Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
DATANG KE KANTOR


__ADS_3

Setelah keluar dari ruang Humas, Kania segera menuju Kantor Dika. Ketika sampai di sana Kania bertemu dengan sekertaris Dika di depan ruang Dika .


"Maaf mbak tuan Dika nya ada...?" tanya Kania dengan sopan.


"Apa sudah ada janji Nona....?" tanya sang sekertaris.waah dia lupa sama gue pikir Kania.


"Bilang aja Kania dan Kinan ingin bertemu.." jawab Kania kembali.


Sekretaris itupun segera menghubungi Dika.


"Ada apa Fan...." tanya Dika pada Fani sang sekertaris.


"Maaf tuan ada Nona Kania dan Kinan.. Mereka mau bertemu tuan Dika...?" kata Fani.


"Kania dan Kinan...? Kenapa kau membiarkan mereka di luar...suru masuk mereka...?" kata Dika dengan marah. Fani jadi heran kenapa Dika bisa marah ketika wanita dan anak kecil ini tidak langsung dia suruh masuk.


"Baik tuan..." jawab Fani ketakutan.


"Dan harus kau ingat jika mereka datang lagi biarkan mereka masuk tanpa harus melaporkan padaku mengerti..." kata Dika datar.


"Mengerti tuan..." jawab Fani ketakutan. Setelah itu Dika menutup sambungan telefonnya.


"Gimana Mbak..apa boleh kami masuk...?" tanya Kania sopan.


"Silahkan Nona , maaf saya tadi menghalangi Nona..." jawab Fani dengan perasaan masih takut.


"Nggak masalah mbak... Itu memang sudah tugas mbak Fani, jangan takut seperti itu, Saya nggak masalah kok..." jawab Kania sambil tersenyum manis.


"Trimakasih Nona... Bukankah ini Nona Kania yang dari ruangan Humas kan..?" tanya Fani lagi.


"Iya mbak ..mbak Fani kupa ya..? karna itu ,mbak Fani nggak usah sungkan lagi... Kania hanya mau bertemu dengan tuan Dika kok..." kata Kania dengan nada lembut.


" Iya Nona..silahkan pak Dika sudah menunggu..." kata Fani sopan.


"Trimakasih mbak Fani...Arum, Keti dan kau Amanda ,kalian tunggu di sini dulu ya, gue masuk kedalam dulu sebentar..." kata Kania pada kedua pengawal dan asistennya.


"Baik Bos..." jawab mereka bertiga berbarengan. Fani terkejut ketika mendengar tiga gadis yang bersama Kania memanggil Kania Bos.


'Siapa sebenarnya Kania ini... Aku jadi heran, mengapa dia memiliki tiga orang gadis yang memanggilnya Bos..." kata Fani dalam hati.


Kania pun segera membuka pintu ruangan Dika. Ketik sampai di dalam terlihat Dika sedang duduk bersama Anton di sofa ruangan kantor Dika.


"Selamat siang tuan Anto, tuan Dika..." sapa Kania .


"Ck...apaan si kak... Kayak ama siapa aja...?" kata Dika sambil cemberut.


"Maaf bukankah ini masih di kantor Dik.." jawab Kania .


"Bener kata Kania Dik... Dia mengucapkan itu karena kita ada di kantor..." kata Anton menimpali.


"Iya, iya...tapi aku risih...habis kakak ipar gue manggil gue tuan..." jawab Dika.


"Belum saatnya tuan Dika yang terhormat...bukankah sekarang Kania masih tunangan kakak tuan Dika..." goda Kania.


"Iya dech iya...Dika nyerah..." jawab Dika.


"Oh ya..kenapa Kakak datang kemari..? bukankah kakak dari ruang humas...?" tanya Dika lagi.


'He he he...gue takut kekantor Papanya Kinan...?" kata Kania tertawa masam.


"Maksud kakak....?" tanya Dika tak mengerti.


"Kania takut di tolak oleh Sekertaris tuan Bara... Bukankah mereka tahunya Kania karyawan bagian Humas... Seperti yang terjadi di depan ruangan ini tadi ?" jawab Kania.


"Baiklah, kalau begitu kau bisa kesana bersama denganku Nona Kania...?" kata Anton menyela.


"Baiklah aku akan kesna bersama pak Anton.. Sayang...ternyata pamanmu pelit ya...masak kita ndak dikasi minuman .." sindir Kania.


"Ck..dasar Kakak ipar songong... Sayang ...kau mau minum apa...?" tanya Dika pada Kinan.


"Paman punya ice cream nggak...?" tanya Kinan.


"Ada tu...paman emang selalu nyiapin buat Kinan, takutnya kau akan datang sewaktu- waktu..." kata Dika.


"Alasan...setahuku dia sendiri yang doyan ice cream..." gumam Kania.


"Kakak ipar...aku mendengar omonganmu..." tegur Dika sambil memandang Kania dengan cemberut.


"He he he maaf..gue kira nggak denger.." kata Kania sambil cengengesan.


"Kakak mau minum apa...?" tanya Dika pada Kania.


"Minum air putih aja dech..." jawab Kania. Namun terdengar suara ponsel Kania berbunyi.


Ketika Kania melihat nama yang tertera di layar ponsel dia tersenyum, buru- buru dia mengangkat panggilan itu.


"Asalamualaikum Pa..." sapa Kania.


"Wa'alaikum salam...di mana sekarang Bun...kok belum kekantor Papa...?" tanya Bara yang sudah sejak tadi menunggu Kania.


"Masih di kantor Dika Pa... Kania akan kesana bersama tuan Anton..." jawab Kania.


"Kenapa harus bersama dia...?" tanya Bara heran.


"Kania takut sekertaris Papa menolak Bunda.,." jawab Kania.


"Gadis nakal ,siapa yang berani menolakmu...?" tanya Bara kesal.

__ADS_1


"Nggak ada sich kalau mereka tahu siapa Kania, lagian mereka mana percaya kalau Kania calon istri Papa, pasti merek bilang..mbak lagi berhayal ya...nach kalau sudah gitu Kania yang akan malu kan...?" kata Kania beralasan.


"Kau ini...apakah perlu papa yang akan menjemput Bunda dan bilang pada mereka kalau Bunda tunangan Papa...?" seru Bara semakin jengkel.


"Hey..jangan...baiklah Kania akan segera kesana, ya udah Kania tutup ya.. Asalamualaikum..." Kata Kania segera mengakhiri panggilan .


"Pak Anton...ayo kita segera kekantor tuan Bara..." kata Kania panik.


"Emang kenapa kak...?" tanya Dika heran.


"Pokoknya aku harus cepat kesana Dik.. mari tuan Anton , sayang ayo kita keruangan Papa..?" seru Kania sambil menggendong Kinan yang sedang memakan ice cream nya.


"Baik Nona mari saya antar..." kta Anton sambil berdiri dari duduknya.


"Trimakasih Dika...gue pergi dulu, lain Kali kalau gue kesini minta ice cream nya ya..." goda Kania.


"Kau sekarang tidak ingin membawanya.." tanya Dika .


"Nggak ah..nanti elo kehabisan stok ice cream..." goda Kania sambil berjalan keluar ruangan di ikuti Anton.


"Dasar Kakak ipar sableng...." seru Dika kesal. Kania tertawa sambil membuka pintu. Dan itu sempat didengar Fani. Dia semakin curiga ada hubungan apa tuan Dika dengan Nona Kania ini. Hingga terlihat keakrapan di antara mereka. Setelah sampai di kuar, Kania segera mengajak anak buahnya untuk meninggalkan kantor Dika, dengan tidak lupa mengucapkan trimakasih pada Fani. Ketika sudah sampai di depan kantor Bara ,Kania segera menyuruh Arum dan Keti untuk mengantar Amanda pulang kerumahny, serta menyuruh mereka langsung pulang ke apartemen.


Ketika melihat Kania berjalan bersama Anton banyak karyawan yang tanda tanya apalagi Kania membawa seorang anak laki- laki. Mereka memang tidak mengenal Kinan karena Kinan jarang datang ke kantor. Hanya yang mereka tahu Bara mempunyai seorang anak.


Saat menaiki lift menuju keruangan Bara Kania kembali menggendong Kinan karena tadi Kinan sempat minta berjalan. Sesampainya di depan pintu ruangan Bara, terlihat seorang pria duduk di depan meja kerjanya dengan leptop di depannya. Saat melihat kedatangan anton dan Kania dia segera berdiri.


"Selamat sore tuan Anton...." sapanya.


"Sore...tuan Bara ada di salam...?" tanya Anton basa - basi.


"Ada tuan...silahkan masuk..." ucapnya sambil tersenyum ramah, sekilas dia menatap Kania dengan wajah kagum.


Anton dan Kania serta Kinan segera menuju pintu .


Tok tok tok


"Masuk..." terdengar suara bariton dari dalam.


Kania dan Anton segera masuk kedalam ruangan. Ketika sampai di dalam mereka melihat Bara yang duduk di kursi kebesarannya dengan setumpuk dokumen di depannya.


"Asalamualaikum..." sapa Anton dan Kania hampir berbarengan.


"Wa'alaikum salam...kok baru datang..?" tanya Bara dengan wajah kesalnya.


"Kan tadi Bunda sudah cerita...."jawab Kania.


"Dan kalau Papa tidak mengancam Bunda belum tentu Bunda cepat datang kemari..." Kata Bara kesal.


"Ya udah Bunda minta maaf..." jawab Kania sambil tersenyum manus untuk menghilangkan kekesalan Bara. Dan ternyata tebakan Kania benar, terlihat wajah Bara kembali biasa.


" Aku pamit balik keruanganku dulu... aku takut jadi nyamuk buat kalian Assalamualaikum...." kata Anton berpamitan, dia tidak mau menggangu atau menjadi nyamuk buat mereka berdua.


Anton pun segera keluar dari dalam ruangan Bara.


Setelah kepergian Anton Kania duduk di sofa ruangan Bara , sedang Bara berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan kearah tempat duduk Kania. Dia duduk di sebelah Kania.


"Kau tadi sudah bertemu dengan sahabat- sahabatmu...?" tanya Bara.


"Sudah Pa... Tapi rasanya tak puas karena cuma sebentar..." jawab Kania.


"Kalau ingin lama datanglah saat makan siang biar tidak mengganggu kerja mereka..." jawab Bara.


"Apa Boleh....?" tanya Kania.


"Boleh...asalkan kau tidak lupa datang kemari dulu..." jawab Kania.


"Trimakasih Pa..." kata Kania senang.


"Bunda..Kinan minta minum..." seru Kinan yang ada di pangkuan Kania.


"Ada minuman buat Kinan...?" tanya Kania pada Bara.


"Ada , tadi aku sudah menyuruh orang untuk membeli makanan dan minuman buat Kalian..."jawab Bara.


"Wah..Kania di belikan juga...?" tanya Kania tak percaya .


Kania segera menurunkan Kinan dan di dudukkan di sofa, sedang dia berjalan kearah kulkas kecil di sudut ruangan . ketika kulkas di buka terlihat beberapa macam minuman sari buah dan susu serta beberapa makanan ringan dan kue berada di dalamnya.


"Kapan Papa menyuruh orang membeli semua ini...?" tanya Kania.


"Tadi siang ..." jawab Bara.


Kania segera mengambilkan minuman susu buat Kinan dan sari buah untuk dia dan Bara.


"Bun...Kinan minta ice cream..." kata Kinan karena dia tadi belum puas makan ice cream nya saat Kania terburu- buru membawa dia pergi dari kantor Dika.


"Ada di atas Bun..." kata Bara.


Kania pun segera mengambilkan ice cream untuk Kinan beserta makanan ringan dan kue.dia segera menaruh kue dan minuman di atas meja dan kembali duduk di dekat Bara. Merekapun terlihat berbincang - bincang sambil memakan makan yang di beli Bara. Merekapun sempat solat azhar dan dan magrib di kantor. Kania sempat kaget saat di ruangan Bara ada sajadah dan mukenah di sana. Saat di tanyakan pada Bara dia bilang itu memang di belikan buat Kania. Dia juga bilang kalau di dalam lemari yang ada di kamar khusus milik Bara yang ada di kantornya ada beberapa baju khusus buat Kania.


Waah..bener- bener pria sayang istri..😂


Setelah Solat magrib Bara baru mengajak mereka berdua pulang. Ternyata di kantor sudah sepi, hanya ada satpam dan sebagian orang yang mungkin masih lembur. Bara mengajak Kania dan Kinan untuk makan malam di sebuah restoran mahal. Mereka bertiga makan bagai sebuah keluarga yang harmonis.


*****


Keesokan harinya Kania pergi ke lokasi syuting dengan kedua pengawalnya. Sedang Kinan sudah di jemput oleh bik Siti dan bang Mamat karena harus kembali sekolah. Ketika sampai di lokasi syuting sudah banyak para pemain yang pada datang. terutama para pemain yang akan segera melakukan adegan. Kania segera kekamar ganti bersama para pengawalnya serta Amanda yang sempat dia jemput tadi di kantor Rika.

__ADS_1


"Kak.. aku tadi sempat lihat si Deby di luar..." kata Amanda pelan.


"Dia sudah tadi datangnya mbak..." jawab petugas yang merias Kania.


"Apa dia nggak malu dengan skandal yang dia lakukan ya...?" kata Amanda lagi.


"Mana mungkin wanita seperti dia punya rasa malu..?" jawab Arum dengan nada kesal. dia masih merasa marah kalau ingat siapa dia sebenarnya.


"Hus pelan Rum... kalau kedengaran orangnya gimana...?" kata Kania memperingatkan.


"Biarkan aja Bos... Arum kesal kalau ingat siapa dia..." jawab Arum.


"Bener Kata Arum Bos, apa lagi ingat yang dilakukan oleh Mamanya yang mengirim pembunuh bayaran itu..?" kata Keti menimpali.


"husst...jangan keras- keras Ket.." kata Kania memperingatkan Keti.


"huff...maaf Bos...habis Keti kesel banget padanya...?" kata Keti sambil menutup mulut dengan tangannya .


"Kak apa dia yang menyuruh orang yang menyerang kita kapan hari itu..."tanya Amanda.


"Bukan...keti aja yang salah ngomong..." jawab Kania tenang.


"Emang Nona Kania pernah di serang orang...?" tanya si perias wajah Kania.


"Iya mbak...orang- orang yang nggak punya kerjaan, tapi semuanya udah beres kok..." jawab Kania.


"Kok kita nggak denger ya mbak..." kata si perias itu lagi.


"Masalah kecil aja kok mbak... ngapain sampai orang- orang tahu..." jawab Kania cuek. Sedang ketiga orang yang tahu kejadiannya hanya bisa ngomel dalam Hati.


"Mana mungkin biasa,.. la wong yang datang para pembunuh bayaran...( runtuk Arum dalam hati)


"Ya ampun Bos...orang ingin mengambil nyawa di bilang masalah kecil..( teriak Keti dalam hati)


"Gila kak Nia... yang datang orang- orang menakutkan kayak gitu di bilang masalah kecil, untung dia ahli dalam bela diri, kalau tidak pasti gue juga udah bertemu raja Neraka..(seru Amanda dalam hati*)


Sedang yang di runtuki dalam hati hanya diam saja menerima riasan di wajahnya.


Tak lama selesai juga riasan Kania. Setelah selesai dia keluar dari ruangannya dan berjalan kearah Sutradara yang sedang memberi arahan pada para pemain untuk segera di mulai. Terlihat Deby di antara para pemain pendukung. terlihat wajahnya yang agak kesal karena banyak para pemain yang melihat dirinya dengan cibiran.


"Dasar wanita tak tahu malu...beraninya dia keluar , kalau aku mungkin akan sembunyi hingga beberapa bulan karena malu..." kata seseorang yang ada di belakang Kania dan kawan - kawan.


"Aku dengar banyak perusahaan yang menarik kontrak yang memakai dia sebagai model .." jawab yang lain.


"Apa benar...? Syukurlah kalau dia jatuh habis dia sombong sekali , dia terlalu arogan dan sombong, mentang- mentang terkenal..." jawab yang lain.


Dan banyak lagi percakapan yang membuat telinga Kania merasa risih.


"Bos...lihatlah banyak yang nggak suka akan sifat si mak lampir itu kan...?" kata Arum yang memberi julukan baru buat Deby.


"Jangan ikutan membicarakan kejelekan dia.." kata Kania menasehati.


"Baik princess...." kata Arum sambil menganggukkan kepala.


Merekapun segera fokus melihat adegan demi adegan hingga nanti sampai pada Kania.


Sedang di rumah Setyo Hadi terlihat nyonya Sinta sedang menatap suaminya yang sedang berpakaian.


"Pa... kau nggak memakai dasimu...?" tanya nyonya Sinta ketika melihat sang suami sedang membetulkan pakaiaannya.


"Nggak usah nanti aja...?" jawab Setyo Hadi.


"Pa..bagaimana masalah Deby...?" tanya Sinta perlahan.


"Apa maksud perkataanmu..." tanya Setyo dengan mengerutkan dahi melihat Sinta.


"Apa Papa nggak kasihan pada anak kita Pa... dia kehilangan banyak kontrak yang memakai dia sebagai modelnya..." kata Sinta lagi.


"Apa saat dia melakukan itu tidak mengerti resiko yang akan dia dapatkan...? itulah putri yang terlalu kamu manjakan..." teriak Setyo Hadi dengan marah.


"Tapi dia putri kita Pa... " seru Sinta mulai marah.


"Apa...putri katamu...? bukan, dia bukan putriku...dia hanya putri angkat kita...?" seru Setyo Hadi dengan marah. Dia hampir mengatakan kalau dia putrimu.


"Tapi Pa...." perkataan Sinta terpotong oleh ucapan Setyo Hadi.


"Sudah cukup.... aku tidak ingin mendengar omongan itu lagi. Deby yang melakukan semua itu, jadi dia juga yang harus menyelesaikan sendiri masalahnya..." kata Setyo Hadi sambil berjalan keluar dari kamarnya.


"Tapi Pa...apa Papa nggak kasihan sama Deby...?" seru Sinta sambil berjalan mengejar Setyo Hadi.


"Aku lebih mementingkan perusahaan dari pada harus mengurusi masalah putrimu yang membuat aku semakin pusing, perusahaanku sekarang bermasalah jadi jangan harap aku membantu masalah putrimu itu, dan ingat jangan mengusik artis Kania itu lagi kalau tidak ingin tuan Bara si CEO dingin itu membuatkan masalah buat kalian berdua.." tekan Setyo Hadi Pada Sinta.


Sinta pun terdiam dan hanya mengikuti Setyo Hadi sampai teras rumah. Setyo Hadi terus berjalan masuk kedalam mobil tanpa memperhatikan istrinya. dia yang langsung masuk kedalam mobil tanpa mencium dan berpamitan pada sang istri membuat Sinta kecewa dan marah.


"Ada apa ini sebenarnya... apa benar ada masalah di perusahaan atau ada wanita lain di hidupnya..." kata Sinta yang mulai curiga.Dia segera mencari ponselnya dan menelfon seseorang. setelah melihat kepergian mobil Setyo Hadi.


"Halo Bos..." sapa orang yang ada di seberang , dari suaranya sepertinya dia seorang pria


"Kau dimana...?" tanya Sinta.


" Ada di rumah Bos...?" jawab orang itu .


"Kalau gitu kita bertemu satu jam lagi di tempat biasa..." pinta Sinta.


"Baik Bos..."kata pria yang di ajak bicara di dalam telefon. Sinta segera mematikan sambungan telfonnya dan pergi kekamar nya untuk bersiap- siap.


Maaf sekian dulu ceritanya guys, besok author sambung lagi. jangan lupa like dan Kimennya ya... buat semangat author menulis cerita..

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2