Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
GAGALNYA PERJODOHAN


__ADS_3

"Apa...!sudah punya calon istri...?" tanya Pak Ridwan kaget.


Begitu juga dengan Vike dan bu Vera , mereka kaget bukan kepalang. karena setahu mereka Bara nggak pernah mau di dekati maupun di jodohkan dengan beberapa wanita


"Iya..si Bara sudah mempunyai calon istri , Dia baru saja memberitahukan itu pada kami.." jawab tuan Mahesa dengan wajah bahagia.


"Apakah mereka sudah bertunangan...?" tanya pak Ridwan lagi.


"Masih belum, Bara baru mengutarakan keinginan dia...?" sela bu Rani. Dia ingat kalau Kania tidak ingin hubungan mereka terekspo.


"Waah kalau begitu masih bisa di batalkan Mahes...." kata pak Ridwan denga Wajah yakin.


"Apa maksudmu...?" tanya tuan Mahesa curiga.


"Kalau cuma perkenalan atau pacar saja kau bisa memaksa Bara untuk memutuskan hubungan mereka, aku yakin mereka masih sebatas pendekatan..." kata pak Ridwan dengan begitu yakin. Tuan Mahesa yang mendengar perkataan pak Ridwan sangat marah.Dia tidak suka pak Ridwan memaksakan keinginan, namun sang istri memegang tangannya perlahan ketika tahu pak Mahesa akan bertindak.


"Waah kalau soal itu kami nggak bisa memaksa Bara lagi mas, setelah kejadian yang dibalami Bara karena mama Kinan, kami tak ingin ikut campur urusan anak- anak..." kata nyonya Rani membantu sang suami menjawab perkataan Pak Ridwan.


"Jeng Rani jangan mau kalah sama kemauan anak, kita sebagai orang tua harus menentukan kehidupan mereka... Apa Jeng Rani nggak ingin memiliki menantu seperti si Vike putri kami satu- satunya. Dia cantik , lulusan luar negri calon penerus perusahaan kami. Jadi jika mereka bersatu bukankah kelak perusahaan mereka akan menjadi perusahaan yang lebih besar ..."kata bu Vera mempromosikan sang putri. Tapi sebelum menjawab omongan istri pak Ridwan seorang pembantu tiba- tiba masuk kedalam.


"Maaf Nyonya makanan sudah siap Kata tuan muda , tuan dan nyonya di tunggu di ruang makan..." kata sang bibik.


'Ist dasar Bara ,pasti dia sudah kelaparan hingga menyuruh pembantu memanggil kami ..tapi untung juga sich aku malas berurusan dengan orang ini..( umpat nyonya Rani).


"Baiklah bilang pada tuan Bara sebentar lagi kami akan kesana..." jawab nyonya Rani.


"Baik Nyonya..saya permisi.." pamit sang pembantu lalu pergi kedalam.


"Maaf mas Ridwan ,mbak Vera terpaksa obrolan kita ,kita hentikan dulu.ternyata kami sudah di tunggu anak- anak, apa kalian mau makan bersama kami..?" kata nyonya Rani dengan lembut. Dia berharap mereka segera berpamitan karena dia sudah muak dengan omongan mereka berdua yang terkesan memaksa perjodohan itu.


"Waah kalau nggak merepotkan kami mau bergabung makan dengan kalian..


Bukan begitu Ma , Vike....?" kata pak Ridwan tanpa malu. Tentu saja mama Bara kaget mendengar jawaban dari pak Ridwan.


"Tentu saja Pa.. Ini akan membuat anak- anak lebih dekat. Dan Vike bisa mengenal Kinan..." kata bu Vera dengan manisnya, karena dia tahu maksud sang suami.


'Bagus Pa, Ma.. Kalian memang yang terbaik...( seru Vike dalam hati)


'Dasar keluarga tak tahu malu...( umpat nyonya Rani dalam hati)


"Ya sudah ayo kita masuk kedalam ruang makan..." ajak tuan Mahesa sambil berdiri dari kursi meganya. Dan di ikuti istri serta tamu mereka. Mereka berjalan beriringan masuk kedalam ruang makan. Ketika keluarga Ridwan masuk kedalam, mereka melewati ruangan demi ruangan yang ada di dalam mension itu. Terlihat ruang tamu ,ruang santai serta beberapa ruangan yang penuh dengan perabotan yang sangat mahal. Mereka terkagum- kagum melihat pemandangan itu.


"Waaah betapa bahagia dan bangganya aku jika menjadi menantu merek..' ( teriak Vike dalam hati)


'Beruntungnya anakku jika menjadi menantu keluarg ini...( seru bu Vera dalam hati)


"Maka beruntunglah aku dan perusahaanku jika putriku jadi menantu mereka.(kata pak Ridwan dalam hati)


Walau mereka dulu sering datang kerumah ini tapi mereka belum pernah masuk kedalam mension ini.


Ketika mereka sampai di ruang makan mereka melihat Bara Dika dan Anton sedang duduk menunggu kedua orang tua mereka.


'Lo kemana Kania dan Kinan , kok mereka nggak ada..."( tanya nyonya Rani dalam hati) ternyata Kania dan Kinan sedang berada di kamar mandi.


Ketika melihat keberadaan Bara dan kursi di dekat Bara kosong tiba- tiba Vike mendekati Bara.


"Kak boleh duduk disini ..?" tanya Vike dengan gaya manja. Sontak Bara Kaget dengan reflek dia berucap.


"Jangan ..tempat ini sudah ada orang yang akan menduduki..." seru Bara dengan dingin.terlihat wajahnya yang memerah.


Melihat wajah Bara yang memerah Vike salah terka. Dia kira Bara malu dekat dengannya. membuat dia semakin berani


"Kak apakah yang duduk di sini boleh duduk di tempat lain aja nggak...?soalnya Vike pingin duduk dekat kak Bara...?" kata Vike dengan nada semakin manja dan menggoda.


Bara yang melihat tingkah Vike semakin marah. Sedang kedua orang tua Bara serta Dika dan Anton sudah terpaku dan cemas melihat kepada Bara.


"Kau...." seru Bara dengan wajah semakin marah. dia sudah menatap Vike dengan wajah memerah.


"Maaf mbak kami mau duduk, sini sayang dekat Papa Kinan..." tiba- tiba Kania menyela di antara mereka berdua. Kedua orang tua Bara serta Dika dan Anton menghembuskan nafas lega.

__ADS_1


' untung ada Kania...' seru mereka dalam hati.


Sedang Bara terlihat Wajahnya yang perlahan kembali normal walau kekesalan terlihat di wajah tampannya.


"Mbak siapa kau...berani sekali menyuruhku pergi..." kata Vera dengan wajah geram .


"Oo.. saya, saya beby siternya tuan Kinan, maaf ya mbak..." jawab Kania kalem sambil duduk di dekat Kinan. Saat itu kedua orang tua Vike menatap Kania dengan wajah marah.


'Dasar wanita tak tahu diri, seorang bebysiter berani duduk bersama kami..( seru mama si Vike)


'Dasar wanita j****g bisa- bisa dia menggagalkan rencana kami (seru pak Ridwan)


'Dasar p*****r murahan berani sekali dia mengusirku dari dekat Bara..( umpat Vike dalam hati)


akhirnya dengan terpaksa Vike duduk dekat sang Mama dengan wajah menahan marah.


Sedang yang menjadi topik umpatan keluarga Ridwan hanya tenang- tenang saja. Dia mengambilkan makanan buat Kinan lalu buat Bara juga .


Dika yang melihat Kania mengambilkan makanan buat Bara dan Kinan mencoba mengganggu Kania.


"Kak gue juga dong...?" seru Dika sambil menyodorkan piringnya. Namun sebelum Kania mengambil piring Dika Bara berucap sambil mendorong balik piring Dika.


"Ambil sendiri..." seru Bara dingin.


"Dasar pelit..." sungut Dika.


Melihat interaksi Kania Dika dan Bara keluarga Ridwan Kaget.


'Ada apa ini...siapa gadis ini sebenarnya lebih baik aku memperjelas masalah tadi..'(fikir pak Ridwan)


sedangkan kedua orang tua Bara sangat senang melihat perbuatan yang dilakukan Kania. apalagi interaksi Kania dengan kedua putranya.


tak lama terlihat mereka sudah asyik menyantap makanan yang ada di atas meja. Ketika sedang asik- asiknya makan tiba- tiba pak Ridwan kembali membahas masalah perjodohan.


"Mahes , gimana masalah perjodohan tadi...?" tanya Dia dengan wajah penuh harap.


"Kau bisa menanyakan sendiri pada Bara..." kata tuan Mahesa dingin sambil melanjutkan makan.


"Gimana Bara....?" tanya pak Ridwan pada Bara.


"Masalah apa...?" tanya Bara dingin.


"Kami ingin menjodohkan putri kami denganmu... bukankah kau sudah tahu.?" kata pak Ridwan dengan percaya diri.


Dika yang mendengar itu sampai tersendak ketika sedang minum , begitu juga dengan Anton yang duduk di dekat Dika.


'Gila berani benar dia...(teriak Anton dalam hati) sedang Dika menatap pak Ridwan denga senyuman


'Wah ada pertunjukan nich..( kata Dika dalam hati) sedang Kania hanya diam mendengarkan sambil meladeni pria kecil kesayangannya.


"Kalian tetap ingin menjodohkan putri kalian denganku...? Keistimewaan apa yang di miliki putri mu hingga kalian berani menjodohkan dia denganku...?" kata Bara tajam , dia melihat pak Ridwan sekilas lalu kembali makan.


'Ya Tuhan Bos , jangan setajam dan sekejam itu perkataanmu dong....(teriak Kania di dalam hati ketika mendengar omongan Bara)


Sedang pak Ridwan merasa terhina me dengar omongan Bara. Begitupun dengan sang istri . sedang sang putri memerah mendengar kalimat Bara.


"Putriku gadis Baik- baik anggun dan cantik, dia lulusan sekolah luar negri kehidupan Kami sangatlah pantas jika bersanding dengan derajat keluargamu, dia calon pewaris satu- satunya perusahaan kami apakah itu masih kurang Bara....?" kata pak Ridwan dengan bangga.


"Begitu...?dan Apakah kalian sudah bertanya pada putri yang kalian banggakan itu bagaimana kehidupan-nya ketika tinggal di luar Negri...?" tanya Bara tanpa menatap wajah mereka. Dia masih asyik menyantap makanan yang ada di depannya.


"Apa maksudmu...?" tanya Pak Ridwan kaget.


"Tanyakan padanya kehidupan bebas macam apa yang putrimu lakukan di sana..." jawab Bara dengan tenang.


Bragk....


"Bara...jangan kau fitnah putriku, kalau memang kamu tidak suka pada putriku tolong jangan kau fitnah dia..." teriak pak Ridwan sambil berdiri dan menggebrak meja.


"Memfitnah...? coba kau tanya pada dia siapa Demitri pria asal prancis itu...?" lanjut Bara. Bara menatap oak Ridwan dengan wajah sinis. pak Ridwan menatap putrinya dengan wajah marah.

__ADS_1


"Vike apa benar perkataan Bara..?.siapa pria yang dikatakan oleh Bara...?" teriak Pak Ridwan.


Terlihat wajah Vike yang memucat. Dia terhenti dari makannya.


"Pa.. Aku nggak ngerti siapa yang di maksud Bara pa...?" jawab Vike dengan wajah pucat.


"Nggak ngerti...? Apakah aku harus memberitahukan pada kedua orang tuamu atau kumasukkan kedalam. Internet...?" tanya Bara dengan wajah sinis.terlihat wajah Vike yang semakin. pucat. Sebenarnya kejadian ini tak diingini Bara, tapi pak Ridwan sudah sejak dulu ingin memaksa Bara untuk mau di jodohkan dengan Putrinya. Sudah berulangkali Bara menolak secara halus maupun Kasar tapi pak Ridwan kekeh meminta Bara mengawini putrinya. Mungkin Tuhan memberi jalan pada Bara agar terlepas dari pak Ridwan saat Bara pergi ke Singapore untuk bertemu klien tanpa sengaja dia bertemu dengan Vike yang sedang berada di hotel bersama seorang pria yang terlihat sangat intim sekali. Akhirnya Bara menyuruh bawahannya untuk menyelidiki Vike. Ternyata pria itu pacar Vike yang berasal dari prancis. Dan Bara juga tahu Vike hidup bersama tanpa ada ikatan perkawinan dengan pria prancis itu. Sebenarnya Bara masa bodoh dengan kehidupan wanita itu, tapi untuk menjatuhkan keinginan pak Ridwan Bara terpaksa melakukan itu.


"Cukup...! Baik akan kujawab Dia dulu kekasihku tapi kami sudah putus kak...?" seru Vike dengan wajah takut.


"Lalu sekarang kau ingin aku jadi calon suamimu...?" tanya Bara sinis.


"Iya kak, aku janji akan menjadi gadis yang setia..." kata Vike dengan wajah menggoda.


"Kau fikir aku orang Bodoh..! Setelah kau hidup bersa tanpa ikatan dengan pria lain lalu sekarang kau ingin aku menikahimu...? Mimpi...!" kata Bara dengan sinisnya.


Pak Ridwan yang mendengar omongan Bara menjadi marah.


"Cukup Bara..! jangan kau hina lagi putriku, jika kau tidak menginginkan nya tolong jangan kau fitnah putriku...!" teriak pak Ridwan murka. Akhirnya makan bersamapun berakhir dengan pertengkaran.


'Kalau kau masih menganggapku menfitnah putri mu coba kau periksakan putri mu kerumah sakit. Apakah dia masih gadis atau tidak...' ucap Bara dengan penuh penghinaan.


"Mama , Vike mari kita pulang..." ajak Pak Ridwan sambil melangkah keluar dari ruang makan milik keluarga Dirgantara.


"Tapi Pa..." kata Vike tak rela. dia tak rela pergi meninggalkan rumah yang akan membuatnya persetatus tinggi.


"Nggak ada tapi- tapian ayo kita pulang..." teriak pak Ridwan sambil menahan malu dan marah. dia segera membawa istri dan putrinya pergi dari mension tuan Mahesa Dirgantara. Ketika mereka sudah tak terlihat lagi nyonya Rani bertanya pada Bara.


"Bara , kenapa kau bisa tahu sedetil itu tentang Vike...?" tanya sang Mama penasaran.


"Sebenarnya Bara tak sengaja bertemu Vike di singapore ma, tapi Vike tak mengetahui Bara. Saat itu Bara tak berniat menyelidiki dia tapi Bara ingat kalau Om Ridwan sangat bernafsu untuk menjadikan Bara menantunya. Sudah berulangkali Bara menolaknya dengan cara halus maupun kasar tapi pria tua itu kekeh meminta pada Bara, karena itulah Bara mencari cela untuk membuat Om Ridwan menyerah..dan cela itu Bara dapatkan..." jawab Bara sambil tersenyum.


"Dan tahukah kamu kenapa Om Ridwan kekeh menyuruhmu mau menikahi putrinya...?" tanya tuan Mahesa.


"Emang kenapa Pa...?" tanya Dika kepo.


Akhirya tuan Mahesa menceritakan ketika mereka mendengar berbicara tentang niat pak Ridwan dan keluarganya yang ingin menikahkan sang putri dengan Bara.


"Ya ampun kak...ternyata mereka pintar sekali, mereka menginginkan menantu yang tampan , cerdas, kaya dan di hormati banyak orang..." goda Dika yang di sambut tawa oleh Anton.


"Mimpi..." sungut Bara.


Kania hanya bisa tersenyum melihat Bara yang kesal.


"Tapi Pa dia cantik lo... hanya sayang sombong dan Angkuh..." komentar Kania.


"Tapi kamu lebih canti dan anggun sayang... Apalagi kesayangan Kinan..' jawab Bara sambil tersenyum lembut Pada Kania.


"Oee...masih ada kami di sini... Tolong jangan kalian umbar kasih sayang di hadapan kami..." teriak Dika.


"Makanya cepat cari pendamping juga.." kata sang Mama..


'Yee Mama ...Dika masih belum mendapatkan ma, kemaren hampir dapat eee punya kak Bara, dasar nasib Dika yang Malang..." seru Dika sambil berwajah sedih.


"Dasar kau ini...yang kau maksud kakak iparmu kan...?" kata Bara sambil menjitak kepala Dika.


"Aauu...sakit kak..." teriak Dika.


"Biarin... Biar kau tahu kalau kania itu hanya Milik aku..." kata Bara kesal.


"Papa...Bunda bukan milik Papa, Bunda hanya milik Kinan..." teriak Kinan ketika mendengar perkataan Bara pada Dika. Seketika mereka tertawa mendengar teriakan Kinan


"Dasar Papa sama anak sama- sama posesif..." seru nyonya Rani. Kania hanya bisa tersenyum lembut dan mencium Kinan dengan penuh sayang.


Saat menjelang sore Kania ,Bara dan Kinan berpamitan pada Tuan Mahesa dan Nyonya Bara untuk kembali kerumah Bara. Membutuhkan hampir satu jam mereka telah berada kembali di rumah besar Bara.


"maaf author nulis ceritanya segini dulu ya...jangan lupa like dan komennya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2