Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
BERTEMU DEBY.


__ADS_3

Ke esokan paginya. Setelah makan pagi bersama keluarga Dirgantara , Kania segera berangkat kekantornya setelah berpamitan pada kedua orang tua Bara. . tak lupa dia masih menyepatkan diri mengantar Kinan kesekolahannya. Setelah itu dia baru berangkat keperusahaan bersama kedua pengawalnya. Jam setengah delapan pagi Kania sampai di kantor menejernya. Ketika masuk kedalam ruangan Kania melihat Rika duduk di depan meja kerjanya. Setelah mengetuk pintu Kania segera menghampiri sang menejer yang terlihat segar pagi itu .


"Pagi kak Rika...." sapa Kania sambil duduk di depan Rika Ayundya.


"Pagi...teryata kau menepati janji ya...?" goda Rika.


"Yee Kania orangnya tepat janji Kak..." jawab Kania sambil tersenyum.


"Kakak percaya ..." jawab Rika sambil membalas senyuman Kania.


"Amanda mana kak...?" tanya Kania karena tidak melihat sang Asisten sejak kedatangannya.


"Dia menyiapkan peralatanmu, sebentar lagi kita berangkat kolokasi pemotretan Nia...." jawab Rika.


"Siap kak...?" jawab Kania.


Tak berapa lama Kania dan Rika serta Asisten dan pengawalnya berangkat menuju puncak tempat pengambilan foto untuk Poster film yang akan mereka mainkan.


Ketika sampai di sana mereka sudah melihat banyak artis yang akan menjadi pemeran utama yang sudah datang. Saat Kania turun dari mobilnya dia sudah di sambut oleh tuan Seto Aji dan Asistenya .


"Kania kau sudah datang...." sapa Seto Aji pada Kania.


"Maaf tuan apakah Kania terlambat...?" tanya Kania.


"Nggak, masih ada waktu kok...dan tolong jangan kau panggil aku tuan, kau bisa memanggil namaku...." kata Seto Aji ramah.


"Boleh aku memanggil kak Seto...?" tanya Kania.


"Boleh, terserah kamu asal jangan tuan.." jawab Seto Aji.


"Baik kak..." jawab Kania.


"Ya Sudah sekarang kau bisa mulai berhias, kau ikuti asistenku nanti dia akan menunjukkan tempatnya..." kata Seto Aji.


"Baik kak..." jawab Kania . lalu dia dan pengawal serta asisten dan menejernya mengikuti Asisten Seto Aji yang merjalan menuju tempat ruang berhias artis .


Mereka sampai di ruangan yang di khususkan untuk ruang ganti dan makeup, terlihat sudah ada beberapa orang yang ada di sana.


"Mbak ini tempat buat mbak Kania.." kata sang Asisten menunjuk sebuah ruangan yang agak berada di sudut. Tempat itu terlihat agak rapi dari pada tempat lainnya.


"Trimakasih mas..." jawab Kania. Setelah itu Asisten Seto Aji yang terliat agak muda dari Seto Aji itu pergi meninggalkan mereka.


"Nia...kayaknya tempatmu beda dengan yang lain..." kata Arum perlahan.


"Maksud Arum...?" tanya Kania tak mengerti.


"Tempatmu menyendiri dari pada yang lain , ruangan yang mereka tempati di pakai bersama..." kata Arum menjelaskan.


"Tentu Rum...bukankah Kania pemeran utama wanita..." jawab Rika menyela percakapan mereka berdua. Tiba- tiba masuk dua orang gadis kedalam ruangan Kania.


"Apakah ini nona Kania pemeran putri Fang Yun...." Kata salah satu dari gadis itu.


"Benar mbak ada apa ya...?" tanya Kania.


"Kenalkan saya Evi dan ini Yuli Kami berdua yang akan merias mbak Kania..." jawabnya sambil tersenyum ramah.


"Oo..mari masuk mbak...?" kata Kania ramah.


"Boleh Kami mulai merias mbak Kania?" tanya Mereka.


"Silahkan mbak... Kami akan menunggu di sudut sana..., Bos kami kesana ya..kalau ada apa- apa panggil kami.." kata Arum pada Kania. Kania hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya. Keti dan Arum segera berjalan kesudut ruangan . Amanda tetap berada bersama Kania. Sedang Rika keluar entah kemana. Kania pun segera dirias menjadi putri Fang Yun. Cukup lama Kania dirias hingga satu jam pun berlalu. Saat Kania selesai di rias dan memakai pakai kerajaan, sang perias menjerit pelan.


"Aaa.... Mbak Nia..." seru gadis perias yang bernama Evi itu sambil menutup mulutnya dengan tangan .


"Ada apa mbak...?" tanya Kania heran.


"Mbak Nia cantik banget...?" jawabnya.


"Ih mbak Evi ada- ada aja, kirain tadi kenapa...?" kata Kania yang sempat kaget ketika mendengar Evi berteriak..


"Beneran Kata Evi mbak, Kami nggak pernah merias artis secantik mbak Nia.." tambah si Yuli.


"Uda ach nanti bisa besar kepalaku..." kata Kania lembut.

__ADS_1


Tak berapa lama para Artis di minta segera berkumpul di tempat pemotretan Kaniapun segera kesana bersama asisten dan pengawalnya. Tak beda dengan sang perias, Arum dan Ketipun berteriak kaget ketika melihat wajah Kania yang anggun dan Cantik. Saat pemotretan nanti Kania akan melakukan. sesi pemotretan dua kali yaitu berpotret memakai baju sebagai seorang putri walau nanti dalam adegan filmnya Kania akan memakai pakaian pria .Karena di kisah itu Kania memeranka seorang putri yang menyamar sebagai seorang pria. Saat Kania sampai di tempat pemotretan sudah banyak para pemain utama yang sudah selesai di rias . mereka sudah berkumpul dan sudah siap pengambilan gambar. Saat mereka melihat kedatangan Kania semua mata memandang padanya. Terlihat wajah kekaguman akan kecantikan wajah Kania. bukan hanya para pria para wanitapun kagum melihat kecantikannya. walau ada pula yang iri melihat Kania.


"Ya ampuun cantik banget..." seru seorang gadis.


"Benar, dia cantik dan anggun...apa dia yang akan memerankan Putri Feng Yun..?' kata yang lain.


"Gila ..bener - bener cantik..."gumam seorang artis pria yang memerankan sebagai pangeran Leyin Han kakak sepupuh sang putri.


Sedang pemeran utama pria yaitu artis dari Korea belum bisa datang karena kesibukannya. Dia akan menyusul dalam pemotretan sendiri. Untunglah peran yang di lakukan dalam film syutingnya di pertengahan cerita dalam film. Saat semua artis mulai berkumpul Kania dapat melihat kehadiran Deby diantara para Artis. Terlihat tatapan matanya yang menyorot sinis pada Kania. Kania hanya menatap sekilas lalu kembali cuek.pengambilannl gambarpun di mulai. Kania yang menjadi pemeran utama duduk di tengah- tengah para pemain. Dan di sebelah kirinya pangeran Leyin Han yang di perankan aktor mudah Hendro Gunawan seorang artis yang nama dan wajahnya sudah menjadi idola para gadis . sedang di sebelah Kanan yang seharusnya pemeran utama pria yang ada di sana . sedang Deby berada jauh dari Kania karena dia hanya memerankan peran wanita yang berniat jahat pada putri Feng Yun.


Setelah memerlukan waktu hingga hampir sore hari maka berakhir sudah pengambilan gambar untuk poster film. Kania segera membereskan barang- barangnya di bantu oleh Asisten dan pengawalnya. Ketika mereka keluar dari ruang ganti mereka di hadang oleh Deby bersama para geng nya.


"Wach...ini to pemeran utama film ini..?" kata Deby sambil berjalan mendekati Kania . Dia menatap Kania dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan wajah sinis. sedang Kania hanya menatap wajah Deby dengan datar.


"Hey ja***g aku tahu trik yang kau pakai agar kau bisa menjadi bintang utama film ini..." kata Deby dengan sinis.


"Sudah berapa kali kau naik ranjang Sutradara ha...?" tanya Deby dengan wajah mencemooh dan sinis. Arum yang mendengar itu menjadi marah.


"Kau....!" teriak Arum sambil maju kedepan dan menunjuk Deby dengan marah.


"Stt diamlah..biarkan dia ngomong dulu..." jawab Kania dengan memegang tangan Arum.


"Wee..marah...?kenapa ....?ketahuan ya...ha ha ha...emang kalian fikir trik murahan itu tidak bisa kami ketahui ha..." ejek Deby yang di sambut gelak tawa para kroconya. taknlama Kania buka suara.


"Sudah puas tertawanya....?" tanya Kania dingin.


"Kenapa ...?marah setelah kami mengetahui cara curangmu mendapatkan peran itu...?" kata Deby dengan sinis.


"Apakah cara- cara seperti itu yang sering kalian lakukan untuk mendapatkan peran...?" kata Kania tajam.


"Tutup mulutmu, dasar p*****r murahan beraninya kau mengucapkan itu pada ku kau tahu siapa aku ha..." kata Deby marah. dan ingin menampar Kania.


"Uff....tidak semudah itu elo menampar gue ,..gue tak perduli siapa elo dan gue juga tak ingin tahu siapa diri elo, jika aku memberitahukan perbuatan kalian pada tuan Seto Aji gimana reaksi beliau ya ....?apa lagi jika beliau tahu beberapa orang artisnya mentertawakannya dan menghina beliau aku nggak tahu apa yang akan dia lakukan.....?" ancam Kania tenang.


"Apa maksudmu...?" tanya Deby tak mengerti.


"Kami memiliki vidio saat kalian tadi membuly diriku, jadi jika kalian macam - macam aku bisa mengatakan pada tuan Seto Aji atau menyebarkannya di iternet, apakah kalian suka..." kata Kania dingin. Seketika Deby dan kawan- kawannya pucat pasih


"Sualan...awas kau.." teriak Deby marah. mereka segera buru- buru pergi dari depan Kania dan kawan- kawan. Saat melihat kawanan Deby pergi Kania dan kawan- kawannya tertawa.


"Tapi Nia emang elo punya rekamannya?" tanya Arum penasaran.


"Tu tanyakan sama si Amanda..." jawab Kania sambil menunjuk Amanda yang sedang memegang ponsel.


"Beneran Nda....?" tanya Keti pada Amanda sebelum Arum bertanya.


"He he he...kebetulan gue tadi mau nelfon kak Rika yang ada di mobil. Namun saat aku melihat gelagat si Deby yang nggak baik aku memvidiokan tingkah mereka karena yang aku dengar dari kak Rika kalau sebenarnya tabiat si Deby itu jahat dan licik..." jawab Amanda sambil nyengir kuda.


"Wiii...kau memang hebat Nda..."puji Arum sambil memeluk Amanda.


"Tapi tunggu dulu,Kak Nia.. kok elo tahu kalau gue lagi ngerekam mereka...?" tanya Amanda heran.


Kania hanya tersenyum melihat Amanda. Lalu dia berjalan keluar menuju kearah parkiran, diikuti oleh ketiga anak buahnya. sedang Arum tertawa melihat wajah Amanda yang tak mengerti.


"Nda...elo belum tahu siapa wanita yang jadi atasanmu..." bisik Arum sambil tersenyum lucu.


"Emang siapa kak Kania....?" tanya Amanda perlahan.


"Suatu saat elo akan tahu siapa dia..." jawab Arum lagi. Amanda menatap Arum yang berjalan di sebelahnya dengan wajah penuh tanya.


'Emang siapa dia ya...moga aja kak Kania orang baik (kata Amanda dalam hati)


Ketika sampai di parkiran Rika telah menanti mereka. Amanda segera memberitahukan kejadian tadi pada Rika.


"Nia kau sekarang harus hati- hati dengan si Deby itu. Karena dia orang yang sombong dan licik sekali..." nasehat Rika.


"Aku tahu kak..." jawab Kania. Merekapun segera meninggalkan puncak. Setelah mengantarkan Rika dan Amanda ke kantor, Kania dam pengawalnya segera pulang kerumah Bara. Ketika sampai di rumah Bara mereka melihat Kinan berada di depan rumah seperti sedang menunggu. Ketika melihat mobil Kania datang dia segera berlari menghampiri.


"Rum aku turun sini aja, kalian langsung kegarasi ..." kata Kania ketika melihat Kinan berlari mendekat. Aarum segera menghentikan mobilnya di halaman rumah. lalu Kania segera keluar dan menggendong Kinan.


"Sayang... Lagi ngapain kamu di luar...?" tanya Kania pada Kinan.


"Kinan lagi nunggu Bunda datang..." jawab Kinan sambil memeluk leher Kania.

__ADS_1


"Sayang...ada apa..?" kok sayang Bunda kayaknya lagi sedih...?" tanya Kania ketika merasakan ada kesedihan di diri Kinan.


"Bun...apa benar bunda akan pindah ke apartemen....?" tanya Kinan dengan nada sedih. Kania kaget mendengar pertanyaan Kinan.


'Siapa yang memberitahukan pada Kinan...?" tanya Kania heran.


"Tadi Kinan mendengar ketika Papa bilang sama oma dan opa ..." jawab Kinan perlahan. Wajahnya terlihat sedih memandang Kania.


"Iya sayang.....Bunda akan pindah ke apartemen, tapi Kinan sesekali boleh kok pergi ke apartemen Bunda..." kata Kania menghibur Kinan.


"Tapi Kinan nggak ingin berpisah dengan bunda..." kata Kinan memelas.


"Sayang dengerin Bunda...Kinan kalau hari sabtu minta Papa anterin Kinan ke apartemen Bunda, nanti Kinan Bisa tidur di sana gimana....?" bujuk Kania .


"Tapi hari senen sampai jumat Kinan nggak ketemu Bunda...." rajuk Kinan.


"Sayang...Bunda pindah karena Bunda sekarang pekerjaan nya Banyak dan Bunda pasti pulangnya malem- malem , jadi Bunda memilih mencari tempat tinggal yang dekat dengan kantor, lagian tempatnya dekat kok dari Sini...jadi kalau Kinan kangen sama Bunda Kinan boleh kok kerumah Bunda, Kinan bisa minta anter bang Mamat Okey..." hibur Kania .


"Beneran Kinan Boleh tidur di apartemen Bunda...?" tanya Kinan ragu.


"Iya sayang...Kinan boleh kok tidur di apartemen Bunda..." jawab Kania. tak terasa mereka telah sampai di dalam rumah Bara. terlihat Bara yang sedang membaca koran di sofa ruang keluarga.


"Sore Pa..." sapa Kania pada Bara.


"Sore, baru pulang Bund...?" tanya Bara.


"Iya tadi nganter kak Rika dan Amanda dulu ke kantor..." jawab Kania.


"Sayang... Kinan sama Papa dulu ya, Bunda mau mandi dan Solat...?" kata Kania pada Kinan yang masih berada di gendongan Kania.


"Nggak mau.. Kinan mau sama Bunda.." seru Kinan .


"Bukankah ada Opa sama Oma..."bujuk Kania.


"Mereka sudah pulang, ..." jawab Bara.


"Lo bukankah tadi pagi mereka masih ada...?" kata Kania.


"Tadi siang mereka pulang, Papa dan Mama meminta besok kita kesana.." lanjut Bara.


"Baiklah, kebetulan besok nggak ada acara..." jawab Kania.


"Kinan sama papa dulu, biar Bunda mandi..lagian kasian Bunda Kinan... Bunda baru pulang dia lelah...." bujuk Bara.


"Nggak Mau ...Kinan mau sama Bunda.." kekeh Kinan.


'Ya udahlah Kinan ikut Bunda kekamar Bunda..." kata Kania menuruti keinginan Kinan. dia segera melangkah pergi.


'tunggu Bun..." seru Bara yang kini berdiri dari sofa. Kaniapun berhenti melangkah dan memandang kedatangan Bara.


"Ada apa Pa..." tanya Kania.


"Biar Papa yang gendong Kinan ..." jawab Bara sambil mengulurkan tangan meminta Kinan.


"Sayang gendong papa kita kekamar Bunda, kasihan Bunda lelah..."kata Bara sambil mengambil Kinan.


Mereka akhirnya melangkah menaiki tangga menuju kamar Kania.


"Bund..mandilah biar Kinan bersama Papa di sini..." Kata Bara. saat berada dikamar Kania.


"Baiklah Bunda mandi dan solat dulu sebentar , Kinan tunggu di simi ya..." kata Kania sambil membelai kepala Kinan yang masih berada dalam gendongan Bara.


Kinan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Kaniapun segera pergi kekamar mandi setelah mengambil baju ganti. tak lama terdengar air sower yang di hidupkan. Bara segera menaruh Kinan di atas ranjang.


"Pa...ambilkan ponsel Bunda.." kata Kinan


"Sayang nanti di marahin Bunda lo.." kata Bara.


"Nggak apa- apa kok Pa... Kinan sering ambil sendiri di tas kerja Bunda ..." jawab Kinan.


"Baiklah Papa ambilkan...' kata Bara sambil berjalan kearah meja tempat Kania menaruh tas kerjanya. perlahan dia membuka tas kerja Kania. setelah menemukan ponsel itu , segera Bara memberikannya pada Kinan yang telah menunggu nya. Tak lama terlihat kesibukan kedua pria yang berlainan umur itu dengan ponsel yang mereka pegang.


maaf author hanya bisa membuat lanjutan ceritanya segini dulu. besok author lanjut lagi. tapi jangan lupa like dan komennya selalu author tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2