Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
KEHAMILAN KANIA.


__ADS_3

Kania dan Bara menemui satu persatu para tamu yang ada di ruangan itu.


Saat Bara bertemu dengan rekan bisnisnya , Kania berjalan menemui kelima sahabatnya .


"Hey....gimana , sudah pada kenyang belum...? Atau masich ada yang kalian inginkan...?"tanya Kania sambil tersenyum bahagia.


"Princess ...kami sudah benar- benar kenyang kok..." seru Karin dengan tangan masih memegang piring kue.


"Ha ha ha..gimana nggak kenyang , lihat aja.. dia sudah bilang kenyang tapi di tangannya masih ada satu piring kue yang masih dia makan..." kata Sonya mengejek sambil tertawa. merekapun tertawa mendengar omongan Sonya. sedang Karin hanya cemberut mendapat ejekan Sonya.


"Iya Bos...malahan gue kekenyangan.." timpal Rani.


"Nia...kenapa elo nggak pernah bilang kalau elo itu nyonya Bara pada kita sich..?" kata Roby pada Kania.


"Maaf..gue emang sengaja nyembunyiin semua itu karena gue nggak pede jadi istri CEO kita..." kata Kania meminta maaf.


"Sebenarnya sejak kapan elo dekat sama tuan Bara Nia....?" tanya Rony penasaran.


"Semenjak gue menolong putra nya dari penculikan...." kata Kania.


"Apaa.... Jadi anak yang elo tolong dulu itu putra tuan Bara...?" tanya Roby kaget.


"Iya...gue nggak sengaja menolong putra tuan Bara dari dua kali penculika , dan kejadian yang kedua membuat gue kena tembakan dari pistol penjahat yang akan mereka tembakkan pada Kinan putra tuan Bara...." jawab Kania.


"Jadi gara- gara itu tuan Bara jatuh cinta sama elo...?" tanya Beny dengan wajah sedih.


'Iya.. Dan gue jatuh cinta sama pria kecil yang gue tolong, tapi akhirnya gue dapat bonus bapaknya he he...." kata Kania kocak. Dasar Kania🤣


"Kalau ceritanya kayak gitu gue juga mau Bos...." seru Karin dengan tertawa.


"Emang elo bisa nolong anak orang dari penculikan...?" tanya Sonya mengejek.


"he he he..kagak juga sich..." jawab Karin konyol.


"Nia...."terdengar suara memanggil Kania. tiba- tiba lima orang dewasa mendekati Kania .


"Bang Jonet....?" seru Kania.


"Dasar gadis nakal...kenapa elo nggak bilang kalau elo istri atasan gue...." seru dokter Burhan kesal .


"Maaf bang... " jawab Kania cengengesan.


"Paman Burhan...." seru Sonya tiba- tiba.


Burhan yang sedang berbicara dengan Kaniapun kaget ketika ada orang yang memanggilnya paman.


"Sonya....kenapa kamu ada di sini...?' tanya Burhan kaget.


"Lo seharusnya Sonya yang tanya sama paman...kenapa paman ada disini, dan mengenal teman Sonya si Kania...?" kata Sonya dengan wajah heran.


"Karena Nia teman paman..." jawab Dokter Burhan.


"Paman....Kania itu jauh lebih mudah dari Paman, mana mungkin dia teman Paman....dan itu Paman Tagor, kok ada di sini juga..." kata Sonya sambil menunjuk Tagor.


"Kau tahu siapa kami di kota B kan....?" jawab Dokter Burhan.


"Apa....jadi maksud paman Kania itu salah satu anak buah Dragon fly...?" tanya Sonya kaget .


"Bukan anak buah , tapi salah satu ketua dari lima ketua Dragon fly..." kata Dokter Burhan menjelaskan.


"Apaa....Nia, Nia sahabat gue ketua dari Dagon fly...?" seru Sonya lagi.


Tiba- tiba mulut Sonya sudah di dekap Kania.


"Stt....pelan- pelan dodol....elo pingin orang tahu siapa gue ha..." bisik Kania dengan kesal.


"Mm..mmm..." Sonya berusaha melepas dekapan Kania. Kaniapun segera melepas tangannya.


"Maaf princess....habis gue kaget bener saat gue tahu siapa elo.. " kata Sonya pelan.


"Jadi elo lebih kaget mengetahui gue salah satu ketua Dragon fly dari pada elo tahu gue istri Bos elo....?" kata Kania menggoda.


"Bukan...bukan gitu...gue sama- sama kaget , tapi gue lebih kaget kalau elo seorang ketua dari suatu perkumpulan yang namanya aja di takuti orang..." kata Sonya dengan wajah kagum pada Kania.


"Ck...kau ini...apa elo begitu mengagumi perkumpulan Kami...?" tanya Kania sambil tertawa.


"Bener, gue sangat bangga...keluarga gue sangat mengagumi perkumpulan itu, karena itu Paman gue dan sepupu- sepupu gue banyak yang ada di sana..."kata Sonya menerangkan.


"Apakah gue mengganggu...?" sebuah suara menghentikan perdebatan Kania dan Sonya.


"Kak Simon, Farel....." seru Kania.


"Simon , Farel..." seru bang Jonet dan Dokter Burhan hampir bersamaan.


"Tuan Simon,...." seru Tagor dan Rido serta Parmin hampir bersamaan .


"Apa kabar kalian semua...." kata Simon sambil tersenyum.


"Waah...kita baik- baik aja Mon..." jawab bang Jonet.


"Kapan elo datang Bos...?" tanya Dokter Burhan dengan semangat , Simon menjabat satu pastu tangan mereka. Di ikuti Farel. Karena Farel juga mengenal mereka dan dulu juga sempat berlatih ilmu bela diri pada mereka..


"Kemaren Bang... Mungkin lusa gue ketempat kalian..." kata Simon lagi.


"Waah...ini lagi pada kumpul ya..." suara Bariton itu menyapa mereka.Bara datang dan berdiri di sebelah Kania.


"Ha ha ha...Bos besar ikut ngumpul juga nich..." goda Simon pada Bara yang juga sahabatnya.


"Gue takut istri gue elo culik..." kata Bara berseloroh.


"Wee...elo waspada juga ya...?" kata Simon kembali menggoda.

__ADS_1


"Resiko punya istri cantik dan banyak penggemar nya...." jawab Bara yang di sambut tawa oleh mereka. sedang Kania hanya bisa cemberut sambil memukul pelan lengan Bara . Merekapun berbincang dan bercanda bersama.


Tapi tiba- tiba Kania merasakan kepalanya pusing dam berat. Dia merasakan tubuhnya sangat ringan. Dan tiba- tiba pandangngannya menjadi gelap. Sedang Bara yang sedang berbincang dengan mereka melihat sang istri tiba- tiba memegang kepalanya. Tak berapa lama terlibat Kania yang hampir jatuh, dengan cepat dia menarik Kania dalam pelukannya.


"Sayang...sayang..." panggil Bara yang masih memeluk Kania.


"Princess..." seru Sonya yang ada di sebelah Kania.


"Nia..." seru bang Jonet, Dokter Burhan dan Simon hampir bersamaan. merekapun menjadi cemas melihat Kania pingsan.


"Tolong jangan ribut, aku akan membawa istriku ke rumah sakit..." seru Bara menenangkan, walau di dalam hatinya cemas bukan kepalang .


"Baik saya akan ikut kalian berdua .." kata Dokter Burhan.


"Aku juga ikut...." kata Simon dan Farel hampir bersamaan. Bara segera menggendong tubuh Kania menuju mobilnya. Mereka akhirnya membawa Kania keluar dari hotel menuju rumah sakit tanpa setahu tamu yang ada di sana.


Setelah kepergian mereka bang Jonet menghampiri bik Monah yang terlihat sedang makan bersama Kinan dan kedua pengawal Kania .


"Bik...tolong bilang pelan- pelan pada orang tua Kania, Kania jatuh pingsan .."


Bisik bang Jonet.


"Apaa...." seru bik Monah kaget . Dia segera menghentikan makannya dan memandang Jonet tak percaya.


"Stts....pelan bik..." kata bang Jonet.


"Iya, iya...kau bilang Kania pingsan...?" tanya bik Monah pelan.


"Iya...sekarang suaminya membawa dia kerumah sakit..." kata bang Jonet pelan.


"Ya Tuhan.... Baiklah bibik akan bilang sama nyonya Sinta...?" kata bik Minah dengan cemas. Dia segera berdiri dan berjalan kearah nyonya Sinta yang sedang berbincang dengan nyonya Rika.


"Maaf nyonya mengganggu...." kata Bik Monah menyela pembicaraan.


"Ada apa bik..." tanya nyonya Sinta.


"Non Kania pingsan dan sekarang di bawa ke rumah sakit oleh tuan Bara..." kata bik Monah dengan wajah cemas.


"Apaa.. Kania pingsan...?" seru nyonya Sinta dan nyonya Rika bersamaan.


"Iya nyah... Sekarang tuan Bara membawanya kerumah sakit...." kata bik Monah lagi.


"Ya Tuhan...ada apa dengan anak itu..." nyonya Sinta segera berjalan dengan cepat mencari sang Suami, begitupun dengan nyonya Rani.


Akhirnya dengan terpaksa mereka meninggalkan pesta . Dika dan Anton di minta untuk menyelesaikan pesta itu. sedang bik Monah di larang memberitahukan pada Kinan tentang keadaan sang Mama.


Kania ternyata di bawa oleh Bara kerumah sakit keluarga Dirgantara sendiri. Ketika sampai di sana mereka melihat Bara, Simon dan Farel sedang berada di depan ruang IGD , mereka sedang menunggu Kania yang masih di periksa. fengan cemas mereka segera menghampiri Bara.


"Gimana Kania...?" tanya nyonya Rani dengan wajah cemas.


"Belum tahu Ma...mereka masih di dalam...." jawab Bara dengan wajah sedih. Nyonya Rani duduk di sebelah Bara untuk menghibur sang putra .


Tak lama seorang dokter bersama dokter Burhan keluar dari ruang periksa.


"Dokter gimana....?" kata Bara dengan cemas .


"Nggak ada masalah.... Seharusnya saat hamil muda seperti ini seorang ibu di larang ke lelahan , dia harus menjaga kesehatan tubuhnya...." kata Dokter tadi. Sedang dokter Burhan tertawa dan berucap.


"Selamat tuan Bara... Istri anda sedang hamil...." kata dokter Burhan memberi selamat pada Bara.


"Iya..iya..." kata Bara bengong.


"Apaaa.....istriku hamil....!" teriak Bara seperti terjaga dari mimpi.


"Lo...apa anda tidak tahu....? Istri anda hamil... Usia kehamilan masih berumur 4 minggu..." kata dokter Riadi nama yang tertera di name tag nya.


"Apa benar istri saya hamil dokter...? dokter Burhan , beneran Kania hamil...?" seru Bara dengan wajah rak percaya.


"Iya tuan , Kania hamil 4 minggu..." kata dokter Burhan meyakinkan.


"Alhamdulillah ya Allah...( Bara bersyukur dan mengusap wajahnya) dokter trimakasih...." kata Bara sambil menjabatan tangan dokter Riadi , dan memeluk dokter Burhan.


"Selamat tuan...." ucap dokter Burhan ikut bahagia.


"Trimakasih dokter..." kata Bara bahagia. Tak terasa air matanya mengalir di pipinya.


"Sayang...selamat ya....?" ucap nyonya Rani yang mendengar perkataan dokter tadi. Bara segera melepas pelukan di tubuh dokter Burhan.


"Trimakasih Ma..." seru Bara sambil memeluk sang Mama.


"Nak selamat ya... Kau akan memberiku cucu lagi..." kata sang Papa sambil ganti memeluk Bara.


'Trimakasih Pa..." jawab Bara. Dan diapun mendapat ucapan selamat dari kedua mertuanya , juga dari Simon dan Farel.


"Bara...selamat ya...ingat janjimu, kalau tidak ancamanku akan aku buktikan..." ancam Simon pada Bara.


"Dasar kau ini...kau nggak akan mendapatkan kesempatan itu..." kata Bara sambil memeluk sang sahabat.


Simon tersenyum bahagia. Dia merasakan kebahagiaan juga ketika mendengar kehamilan Kania.


"Kak..selamat ya...tolong jangan pernah membuat Kania menangis..." kata Farel.


"Hey...jangan kau katakan kalau kau juga mencintai istriku...?" tanya Bara curiga.


"Sangat...tapi dia menolakku, kau tahu kenapa aku lari keluar Negri...?" tanya Farel.


"Jangan kau bilang gadis itu Kania...?" kata Bara kaget.


"Benar... Karena sampai sekarang dia hanya menganggapku sebagai kakak dan sahabat yang sangat dia sayangi tidak lebih dari itu..." jawab Farel.


Bara hanya bisa menghela nafas berat mendengar semua itu. Akhirnya di memeluk adik sepupunya yang dia sayangi seperti Dika. tak berapa lama Kania di pindahkan keruang rawat khusus pemilik rumah sakit.

__ADS_1


Saat Kania sadar dia melihat kalau sekarang dia berada di ruangan yang serba putih.


"Hey...gue ada di mana ini...?" tanya Kania heran.


"Kau sudah sadar sayang....?" tanya Bara yang melihat mata Kania yang sudah membuka.


"Papa...di mana ini...?" tanya Kania heran.


"Kau ada di rumah sakit sayang...." kata Bara dengan lembut.


"Rumah sakit...? Ada apa denganku...?' tanya Kania heran.


"Kau tidak ingat...?kau pingsan sayang.." jawab Bara .


"Pingsan...? Aku...?" tanya Kania tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya...kau pingsan tadi...?" kata Bara meyakinkan.


"Dan kau sekarang harus hati- hati, karena kau sekarang sedang mengandung anak kita di sini..." kata bara sambil mengusap perut kania dengan sayang.


"Apaa...Papa sudah tahu itu...?" tanya Kania kaget.


"Sayang...kenapa...?jangan kau katakan Kalau kau juga sudah tahu ..." kata Bara kaget melihat reaksi Kania.


"He he he...iya Pa.., Nia sudah tahu kalau Nia hamil .. Ck...sebenarnya kehamilan ini ingin Kania buat suprise buat Papa nanti malam, tapi ternyata sudah bocor..." kata Kania dengan wajah lucu.


"Kau ini...dasar gadis nakal...( kata Bara sambil mencubit hidung bangir Kania dengan sayang ) kau membuat suamimu cemas tahu, .. " kata Bara dengan gemas


"Benarkah....?" kata Kania dengan manja


" Hmm...Siapa yang bilang ini bukan kejutan... Papa terkejut bukan main dan ketakutan, tapi sekarang sangat bahagia mendengar Mama hamil .. Oh ya Ma.. bukannya Mama selalu meminum pil pencega kehamilan...?" tanya Bara tak mengerti.


"Mama sudah nggak meminum pil itu dua bulan yang lalu Pa... Saat mama tahu kalau Kinan pingin adik dan Papa pingin anak lagi..." jawab Kania.


Mendengar perkataan Kania Bara terharu, dia segera memeluk sang istri dan mencium kening sang istri penuh sayang.


"Trimakasih sayang...lalu gimana dengan karir Mama...?" tanya Bara khawatir sang istri kecewa .


"Mama akan menyelesaikan semua kontrak yang sudah di tandatangani Mama sebelum perut Mama besar.


Dan soal kedepannya kita lihat saja nanti Pa..." kata Kania dengan tenang.


Bara hanya tersenyum mendengar perkataan sang istri. Dia tahu dan percaya, Kania pasti bisa melakukan yang terbaik untuk keluarga mereka.


******


Sedang di sebuah rumah besar terlihat seorang wanita yaitu Emilda yang sedang Mengamuk dan marah- marah di kamarnya yang luas setelah melihat acara ulang tahun Kania yang di tayangkan secara langsung.


"Brengsek....dasar wanita ja***g, berani sekali dia ingin merebut putra dan suamiku, dia fikir siapa dia... ." serunya sambil melempar TV dengan fas bunga yang ada di mejanya lalu berteriak dengan marah seperti orang gila.


"Dasar wanita ja***g , kau fikir kau mampu mengalahkan aku ha...." teriaknya dengan melemparkan barang- barang yang ada di atas mejanya kembali. bertepatan dengan itu sang Mama baru keluar dari kamar Johan putra Emilda yang ada di sebelah kamar Emilda. dia mendengar keributan dan pecahan barang dari kamar Emilda, dia segera ingin membuka kamar Emilda , namun kamar itu terkunci dari dalam.


"Mil...Mil...ada apa kau..." seru sang Mama sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Haaa....." prang.......terdengar teriakan dam suara benda yang jatuh kembali.


"Mil...Emil.... Ada apa...?buka pintunya Mil..." teriak sang Mama dengan cemas.


"Ada apa Ma...?" suara seseorang bertanya membuat nyonya Malik berbalik menghadap pemilih suara.


"Pa...Emilda marah - marah di dalam kamarnya sambil berteriak Pa..." kata nyonya Malik dengan cemas. Tuan Malik pun segera mendekati kamar Emilda dan mengetuk pintunya.


Tok tok tok...


"Emilda buka pintunya..." teriak sang Papa marah. Namun hanya terdengar benda- benda yang jatuh .


"Slamet, Parmin....!" teriak tuan Malik dengan marah. Dan dua orang pria yang bertubuh kekar datang tergopoh- gopoh.


"Ya tuan...." kata mereka berdua dengan bersamaan .


"Dobrak pintunya..." perintah tuan Malik dengan wajah semakin marah.


"Baik tuan..." jawab mereka serempak.


Merekapun segera mendobrak pintu kamar Emilda dengan tubuh besar mereka. tak lama pintupun terbuka dan menampilkan kamar yang terlihat sangat berantakan. sedang Emilda sendiri terlihat masih berdiri dengan wajah penuh marah di depan meja riasnya.


"Emil....apa - apaan kau ..." seru tuan Malik marah.


"Kenapa...kenapa Pa...? kenapa Bara begitu terlihat sangat mencintai wanita itu..? kenapa dia tidak bisa mencintai aku dengan tulus seperti itu...?" seru Emilda dengan wajah kesakitan.


"Salahmu sendiri Mil...kau yang memaksa dia untuk menikahimu, dan kau juga yang membuat dia membenci mu..." kata tuan Malik dengan wajah prihatin.


"Tidak Pa..tidak ada seorangpun yang boleh dia cintai selain Emilda Pa...Bara tidak boleh mencintai orang lain, kalau Emilda tidak bisa memiliki Bara, wanita lainpun tidak juga..." seru Emilda dengan marah.


" Bodoh... kau memang wanita Bodoh dan egois. kalau kau memang mencintai dia , seharusnya kau bisa bertahan dengannya bukan malah selingkuh dari nya..." seru tuan Malik marah.


"Itu salah dia Pa... seharusnya dia mencintai Emil , bukan malah membiarkan Emil begitu saja...!"teriak Emilda.


"Seharusnya kau itu sadar..bukankah dia menikahimu karena kalian jebak... dan pasti dia juga tahu kalau kau susah bukan perawan lagi....!" teriak tuan Malik semakin marah melihat ke egoisan sang putri.


"Pokoknya Emilda nggak perduli... kalau dia tidak bisa kembali pada Emilda maka Emil akan mengambil putra Emil dari tangan Bara.." teriak Emilda dengan marah.


"Kau jangan macam- macam Emilda.. jangan sampai kau membahayakan anak itu, jika kau berani melakukan yang membuat cucu papa itu dalam bahaya, Papa tak akan pernah memaafkan Kamu..!" teriak tuan Malik marah


"Jadi Papa lebih mencintai cucu Papa dari pada Putri Papa..? dan Papa lebih mendukung Bara dengan wanita ja***g itu dari pada Bara bersama Emilda....?" seru Emilda dengan wajah sinis.


"Iya...Papa lebih mendukung merek yang memang tidak bersalah, kau egois..kau hanya memperdulikan keinginanmu saja.. bukankah kau juga sudah menikahi Robet pria selingkuhan mu itu...?lalu kenapa kau tidak menginginkan Bara menikah dengan wanita lain...?" kata tuan Malik dengan sinis.


"Aku nggak perduli Pa... kalau aku nggak bisa memiliki Bara, wanita lainpun nggak boleh memilikinya..." kata Emilda dengan marah.


"Jangan kau membuat Papa semakin membencimu Mil... Papa sudah muak dengan tingkahmu selama ini, jadi jangan kau buat Papa lebih Marah padamu, Papa nggak ingin kamu berbuat sesuatu yang akan semakin membuat masalah untuk keluarga ini..." kata tuan Malik memgamcam dengan wajah dingin.

__ADS_1


Sudah dulu ya...jangan lupa like dan vote dan komennya gue tunggu.


Bersambung.


__ADS_2