
Sudah hampir sepuluh hari ini Kania tinggal di apartemen milik perusahaan. Walau Kania tahu Bara lah yang membeli. Saat kepindahannya hampir sepuluh hari yang lalu bik Monah dan pak Asep menginap di apartemen Kania selama dua hari. Sedang Arum dan Keti memiliki sendiri apartemen di lantai Bawah yang agak sederhana dari apartemen milik Kania yang mewah yang berada di lantai15 paling atas sendiri. Saat melihat apartemen itu, kak Rika dam Amanda serta Arum dan Keti sangatlah kagum melihat isi yang ada di dalam apartemen Kania .
"Gila kak Nia...semua ini kantor yang ngasi kak..?." tanya Amanda heran.
"Ya kagak la Nda... Sebagian gue yang beli..." jawab Kania berbohong , dia takut jika nanti tidak sama dengan apartemen Artis lain.
"Gue kira semua perusahaan yang memberi kak..." kata Amanda lagi. Sedang Arum dan Keti sudah tahu semua ini perbuatan tuan besar Bara. Sedang Kinan sejak Kania pindah dia selalu berada di Apartemen Kania. Hingga akhirnya bik Siti mengalah, jika malam hari dia tidur di tempat Arum dan Keti. Karena bik Siti setiap hari harus menunggui Kinan di sekolahannya . sedang Bara setelah kepergian bik Monah dan Pak Asep sesekali berada di apartemen Kania. Sudah dua hari ini Kania memulai syuting film Putri Fang Yun. Dua hari kemaren mereka syuting di dalam ruangan, Sedangkan hari ini mereka syuting di luar gedung. Setelah sarapan dengan nasi goreng yang di buat sendiri bersama Bara dan Kinan , Kania segera berkemas berangkat syuting bersama dua pengawal pribadinya.
"Pa, maaf Kania minta tolong anterin Kinan kesekolah ya.. Atau bang Mamat suruh ngantar Kinan dulu, karena Kania sekarang harus buru- buru pergi..." kata Kania sambil memandang Bara yang sudah berdiri di ruang tamu bersama Kinan dengan wajah memohon.
"Iya nanti biar Papa yang ngurus Kinan.." jawab Bara lembut . Dia tersenyum memandang Kania yang penuh perhatian pada Kinan. Dia bahagia melihat ketulusan Kania.
"Sayang... Kinan di anter Papa dulu ya... Bunda sekarang lagi buru- buru sayang..." bujuk Kania sambil berjongkok mensejajarkan badannya dengan badan Kinan.
"Baik Bunda..." jawab Kinan dengan patuh.
"Trimakasih sayang...Putra Bunda memang yang terbaik...?" puji Kania sambil mencium pipi Kinan kiri dan kanan.
"Kalau begitu kita berangkat yuk..( Kania berdiri dan menghampiri Bara).,Pa Bunda berangkat ya, Asalamualaikum.."
Pamit Kania sambil mencium tangan Bara. Mereka segera keluar dari dalam apartemen Kanaia, Kania mencium tangan Bara di dalam apartemennya Karena setelah keluar dari apartemen ini mereka seolah tidak kenal satu sama lainnya. Saat sampai di loby Kania melihat Keti dan Arum sudah menunggu kedatangan nya.
Arum dan Keti yang melihat kehadiran Bos besar menundukkan kepala memberi salam. Bara hanya melihat mereka sekilas.
"Jaga Bos wanita kalian dengan baik..." kata Bara datar saat berpapasan dengan Mereka.
"Baik Bos..." jawab mereka sambil menunduk.
Setelah melihat Bara dan Kinan masuk kedalam mobil sport mewahnya Kania segera masuk kedalam mobilnya dan berjalan keluar dari parkiran apartemen. Karena dia tahu Bara tidak akan berangkat kalau tidak melihat mobilnya pergi.
"Bos kita kekantor kak Rika atau langsung ke lokasi...?" tanya Keti yang sedang menyetir.
"Langsung ke lokasi aja Ket, kata Amanda dia sudah menunggu kita di lokasi. .." jawab Kania.
Keti pun tanpa banyak bicara segera melajukan mobilnya menuju lokasi syuting. Ketika sampai di sana mereka melihat Ratih dan Amanda sudah menunggu mereka. Saat melihat mobil Kania datang Amanda segera berlari menghampiri.
"Kak Kania..." seru amanda gembira. Kania segera keluar dari mobilnya.
"Kalian berdua sudah lama datang..?" tanya Kania.
"Nggak kak, kami juga baru datang kok" jawab Amanda . merekapun segera berjalan kearah Rika yang sudah menunggu mereka. Setelah itu baru merek berjalan bersama ketempat para Artis mengganti kostum mereka. Saat hampir sampai mereka bertemu Seto Aji yang baru datang juga.
"Pagi kak..." sapa Kania memberi salam.
"Pagi Nia....kau sudah tadi datang...?" tanya Seto Aji Produser sekaligus sutradara film itu.
"Baru datang juga kak..." jawab Kania.
"Oh ya Nia, saat pengambilan adegan naik kuda nanti kita mencari pemeran pengganti aja..." kata Seto Aji yang membuat Kania kaget.
'Lo kenapa kak...?" tanya Kania.
"Apakah kau bisa naik kuda...? soalnya sudah nggak ada waktu lagi untuk belajar..." jawab Seto Aji dengan muka serius.
"Nggak usah dech kak, Kania Bisa sedikit kok, cuma Kania coba dulu sebentar..." kata Kania .
"Beneran kau bisa...?" tanya Seto Aji nggak percaya.
"Gimana kalau kita coba sekarang kak.." kata Kania meyakinkan .
"Boleh , ayo..."kata Seto Aji sambil mengajak Kania kearah tempat kuda.
"Nia emang kau beneran bisa naik Kuda...?" tanya Arum cemas.
"Iya kak emang kakak bisa...?" tanya amanda ketakutan.
"Kalian lihat aja nanti...' jawab Kania sambil tersenyum.Tak lama mereka melihat beberapa kuda yang sedang di ikat di tanah lapang.
"Kuda yang mana kak yang harus di tunggangi oleh sang putri...?" tanya Kania sambil melihat kuda- kuda itu.
""Itu yang warna putih..." jawab Seto Aji.
"Baik kak Kania akan coba..." seru Kania.
"Kalian tunggu di sini..." kata Kania sambil memberikan tas kecilnya pada Keti yang ada di sampingnya.
"Princes...hati- hati..."kata Keti dengan nada cemas
"Okey..." jawab Kania sambil memberi tanda 👌 pada Keti.
Kania berjalan mendekati kuda putih dengan langkah mantap dan tenang. Setelah dekat dia membelai kepala kuda itu perlahan.
"Hey sobat, gue mau naik di punggungmu jadi aku minta jangan banyak tingkah ye..." kata Kania perlahan. Setelah itu perlahan dia menaiki kuda putih itu yang sudah memiliki pelana di punggungnya. Setelah berada di punggung kuda, perlahan Kania mulai menjalankan kuda itu perlahan. Setelah itu dia mulai memacu kudanya melintasi padang rumput yang luas itu. Tak lama dia mendekati Seto Aji yang tercengang melihat Kania.
"Kak gimana boleh Kania melakukannya tanpa pemain pengganti...?" seru Kania dari atas kuda.
"Dari mana kau belajar naik kuda hingga semahir itu Nia...?" tanya Seto Aji.
__ADS_1
Kaniapun turun dari atas kuda dengan santai , setelah memberikan kuda pada pengurus kuda, Kania mendekati Seto Aji lagi.
"Dulu teman Kania memiliki beberapa kuda, Dialah yang mengajari Kania..." jawab Kania. Yach.. Kak Simon lah yang mengajariku naik kuda. Karen dia kakak yang terbaik untukku.(batin Kania)
"Baiklah ,kalau tanpa pemeran pengganti itu malah lebih bagus Nia..kau boleh melakukan sendiri tanpa pemeran pengganti.." jawab Seto Aji. Kaniapun tersenyum bahagia.
"Ya sudah sana mulailah mengganti pakaianmu karena sebentar lagi pengambilan adegan di mulai..." kata Seto Aji.
"Baik kak , kalau begitu Kania pergi dulu kak..." pamit Kania .
"Iya ..." merekapun berpisah.
"Gila Bos , keren banget kau tadi..." seru Arum yang memang selalu mengidolahkan Kania.
"Bener Rum Bos tadi bener- bener keren.." seru Keti bangga.
"Kak kapan- kapan Manda ajarin dong naik kuda..." seru Amanda.
"Sudah- sudah jangan terlalu memujiku, ntar gue bisa gede rasa... Dan kau Nda, suatu saat nanti pasti elo gue ajari naik kuda..." kata Kania sambil berjalan.
"Bener ya kak..." kata Amanda gembira.
"Gue juga Bos..."potong Arum.
"Kalau gue kagak ah...gue takut...?" kata Keti bergidik.
"Dasar penakut..." olok Arum.
"Baiklah kalian semua akan gue ajarin kalau nanti gue punya kuda he he." jawab Kania sambil tertawa diikuti mereka bertiga. Tak berapa lama selesai sudah Kania berganti baju dan berhias. Segera para pemain di minta berkumpul di lokasi syuting.
Segera syuting di mulai dengan adegan beberapa pangeran sebrang yang berdebat dengan para prajurit hingga terjadi pertengkaran. Di tengah- tengah pertengkaran itulah Kania datang dengan menaiki kuda. Kania yang datang dengan memakai hanfu (baju khusus gadis cina masa lalu ) berwarna pink Sungguh Membuat orang tercengang dan terpesona. Dia datang dengan menaiki kuda dengan anggunnya.
"Apa yang sedang kalian lakukan ha...!" teriak putri Fang Yun marah melerai perdebatan yang hampir membuat mereka berkelahi.
"Tuan Putri... maafkan Kami..." seru para prajurit serempak sambil menunduk hormat.
" Bersikaplah sopan pada para pendatang...?" kata Putri Fang Yun dengan wajah tegas nan anggun.
"Baik...." jawab mereka menunduk ketakutan.
"Kembalilah ke Istana..." perintah sang Putri.
"Baik Tuan Putri...." metekapun berlari pergi menjauh . Putri Fang Yun menatap mereka sambil berkata.
"Maafkan prajurit kami...." sebelum para pangeran dari kerajaan lain itu tersadar dari kekaguman mereka , Putri Fang Yun sudah pergi dengan memacu kudanya.
"Cut....." terdengar seruan Seto Aji.
Tak terasa waktu istirahat berlalu dengan cepat. Kini saatnya Deby mulai berakting. Saat akting di mulai entah kenapa akting Deby membuat Seto Aji tidak puas, banyak adegan yang harus di ulang. Mungkin karena suasana hatinya yang tidak puas karena melihat akting Kania yang terlihat sungguh bagus hingga membuat sang sutradara memujinya, hingga membuat Deby marah, Apalagi ketika sang Papa belum juga memberi hukuman pada gadis itu.
"Cut..! Deby ada apa denganmu...? Kenapa adegan yang tidak terlalu sulit seperti itu tidak bisa kamu sekesaikan dengan baik...?" seru Seto Aji dengan marah. Sebab sejak tadi Deby membuat kesalahan yang membuat adegan selalu di ulang dan diulang kembali.
"Maaf tuan Seto Aji, boleh saya minta istirahat sebentar...?" pintanya.
"Baiklah...aku beri waktu lima belas menit. Setelah itu tolong kamu lakukan aktingmu dengan baik..." tekan Seto Aji.
"Baik tuan..." jawab Deby . Dia merasa kesal pada dirinya sendiri. Mengapa dia bisa terpengaruh oleh Kania.
'Be****h... Dasar wanita ja***g awas saja kau... Aku pasti akan membuatmu menderita...tapi kenapa papa belum juga memberi hukuman pada gadis ja***g itu sih...( omel Deby dalam hati)
Setelah lima belas menit kemudian pengambilan adegan pun kembali di lanjutkan. Dengan susah paya akhirnya syuting hari ini berakhir juga.
"Kita akhiri syuting ini sampai di sini dulu. Aku harap besok atau hari selanjutnya kalian lebih mempersiapkan diri dalam melakukan adegan dan dialoknya aku harap kalian benar- benar menghapalnya agar tidak terulang kejadian seperti ini lagi, kalian paham...?' kata Sutradara Seto Aji menekankan kalimatnya..
"Siap tuan..." jawab mereka serempak.
Akhirnya mereka kembali pulang kerumah masing- masing.
Kini Kania dan kedua pemgawalnya serta sang Asisten pribadinya sedang
Dalam perjalanan pulang, mereka bertiga membiarkan Kania yang tertiduran di dalam mobil karena kelelahan. Saat melalui daerah sepi tiba- tiba sebuah mobil kijang memotong laju mobil mereka. Dengan terkejut Keti menginjak rim mobil hingga Kania jatuh kedepan menghantam sandaran kursi Keti.
"Aauuu..." seru Kania sambil memegang dahinya yang menghantam sandaran kursi.
"Maaf Bos..." seru Keti merasa salah.
"Ada apa,..? kenapa kau berhenti mendadak...?" tanya Kania sambil masih mengusap dahinya yang sakit.
"Ada orang menghadang mobil kita Princess..." kata Arum datar.
"Siapa....?" tanya Kania dingin.
"Entahlah..." jawab Arum kembali.
"Ya ampun...gimana ini...? Kak Kania Amanda takut..." seru Amanda ketakutan ketika dari mobil kijang itu keluar enam orang pria besar dan bengis berjalan kearah mobil mereka.
"Kau tunggu di dalam jangan kemana- mana, kunci pintu dengan benar setelah kami keluar Okey..." kata Kania memandang Amanda dengan tatapan menenangkan.
__ADS_1
"Tapi kalian mau kemana...?" tanya Amanda takut.
"Membereskan mereka..." jawab Kania datar.
"Baik kak..." jawab Amanda dengan wajah cemas.
Keenam pria itu sudah mengepung mobil Kania.
"Hey...keluar....!" teriak salah satu dari mereka, dia menendang mobil Kania keras.
"Dasar Br****ek, (umpat Arum marah) mereka pikir perbaikan Mobil ini nggak mahal apa...?gimana Bos kita keluar...?" tanya Arum dengan nada marah.
"Tentu Rum...kau pingin mobil kita rusak..?" jawab Kania bercanda ketika mendengar umpatan Arum.
"Kak...kenapa mikirin mobil sich... Gimana nyawa kita...?" seru Amanda ketakutan.
"Tenang Nda...apa kau ingin lihat Putri Fang Yun bertindak..." goda Arum .
"Maksud elo Rum...?" tanya Amanda tak mengerti.
"Lihat saja nanti..." jawab Arum.
"Hoy....cepat keluar....!" teriak pria tadi tak sabar.
"Waah mereka nggak sabar Rum, ayo keluar...Nda kau didalam ingat pesan gue..." kata Kania sambil membuka pintu. Mereka bertiga pun keluar dari mobil mewah Kania. Amanda segera mengunci pintu mobil cepat- cepat seperti perintah Kania.
"Bang...nggak sabaran amat sich.." seru Arum ketika keluar dari mobil.
"Ya ampun ...cantik- cantik banget mereka Boy.... Terutama yang di belakang... Gue nggak pernah melihat gadis secantik dia...sayang dong kalau kita bunuh mereka..." seru salah satu dari mereka.
"Neng...jadilah gadis- gadis kami, kami akan mengampuni nyawa cantik kalian.." kata salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpin mereka.
"Waah semudah itukah , bukankah kalian disuru membunuh kami bang...?" tanya Kania dengan santai . dia berdiri dan bersandar pada mobilnya sambil bersedekap tangan di dada.
"Itu bisa kami atur Nona cantik...?" jawab pria itu dengan wajah mesumnya.
"Bagaimana kalau kami tidak mau...?" tanya Kania kembali.
"Kami akan membunuh kalian...?" jawab sang pemimpin.
"Apa kalian bisa...?" tanya Kania dengan wajah mencemooh.
"Ha ha ha... Apa katamu...? Apa bisa...?Gadis seperti kalian melawan tikus aja nggak berani apalagi melawan Kami. Untuk kalian bertiga cukup satu orang dari kami kalian sudah kewalahan.." jawab pria tadi.
"Benarkah...? kalau begitu coba aja..." tantang Kania.
"Dasar gadis sombong.. Ton.. hajar gadis sombong itu.." teriak sang pemimpin marah. Orang yang di panggil itupun maju kedepan menyerang Kania. Namun sebelum tangannya menyentuh Kania , sebuah bogem mentah melanda tubuhnya hingga dia jatuh terkapar.
"Sebelum elo pada ngadepin Bos Gue, hadapi dulu kami berdua, kalau elo- elo pada bisa ngalahin kami berdua baru elo- elo bisa ngadepin Bos cantik gue..." seru Arum yang sudah berdiri di depan Kania.
"Bos biarkan kami yang bermain dengan mereka..." kata Arum perlahan.
"Baiklah jangan lama- lama sebab gue udah laper..." jawab Kania.
"Baik Bos..." jawab Arum dan Keti bersamaan.
Melihat anak buahnya jatuh sekali hantaman serta ketenangan Kania menghadapi mereka membuat sang pemimpin marah.
"Hey kalian semua hadapi dua gadis itu, biar gue yang membunuh target..." teriak sang pemimpin memerintahkan anak buahnya. mendengar perintah sang pemimpin, mereka segera mengepung Arum dan Keti. sedang sang Pemimpin mendekati Kania yang terlihat berdiri di dekat mobilnya dengan malas.
"Nona cantik kenapa nggak mau nurutin permintaan gue aja , mending jadi wanita penurut dari pada elo mati...." kata pria brewok itu pada Kania.
"Kalau gue nurut ama elo enak di elo nggak enak di gue dong..." jawab Kania sinis.
"Elo emang nggak mau di kasihani ya... gue ngomong gini sayang ama elo punya nyawa...." kata sang penjahat.
"Kita lihat aja bang , elo bisa nggak ngilangin nyawa gue..." kata Kania dingin
"Dasar gadis sombong... baik gue bikin lo daging cincang..." teriak Penjahat itu marah. akhirnya Kania meladeni pemimpin penjahat itu berkelahi. namun tak membutuhkan waktu lama Kania sudah berhasil menjatuhkan lawannya. Pria besar itu jatuh terkapar dengan memuntahkan seteguk darah. Kania segera mendekati pria itu.
'Gimana bang masih mampu melawan gue...?" tanya Kania pelan.
"Ampun Nona.... Kami hanya pembunuh bayaran, kami di bayar untuk membunuh Nona...?" jawab pria itu dengan gemetar. Sedang Keti dan Arum yang melawan lima anak buah pria itu sudah menjatuhkan tiga dari mereka . saat melihat sang pemimpin sudah jatuh dan kalah di tangan Kania. mereka yang masih bertahan segera berlutut minta ampun. mereka takut karena sang pemimpin yang memiliki kepandaian lebih tinggi dari mereka bisa dengan mudahnya wanita yang akan mereka bunuh mengalahkan sang pemimpin.
"Nona ampuni kami... kami masih punya keluarga yang harus kami nafkahi,kami hanya mendapat perintah untuk membunuh Nona..." kata sang pemimpin lagi.
"Siapa yang menyuruh kalian membunuhku....?"tanya Kania sambil menatap mata sang pemimpin dengan wajah dingin menakutkan. pria itu terdiam dengan wajah ketakutan menatap Kania.
"Katakan sebelum hilang kesabaranku..." tekan Kania.
"Tuan Setyo Hadi Nona , pemilik Hotel Tiga Berlian...." jawab sang penjahat yang membuat Kania kaget dan tertegun. Arum dan Keti pun ikut kaget mendengar perkataan si Penjahat. Kania terhuyung kebelakang.
"Bos..." teriak Arum yang langsung memapah Kania yang hampir terjatuh.
"Keti telfon pak Anton dan pak Andika..." seru Arum sambil memapah Kania. Amanda yang berada di dalam mobil segera keluar ketika melihat Kania berada di dekapan Arum.
"Rum buar Bos gue yang ngurusin, urus tu penjahat dulu..." kata Amanda sambil menggantikan Arum memapah Kania. Amanda membawa Kania masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya... jangan lupa like dan komentarnya dong...
Bersambung.