Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
MENJADI PUSAT GOSIP.


__ADS_3

Tak berapa lama sampai lah mereka di parkiran perusahaan Dirgantara Grup . Kania dan Kinan segera turun dari Mobil mewah Kania. sedang Bik Siti dan kedua pengawal Kania tetap berada di dalam mobil. namun sebelum Kania berlalu dari parkiran mobil itu. dia mengeluarkan dua lembar uang warnah merah dan memberikannya pada Arum,


"Rum..kalian bertiga bisa beli makan atau minuman jika kalian lapar atau haus, aku takut papanya Kinan masih banyak pekerjaannya..."kata Kania.


"Nggak usah dech Bos... kami nggak lapar kok..."kata Arum menolak uang yang di beri Kania.


"Iya Non.. bibi nggak lapar kok..." kata bik Siti menimpali.


"Ck..kalian ini... kalau kalian kelaparan dan sakit siapa yang rugi, gue kan... nach jangan menolak apa yang gue suruh, ayo terima dan kalian cari makan buat kalian bertiga, nanti kalau gue mau pulang , gue telfon kalian , jangan protes lagi..." kata Kania galak. Akhirnya Arumpun menerima uang dari Kania .


"Trimakasih Bos..." jawab mereka bertiga.


Setelah itu Kania mulai menuntun Kinan berjalan kearah kantor DC , dia tidak lupa memakai masker di mukanya. Ketika sampai di loby kantor Kania dan Kinan melihat Dika dan Anton sedang berdiri didepan lift khusus petinggi kantor.


"Paman Dika...." teriak Kinan tiba- tiba. dia berlari kearah Dika yang sedang berdiri. Mendengar suara Kinan Dika segera menoleh ke asal suara.


"Kinan..." kata Dika sambil berjalan cepat kearah Kinan yang sedang berlari kearah dia.


"Sayang...awas jatuh..." seru Kania tanpa sadar. dia segera berjalan cepat mengejar Kinan.


"Hey jagoan pelan- pelan...kau kesini ingin bertemu Papamu..?" tanya Dika sambil mengangkat Kinan dalam gendongannya.


"Iya Paman...kata Papa kita mau menginap di rumah Oma Rani...." jawab Kinan dengan senang.


"Waah apakah paman boleh ikut...?" tanya Dika lagi.


"Tanyakan saja nanti pada Papa ..." jawab Kinan.


"Sayang...kenapa kau lari..? kalau kau jatuh gimana...?" kata Kania yang sudah berada di dekat Dika dan Kinan.


"Maaf Ma...." jawab Kinan sedih.


"Ya sudah Mama maafkan, tapi jangan lari- lari lagi ya...?" jawab Kania.


"Baik Ma... " merekapun berjalan mendekati Anton yang berada di depan pintu lift.


"selamat sore nyo... Nona .." sapa Anton yang hampir menyebut Kania dengan panggilan nyonya. untuk Anton cepat sadar ketika melihat pelototan mata Kania .


"Selamat sore pak Anton...." jawab Kania . mereka segera masuk kedalam lift yang telah terbuka.


Saat Kania , Kinan, Dika dan Anton sudah masuk kedalam , terlihat kegaduhan di loby perusahaan,


"Ya ampuun...siapa wanita tadi....? kok dia dekat banget dengan tuan Anton dan tuan Dika ya....?" seru seorang karyawan di sana.


"Iya, aku melihat tuan Anton sangat menghormatinya. dan anak kecil itu bukankah dia putra tuan Bara...? kau lihat Wajahnya tadi persis sekali dengan wajah tuan Bara...?" kata karyawan yang satunya.


"Bener kata kamu, anak itu mirip sekali dengan tua Bara, dari wajah, sikapnya yang dingin semua mirip dengan tuan Bara. dan dia memanggil tuan Dika dengan sebutan paman Dika kan...?" kata Karyawan yang lain.


"Dan kau dengar teriakan wanita bermasker tadi, Dia berseru sayang awas jatuh , pada anak kecil tadi..."kata yang lainnya.


"Kalau begitu apa wanita itu tunangan tuan Bara ....?" tanya yang lain.


"Apa dia Nona Amelia....?" tanya karyawan yang lain.


"Mana mungkin dia Nona Amelia, apa kau tak ingat penolakan tuan Bara saat pesta perusahaan beberapa hari yang lalu,lagian kalau dia Nona Amelia pasti dia tak akan menutupi mukanya dengan sebuah cadar, kau tahu kan sifat Nona Amelia...?"kata karyawan pertama.


"Kok gue penasaran ya pada wajah wanita itu... tapi kalau bodinya gue merasa femiliar banget deh...." kata salah satu karyawan wanita.


"Benar...aku juga merasakan femiliar sekali dengan bentuk tubuh wanita tadi.." kata karyawan yang lain. akhirnya kegaduhan bukan terjadi pada loby kantor DC saja, namun meluas sampai di kantor DI. tempat ketiga sahabat Kania yang sedang bekerja. karena hari semakin sore dan satu jam lagi waktu pulang datang, maka banyak para karyawan yang bersiap- siap untuk pulang.


Tampak seorang pria yang masih muda bergegas masuk kedalam ruang humas. Dia Gilang pria mudah yang baru bekerja di bagian humas dua bulan lalu. Dia bekerja di bagian humas setelah Kania sudah menjadi seorang artis. ketika dia masuk kedalam ruangan tiba- tiba dia berseru.


"Hey semuanya , perhatian- perhatian...." teriaknya menggema di ruang humas yang terdiri dari sepuluh orang itu.


"Lang...apaan si elo teriak- teriak...? telinga sakit tahu...." kata Karin kesal. sebab dia berada tepat di samping Gilang yang sedang berteriak.


"Sory Rin...habis gue lagi semangat ngasi kabar pada kalian...." seru Gilang .


"Kabar apaan sich Lang...."tanya Sonya penasaran.


"Kabar tentang gosip terkini di perusahaan kita So..." kata Gilang.


"Tentang apa itu...?" tanya Sonya lagi.


"Dengerin semua.... Tadi ada wanita permasker masuk kedalam kantor DC..." namun kalimat Gilang terpotong oleh seruan Karin.


"Ya elah Lang...Kalau soal seperti itu Banyak kalik Lang..." seru Karin jengkel.


"Dengerin dulu perkataan gue... wanita itu katanya datang bersama putra satu- satunya Bos Kita yaitu tuan Bara..." seru Gilang melanjutkan, dia mendengar kabar itu ketika dia tadi mengantarkan dokumen yang di minta oleh bagian keuangan. Kabar itu beredar dari bibir- kebibir para karyawan yang ada di sana.


"Haa..." teriak mereka hampir bersamaan.

__ADS_1


"Yang bener lang...." teriak Ratih kaget . dia dan kedua temannya saling berpandangan.


'Bener....gosip itu beredar di seluruh dua kantor kita ini..." kata Gilang lagi.


"Trus..trus gimana ceritanya dan kapan itu terjadi..." tanya Kiki karyawan humas juga.


"Kejadiannya katanya barusan aja, gosipnya dia datang bersama putra CEO kita , dan bertemu dengan tuan Dika dan tuan Anton, dan kata karyawan yang melihat dia, Wanita itu sangat akrap dengan tuan Anton dan tuan Dika , Dan kata mereka juga , wanita itu sempat berteriak awas sayang...pada putra tuan Bara saat anak itu lari kearah tuan Dika.


Dan kalian tahu nggak.... wanita itu berani memarahi anak tuan Bara di depan tuan Dika dan tuan Anton, dan Anak itu terlihat manja dan sayang pada wanita itu...?" kata Gilang menjelaskan panjang kali lebar.


"Gila...beneran Lang..." seru si Antok .


"Katanya sich berita itu seratus persen akurat dan yata...." jawab Gilang dengan semangat.


"Ya ampun....siapa wanita itu ya...? atau dia Nona Amelia yang di gosipkan calon istri tuan Bara...?" kata si Roni.


"Bukan...dia bukan Nona Amelia..." kata Sonya keceplosan .


"Bukan....? kok kau tahu So...?" tanya Gilang kaget. Sonya pun kaget dengan ucapannya. dia sadar telah keceplosan, begitupun dengan dua sahabatnya.


"Maksud Sonya... apa kalian masih ingat saat perayaan ulang tahun perusahaan... bukankah di sana tuan Bara jelas - jelas menolak Nona Amelia di depan kita semua, dan saat pengundian nomor masuk kita, bukankah dia juga menolak bernyanyi dengan si Nona Amelia, dan saat itu terbongkar nomer undiannya di rekayasa, ingat nggak...." kata Karin menolong Sonya.


"Benar kata Karin, itu maksud gue ngomong tadi... mana mungkin dia Nona Amelia orang yang telah di tolak secara langsung akan berani membawa putra satu- satunya tuan Bara, bener nggak..?" kata Sonya lagi.


"Bener juga kata Kalian berdua... kalau dia Nona Amelia mana mungkin dia akan memakai masker penutup wajah, pasti dia akan dengan bangga berjalan bersama putra tuan Bara..." kata Gilang lagi. Dan banyak lagi komentar yang di ucapkan mereka para karyawan di ruang Humas. sedang ketiga teman Kania kini sedang mengobrol sendiri.


"Hey...apa bener Princess datang kekantor sang suami...?" tanya Sonya pada ketiga temannya.


"Pasti dia... gue yakin itu, bukankah princes paling nggak suka kalau dia akan di ketahui identitasnya...?" kata Karin lagi.


"So...coba elo tanya sama dia, apa benar dia berada di kantor tuan Bara..?" kata Ratih pada Sonya. Sonya seger mengambil ponsel yang ada di atas meja kerjanya. terlihat dia sedang mengetik di ponselnya.


Sedang orang yang menjadi obyek gosip di kantor kini sedang duduk di sofa bersama sang suami dan putranya. Mereka duduk bertiga setelah Dika dan Anton kembali keruangan mereka masing- masing. Dika sudah di beri tahu Bara kalau sang Mama meminta mereka untuk datang kerumah orang rua mereka. dan Dika meminta untuk berangkat kesana bersama- sama.


Setelah kepergian Dika dan Anton terlihat Bara yang sedang bekerja dengan leptop yang ada di pangkuannya. sedangkan Kinan sedang bermain game di ponsel milik sang Mama. Dan Kania sedang menyuapi kedua pria itu dengan sekotak es cream bergantian.


"Pa.. bukankah lebih baik bekerja di kursi Papa..? kalau di sana Papa bisa menaruh leptop Papa di atas meja...." kata Kania memberi saran.


"Nggak...nggak enak...kalau di sana Papa duduk sendiri Kalau di sini Papa duduk bersama istri tercinta Papa dan Papa bisa bermanja pada istri Papa.." kata Bara sambil mencium Pipi Kania.


"Papa...jangan cium- cium pipi Mama... ini Mama Kinan...!" seru Kinan marah yang kini sudaj berdiri sambil memeluk erat kepala sang Mama .


"Benarkah....? lalu Papa nggak boleh mencium Mama nich....?" goda Bara pada Kinan.


"Baiklah, Papa nggak akan mencium Mama, Mama hanya milik Kinan saja... tapi kasihan tu Mama... psti Mama merasakan sakit kepalanya karena Kinan terlalu erat memeluk kepala Mama..." kata Bara yang tahu kalau Kania pasti merasa sakit kepalanya karena Kinan terlaku erat memeluknya. Kinan kaget mendengar perkataan Bara, buru- buru dia melepaskan pelukannya.


"Mama...kepala Mama sakit ya... maaf Ma..." kata Kinan sambil menatap Kania yang ternyata kepalanya memang terasa sedikit sakit karena tekanan kedua tangan Kinan .


"Nggak apa- apa sayang... kepala Mama nggak sakit kok..." kata Kania sambil tersenyum manis.


"Bener Ma...?" tanya Kinan tak yakin.


"Iya sayang...sini duduk lagi..." kata Kania sambil menarik Kinan untuk duduk kembali. sedang Bara tersenyum melihat interaksi Kinan dan Kania.


Aku memang rak pernah salah mencintai dan tengil--gila pada gadis ini. tingkahnya semakin hari semakin membuatku tak ingin kehilangan dia seumur hidupku...( seru Bara dalam hati)


"Nach...apa sekarang sudah selesai makan es cream nya...? tanya Kania.


"Ma...Kinan minta lagi Ma..." kata Kinan.


"Pap juga Ma..." kata Bara juga.


Akhirnya Kania kembali menyuapi.kedua pria kesayangan nya itu bergantian.


Saat itulah sebuah pesan WA masuk ke ponsel Kania yang sedang di buat mainan Kinan.


"Ma...ada pesan masuk untuk Mama..." kata Kinan sambil memberikan ponsel pada Kania.


Kania segera mengambil ponselnya dan melihat di layar ponsel terlihat WA dari Sonya.


"Princes...elo di mana...? tanya Sonya


"Gue di kantor Bos Bara....


" Hee...dia suami elo dodol...😫


tulis Sonya .


"Karena keasyikan princes lupa ama suami..... celetuk Ratih.


"🤣🤣 gue lupa....? nggak juga neng..

__ADS_1


balas Kania.


"Dasar Princes....😓😓


tulis Karin.


"Ada apa elo pada cari gue....


tanya Kania.


"Elo sekarang lagi jadi trending topik lo...


tulis Sonya.


"Trending topic....? emang kenapa dengan gue...? tulis Kania.


"Tapi mereka nggak tahu ame elo... yang mereka tahu seorang wanita bermasker datang bersama putra Bos Besar kekantor DC....


tulus Sonya lagi.


"😂😂😂 yang bener So....


"Princes...elo menjadi gosip terpanas hari ini... gue pingin tahu reaksi si Amel saat mendengar berita ini....🤣


tulis Karen.


"Dasar kau ini.... udahan dulu ye... gue lagi ame anak dan laki gue, ntar malem kita sambung....🙏


"Ogah...gue nggak mau ngegangguin pengantin baru....


tulis Sonya.


"Bener So...mana berani kita pada Bos Besar.... maaf nyonya....🙏


tulis Karin membuat Kania tertawa.


"Betul nyonya maaf kami mengganggu...


tapi tolong jangan bilang pada Bos Bara ya....😭🙏 .


tulis Ratih


"Dasar kalian ya.... berani sama nyonya ha...😫😫.


" 😍🙏...


Sonya.


" 😭🙏 .


Karin


" 😘 🙏


Ratih.


"🤣🤣🤣🤣


Kania akhirnya mengakhiri percakapannya dengan ketiga temannya.


'Ada apa Ma..kok ketawa dan senyum sendiri..?" tanya Bara.


"Itu Pa... para sahabat Mama bilang kalau Mama sekarang lagi jadi bahan gosip di kantor ini..." kata Kania.


"Jadi gosip...? maksud Mama...?" tanya Bara tak mengerti.


"Tadi waktu Mama datang , mereka melihat Kinan bersamaku dan mereka mengenali Kinan, apalagi ketika Kinan bersama Dika tadi, jadi mereka penasaran pada wanita yang bersama Kinan..." kata Kania menjelaskan.


"Jadi mereka penasaran pada wanita bercadar yang datang bersama Kinan..." lanjut Kania.


"Waah...Mama jadi terkenal dong..." seru Bara sambil tertawa.


"Bukan Kania yang terkenal tapi sosok wanita bermasker...." jawab Kania sambil ikut tertawa. sedang Kinan sedang kembali bermain game di ponsel Sang Mama kembali.


Sebelum jam pulang berakhir Bara membawa istri dan putranya keluar Kantor , saat sampai di loby ,dengan sengaja Bara memegang pinggang Kania. tentu saja Kania kaget. tapi lain dengan Bara. dia tersenyum sekilas pada Kania yang hanya bisa terlihat matanya. tanpa dia tahu kalau sang istri sedang cemberut padanya. para Karyawan yang melihat semua itu menjerit pelan sambil menutup mulut mereka.


Ya ampuun....siapa wanita yang sangat beruntung itu...(teriak mereka dalam hati)


Sampai di luar kantor terlihat Dika sudah menunggu dengan Mobilnya. dan mobil Bara juga sudah terparkir di depan pintu kantor. Bara segera membuka pintu samping pengemudi untuk membukakan pintu buat sang istri. lalu dia segera berjalan kearah kemudi dan masuk. Tentu saja tingkah Bara membuat para karyawan berseru tertahan, dan karyawan laki- laki hanya bisa melongo.


Tak lama terlihat tiga mobil mewah salah satunya mobil Kania pergi meninggalkan perusahaan Dirgantara.

__ADS_1


Maaf segini dulu ceritanya , jangan lupa like dan komennya gue tunggu.


Bersambung.


__ADS_2