih belum bisa berciuman..." kata Bara sambil menatap Kania dengan sayang. Wajah Kania yang memerah membuat Bara menjadi gemas. Kania hanya bisa menyandarkan kepalanya ke dada bidang Kania.


"Papa suka sama gadis yang pandai berciuman...?" tanya Kania kesal.


"Ya enggak lah.. Papa sukanya sama gadis yang ada dalam pelukan Papa, walau dia nggak bisa berciuman..." goda Bara.


"Dasar...." jawab Kania semakin membenamkan kepalanya.


"Sayang...kau sudah membawa baju ganti...?" tanya Bara.


"sudah...juga baju yang kita ambil dari butik kemaren sudah ada di dalam mobil .." jawab Kania.


"Ya sudah yuk kita turun... Kinan pasti sudah menunggu kita...." ajak Bara sambil mengecup kepala Kania. Merekapun berjalan keluar dari kamar Kania.


****


Sementara di rumah Tuan Setyo Hadi Herlambang seorang wanita sedang berbincang dengan dua orang pria dengan muka marah di ruang tamunya


"Bodoh...! Saya membayar kalian dengan mahal, masak hanya untuk menukar sempel itu saja kalian nggak bisa....!" teriaknya marah.


"Kami sudah berusaha nyonya, Kami sudah menyamar jadi perawat tapi kami gagal , malah kami hampir saja ketahuan , mereka menjaganya dengan ketat..." jawab salah satu dari mereka.


"Sudah nyonya... Tapi mereka tak mau , mereka tak berani karena menyangkut keluarga besar tuan Herlambang..." jawab mereka kembali.


"Dasar manusia- manusia tak berguna.. Sudah pergi saja kalian ...." seru nyonya Sinta dengan marah. Kedua orang itupun segera pergi dari rumah tuan Setyo Hadi. Rumah itu memang sedang dalam keadaan sepi , hanya ada pembantu yang ada di belakang.


"Ya ampuun... apa semua rahasiaku akan terbongkar , tidak, tidak aku tak akan membiarkan semua usahaku sia- sia, tapi gimana caranya... Mungkunkah ini hanya ketakutan ku saja, kalau soal Deby anak pungut kami bisa menjelaskan pada kakek tua itu kalau kami tidak memiliki anak. Karena aku mengalami keguguran saat mengandung ...." ucap Nyonya Sinta sendirian .


Diapus segera masuk kedalam rumahnya dengan wajah kembali senang.


Saat itu terlihat Bara sedang pergi mengantarkan Kania menuju Mension milik Kakek Herlambang. Terlihat mobil merah milik Kania yang di kendarai Keti dan Arum mengikuti di belakang mobil Bara yang di kemudikan oleh Anton. Ketika sampai di Mension kakek Herlambang, terlihat bik Monah telah menunggu kedatangan Kania.


"Non Nia..." sapa bik Monah dengan wajah gembira.


"Idih apaan sich...ngapain bibik manggil Nia Nona segala... Kania geli mendengarnya bik... Panggil Kania seperti biasa aja bik..." kata Kania sambil memeluk wanita yang telah membesarkannya dengan kasih sayang.


"Tapi Non Kania adalah cucu dari kakek Herlambang sayang..." jawab bik Monah dengan sabar.


"Benar...hanya saja Kania nggak suka itu bik... Kania tetap ingin jadi gadis yang bibik sayangi...jadi Kania minta bibik tetap memanggil atau menganggap Kania seperti Kania yang dulu ..." kata Kania sambil melepas pelukannya.


"Tapi Non...." ucapan bik Monah terhenti ketika mendengar omongan Kania.


"Nggak ada tapi- tapian, pokoknya Kania nggak mau bibik memanggil Nia dengan embelan Non titik..."tekan Kania.


"Benar kata Kania Bik... Bibik nggak usah berubah pada Kania, karena bibik yang merawat Kania sejak dia lahir..." kata Bara menimpali.


"Baiklah kalau itu kemauanmu nak...tapi bagaimana kalau tuan Herlambang marah..." tanya bik Monah cemas.


"Jangan cemas Bik...soal Kakek nanti Nia yang akan bilang..." jawab Kania.


"Kalau begitu ayo masuk, kalian sudah di tunggu tuan Herlambang di dalam.." ajak bik Monah. Merekapun segera masuk kedalam mension besar milik tuan Herlambang .


Ketika sampai di dalam ruang keluarga, terlihat Kakek dan paman Rehan, bibi Fara serta bibi Garnis sedang duduk bersama para sepupunya. Kania dan Bara segera menghampiri mereka dan mencium tangan Kakek, paman Rehan, bibi Fara dan bibi Garnis. lalu menyapa ketiga sepupunya sebelum Bara berpamitan pergi ke kantor.


""Maaf Kakek paman. Bibi... saya permisi mau langsung pergi..." pamit Bara.


"Lo nggak duduk dulu...?" tanya Tuan Rehan.


"Maaf Paman Bara ada janji dengan Klien.." jawab Bara.


"Baiklah kalau gitu hati- hati di jalan..." kata tuan Rehan kembali. Bara pun segera keluar di antar Kania.


"Bun...jangan pergi kemana- mana..." pesan Bara ketika mau masuk kedalam mobil.


"Iya Pa..." jawab Kania sambil tersenyum. Bara mencium sekilas Dahi Kania sebelum masuk kedalam mobil. tak lama terlihat mobil mewah meninggalkan pekarangan Mension mewah milik tuan Herlambang. setelah melihat mobil sang kekasih tak terlihat lagi Kania segera masuk kedalam Rumah .


"Nia...sini dulu sayang..." Kata sang Kakek pada Kania.


"Iya kek..." jawab Kania, Dia segera menghampiri Kakek Herlambang yang sudah menepuk tempat duduk di sebelahnya .

__ADS_1


"Gimana kabarmu sekarang...nggak ada masalah laginkan...?" tanya sang kakek.


"Nggak ada masalah kek, cuman kapan hari si Deby mencambuk punggung ku hingga aku harus di panggilkan Dokter..?" adu Kania.


'Waah...gue jadi tukang ngadu nich he he .( teriak Kania dalam hati ๐Ÿ˜‚)


"Apaaa..." seru mereka hampir bersamaan.


"Kok bisa Nia...?" tanya Hardika kaget.


"Berani sekali dia...?"'. seru Viktor geram.


"Saat itu kami lagi dalam adegan di dalam syuting film yang ketepatan ada adegan Nia di cambuk. tapi dengan semgajanya dia mencambuk tubuh Kania, semua orang tahu kalau dia memang sengaja mencambuk Kania..." kata Kania menjelaskan.


"Emang salahmu apa...?" tanya Kristal.


"Nia juga nggak tahu, semenjak pertamakali dia melihat Kania dia udah mengibarkan bendera permusuhan, mungkin karena Kania mendapatkan peran Putri Fang Yun itu kali..." terang Kania.


"Sejak dulu Hardika emang nggak suka dengan tingkah gadis itu Pa..." seru Hardika dengan geram.


"Iya...Kris juga sangat membencinya Pa..dia terlalu sombong dan arogan. banyak teman- teman Kris yang bilang dia gadis yang genit. Kris malu punya saudara seperti dia...?" seru kristal dengan marah.


"Semuanya akan kita selesaikan setelah pamanmu Sindu datang..." kata tuan Rehan dengan wajah datar.


"Memang Om Sindu kemana Paman...?" tanya Kania.


"Dia sedang mengambil hasil tes DNA.." jawab kakek Herlambang.


"Tes DNA..? tes DNA siapa kek...?" tanya Kania heran.


"Tes DNA kedua orang tuanmu dan si Deby..." jawab sang Kakek.


"Apa benar kek...?" tanya Kania.


"Iya nak... Kakek ingin membuka rahasia tentang dirinya..." lanjut kakek Herlambang.


"Kek..Kania nggak membutuhkan, dan tak menginginkan papa dan Mama karena Kania sudah memiliki Paman Asep dan Bibik Monah, tapi Kania pingin mempunyai Kakek, dan keluarga besar Kania.." kata Kania sambil memeluk sang Kakek.


"Iya nak...kau akan memiliki kami...tapi kita harus membuka keburukan yang mereka lakukan kepadamu...?" jawab Kakek Herlambang.


'Iya kek Nia mengerti.." jawab Kania.


Sambil menunggu kedatangan Sindu Kania berbincang dengan keluarga yang baru dia temukan. mereka menanyakan bagaimana Deby bisa mencambuk Kania. akhirnya Kania menceritakan semua kejadian sampai dia harus menderita tidur tengkurap, namun Kania sengaja menceritakannya dengan gaya kocak , sehingga membuat meraka tertawa.


"Nia...emang elo sejak dulu kocak gini ya..?" tanya Viktor.


"Kania orangnya nggak mau terlalu ribet Kak.. jadi pinginnya lihat orang lain seneng aja..." jawab Kania. tiba - tiba pembicaraan mereka terhenti ketika mereka mendengar salam dari depan pintu.


"Asalamualaikum....." terdengar salam dari pintu.


"Walaikum salam..." jawab mereka semua. terlihat tuan Sindu suami nyonya Garnis masuk kedalam rumah.


"Kau sudah datang Sin...? Gimana sudah keluar hasilnya...?" tanya tuan Rehan.


"Sudah Kak... mereka mempercepat hasil tes itu..."kata tuan Sindu sambil menyalami kakek Herlambang. dia lalu duduk disebelah sang istri.


"Papa...apa kita buka sekarang tanpa menunggu kak Setyo Hadi...?" tanya tuan Sindu sambil mengeluarkan amplop dari dalam tasnya.


"Buka saja...aku penasaran dengan hasilnya..." kata Kakek Herlambang.


Sindu segera membuat amplop itu di depan keluarganya.


"Kak...coba kau baca hasil dari tes DNA ini kak..." Kata Sindu pada Rehan.


Rehan pun segera mengambil lebar surat hasil tes DNA itu., betapa terkejutnya Rehan ketika melihat hasil tes itu yang menunjukkan kalau hubungan darah antara Deby dengan Setyo hadi ternyata negatif sedang hubungan Deby dengan Sinta 99,9 persen positif sama. jadi apa maksudnya ini...?


"Sin...apa maksudnya dengan hasil tes ini..Deby negatif putri Setyo tapi positif putri Sinta apa maksudnya...?" tanya Rehan bingung. begitu juga dengan mereka yang ikut melihat hasil tes DNA yang di bawa Sindu. Mendengar pertanyaan Rehan, Sindu bukannya menjawab dia malah memberikan amplop lain.


"Kak kau baca juga hasil tes DNA ini.. " kata Sindu tenang.


"ini hasil tes DNA siapa lagi Sin...?" tanya Rehan.


"Baca dulu kak...nanti akan aku jelaskan." jawab Sindu dengan tenang.


"ini tes DNA atas nama pak Karta dan Yanti atau Pingki , Siapa lagi mereka Sin..?" tanya Rehan kembali.


"Ya ampun Papa...Sindu bilang baca dulu, baru dia akanmenjelaskannya...?" kata sang Istri kesal.


"Iya..iya maaf...hasil tes ini menunjukkan kalau hasilnya 99,9 % hasilnya positif antara pak Karta dan si Yanti laku siapa mereka..?" tanya Rehan kembali.


"sebentar Sin...kok aku seperti femiliar dengan nama itu ya...?" Kata nyonya Fara istri tuan Rehan.


"Pasti Kak Fara merasa gemiliar mendengar nama itu, karena dia artis masa mudah kita..." jawab Sindu.


"Bukankah dia dinyatakan hilang....?" tanya nyonya Garnis.


"Sebenarnya dia bukan hilang kak... sampai sekarang pun dia masih hidup.." kata Sindu penuh teka- teki.


"Sin..kau jangan banyak teka- teki, ceritakan pada Kami ada hubungan apa antara Setyo , Sinta dan si Yanti atau Pingki itu..." kata Rehan dengan nada tak sabar.


"Baiklah akan aku jelaskan hubungan di antara mereka..." jawab Sindu.


Pingki adalah seorang gadis dari sebuah kota kecil yang bernasip baik hingga dia menjadi seorang artis yang cukup ternama masa itu. Karena ketenarannya hingga dia lupa pada kedua orang tuanya yang hidup di kota kelahirannya. hingga dia tak pernah pulang untuk menjenguk kedua orang tuanya tadi. mungkin dia malu mengakui orang tuanya yang miskin itu. Karena hidupnya yang sudah kaya raya hingga dia tak membutuhkan lagi kedua orang tuanya. Apa lagi di saat itu dia banyak di gilai oleh para laki- laki di jamannya. Namun dia tidak pernah memperdulikan para pria yang jatuh cinta padanya, Karena dia telah jatuh cinta pada seorang pria pengusaha sukses yang cukup ternama. Sayang sekali ternyata pria tadi sudah mempunyai tambatan hati. hingga beberapa bulan dia mendengar kalau pria itu melangsungkan pernikahan. mendengar itu dai menjadi sedih dan frustasi, karena frustasi akhirnya dia hidup bebas dengan banyak pria hingga akhirnya dia mengandung. dia sudah berusaha membunuh janin yang ada di perutnya namun usahanya sia- sia, hingga akhirnya dia melahirkan seorang putri yang tidak dia kehendaki. dan kebetulan saat dia ingin membuang anak yang sudah dia lahirkan tiba- tiba dia mendengar kalau pria yang dia cintai belum memiliki putra, dam dia juga mendengar kalau pria itu ingin mengambil anak dari panti asuhan. entah dengan cara bagaimana wanita itu bisa menaruh putrinya kedalam panti asuhan itu. dan sangat kebetulan istri pria itu menyukai putrinya hingga akhirnya putri kecilnya dirawat oleh pria yang dia cintai itu. Di situ dia selalu memantau keadaan pria yang dia cintai dan putrinya. hingga dia melihat kalau istri pria itu mulai hamil. ketika melihat itu timbul ide gila di dalam benaknya. Dia dengan sengaja melakukan oprasi plastik pada wajahnya yang mirip dengan istri pria yang ia cintai. operasi itu sukses, jika mereka di pertemukan wajah mereka bagai pinang di bela dua. bagai saudara kembar layaknya. Dan rencananya pun dia lakukan, Setelah mendengar istri sang pria yang dia cintai melahirkan dia segera menculik wanita itu dan menggantikan dia di rumah sakit. Rencananya sukses besar, sampai sekarang dia masih berperan sebagai wanita istri pria itu..."kata Sindu mengakhiri ceritanya.


Maaf bersambung dulu ya...sekali lagi maafkan author agak kemalaman , author ada sedikit pekerjaan yang harus author kerjakan dulu๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...


jangan lupa like dan komenya ya...


Besambung.

__ADS_1


__ADS_2