Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
SAHABAT MAMA SINTA.


__ADS_3

Keesokan harinya rombongan Putri Fang Yun segera kembali ke kota J . pesawat berangkat jam 08.15 pagi. Jam 07. 30 mereka sudah cek aut dari hotel. Kania juga membawa Widuri pulang ke kota J. Karena bukan anggota rombongan ,Kania membelikan sendiri tiket pesawat yang akan membawa mereka pergi ke kota J.


"Kak kita nggak bisa duduk bersama jadi nanti kakak duduk sendiri, nggak masalah kan kak...?" kata Kania.


"Nggak, nggak apa- apa kok dek..." kata Widuri sambil tersenyum. Merekapun segera masuk kedalam pesawat bersama - sama. Tak berapa lama pesawat pun segera mengudara. Butuh waktu 1jam 30 mn hingga akhirnya pesawat mendarat di kota J. Saat turun dari pesawat Kania melihat Widuri telah menunggunya di dekat tangga pesawat.


"Kakak sudah tadi...?" tanya Kania.


"Baru aja dek..." jawab Widuri dengan senyuman di wajahnya.


"Ayo kita keluar...." ajak Kania sambil berjalan di sebelah Widuri bersama rombongannya.


Setelah mengambil barang bawahan mereka , merekapun segera berjalan menuju pintu keluar Bandara.


Ketika mereka keluar dari Bandara, Kania melihat kedua pengawalnya sudah menunggu Kania di dekat mobilnya.


Saat mereka melihat Kania, mereka segera menghampirinya.


"Bos..." sapa mereka hampir bersamaan.


Arum dan Keti segera mengambil barang yang di bawa Kania.


"Apa kabar kalian...?" tanya Kania pada kedua pengawalnya.


"Alhamdulilah sehat Bos...Bos juga kan..?" jawab Arum.


"Gue juga sehat Bos...." jawab Keti.


"Syukurlah...oh ya kenalkan ini kak Widuri... Dan ini kedua teman Kania kak, itu Arum( menunjuk Arum) dan ini Keti .. Mereka berdua adalah sahabat baik Kania sekaligus pengawal Kania..." kata Kania memperkenalkan kedua pengawalnya. dalam hati Widuri bergumam.


'Siapa gadis ini sebenarnya , sampai- sampai dia memiliki dua pengawal. Mereka saling bersalaman memperkenalkan diri. Setelah itu Kania segera mengajak mereka untuk segera pulang.


"Rum...apa Papa sering tinggal dengan Mama...?" tanya Kania pada Arum.


"Iya Bos... Kan Papa Non Nia sekarang sudah beli rumah baru..." jawab Arum.


"Beli rumah baru...?" tanya Kania tak percaya.


"Iya Bos. rumah yang lama sudah di jual sama Papa Bos Nia..." jawab Arum lagi.


"Iya Bos.... Karena itu Papa Bos Nia sekarang tinggal di apartemen elo Bos, karena rumah yang Baru lagi di renofasi.." kata Arum menjelaskan .


"Baguslah, pasti Mama sebentar lagi mau tinggal dengan Papa..." seru Kania senang.


"Amiin..." jawab Keti dan Arum hampir bersamaan.


"Oh ya Rum, Keti gue mau pinjam sementara apartemen kalian boleh nggak...?" tanya Kania .


"Ya elah Bos... Kenapa mesti tanya gitu sich..., apartemen itu punya suami elo, kenapa mesti pinjem ame kita...?" jawab Arum sambil tertawa.


"Lo Nia...emang kamu sudah punya suami...?" tanya Widuri kaget.


"He he...maaf Kania lupa, ...iya kak, Nia sudah punya suami malah sudah punya anak ..." jawab Kania.


"Yang bener...kok nggak keliatan...?" kata Widuri kaget.


"Masak sich..." kata Kania sambil tertawa.


"Bos...emang buat apa apartemen itu ..?" tanya Arum menyela pembicaraan Kania dan Widuri.


"Gini...kan elo berdua sekarang masih tinggal di rumah besar, jadi untuk sementara kamar salah satu dari kalian gue pakai untuk tinggal sementara kak Widuri sebelum Dia mempunyai rumah kos sendiri..." jawab Kania.


"Oo..boleh, boleh... Biar nanti di kamar gue aja kak Widuri tidur, nanti barang- barang gue, gue pindahin kekamar Keti, ya Ket...?" kata Arum dengan semangat.


"Bener Bos... Lagian kalau kita mau tidur di apartemen , kita bisa tidur bersama di kamar gue.." jawab Keti.


"Ya ampun saya ngerepotin kalian ya...?" kata Widuri sungkan.


"Nggak juga kak...sebab apartemen itu jarang kita tinggali, karena setelah Bos Nia menikah kami sering tinggal di rumah besar..." jawab Keti.


"Kalau gitu kita besok pergi kesana untuk membersihkan kamar elo Rum.." kata Kania.


"Siap Bos ku..." jawab Arum .


"Lalu sekarang kita kemana Bos...?" tanya Keti.


"Ya pulang Non...anak gue pasti sudah uring- uringan nunggu kedatangan gue..." kata Kania sambil menyandarkan badannya di sandaran kursi.


Keti pun segera membawa mobil mereka menuju rumah besar Bara.


Karena terhambat kemacetan akhirnya mereka sampai di rumah memerlukan waktu hampir satu jam. Ketika sampai di depan rumah besar Bara, Kania terlihat tertidur karena kelelahan. Namun saat mendengar pintu gerbang di buka Kania terbangun .


"Udah nyampai...?" tanya Kania.


"Iya Bos..." jawab Arum.


"Selamat siang nyonya..." sapa pak satpam. Kania kaget mendengar sapaan dari satpam penjaga rumah.


"Waah kalian memberikan panggilan baru buat gue...?" tanya Kania sambil tertawa. Keti segera Membawa masuk mobilnya. Ketika mereka sudah mendekati rumah besar, terlihat Kinan sudah menunggu di teras rumah.


"Mama..." teriak anak tampan itu.


"Ket gue turun sini aja...tolong kau siapkan kamar utuk kak Widuri ,...Rum bantu Keti ..."perintah Kania pada Keti dan Arum.


"Oh ya tolong bawakan koper milik gue ya...dan tas warna hitam tolong isinya kalian bagikan pada semua orang..." kata Kania sambil keluar dari mobil. Dia segera berjalan kearah Kinan yang berdiri bersama bik Siti.

__ADS_1


"Siap Bos..." jawab Arum dan Keti bersamaan lagi.


Sedang Widuri terkagum- kagum melihat tempat tinggal Kania.


"Maaf dek...apa itu putra dek Nia...?" tanya Widuri pada Arum dan Keti.


"Iya kak..." jawab Arum.


Sedang Kania berjalan kearah Kinan yang sedang menunggu dia. Setelah berada di hadapan Kinan , Kania berjongkok dan memeluk pria kecil itu.


"Ma...Kinan kangen Mama..." kata Kinan dalam pelukan sang Mama.


"Mama juga sayang..." kata Kania sambil memeluk sang anak. Kinan memeluk Kania bagai tak mau lepas. setelah beberapa saat kemudian Kania melepas pelukannya.


"Ya udah yuk kita masuk..." kata Kania.


"Iya Ma..." jawab Kinan sambil melepas pelukannya juga . Kania segera berdiri.


"Bik Siti apa kabar.... ?" kata Kania pada bik Siti.


"Baik Non...." jawab Bik Siti sambil tersenyum.


Kania tersenyum pada bik Siti. Dia lalu menggandeng tangan Kinan masuk kedalam rumah. Sedang bik Siti mengikuti mereka dari belakang , bik Siti sangat kagum pada Kania yang terlalu menyayangi Kinan seperti putranya sendiri.


"Sayang...kita ke kamar Mama ya...?" kata Kania pada Kinan.


Kinan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Dia kini terlihat kembali cerah setelah beberapa hari ini terlihat murung dan sedih


"Bik...tolong siapkan kamar untuk temanku di belakang ya.. dia akan tidur disini semalam. Besok kami akan membawa dia ke apartemen..." kata Kania pada bik Siti.


"Baik Non..." kata bik Siti .


"Trimakasih Bik...." kata Kania sambil tersenyum.


"Sama- sama Non..." jawab bik Siti. Setelah berkata pada bik Siti Kania segera mengajak Kinan berjalan naik tangga menuju kamar Kania yang kini berada di kamar Bara.


Sedang Widuri yang kini mengikuti Arum dan Keti sangat terkagum- kagum melihat kediaman Kania.


'Ya ampuun..teryata dia orang kaya... Tapi penampilannya sangat sederhana sekali. dia wanita yang nggak sombong walaupun dia orang berlebih..( kata Widuri dalam hati )


Dia membantu Arum dan Keti membawa beberapa barang milik Kania kedalam rumah.


Ketika sampai di ruang belakang mereka bertemu dengan bik Siti yang sedang berjalan kearah mereka.


"Rum...ini teman Non Nia...?" tanya Bik Siti pada Arum.


"Iya Bik..dia Widuri teman Bos Nia...kak ini bik Siti...." kata Arum memperkenalkan Widuri pada bik Siti.


"Bik saya Widuri...." kata Widuri sambil mengulurkan tangan. Bim Siti menyambut tangan Widuri ramah.


"Mari nak saya antar ke kamar nak Widuri..." kata bik Siti dengan ramah.


Sedang Arum dan Keti pergi membawa koper dan tas Kania kedalam kamar sang majikan.


********


Keesokan harinya setelah selesai sarapan pagi, Kania dan kedua pengawalnya serta Widuri pergi ke apartemen setelah mengantar Kinan dan bik Siti kesekolah. Sesampainya di apartemen Kania menyempatkan diri berkunjung ke tempat sang Mama yaitu nyonya Sinta.


Saat masuk kedalam apartemennya Kania melihat sang Mama sedang memasak bersama seorang wanita perubaya.


"Asalamualaikum selamat pagi Ma...." sapa Kania.


"Waalaikum salam , Nia....!" seru sang Mama kaget. Kania segera menyalami dan mencium pipi sang Mama.


"Tumben kau ingat Mama anak nakal...?" tanya sang Mama sambil menjewer pelan telinga Kania.


"He he...maaf Ma...Kania sibuk banget , kemaren aja Kania baru pulang dari luar kota Ma..." kata Kania.


"Dari luar kota...?" kata sang Mama sambil menatap Kania.


"Iya Ma...oh ya Ma Nia punya teman, ayo Ma Nia kenalin...." kata Kania sambil menarik tangan sang Mama ke ruang tamu.


'Siapa Nia...?" tanya nyonya Sinta heran.


Mereka pun sampai di ruang tamu yang ada Arum, Keti dan Widuri. Kania segera mendekati mereka bersama sang Mama.


"Ma...kenalkan ini kak Widuri , dan Kak...ini Mama Kania..." kata Kania memperkenalkan sang Mama.


"Pagi tante...saya Widuri teman Kania..." kata Widuri dengan sopan.


"Hay nak...kau cantik , tapi wajahmu mengingatkan aku pada sahabatku di masa kuliah dulu, dari mana asalmu nak...." tanya nyonya Sinta ramah.


"Saya dari kota S Tan... " jawab Widuri.


"Lo kotamu sama dengan kota sahabatku, Dia gadis periang , kami empat sahabat di masa kuliah , tiga perempuan dan satu laki- laki, namun persahabatan menjadi jodoh buat temanku, salah satu dari tiga gadis itu menjadi jodoh sahabat laki- laki kami..." kata nyonya Sinta sambil tertawa bahagia mengenang kehidupan masa mudahnya.


"Ayo silahkan duduk..." kata nyonya Sinta ramah.


Nyonya Sinta duduk bersama putri dan ketiga temannya.


"Min..." seru nyonya Sinta tiba- tiba.


"Ya nyah..." kata wanita yang bersama sang Mama tadi sambil mendekat .


"Kau buatkan minuman buat mereka , lalu kue yang tadi kita buat bawa kesini..." kata nyonya Sinta pada wanita itu.

__ADS_1


"Baik nyah...." jawab wanita itu. Dia segera kembali masuk kedapur.


"Ma...dia siapa Ma...?" tanya Kania.


"Dia pembantu yang di bawa Papamu.." jawab nyonya Sinta.


"Baguslah biar Mama nggak terlalu lelah dan mpunyai teman..." kata Kania gembira.


"Tapi dia pagi datang sore dia pulang.." kata nyonya Sinta.


"Memang rumahnya dekat Ma..?" tanya Kania lagi.


"Mama nggak tahu...Papamu yang membawa dia..." jawab nyonya Sinta.


"Tan maaf... kalau boleh tahu apa teman Tante sekarang tinggal di kota S..." tanya Widuri tiba- tiba menyela pembicaraan Kania dengan nyonya Sinta .


"Benar...setelah lulus kuliah dia kembali ke kota S, dan aku dengar setelah mereka lulus kuliah mereka berdua menikah dan mereka di karuniai seorang pitri... Saat mereka menikah sebenarnya aku di undang, tapi aku nggak bisa datang..." jawab Nyonya Sinta lagi.


"Kalau boleh tahu siapa nama teman tante itu...?" kata Widuri perlahaan.


"Namanya Sapta Kuncoro yang pria dan Widya Astuti yang wanita..." kata nyonya Sinta sambil tersenyum. Mendengar omongan nyonya Sinta tiba- tiba Widuri terkejut dan menangis.


"Lo kenapa kau menangis nak...apa kau mengenal mereka...?" tanya nyonya Sinta curiga.


"Apakah mereka lulusan universitas XX yang ada di kota ini Tan...." kata Widuri lagi.


"Benar..." jawab nyonya Sinta.


"Iya Tan...saya mengenal mereka ..." jawab Widuri di selah tangisannya.


"Benarkah....? lalu kenapa kau menangis..?" tanya nyonya Sinta.


"Mereka sudah meninggal Tan...?" jawab Widuri lagi .


"Apaa...!" seru nyonya Sinta kaget.


"Dari mana kamu tahu nak...?" tanya nyonya Sinta lagi.


"Karena saya adalah putri mereka Tan.." jawaban Widuri membuat semua yang ada di sana terkejut. tak berapa lama nyonya Sinta berdiri dan memeluk Widuri.


"Ya ampun nak...ternyata kau putri dari Widya dan Sapta,...jadi mereka sudah meninggal...?kapan mereka meninggal, apakah mereka meninggal karena sakit..?" tanya nyonya Sinta beruntun .


"Merek meninggal karena kecelakaan tan..( lalu Widuri menceritakan semua kejadian saat sang Mama dam Papa meninggalkan dirinya kembali kepada Tuhan ) begitulah Tan kehidupan Widuri , dan Widuri terusir dari rumah Widuri tanpa sepeser uang pun yang Widuri miliki hingga Widuri di tolong oleh putri Tante dari para preman yang akan menyiksa Wiwid..." kata Widuri menceritakan kehidupannya pada nyonya Sinta.


"Jadi maksud kamu, Kania yang menolong dirimu dari preman yang kau ceritakan tadi...? jadi kalian itu teman yang baru kenal gitu...? maksudku bukan teman lama..?" kata nyonya Sinta sambil menatap Widuri dan Kania bergantian.


"He he he...iya Ma... Kami baru kenal dua hari Ma..sebenarnya kak Widuri gadis yang Kania tolong saat berada di kota S. karena saat Kania mau mengantar dia pulang kerumahnya, kak Widuri bilang nggak punya rumah karena telah di jual oleh Pamannya. jadi akhirnya Kania membawa dia kemari takut dia akan di jahati orang lagi.." kata Kania sambil cengengesan. Mendengar omongan Kania nyonya Sinta mendekati sang pitri dam memeluknya.


"Ya Tuhan...ternyata Mama mempunyai putri yang berhati mulia , yang selalu menolong orang tanpa pamrih, Mama bersyukur telah di karunia anak seperti kamu nak....." kata sang Mama sambil meneteskan air mata bahagia.


"Lo Mama kok nangis sich... " kata Kania kaget.


"ist kau ini.... Mama menangis karena bahagia tahu.... Mama bahagia mempunyai putri seperti dirimu..." jawab sang Mama sambil mencium lembut dahi Kania.


"Terimakasih Ma..." kata Kania yang merasa sangat bahagia merasakan. kebahagiaan memiliki seorang Mama.


"Oh ya Ma... kak Widuri punya keahlian merancang busana, dia dulu punya sebuah butik yang kini sudah di jual oleh paman dan bibinya, gimana kalau kita membuat butik dan Salon Ma...?" kata Kania memberi ide.


"Butik dan salon...?" tanya sang Mama..


"Iya Ma.. Butik untuk kak Widuri yang suka merancang baju, sedang salon untuk Mama yang suka merias wajah orang...jadi asyik kan Ma..biar semua modalnya Kania yang nanggung.. ?" kata Kania lagi.


"Waah benar kata elo Bos, bukankah riasan Mama Bos Nia sangat bagus, ide Bos Nia memang top markotop dech..." seru Arum bangga.


"Gimana Ma....Mama mau kan...? kalau soal salon itu hadiah buat mama dariku ... jadi nanti kita buat salon dan butik bersebelahan ..." kata Kania menjelaskan .


"Baiklah , Mama setuju dengan ide kamu, kelak pun salon itu akan kembali padamu.." jawab sang Mama.


"Nach...ini baru Mama Kania..." kata Kania sambil memeluk erat sang Mama. Mereka bertiga yang melihat tingkah Kania ikut bahagia.


"Ma..katanya Papa beli rumah baru ya...?" tanya Kania sambil melepas pelukan nya.


"Iya... karena itu Papa sekarang tidur di sini .." kata nyonya Sinta .


"Itu bagus, Mama jadi ada temannya..." kata Kania gembira.


"Apa rumah Papa besar seperti rumah yang dulu Ma...?" tanya Kania.


"Kata Papa sich lebih besar dari yang dulu, rumah itu sekarang sedang di renofasi untuk menambah kamar dan membuat kolam renang, kata Papamu agar kelak cucu- cucu Papa betah di rumahnya..." kata sang Mama .


"Lo...emang Mama belum melihat rumah itu...?" tanya Kania.


"Belum sayang....kata Papa sekalian nanti kalau sudah selesai di renofasi..." jawab nyonya Sinta. mereka berbincang sebentar sebelum kemudian ke apartemen Arum dan Keti untuk membersihkan kamar Arum agar bisa di tempati Widuri. Setelah bersih mereka pergi ke Mall untuk membelikan baju dan perlengkapan buat Widuri . Kania juga memberikan bahan makanan untuk Widuri. mendapatkan semua itu membuat Widuri menangis terharu.


"Dek...kenapa hatimu sebaik ini...kau tak perduli siapa orang yang kau tolong..." kata Widuri saat mereka berada di dalam mobil sepulang dari belanja.


"Hey kak... kenapa nangis... jangan nangis kak, kakak jelek kalau nangis.... lagian kakak adalah putri dari sahabat Mama yang begitu Mama sayangi, jadi kakak juga sahabatku, yang harus aku sayangi juga... maka itu kakak nggak usah nangis lagi, anggap Kania sebagai sahabat sekaligus adik buat kak Widuri Okey....?" kata Kania menenangkan. Widuri.


"Baiklah mulai sekarang kau adalah adikku, adik yang akan selalu kakak sayangi, Kita akan menjadi saudara selamanya...." kata Widuri sambil memeluk Kania..


"Kak...aku mau juga jadi adik kakak.."' kata Arum.


"Gue juga..." sela Keti yang sedang menyetir.


"Iya , iya...kalian semua adek aku..." kata Widuri sambil tertawa , mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Cukup dulu kita sambung lagi ceritanya besok ya...jangan lupa like dan komennya selalu author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2