Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
KEMARAHAN BARA.


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat, tak terasa hampir dua bulan pernikahan Kania dengan Papanya Kinan ( Bara ) berlangsung . hari demi hari Kania lalui dengan perasaan gembira. Kesibukan yang mulai bertambah dengan beberapa permintaan sebagai model dari beberapa produk kecantikan mulai berdatangan, dan beberapa naskah film yang di berikan oleh Rika Sudah Kania tunjukkan pada sang suami untuk meminta persetujuan walaupun belum tentu dia lolos seleksi.. Beberapa hari ini para artis sebagai pemain dari film Fang Yun sedang bersiap- siap untuk tour keliling ke beberapa kota di Negara sendiri untuk memperkenalkan film Fang Yun pada Masyarakat luas . begitu juga dengan Kania karena satu bulan lagi film Fang Yun mulai di rilis. Kania sudah meminta ijin pada Bara. Bertepatan juga dengan Bara yang akan pergi ke Amerika, karena ada sedikit masalah dengan perusahaan yang ada di sana.


"Ma...jaga Diri baik- baik, Papa nggak bisa menemani Mama , karena perusahaan yang ada di Amerika lagi ada masalah..." kata Bara saat merak berbicara di dalam kamar tentang kepergian Kania.


"Iya Mama tahu Pa.... nggak maslah kalau Papa nggak bisa menemani Kania, Kania maklum kok...tapi Mma mohon Papa Jaga diri baik- baik, jaga kesehatan Papa di sana... " kata Kania sambil mencium lembut bibir sang suami ,namun Bara segera memeluknya.


"Papa pingin membawa Mama ikut Papa..." kata Bara sambil memeluk erat Kania.


"Andai Mama bukan pemeran utama pasti Mama ikut Papa..." jawab Kania.


"Mama nggak bawa Arum atau Keti..?" tanya Bara .


"Nggak usah Pa... Nggak enak sama para pemain lain, bukankah Kania selalu bersama mereka..."kata Kania sambil memandang Bara.


"Kalau gitu Mama harus jaga diri baik- baik, Papa nggak ingin terjadi sesuatu pada Mama..." kata Bara khawatir.


"Iya Pa...jangan cemaskan Kania...Kania bisa jaga diri baik- baik Pa..."Kkata Kania manja.


"Papa nanti kalau sudah sampai di Amerika nelfon Mama, biar Mama nggak cemas .." kata Kania.


"Mama juga gitu, kalau Papa telfon di angkat di manapun Mama berada , jangan abaikan telfon dari Papa, jangan membuat Papa cemas juga...." kata Bara sambil memeluk erat Kania.


"Iya Pa... emang Mama pernah mengabaikan Papa....?" tanya Kania.


"Nggak juga sich...Tapi Mama juga harus sering menelfon Papa , bukan seperti biasanya, Mama nggak pernah menelfon Papa jika tidak terlalu penting, Mama tahu...Papa seperti di abaikan Mama..." kata Bara sambil mencubit pelan hidung sang istri.


"Ya ampun yang bener Pa...kalau begitu maafkan Mama, sebenarnya Mama pingin menelfon Papa tapi Mama takut mengganggu Papa..." jawab Kania. Kini tangan kania sudah melingkar di leher Bara.


"Dasar bodoh... Papa akan lebih bahagia kalau Mama melakukannya, karena itu menunjukkan kalau Mama rindu dengan Papa..." kata Bara gemas.


"Baiklah Mama akan melakukannya... tapi awas jangan sampai Papa merasa terganggu kalau Kania selalu menelfon Papa..."jawab Kania.


"Papa akan merasa Bahagia kalau Mama melakukannya..." kata Bara sambil mencium dan ******* lembut bibir sang istri.


"Ya udah Mama berangkat dulu,..." kata Kania. ketika Bara telah melepas ciumannya.


"Papa antar sampai Bandara ya..." kata Bara.


"Baiklah kalau itu membuat Papa bahagia..." jawab Kania.


Merekapun segera keluar dari dalam kamar mereka dengan membawa koper milik Kania. Namun Kania tak lupa sudah menyiapkan koper yang berisi pakaian Bara yang akan di bawa ke Amerika nanti siang. Ketika sampai di lantai bawah mereka melihat Kinan yang telah menunggu di sebelah tangga.


Saat melihat sang Mama dan Papa turun tangga, Kinan segera berlari mendekat.


"Ma...Mama akan pergi ya....?" tanya Kinan sambil memeluk Kania.


"Iya sayang.. .tapi Mama nggak lama kok perginya..." kata Kania menghibur.


"Papa juga pergi...Kinan sendirian di rumah..." kata Kinan sedih.


"Sayang...kan cuma beberapa hari saja.. Kinan di temani sama tante Arum dan tante Keti dulu ya....? Atau Kinan bisa mengajak mereka pergi kerumah Opa Mahesa atau kakek Setyo...?" kata Kania menghibur.


"Tapi Mama cepat pulang ya...?" kata Kinan sambil menatap sang Mama.


"Iya sayang...nanti kita vidcol lan aja okey....?" kata Kania lagi.


"Baiklah Ma..." jawab Kinan.


Setelah mencium pipi sang putra, Kania segera berangkat dengan di antar Bara ke Bandara.


Ketika sampai di Bandara, terlihat para pemain film Putri Fang Yun dan Sutradara Seto Aji sudah berada di sana. Bara menghentikan mobilnya tidak terlalu jauh dari tempat mereka. Kontan saja ketika melihat mobil mewah berhenti tidak jauh dari keberadaan mereka , para Artis ibukota itu melihatnya, mereka heran siapa orang yang mengemdarai mobil mewah itu. Namun tidak dengan Farel dan Seto Aji yang sudah tahu siapa orang yang ada di dalam mobil itu. Mereka berdua hanya tersenyum melihat kearah mobil Bara. Sedang Kania di dalam mobil sedang berpamitan pada Bara.


"Pa... Kania pergi , jangan lupa telfon Mama ketika sampai di sana....' kata Kania sambil memcium tangan Bara. Tiba - tiba Bara kembali memeluk Kania .


"Ma... Jangan lupa mama harus sering telfon Papa... " kata Bara .


"Iya Pa... " Bara melepas pelukannya. Kania segera turun setelah mencium sekilas bibir Bara yang sedang memandangnya. Bara tersrnyum melihat tingkah sang istri yang sudah berani menumjukkan cintanya.


"Hati - hati di jalan..." kata Kania sambil menutup pintinya dan berjalan meninggalkan mobil mewah Bara.

__ADS_1


Sedang para artis yang melihat Kania keluar dari dalam mobil mewah itu, membuat mereka sangat terkejut.


"Kaniaa..." seru mereka dalam hati.


Sedang Kania yang menjadi pusat perhatian berjalan dengan langkah ringan menuju tempat mereka.


"Kania...siapa dia....?" tanya Preti yang kini sudah lebih dekar dengan Kania.


"Siapa...?" tanya Kania heran.


'


"Tadi yang bersama elo... Maksud gue pemilik mobil mewah itu...." tanya Preti lagi.


"Oo dia... Dia Bos gue... Dia tadi mau ketempat yang searah dengan Bandara, jadi dia sekalian ngajak gue ikut.." kata Kania dengan agak kikuk.


"Oo tadi tuan Dika ya kak...?" tanya Paramita.


"Iya dek..."jawab Kania smbil melangkah mendekati Seto Aji yang sedang berdiri bersama Farel.


"Hay Kak...maaf telat.. " kata Kania dengan perasaan bersalah.


"Nggak masalah Nia, kakak juga baru datang..." jawab Seto Aji.


"Hay Rel... Kok elo sekarang kurusan...?" tanya Kania sambil mendekati Farel yang sedang berdiri menatap padanya.


"Dasar manusia nggak berperasaan..." kata Farel sambil mengacak rambut Kania.


"Ist...elo bisa membuat rambut gue berantakan Rel..." seru Kania sambil merapikan kembali rambut yang di acak sama Farel. Sedang Seto hanya tersenyum melihat kedekatan kedua manusia yang berada di depannya .


Lalu dia segera berjalan menjauh dari Farel dan Kania untuk melihat persiapan tiket pesawat yang akan membawa mereka keluar kota.


"Gue hanya mengacak rambut elo , elo sudah kesal, apalagi elo yang telah mengacak kehidupan gue apa yang harus gue lakuin terhadap elo...?" tanya Farel .


"Ck...kenapa elo ngebahas itu lagi sich Rel...kan aku...


"Kak Farel..Nia...kok kalian masih berdiri di sini...ayo kita segera masuk, pesawat yang akan kita naiki segera berangkat...' tiba- tiba Preti dan Amerta yang tiba- tiba sudah datang diantara mereka berdua yang membuat mulut Kania terkatup.


"Nggak ada...gue hanya ngobrolin soal tempat kita pertama promosi nanti..." jawab Kania. Sedang Farel berjalan menjauh dari mereka. Amerta menatap kepergian Farel dengan wajah kecewa. Semua tahu kalau Amerta menyukai Farel.


"Kenapa dengan dia Nia... ?" tanya Amerta pada Kania.


"Nggak ada... tadi dia berkata kalau kepalanya agak pusing ...." jawab Kania.


"Apa dia sudah minum obat...?" tanya Amerta perhatian.


"Katanya sich sudah..." jawab Kania cuek.


'Syukurlah....." kata Amerta perlahan. Kania hanya tersenyum melihat perhatian Amerta pada Farel. Merekapun segera masuk kedalam ruang tunggu Bandara menyusul yang lainnya.


Sedang Bara setelah selesai mengantarkan sang istri pergi ke Bandara dia segera membawa mobilnya keperusahaan DC. Dia segera mempersiapkan keberangkatannya ke Amerika. Dia akan berada di Negara paman Sam itu selama dua minggu.dia berharap semoga dia bisa menyelesaikan dengan cepat persoalan yang terjadi di perusahaannya yang ada di Amerika. Karena dia ingin segera menyusul istri tercintanya yang sedang pergi Tour keliling itu.


Ketika Bara sampai di parkiran Mobil , para Bodyguardnya yang melihat kedatangannya segera mendekat. Merek segera mengawal Bara yang sudah turun daru mobilnya.


Ketika mereka sampai di loby Kantor terlihat para karyawan menunduk dengan hormat, Bara hanya mandang sekilas pada mereka dan melanjutkan langkahnya menuju lift khusus untuknya. Namun tiba - tiba terdengar teriakan dari arah belakang.


"Kak Bara...!" seruan seorang gadis.


Bara tetap berjalan kearah lift tanpa menghiraukan panggilan itu. Ternyata dia Amelia yang sengaja berlari mengejar Bara. Saat itu dia melihat Bara berjalan keluar dari mobilnya , namun beberapa orang bodyguard milik Bara telah menyambutnya. Setelah melihat Bara berjalan kedalam kantor DC Amelia segera berlari mengejarnya. Saat di loby itulah dia akhirnya bisa sampai di belakang Bara.


"Kak Bara tunggu..." seru Amelia lagi, namu sebelum dia sampai di dekat Bara beberapa anak buah Bara telah datang mendekat dan menghalanginya.


"Hey lepaskan...kalian sudah gila ya.. Kalian tahu siapa aku ha...?" teriak Amelia keras. Dan itu membuat Bara berhenti melangkah.


"Lihat kak Bara sudah berhenti melangkah, apakah kalian tidak tahu siapa aku ...? dasar manusia- manusia Bodoh..." seru Amelia sombong.


"Maaf Nona kami tidak perduli siapa Nona, yang kami tahu anda tidak boleh mendekati tuan Bara...." kata salah satu dari bodyguard Bara.


"Brengsek...apa kalian tidak takut pada kak Bara ha....!" teriak Amelia dengan sombongnya.

__ADS_1


"Cukup...!kau terlalu berisik ...siapa kau, hingga berani mengganggu perjalananku...!" teriak Bara marah.


"Kak...kenapa kau berkata seperti itu...? Apakah kau lupa padaku....? Aku sangat mencintaimu kak...." seru Amelia keras.


"Dasar gadis gila... Kau tak malu mengatakan itu...? apakah kau sudah hilang rasa malumu hingga kau berbuat seperti itu...?" kata Bara semakin marah. Semua orang yang melihat kejadian itu menjadi takut, begitupun dengan Amelia. Namun karena dia sudah yakin kalau Bara akan menerima cintanya dia tetap berakting dengan keinginan kuat.


"Tapi aku mencintaimu kak... Aku sangat mencintaimu...." kata Amelia dengan berurai air mata.


"ha..Dasar wanita licik...kau fikir dengan kau menangis aku akan menerima cintamu ha...? kau ini pura- pura Bodoh atau benar - benar Bodoh...? pengawal bawa wanita itu keluar dan kalian semua jangan sampai wanita gila itu masuk kedalam kantor ini lagi paham...!" seru Bara penuh emosi pada karyawannya.


Para pengawal segera membawa Amelia menjauh dari Bara, walau mendengar teriak. Amelia mereka tetap menyeret Amelia. sedang para Karyawan yang berada disana serentak berucap


"Paham Bos...." jawab mereka ketakutan.


Bara segera membalikkan badan dan berjalan masuk kedalam lift.


Sepeninggal Bara terlihat di lantai dasar kantor DC terjadi keributan.


"Dasar wanita gila...bukankah tuan Bara sudah pernah menolaknya...? benar- benar nekat dia...." kata seorang karyawan pria.


"Benar...gue sampai ketakutan tadi..." jawab yang lain.


"Dan kita juga sudah tahu kalau tuan Bara sudah mempunyai seorang kekasih..." kata salah satu dari karyawan itu.


"Benar apa kata kamu...bukankah ada wanita bermasker yang sangat dekat dengan tuan Bara dan putranya...?" tanya yang lain.


Dan banyak lagi komentar pedas dari para karyawan yang ada di sana pada Amelia. Mereka menyebut Amelia terlalu gila mengharapkan cinta dari Bara yang betul- betul tidak mencintainya.


Sedang di sisi lain terlihat Amelia yang sangat marah dan kecewa. dia berteriak- teriak dan melemparkan semua barang yang ada di kantor Dian sang menejer.


"Aaahh..." teriaknya marah.


"Mel...sabar Mel...sebenarnya ada apa sich Mel..." seru Dian cemas. dia berusaha membuat Amelia tenang. tapi bukannya tenang Amelia malah terlihat sangat frustasi. dia melempar semua barang yang ada di atas meja milik Dian.


"Mel cukup Mel... kenapa kau jadi begini...? coba kau ceritakan padaku...?" kata Dian menghibur.


Perlahan Amelia menghentikan perbuatannya. dia menatap Dian dengan sedih. dan tiba- tiba dia mnangis dan memeluk Dian.


"Kak...aku kembali di tolak oleh kak Bara..." kata Amelia diantara tangisannya.


"Apa maksudmu...?" tanya Dian tak mengerti.


Amelia lalu menceritakan semua kejadian yangvtelah dia lakukan, juga tentang pengusiran Bara dari kantornya .


"Apaaa.... kau sudah gila Mel....kenapa kau lakukan itu....?" seru Dian marah.


"Karena aku sudah bosan untuk meminta bertemu dengan kak Bara tapi tidak bisa. jadi saat ku lihat kak Bara datang, aku nekat mendekatinya... apakah aku salah kalau aku mencintainya...?' seru Amelia .


"Apakah kau lupa apa yang akan terjadi kalau kau membuat masalah dengan tuan Bara...?" tanya Dian dengan nada tinggi.


"Kak kenapa kau membentakku....?" tanya Amelia marah ketika Dian meninggikan suaranya.


"Karena kau Bodoh...kita akan di keluarkan dari perusahaan ini jika kau kembali membuat ulah dengan tuan Bara..." seru Dian dengan marah.


"Apaa...kenapa kakak tidak menhatakannya padaku....?" kata Amelia ketakutan.


"Apa katamu...? kau bilang ...aku nggak ngomong sama kamu....? dasar wanita manja...apa gunanya aku mengatakan tiap hari padamu untuk tidak membuat ulah lagi, kau akan selalu bilang kalau aku itu terlalu cerewet . dan sekarang kau akan merasakan akibat dari semua ulahmu itu,...." kata Dian dengan nada kesul.


" Kak...kau harus bisa menyelesaikan masalahku secepatnya , karena aku tidak ingin kita keluar dari perusahaan DI ini.." kata Amelia dengan perasaan cemas dan takut.


"Maaf kali ini aku tidak bisa mbantumu, karena toleransi perusahaan sudah cukup banyak di berikan padamu...." kata Dian dengan wajah kecewa .


"Baiklah aku akan datang pada Dika sendiri. aku akan meminta maaf melalui Dika. aku tak perlu lagi minta tolong padamu...." kata Amelia msih dengan silp sombongnya.


"Terserah padamu, ...." jawab Dian dengan wajah sedih dan kecewa.


Tak lama terlihat Amelia keluar dari ka tor Dian dengan wajah marah. dia berjalan kearah lift kantor.


:Sampai disini dulu ya ceritanya. maaf author kemarin nggak bisa membuat cerita, karena ada kesibukan di tempat gue. sekali lagi maaf ya...jangan lupa like dan komennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2