Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
ISTRI BARA.


__ADS_3

Bara memeluk Kania dengan sayang.


"Oh ya kenapa Mama pindah kamar...?" tanya Bara sambil mencium sayang dahi Kania yang ada di pelukannya.


"Amelia mau menjebak Mama..." jawab Kania dengan datar.


"Apaa...!" seru Bara hingga terbangun dari tempat tidur. begitupun dengan Kania yang berada di dalam pelukannya dia menatap sang istri dengan wajah cemas.


"Dia ingin memberikan Mama menjadi mangsa Sutradara Muhlis yang mesum itu..." kata Kania yang membuat Bara semakin Marah.


"Bangsat...! Ceritakan Ma... Apa yang terjadi..." kata Bara dingin. Terlihat kemarahan di wajah tampannya.


Kaniapun menceritakan semua yang terjadi padanya. Dari ketika baru datang dan hampir di permalukan Amelia , sampai saat dia di beri obat pada minumannya dan ingin dijadikan pemuas ***** untuk tuan Muhlis.


Mendengar penuturan Kania, Bara menjadi sangat , sangat marah sekali.


"Lalu selanjutnya apa yang terjadi...?" tanya Bara kembali.


"Mama berpura- pura minum minuman yang mereka sediakan. Dan mengikuti permainan mereka, Mama ingin tahu apa yang mereja inginkan dari Mama, saat tuan Muhllis masuk kekamar Mama itulah mama baru tahu kalau mereka ingin mama melayani tuan Muhlis, ketika tuan Muhlis masuk Mama melumpuhkan dia dan saat Rusti ingin mengetahui kejadian di kamar Mama, Dia Mama jadikan pengganti pemuas ***** tuan Muhlis..." jawab Kania. Kania menatap Bara yang wajahnya merah menahan marah. terdengar helaan nafas lega Bara.


"Ya Tuhan...untung saja istriku cerdas, kalau tidak aku nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu Ma..." kata Bara sambil memeluk sang istri.


Kania hanya bisa membalas pelukan Bara agar sang suami tenang di dalam kemarahannya. Tiba - tiba terdengar suara pesan masuk ke ponsel Kania yang berada di nakas sebelah tempat pembaringan mereka. Kania segera mengambil ponselnya. Ternyata pesan WA masuk dari Keti.


Bos lihat hasil foto dan vidio hasil karya gue.( tulis keti). Kania tersenyum membaca pesan itu. Dan dia mulai melihat foto dan Vidio yang di kirim Keti.


Terlihat Vidio saat Dian menyuruh seorang pelayan. Lalu foto pelayan memasukkan sesuatu kedalam gelas minuman yang teryata milik Kania. Lalu foto saat Kania di bawa oleh pelayan itu dan foto Dian memberikan uang pada pelayan tadi. Juga vidio saat Rusti di grebek oleh para wartawan.


Dan pesan terakhir yang di kirim Keti.


Ternyata mereka sudah menyiapkan banyak wartawan untuk meliputmu Bos. Tulis keti.


Melihat itu Kania hanya bisa melepas nafas lega.


"Gila... Ternyata Amelia ingin menjebakku dengan cara yang sangat keji.." gumam Kania.


"Ma...Papa nggak bisa mendiamkan semua kejadian ini Ma..., Amelia dan keluarganya harus merasakan akibat dari perbuatan Amelia..." kata Bara dengan geram.


"Iya, iya Pa...semua terserah Papa..." jawab Kania. Kania tidak bisa lagi menghalangi niat Bara. Karena diapun merasa sangat geram atas semua perbuatan Amelia beserta para pendukungnya. Bara segera mengambil telfon genggamnya yang berada di atas meja . namun sebelum dia sempat menelfon terdengar ketukan di daun pintu.


Tok tok tok...


"Mama ada janji dengan seseorang....?" tanya Bara.


"Nggak Pa..Mama nggak ada janji Pa... lagian yang tahu kamar ini cuma kedua pengawal Mama dan bang Junet..." jawab Kania.


"Atau kau memesan sesuatu tadi...?" tanya Bara lagi.


"Nggak juga..." jawab Kania .


Terdengar ketukan di daun pintu kembali.


"Ini pelayan Nona...." kata si pengetuk pintu.


"Pelayan....?untuk apa dia datang kemari...?" kata Kania sambil ingin bangun dari tempat tidurnya. Tapi Bara menghalangi.


"Biar Papa yang membukakan pintu. Mama tidur aja kembali. .." kata Bara sambil mencium bibir Kania sekilas lalu berjalan keluar untuk membukakan pintu.


Sedang Amelia yang mendengar keberadaan Kania segera berjalan menuju kamar Kania bersama Dian dan pelayan kepercayaan Dian. Ketika mereka sampai di depan pintu kamar Kania , Amelia menyuruh pelayan itu untuk mengetuk pintu kamar Kania.


"Cepat kau ketuk pintunya ..." kata Amelia.


Setelah pelayan itu mengetuk pintu dan tak ada jawaban Amelia gembira.


"Ha ha...pasti mereka sedang asyik melakukan adegan yang memalukan..." kata Amelia dengan tertawa licik.


"Ketuk kembali dan bilang kau pelayanan..." kata Amelia.


Pelayan itupun kembali mengetuk pintu dan berucap.


"Ini pelayan Nona..." kata pelayan itu menuruti perkataan Amelia.


Terdengar langkah seseorang berjalan mendekati pintu, Amelia dan Dian segera mempersiapkan Kamera mereka. Mereka berencana kalau nanti Kania ataupun pasangannya membuka pintu, mereka akan segera menerobos kedalam kamar dan memotret mereka berdua. Terdengar kunci pintu di buka dan saat pintu terbuka.


"Aaaa......" jerit Amelia dan Dian bersamaan saat mengetahui orang yang berdiri menjulang tinggi di depan mereka.


"Tuan Bara...." seru Dian Kaget.


"Kak Bara...." seru Amelia melotor kaget.


Mereka tercengang menatap sosok Bara yang memakai baju tidur.


terlihat dada Bara yang sedikit terbuka memperlihatkan dadanya yang bidang menantang. Amelia dan Dian kaget sekaligus terpesona melihat penampilan Bara.


"Untuk apa kalian kemari...?" tanya Bara dengan nada dingin dan sinis menyadarkan Amelia dan Dian dari pesona Bara.


"Ah kak Bara...ini hanya kesalah pahaman saja kok kak..., hey kau ini..kenapa ceroboh sekali...kau nggak salah kamar kan...?" kata Dian pelan

__ADS_1


"Tidak Nona...mereka bilang wanita itu masuk kekamar ini.." kekeh pelayam itu .


"Kenapa kalian masih di sini...!" seru Bara Marah.


"Kak Bara...kau menginap juga di sini ya..boleh aku temani kak...?" kata Amelia sambil berjalan kearah Bara dan ingin memeluk tubuh Bara.


"Stop..jangan kau lanjutkan langkahmu..." seru Bara marah.


Perasaan marah pada Amelia semakin besar saat melihat wajah Amelia yang terlihat genit itu.


Sedang Kania yang berada di atas pembaringan merasa heran. ada apa dengan Bara..dan mengapa cuma membukakan pintu buat pelayan aja kok lama..dan dia juga mendengar ada keributan di luar.


"Pa... Ada apa ...?" tanya Kania dari dalam kamar.


Amelia dan Dian kaget mendengar suara seorang wanita yang memanggil Bara.


"Ha..kak Bara bersama seorang wanita...? Tidak, tidak mungkin...." jerit Amelia panik dalam hati.


"Ya ampuun... tuan Bara dengan seorang wanita..." seru Dian salam hati.


"Sayang kemarilah..." kata Bara lembut.


Kelembutan Bara membuat Aamelia dan Dian Kaget, mereka tidak pernah melihat dan mendengar Bara berucap dan bertingkah seperti itu.


"Kak...kau bersama seorang wanita...?" tanya Amelia dengan perasaan marah dan sedih. dadanya berdebar dengan kencang. Ada kekecewaan dan iri di dalam hatinya.


"Kenapa...?ada masalah...? Aku bersama istriku...?" jawab Bara acuh .


"Istri...." seru Amelia dan Dian kaget.


Sedang Kania berjalan menuju Bara.


"Ada apa Pa..." kata Kania dengan lembut. Dia melihat Bara sedang berhadapan dengan tiga orang wanita. Dan dia tahu siapa itu.


"Ck...kenapa wanita licik ini berada di sini...? Atau pelayan itu yang telah memberitahukannya.batin Kania sambil berjalan mendekat.


"Kania....!' seru Amelia dan Dian kaget.


'Hai apa kabar...?" tanya Kania tenang.


Dia berjalan mendekati Bara. Dan Bara segera memeluk mesra pinggang Kania. Amelia yang melihat tingkah Bara yang terlihat sangat mencintai Kania menjadi semakin marah.


"Dasar wanita ja***g...kau berani menggoda kak Bara...?" teriak Amelia marah. Tiba- tiba dia menyerang Kania . namun sebelum tubuhnya menyentuh Kania. Kaki Bara telah mendarat empuk di tubuhnya. Dia terpental hingga menghantam pintu kamar.


"Amel..." seru Dian kaget dan berlari menghampiri tubuh Ameli . Amelia memegangi pinggangnya yang terkena tendangan kaki Bara.


"Dan apakah kau tahu kalau dia itu seorang janda yang mempunyai seorang anak laki- laki...?"lanjut Amelia.


"Dia bukan janda tapi dia istriku, dan anak laki- laki yang bersamanya itu adalah putraku..." jawab Bara datar.


"Apaa...."seru kedua wanita itu yang kembali kaget mendengar omongan Bara.


"Kenapa...? Kau kaget...?, apa kalian fi kantor tak pernah dengar , kalau aku mempunyai seorang anak laki- laki ...?dasar Bodoh... Dan kau malam ini malah berani memberi obat perangsang pada istriku, dan ingin emberikan dia pada tuan Muhlis, berani sekali kalian membuat Istri dari Bara dalam bahaya... Dan ingin membuat dia menderita.


Nona Amelia sudah cukup kesabaranku padamu, kini kalian berdua serta keluarga kalian akan merasakan akibat dari keberanian kalian ...." kata Bara dengan wajah dingin dan sangat marah.


"Kak ...ini nggak mungkin ...kau itu milikku, kau hanya mencintaiku, kau nggak mungkin menyukai gadis miskin itu, jangan kau bandingkan aku dengannya kak... Kau tahu keadaan keluargaku yang kaya, mana mungkin bisa sebanding dengan dia gadis muskin itu...." teriak Amelia marah sambil mendekati Bara dan Kania. Dia semakin panas melihat Bara memeluk Kania dengan sangat mesra .


Plak...


"Wanita menjijikkan... Dari mana kau tahu tentang istriku..." kata Bara dengan sinis.


"Dia bukan istrimu kak...! akulah yang cocok menjadi istrimu, bukan wanita murahan itu... Dia hanya anak dari seorang penjual gado- gado...fia tidak selefel denganmu kak, kau hanya mencintaiku, kau hanya milikku kak...!" teriak Amelia kalap. Dia kembali ingin menyerang Kania yang berada di dalam pelukan Bara.


Plaak... Kembali sebuah tamparan melayang di pipinya.


Namun kini bukan tangan milik Bara yang melayang di pipi Amelia, tapi tangan Kania yang melayang tepat di pipi mulus milik Amelia.


"Dasar wanita licik, kau mengatakan aku wanita murahan, lalu siapa kau,... Wanita yang berani memberikan istri orang pada pria lain yang bukan suaminya...? " kata Kania sinis.


"Karena Kau pantas untuk itu...!" teriak Amelia Marah.


"Ha ha ha... Lalu kaufikir kau yang pantas untuk suamiku...? Dasar wanita sombong..." kata Kania sinis.


"Benar...aku yang pantas jadi istri kak Bara, bukan kau gadis pe****r..." teriak Amelia marah.


Plaak....


"Kau menghina istriku....!" seru Bara marah.


'Sayang...sudah jangan kau ladeni wanita gila itu, ..." hibur Kania .


"Pengawal....!" teriak Bara sambil kembali menarik sang istri dalam pelukan nya. Dua orang pria yang berpakaian hitam tiba- tiba berada di depan Bara.


"Siap Bos...." kata dua pria tadi.


"Bawa ketiga wanita ini kekantor polisi, dan lihatlah apa yang akan terjadi dengan keluarga kalian..." kata Bara dingin.

__ADS_1


"Kak tunggu kak...semua ini aku lakukan karena aku sangat mencintaimu dan keluargaku tidak tahu apapun kak..." seru Amelia pada Bara.


"Kau fikir aku orang Bodoh... Apakah kau anggap aku tak tahu kalau kau mendapat dukungan dari kedua orang tuamu...?" kata Bara dengan nada menghina.


"Tapi kak...aku sangat mencintaimu..."


Teriak Amelia berusaha merayu Bara.. Namun Bara cuek, dia segera menutup pintu kamar setelah ketiga wanita itu di bawa keluar okeh pengawal bayangannya.


Sedang Amelia Dian dan pelayan itu segera di seret keluar dari Hotel . Arum dan Keti yang melihat itu ikut membantu kedua pengawal Bara. Mereka menyaksikan kejadian di kamar Kania. Saat mereka sampai di loby Hotel, ternyata para wartawan masih berada di sana, dan mereka melihat Amelia dan Dian serta seorang pelayan sedang di seret keluar dari Hotel oleh empat orang pria dan wanita yang bertubuh tegap. mereka diasukkan kedalam mobil hitam dan dibawa pergi.


Sedang Kania yang berada di dalam Kamar mendengar pembicaraan Bara dengan Anton.


"Aku menginginkan saham milik keluarga Sony Subiantoro jatuh malam ini, dan putuskan kerjasama kita dengan perusahaan milik Sony Subiantoro, aku ingin perusahaannya jatuh pailit..." seru Bara dengan Marah.


"Baik Bos...tapi sebelum itu aku ingin tahu apa yang terjadi hingga kau marah seperti ini...?" tanya Anton dengan nada heran.


"Dia menjebak istriku untuk di tiduri oleh tuan Muhlis ...?" jawab Bara dengan nada marah.


"Apaa...!" teriak Anton kaget.


"Lalu apa yang terjadi...!" seru Anton kini dia merasa marah juga. Berani sekali dia menjebak istri kesayangan Bos Bara.


"Untunglah istriku waspada, saat dia di beri obat perangsang dia menyadari dan tidak di minum, aku nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika itu menimpa dia..." kata Bara dengan wajah sedih.


"Sialan....untung kakak ipar orang cerdik, kalau tidak aku juga nggak bisa membayangkan kesedihan yang akan dia rasakan ..." kata Anton bernafas lega.


"Lalu gimana Kakak Ipar bisa lolos dari jebakan mereka...dan di majalengka sekarang..?" tanya Anton lagi.


"Mereka ada di kantor Polisi, nanti aku ceritakan saat sampai di rumah, besok kami akan segera pulang, sekarang kau selesaikan dulu tugas dariku,..." kata Bara.


"Baik Bos...aku akan menyelesaikan tugas darimu..." seru Anton .


"Dan satu lagi selidiki so Sutradara Muhlis itu... " kata Bara lagi.


"Siap Bos...?" jawab Anton.


Barapun segera mengakhiri percakapan mereka. dia segera menaruh ponselnya di atas meja kembali.


"Sayang... apa tindakanmu tidak berlebihan.... .?" tanya Kania sambil memeluk sang suami.


"Itu malah kurang buatku... tindakannya yang hampir membuat istriku celaka sangat membuatku marah, untung istriku orang yang sangat cerdik, bagaimana kalau kau hanya seorang gadis yang polos... aku nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu...ingin rasanya aku membunuhnya sekarang juga.." kata Bara sambil memeluk Kania dengan posesif.


"Benar katamu Pa...andai orang lain,pasti dia akan terjebak dengan permainan Amelia ini... lalu kau mengatakan kalau Papa dan Mama nya juga mengetahui perbuatan Amelia, dari mana Papa tahu itu.. ?" tanya Kania heran.


"Pesta ini merekalah yang menyelenggarakan... dan tempat ini mereka pula yang memesan.....semua fasilitas Papa Amelia yang menyediakan.." jawab Bara.


"Apakah kau tahu... mereka telah dua kali meminta pada Papa dan Mama untuk menjodohkanku dengan Amelia..." jawab Bara melanjutkan.


"Apaa...mereka melamarmu...? lamaran dari pihak wanita...? nggak salah Pa...? " kata Kania heran.


"Karena mereka berambisi memiliki menantu seperti Papa..." jawab Bara dengan wajah menggoda pada Kania.


"Ck..Papa...Mama serius..." seru Kania kesal.


"Lo emang beneran kata Papa.. bukankah suamimu ini Orang yang jadi idola para wanita...?" kata Bara Narsis.


"Iya, iya Mama tahu...." jawab Kania sambil cemberut menatap sang suami.


"Hanya satu wanita di depanku ini saja yang tak tergoda dengan ketampananku.." kata Bara lagi.


"Yee...siapa bilang..." kata Kania . tanpa sadar wajahnya memerah.


"Papa yang bilang... kalau bukan karena kegigihan Papa mendekati Mama, dan Mama yang telah jatuh cinta pada outra Papa mana mungkin Papa bisa memilikimu sekarang ini...?" kata Bara sambil mencubit gemas hidung Kania.


"Idih apaan sich Pa..." kata Kania malu.


" Apakah kau tahu, kenapa Papa cepat- cepat mengikatmu dan suatu perkawinan..?" kata Bara.


"Emang kenapa...?" tanya Kania heran..


"Karena Papa takut kedahuluan rifal- rifal Papa yang cukup banyak..." Jawab Bara sambil memeluk erat Kania.


"Mempunyai rifal banyak...?" beo Kania.


"Iya...contoh, Farel sepupuku sendiri. Dika adikku sendiri, Simon sahabatku, dan banyak lagi Pria yang melihatmu dengan mata nakal dan mendambakanmu...." kata Bara sambil memandang Kania dengan mata sendunya dan penuh cinta.


"Papa...kalau Farel memang dia masih menginginkan ku, kalau Dika, dia itu atasanku Pa..dan kalau kak Simon dia itu bagai kakak Nia sendiri..." Jawab Kania .


"Dasar gadis yang nggak peka... "kata Bara gemas. dia perlahan mulai mencium bibir Kania. Kaniapun membalas ciuman Bara. ciuman itupun semakin lama- semakin memanas, dam akhirnya Bara membawa Kania keatas pembaringan.


dan tak terasa tubuh merekapun sudah tanpa busana. baju yang mereka pakai tadi sudah terlepas dan berserakan di lantai. dan malam itu Bara melakukan


penyatuan pada sang istri yang sangat dia cintai.


Cukup dulu ceritanya ya.... jangan lupa like dan komennya. terimakasih autor ucapkan kembali pada semua pembaca yang sudi memberi like dan komen buat Author.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2