Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
DEBY LAGI...


__ADS_3

Setyo Hadi membawa mobilnya menuju perusahaannya. Sesampainya di sana dia segera masuk kedalam ruangannya. Sapaan dari Mely tidak di hiraukannya.


Sesampainya di dalam ruangannya Setyo Hadi langsung menghubungi Perusahaan PT. DC milik Bara.


"Assalamualaikum dengan PT Dirgantara ada yang bisa saya bantu..?" sapa sekertaris Bara yang bernama Rian.


"Apa tuan Bara sudah datang mas...?" tanya tuan Setyo Hadi dengan ramah .


"Ini dengan Siapa pak...?" tanya Brian tegas dan ramah.


"Dari Bapak Setyo Hadi pemilik perusahaan Herlambang.." jawab Setyo Hadi dengan suara lembut.


"Tuan Bara baru datang pak..."Kata Brian lagi.


" Tolong bilang bapak Setyo Hadi ingin berbicara sebentar dengan dia mas...?" kata Setyo Hadi lagi.


"Maaf apa Bapak sudah ada janji Pak..?"


Tanya Brian lagi.


"Belum , tapi bilang saja kalau saya ada penting dengan beliau..." ucap Setyo Hadi.


"Baiklah Pak saya akan bertanya pada belau, sebentar lagi saya hubungi..." kata Rian dengan datar.


"Baiklah Mas, saya tunggu Asalamualaikum..." kata Setyo Hadi mengakhiri percakapannya.


"Wa'alaikum salam..." jawab Rian menutup telfon.


Sambil menunggu telfon dari kantor Bara, Setyo Hadi berusaha menyelesaikan beberapa dokumen yang belum dia periksa. Tak berapa lama tiba- tiba ponselnya berbunyi. Dia melihat nomor baru tertera di layar Ponsel, Dia segera mengangkat sambungan telefon.


"Asalamualaikum dengan siapa ini...?" tanya Setyo Hadi ramah.


"Wa'alaikum salam Pa...ini Bara...tadi katanya Papa nelfon Bara ya..? Ada apa Pa...?" tanya Bara datar.


"Maaf Bara..Papa mengganggumu..." kata Setyo Hadi merasa tak enak


"Nggak masalah Pa...ada apa..?" tanya Bara lagi.


"Apa Benar kalau Kania kena cambuk Deby...?" tanya Setyo Hadi cemas.


"Benar Pa... Tapi sekarang sudah sehat, bukankah Papa sudah melihatnya saat pertunangan itu.." kata Bara menjelaskan.


"Apakah lukanya para ...?" tanya Setyo Hadi lagi.


"Parah Pa... dua hari Kania tidak bisa tidur terlentang, Dokter sampai menyuntikkan obat penahan sakit.." jawab Bara. Setyo Hadi menahan marah mendengar perkataan Bara. Dia tidak pernah menyangka wanita yang dia rawat sejak kecil itu memiliki sifat yang sangat jahat.


"Keterlaluan sekali...Bara papa sudah tidak tahan menahan kemarahan Papa...apakah kau belum menemukan petunjuk tentang keberadaan istriku Sinta...?" tanya Setyo Hadi lagi . rasanya kemarahan itu menyesak di dalam dadanya


"Maaf Pa.... Bara belum menemukannya tapi sepertinya kami akan menemukan titik terang karena istri palsu Papa menemui seseorang tadi..." jawab Bara.


"Apa maksudmu Bara...?" tanya Setyo Hadi tak mengerti.


"Nyonya Sinta atau Pingki tadi keluar rumah dan bertemu seseorang di sebuah Restoran. Dan anak buahku masih menguping pembicaraan mereka.." jawab Bara.


"B****at apalagi yang mau dia perbuat, Bara tolong jaga Kania...aku takut dia akan melukai Kania lagi..." kata Setyo Hadi ketakutan.


"Jangan khawatir Pa... Kania bisa menjaga diri baik- baik dan pengawal yang ada bersamanya cukup kuat menjaga Kania...?" kata Bara dengan yakin.


"Trimakasih Bara...maaf aku telah mengganggu waktumu. Baiklah Papa akan mengakhiri pembicaraan kita , sekali lagi trimakasih atas pertolonganmu, Asalamualaikum..." kata Setyo Hadi mengakhiri percakapan mereka.


"Wa'alaikum salam...." jawab Bara.


Setyo Hadi pun menutup telfon nya dan kembali menaruh di atas meja kerjanya.


"Dasar wanita sialan, apalagi yang akan dia perbuat. Apakah dia akan mencelakai Kania lagi, atau ada rencana lain yang akan dia kerjakan...." kata Setyo Hadi sendiri dengan marah.


Sedang di tempat lokasi syuting terlihat Deby sedang kena marah Sutradara karena dia selalu membuat kesalahan. Sudah beberapa kali adegan yang dia lakukan salah dan di ulang.


"Kamu itu gimana sich.... Kamu tidak mempelajari skenarionya ya... Hanya adegan seperti ini saja membutuhkan beberapa kali pengulangan, apa kami harus menunggumu...? Di mana kepandaianmu yang kau bangga- banggakan itu...? Kalau kau memang sudah tidak sanggup kau katakan saja.. jangan menghambat kerja Kami. Untung kau hanya pemeran figuran, gimana kalau kau memerankan Putri Fang Yun..?" teriak Seto Aji marah. Deby hanya bisa menunduk sedih. Namun di dalam hatinya dia menyalakan Kania.


'Dasar wanita ******...gara - gara kau aku di permalukan seperti ini. Awas kau.. Setelah marah Papa redah kau akan mendapatkan balasan dariku..." geramnya dalam hati.


"Sudah kita break sebentar, kita istirahat dulu. Dan tolong pemeran selanjutnya bersiap, aku minta kalian semua mempelajari naskah dengan benar dan fokus pada peran yang kalian terima, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi..." kata Seto Aji pada para artis. Kemarahan terlihat di wajahnya. Sedang Deby hanya bisa tertunduk dan berjalan kearah tempat istirahat mendekati menejer dan asisten pribadinya.

__ADS_1


"Brengsek...semua ini gara- gara wanita ja***g itu....." seru Deby marah sambil memandang keberadaan Kania bersama para anak buahnya.


"Deb...hati- hati dengan ucapanmu, jangan kau lakukan perbuatan yang akan semakin membuatmu jatuh..." nasehat sang menejer.


"Benar kak... Kau sendiri nanti yang rugi..." kata sang asisten pribadinya.


Plaak...


"Diam kau...jangan mengatur dan menasehatiku, siapa kau...? hingga berani berkata seperti itu padaku..." seru Deby dengan marah. Sang asisten hanya diam sambil memegang pipinya yang memerah karena tamparan Deby. Perbuatan Deby banyak orang yang melihat. Mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Deby yang arogan itu.


Setelah syuting berakhir Kania segera berkemas dan keluar dari ruang ganti bersama pengawal dan asistennya. Ketika mereka sampai di parkiran mobil tiba- tiba terdengar syara.


"Waah.... Begini rupa wanita ja***g yang telah membuatku menderita....?" tiba- tiba Deby datang bersama empat orang lelaki tinggi kekar. Saat itu keadaan sepi. Karena sebagian besar pemain sudah pada pulang.


"Deby...." kata Kania datar. sedang Arum dan Keti sudah bersiaga.


"Ck..ck..bagaimana kalau wajah jeleknya semakin di perjelek...? Apa masih ada yang melindungi dan menginginkannya...?" kata Deby sambil tersenyum sinis dan mendekati Kania. Kania hanya memandangi Deby dengan acuh.


"Apa maumu...?" tanya Kania acuh.


"Merusak wajahmu dan membunuhmu..." jawab Deby sombong.


"Apa kau bisa...?" tantang Kania dingin.


"Sombong... Jangan menangis dan memohon jika kau kesakitan , karena aku akan menikmati saat- saat kau merasakan penderitaanmu itu..." kata Deby dengan wajah Sinis dan sombongnya .


"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan menangis..." kata Kania sambil tersenyum sinis.


"Tunggu apa lagi serang dan bunuh mereka....!" teriak Deby dengan marah. Merekapun segera maju menghadapi Kania dan dua pengawalnya.


"Amanda kau masuk kedalam mobil kunci semua pintu mobil ..." perintah Kania. Dia takut Amanda di manfaatkan.


"Baik Kak..." jawab Amanda yang memang sudah mau masuk ke dalam mobil. Dia segera mengunci pintu mobil dari dalam. Dia melihat Kania dan dua pengawalnya mulai berhadapan dengan keempat laki- laki yang di bawa Deby. Dan perkelahian pun terjadi. Terlihat Kania melawan dua orang pria yang menyerangnya dengan gencar. Begitupun dengan Arum dan Keti. Mereka berdua melawan dua orang penjahat yang di bawa Deby. Dengan rasa takut Amanda menyaksikan perkelahian itu. Namun tiba- tiba terdengar dering telfon berbunyi. Setelah dilihat ternyata milik Kania. Dan tertera nama Bos Besar di layar ponsel. Cepat - cepat Amanda mengangkat telfon itu.


"Asalamualaikum Bun..." terdengar sapaan lembut dari sebrang.


"Bos...ini Amanda tolong Bos Bara cepat kemari. Kak Kania di serang empat orang penjahat suruhan Deby, sekarang mereka sedang berkelahi..." seru Deby dengan nada cemas.


"Apaaa.....! kalian di mana...?" tanya Bara kaget. Dia segera menyambar konci mobil yang ada di atas meja dan berlari keluar ruangan.


"Bara segera menutup telfon nya dan berlari kearah lift dengan cemas. Dia segera menghubungi Anton untuk ikut dengannya . ketika lift sampai di lantai bawah Bara segera berlari kearah parkiran mobil tanpa perduli para karyawan yang heran dengan kelakuannya. Tak berapa lama Anton pun ikut berlari keluar. Keduanya segera menaiki mobil mereka masing - masing menuju lokasi syuting.


Sedang di lokasi syuting terlihat Kania yang masih sibuk melawan kedua penjahat yang sudah terlihat kelelahan melawan Kania. Begitupun dengan kedua penjahat yang melawan Keti dan Arum mereka juga sudah beberapa kali mendapat tendangan dari kedua pengwal Kania itu.


"Bang...kenapa serangan kalian semakin lemah..." ejek Kania.


"Ba***at dasar wanita j****g rasakan ini kematianmu..." teriak Pria itu sambil menghunuskan belati yang dia ambil dari balik bajunya. Kania yang melihat kilatan belati yang mengarah kewajahnya segera menghindar dan memukul lengan yang mengarah kedadanya serta menendang tubuh pria itu. Dan pukulan itu tepat mengenai dadanya. Dua pukulan yang dia rasakan mengenai tubuhnya membuat dia terbanting dan memuntahkan darah dari mulutnya.


"Kau curang bang.... Kau menyerang orang yang tidak membawa senjata, Okey..kau ingin membunuhku kan...? Sekarang aku ingin tahu siapa yang akan terbunuh di sini, kita tak akan main- main lagi . maaf jika kau akan merasakan tendanganku..." seru Kania yang tak main- main lagi. Dia segera menyerang kedua penjahat itu dengan gencar tanpa ampun. Sang penjahat yang mendapat serangan dari Kania yang bertubi- tubi merasa sangat kualahan dan pada tendangan yang kesekian kalinya penjahat itu jatuh satu persatu dan tak bisa bangun lagi.


"Gimana bang...sudah puas...?" tanya Kania sambil mendekati dua pria yang sudah terkapar itu. sedang kedua pengawalnya sudah menjatuhkan lawan mereka.


"Oh ya Nona Deby... apa anda mau merusak wajahku dan membunuhku...?" kata Kania dengan wajah sinisnya.


"Sialan...dasar wanita Ja***g tunggu pembalasanku.."seru Deby dia berbalik ingin pergi dari sana. namun sebelum dia melangkah terdengar seruan seseorang.


"Hey...tak semudah itu kau pergi Nona..." kata seseorang yang baru datang bersama beberapa orang di belakangnya.


ya ampun...ternyata banyak orang yang melihat perkelahian Kania dan para penjahat itu. tak ketinggalan juga ada Bara Anton dan Seto Aji yang berjalan kearah Kania dan Deby. sedang Deby sudah di pegang oleh dua orang satpam.


"Lepaskan aku...lepaskan aku B****at.. lepaskan aku...aku tidak bersalah, dia yang sengaja ingin memfitnahku.."teriak Deby marah.


"Kamu fikir kami orang Bodoh apa..?" seru Seto Aji dengan wajah marah.


Begitupun dengan Bara dan Anton, terlihat muka mereka menahan marah.


"Tidak...tidak....aku tidak mau... " teriak Deby marah dan ketakutan. namun dua orang satpam itu tetap menarik Deby masuk kedalam mobil bersama para Penjahat


"Tuan Bara, tuan Anton kalian di sini...?" tanya Kania heran.


"Keti Arum antar Amanda pulang lalu kalian langsung pulang, biar Bos kalian bersama denganku. dan kau Ton.. bereskan wanita dan para penjahat itu . ." perintah Bara pada Arum ,Keti dan Anton.


"Baik Bos..." jawab mereka berdua. mereka segera melangkah meninggalkan tempat itu untuk segera mengantarkan Amanda pulang. Sedang Anton segera memanggil anak buahnya yang sudah sejak tadi berada di sana dan juga melihat perkelahian itu. mereka segera membawa Deby dan para penjahat ke Kantor polisi.

__ADS_1


"Gila kau Nia...keren amat gerakanmu tadi, aku nggak menyangka kau begitu hebat dalam soal beladiri...." seru Seto Aji mengagumi Kania.


"Jangan terlalu tinggi memuji Kania kak.. ilmu Nia nggak seberapa, itu hanya untuk membela diri doang kak..." kata Kania merendah.


"Kalau gerakan sepertimu tadi hanya biasa lalu yang luar biasa gimana Nia..." Kata Seto Aji heran.


"Sudah jangan terlalu mengagumi Kania, nanti kau jatuh cinta padanya..." kata Bara datar.


"Siapa laki- laki yang tak akan jatuh cinta pada wanita seperti dia Bara...andai aku yang dahulian bertemu dia mungkin dia sudah jadi milikku..." jawab Seto Aji


"Kau berani mengatakan itu di depanku..?" kata Bara kesal.


"Ck..siapa juga yang takut..."goda Seto Aji yang melihat sahabatnya cemburu.


"Kau...." Seru Bara tambah kesal.


"Ha ha ha...gue nggak menyangka sahabat dinginku akan sebucin itu pada sang kekasih...." seru Seto Aji sambil tertawa.


"Kau ini.. sudahlah gue mau pulang, kalau menuruti omonganmu aku nggak akan pulang..." seru Bara sambil berjalan kemobilnya di ikuti Kania. Sedang Seto Aji hanya tertawa melihat tingkah sang sahabat .


"Siapa yang nggak akan cemburu bila mempunyai wanita secantik dan sepintar Kania, andai aku yang bertemu dengan dia lebih dahulu , gue juga mau memiliki dia. .." batin Seto Aji sambil tersenyum.


"Gue nggak nyangka Deby sejahat itu... gue kira saat dia mecambuk Kania dulu memang tidak dia sengaja, kenyataannya dia memang sengaja melukai Kania..." kata Seto Aji pada Anton yang masih berada di sana.


"Bukan sekali ini saja Deby mengirim penjahat untuk melukai Nona Kania, dia juga pernah mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Nona Kania..." kata Anton menjawab perkataan Seto Aji.


"Apaa...jadi dia sudah pernah mengirimkan Kania pembunuh bayaran...?" tanya Seto Aji kaget.


"Benar...Nona Kania pernah juga di hadang oleh beberapa penjahat saat pulang dari syuting di puncak..." kata Anton menjelaskan .


"Dan itu atas suruan Deby...?" tanya Seto Aji tak percaya .


"Benar...Dia dan ibunya yang membayar para penjahat itu.." jawab Anton lagi. Dia sudah tahu kebenaran tentang Kania dan tuan Setyo Hadi Herlambang sejak dulu. dia juga sudah tahu kebenaran tentang Nyonya Sinta.


"Sebenarnya ada permusuhan apa antara Nona Kania dengan si Deby..?" tanya Seto Aji lagi.


"Semua ini karena peran yang kau berikan pada Nona Kania , dia menganggap Nona Kania merebut peran Putri Fang Yun dari tangannya..." kata Anton menjelaskan.


"Apaa...? hey..aku nggak pernah memilih dia jadi putri Fang Yun lo... andai saat itu nggak ada Nona Kania, aku juga nggak mungkin memilih dia... masih banyak gadis yang lebih baik dari dia...?" kata Seto Aji dengan marah.


"Dia merasa Nona Kanialah yang membuat kamu tidak memilih dia..." kata Anton yang memang sahabat Seto Aji juga.


"Gadis gila... kalau memang dia merasa seperti itu, Bukankah dia salah kalau melakukan kekerasan yang membuat nyawa orang terancam...?" kata Seto Aji lagi .


"Untung Nona Kania tangguh, seandainya dia gadis biasa mungkin nyawanya sudah tidak ada lagi sekarang..." kata Anton .


"Benar katamu Ton...aku kagum sama dia..." lanjut Seto Aji.


"Aku nggak pernah menyangka gadis incaran orang kantor sekarang akan menjadi nyonya Bos kami.." jawab Anton dengan tertawa.


"Mereka akan menikah....?" tanya Seto Aji.


"Sebentar lagi...tapi Nona Kania tidak ingin publik tahu kalau dia akan menjadi nyonya Bara Aris Dirgantara..." lanjut Anton.


"Kenapa...? Apakah Nona kania tidak mencintai Bara...?tanya Seto Aji heran.


"mencintai...mereka saling mencintai, walau yang aku tahu tuan Bara lah yang jatuh cinta pertama kali pada Nona Kania, tapi masalah dia tak ingin semua orang tahu hubungannya aku tidak tahu...yang kami tahu dia tidak suka di kenal orang sebagai istri tuan Bara karena dia takut mereka menyangka dia hanya menginginkan kekayaan tuan Bara. .." kata Anton menjelaskan.


"Dasar gadis unik... andai wanita lain dia akan bangga memamerkan kalau dia pilihan manusia dingin itu..." kata Seto Aji heran.


"Ton..kamu kan yang dekat dengan si Bara, apa dia dingin seperti itu jika dekat dengan Nona Kania...?" tanya Seto Aji kepo.


"Ha ha ha.. kamu nggak tahu tuan Bara.. dia sangat manja ketika di dekat Nona Kania..." seru Anton membuka rahasia Bara.


"Beneran Ton..? aah..kamu bohong..." kata Seto Aji tak percaya.


"Ha ha ha..kamu nggak percaya kan... kalau kamu pingin tahu datang aja saat Nona Kania ada di rumah tuan Bara.." jawab Anton lagi.


"Aku jadi penasaran Ton..." kata Seto Aji lagi semakin penasaran, mana mungkin pria dingin itu bisa bermanja pada wanita.


"Ya udah gue pulang dulu..gue mau kekantor Pulisi ngurusin masalah si Deby.." kata Anton lagi. merekapun segera berpisah .


Maaf bersambung dulu guys...gue lanjut besok ya... jangan lupa like dan komennya.untuk yang ngelike dan komentar trimakasih ya...🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2