Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
ULANG TAHUN PERUSAHAAN 2


__ADS_3

Semua orang memandang dengan mata terbelalak seolah tak percaya akan kejadian itu. Dengan tenangnya Bara menuntun Kania yang terlihat malu ketika semua mata menatapnya dengan wajah tak percaya.hanya kedua pengawal Kania dan sang asisten yang tertawa gembira. Karena mereka tahu kalau kedua orang itu adalah sepasang kekasih.


"Kak Nia....semangat..." teriak Amanda sambil mengacungkan tangan keatas.


"Bos...semangat Bos..." teriak Arum dan Keti.


Sedang Kania dan Bara sedang berjalan menuju panggung dengan masing- masing memegang mikrofon sendiri- sendiri.


Setelah sampai di atas panggung Bara berbicara sebentar pada pemain musik untuk mengiringi lagu yang akan mereka nyanyikan. Tak lama Bara berkata lirih pada Kania ,dan tingkah Bara terlihat sangat mesra sekali. seolah dia sudah akrab dengan Kania,Terlihat Kania mengangguk.


"Ya ampuun...mereka terlihat bagai sepasang kekasih..dan lihat bukankah baju mereka seperti baju pasangan..." kata seorang gadis yang berada di dekat tempat duduk Amelia.


"Iya bener...mereka bagai sepasang kekasih..." jawab yang lain.


"Apakah Kania gadis yang di maksud tuan Bara tunangannya....?" kata gadis itu kembali.


"Nggak mungkin....kebetulan saja mereka memakai baju yang bercorak sama...tapi entahlah...andaikan benar dia tunangan CEO kita, nggak jadi masalah, bukankah dia gadis yang serasi untuk tuan Bara, dia cantik , anggun dan yang aku dengar dia gadis yang baik dan soleh..." jawab sang teman memuji Kania. Saat mendengar pembicaraan mereka Amelia semakin panas hatinya. dia semakin marah mendengar Kania di puji- puji. Terlihat wajahnya yang memerah karena menahan marah, tangannya terkepal erat sampai kuku jarinya melukai telapak tangannya. Dia tak menyangka kalau Bara mau bernyanyi dengan wanita yang dia anggap nggak selevel dengan dia . dia heran kenapa Bara mau bernyanyi dengan wanita ja***g itu, sedang dengan dia jelas- jelas Bara menolaknya.


"Brengsek, sialan...dasar wanita ja***g.. Awas kau nanti..." katanya perlahan. Dia menatap Kania dengan penuh amarah. ingin rasanya dia menghabisi Kania sekarang juga.


Sedang di atas panggung terlihat Bara dan Kania sedang bersiap- siap untuk bernyanyi. Tak lama terlihat mereka berdua mulai bernyanyi.


Saat bahagiaku


Duduk berdua denganmu


Hanyalah bersamamu


Hmm ...


Mungkin aku terlanjur


Tak sanggup jauh dari dirimu


Kuingin engkau selalu


'Tuk jadi milikku


Kuingin engkau mampu


Kuingin engkau selalu bisa


Temani diriku


Sampai akhir hayatmu


Meskipun itu hanya terucap


Dari mulutmu


Dari dirimu yang terlanjur mampu


Bahagiakan aku


Hingga ujung waktuku


Selalu


Seribu jalan pun kunanti


Bila berdua dengan dirimu


Melangkah bersamamu


Kuyakin tak ada satu pun


Yang mampu merubah rasaku untukmu


Kuingin engkau selalu


'Tuk jadi milikku


Kuingin engkau mampu


Kuingin engkau selalu bisa


Temani diriku


Sampai akhir hayatmu


Meskipun itu hanya terucap


Dari mulutmu


Dari dirimu yang terlanjur mampu


Bahagiakan aku


Hingga ujung waktuku


Selalu


Mungkin aku terlanjur


Tak sanggup jauh dari dirimu


Kuingin engkau selalu


'Tuk jadi milikku


Kuingin engkau mampu


Kuingin engkau selalu bisa


Temani diriku


Sampai akhir hayatmu


Meskipun itu hanya terucap


Dari mulutmu


Dari dirimu yang terlanjur mampu


Bahagiakan aku

__ADS_1


Hingga ujung waktuku


Selalu


Mereka berdua menyanyikan lagu dengan begitu merdu hingga orang mendengarkannya ikut bahagia. Terlihat sesekali Bara memegang tangan Kania dengan mesra membuat orang yang melihat perbuatannya jadi tanda tanya.


apakah mereka sepasang kekasih...? atau tuan Bara terlalu menghayati syair lagu yang dia bawakan...?begitu yang ada di fikiran orang yang melihat tingkah Bara. Bara bernyanyi dengan sesekali menatap Kania dengan sorot mata penuh kasih sayang.


"Dik... Apa benar itu kakak elo..." tanya Seto Aji yang ikut hadir dalam perayaan perusahaan Dirgantara. Dia datang karena dapat undangan langsung dari sang sahabat. karena semenjak dia mengenal Bara Dia tidak pernah melihat tingkah Bara yang seperti itu pada kaum Wanita .


"Ck...kak Bara, lupa keadaan dech...?" jawab Dika sambil tertawa.


"Maksud elo...?" tanya Seto tak mengerti.


"Kakak ipar nggak ingin hubungan mereka di ketahui banyak orang...tapi coba lihat tingkah kak Bara sekarang.." jawab Dika masih dengan tertawa .


"Kenapa...?" tanya Seto Aji heran.


"Kau tanya sendiri sama mereka berdua.." jawab Dika di sela- sela tawanya.


"Tapi suara mereka berdua merdu banget lo..." kata Seto Aji kembali.


"Bener kata elo kak...gue nggak pernah denger kak Bara nyanyi, tapi sekalinya nyanyi enak di dengar...Apa seperti itu kalau orang lagi jatuh cinta...?"tanya Dika.


"Mana gue tahu Dik...?" jawab Seto Aji.


Sedang Bara dan Kania masih asyik menyanyikan lagu "Kebahagian "yang dinyanyikan duet Pasha Ungu dan Andin.


Setuap orang tak akan pernah melupakan wajah Bara yang tak pernah mereka temukan selain malam ini, yaitu ceriah, banyak senyum, dan wajah penuh cinta yang dia tunjukkan pada Kania saat dia menyanyi. Mereka bagai melihat ke ajaiban Dunia yang baru mereka saksikan dari wajah dingin Bara selama ini. begitupun dengan kedua orang tua Bara, mereka terlihat selalu tersenyum melihat kebahagiaan yang Bara tunjukkan. mereka sangat bangga pada calon menantu mereka yang bisa membuat putra dingin mereka berwajah ceriah.


"Oma... Kinan mau ketempat Bunda dan Papa...?" kata Kinan meminta.


"Sayang...nanti pulangnya aja ya..kita ketemu Bunda..." hibur sang Oma.


"Tapi Kinan ingin ketemu Bunda..." kata Kinan hampir menangis.


"Sabar sayang... nanti kita ketemu Bunda.." bujuk sang Oma.


"Baiklah Oma...tapi Oma harus janji membawa Kinan ke tempat Bunda..." kata Kinan dengan wajah sedih.karena sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu dengan sang Bunda. sedang sang Bunda sekarang hanya bersama sang Papa.


"Iya sayang...Oma janji..." hibur Nyonya Rani.


Sedang di panggung Kania dan Bara sudah menyelesaikan lagu duet mereka. tepukan tangan terdengar ketika mereka mengakhiri nyanyian mereka.


Saat Kania akan melangkah turun dari atas panggung hiburan tiba - tiba tangan Bara menahannya.


"Maaf Nona Kania tunggu sebentar...". cegah Bara sambil memegang tangan Kania.


"Ada apa tuan...?" tanya Kania heran. Terlihat Bara mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya dan menatap Kania.


"Saat saya mau datang kesini tadi, saya mendengar akan diadakan acara ini, Saat itu saya mempunyai ide, untuk memberikan sesuatu pada karyawan saya atau artis yang ada di dalam naungan perusahaan saya jika nanti saya bisa menyanyi dengan salah satu karyawan atau artis saya, saya akan memberikan suatu hadiah pada orang itu , jadi karena anda yang jadi partner saya malam ini maka hadiah itu akan saya berikan pada Anda..."kata Bara sambil menatap Kania.


"Hadiah untuk saya tuan...?" tanya Kania dengan wajah imutnya. Dia hampir tertawa dengan sandiwara Bara, karena dia ingat perjanjian Bara dengannya kala itu. Jika Kania berani datang kekantor Bara sendiri dia akan memberikan hadiah pada Kania saat perayaan ulang tahun Perusahaan. Dan ternyata saat inilah janji Bara di laksanakan.


"Benar kata anda Nona.. Untuk itu ijinkan saya untuk memasangkan benda ini pada pergelangan tangan anda.." kata Bara sambil meminta tangan Kania. Perbuatan Bara membuat para gadis yang ada di lokasi pesta menahan nafas karena kaget. Perlahan Kania mengulurkan tangannya, kemudian terlihat Bara memasangkan sebuah gelang pada pergelangan tangan Kania. gelang indah yang mempunyai hiasan huruf B dan K dan di tengahnya terdapat bentuk hati dengan mata berlian berwarna pink. Saat Bara memasang gelang itu terdengar teriakan tertahan dari para wanita yang ada di sana. Mereka merasa Iri dan cemburu pada Kania.


"Ya ampun...bahagianya Nona Kania... Kenapa tadi kok nggak gue ya yang beruntung bernyanyi bersama tuan Bara..." kata seorang gadis.


"Iya..beruntung sekali Kania malam ini.." jawab yang lain.


"Gila bener- bener beruntung Nona Kania malam ini..." kata salah satu wanita dengan nada iri, wanita itu berada di sebelah Amelia. Sedangkan Amelia terlihat semakin marah dan benci pada Kania.


"Dasar wanita ja***g kau telah merebut kesempatan yang seharusnya jadi milikku...jangan gembira dulu, lihat apa yang akan terjadi padamu karena berani mengusik kesenanganku., kau akan merasakan akibatnya nanti..( batin Amelia marah). Terlihat senyuman sinis di bibir merahnya.


Dan tanpa Kania sadari kalau Reza juga datang keacara itu , karena dia mendapatkan undangan dari perusahaan Dirgantara. Tak terkecuali Papa Kania yang datang sendiri karena sang Istri sedang tidak bisa keluar rumah Karena dia bakalan tersangkut masalah Deby.


'Nia...kenapa aku dulu begitu bodoh pergi meninggalkan dirimu... ? kenapa aku begitu mudah tertarik pada wanita seperti Deby... Kini kau terlihat begitu kemilau , apakah masih ada cinta untukku Nia...?" seru Reza dalam hati. Dia menatap Kania yang sedang menerima hadiah dari Bara di atas panggung.


Bukan hanya memasang gelang di pergelangan tangan, Bara malah mengecup lembut punggung tangan Kania. Kontan saja Kania kaget, terlihat wajahnya yang memerah karena malu. sedang di luar panggung terdengar teriakan para gadis- gadis yang melihatnya. sedang para pria terlihat sangat iri pada Bara.


"Papa..." bisiknya perlahan dia mengerucutkan bibirnya karena jengkel.


Bara hanya tersenyum di bibir dan tertawa dalam hati. Dia menikmati wajah sang kekasih yang memerah karena malu. Terdengar teriakan histeris dari para karyawan wanita yang melihat tingkah Bara. Tapi ada satu wajah yang menatap semua itu dengan penuh tanda tanya. Sejak Bara mendatangi Kania yang sedang tertegun dia sudah sedikit curiga. Apalagi ditambah tingkah Bara pada Kania yang terlihat sangat romantis dan menunjukkan rasa cinta yang besar pada Kania, yach...dia Sonya sahabat Kania sejak mereka masih di bangku SMA. Apa lagi samar- samar Sonya melihat di jari manis Kania terlihat sebuah cincin melingkar dengan manisnya ketika Kania sedang memegang mikrofon saat menyanyi. di tambah lagi saat Kania dan Bara di atas panggung, terlihat dengan jelas kalau baju mereka memiliki corak baju yang sama.


Setelah selesai memberikan gelang pada Kania, Bara melepaskan Kania untuk kembali ketempat duduknya.


Ketika sampai di tempat duduknya para sahabatnya sudah menunggu dengan wajah gembira. Mereka bergantian melihat gelang pemberian Bara.


"Ya ampun... Indah Banget Bos..." seru Arum.


"Sst.. Arum, jangan keras.- keras.." kata Kania sambil menaruh telunjuknya di bibir merahnya.


"Uff...maaf Bos..." jawab Arum.


Tiba- tiba ponsel Kania yang sudah dia pegang bergetar. Sebuah pesan masuk kedalam grub WA teman karib. Kania segera membukanya.


"Princess kau menyembunyikan sesuatu dari kami...?" tulis Sonya di grup WA mereka.


"Maksud elo Apa Nona kepo...?" bakas Kania.


"Hey...ada apa ini...?" kata Ratih.


"Apa benar kata - kata Sonya Princes...?" tanya Karina.


"Gue tahu elo nyembunyiin sesuatu dari kami...? Ada apa di jari manis tangan kiri elo...?" tulis Sonya lagi.


Sepontan kedua sahabat Kania menatap tangan Kania yang berada di pangkuannya, karena Kania sedang berbalas WA dengan ketiga sahabatnya. terlihat cincin pertunangan Kania yang memiliki berlian kecil di tengahnya.


"Ya ampuun...elo teliti amat si Nona kepo...!" tulis Kania. dia tahu saat ini dia tak bisa menyembunyikan lagi rahasianya


"Jawab pertanyaan gue dodol...😫!" tulis Sonya kembali dengan emoji marah.


"Bener Princes kami butuh jawaban yang benar😠..."tulis Karina.


"Iya, iya gue jawab...tapi bukan sekarang, gue akan menceritakan semuanya pada kalian, kalian datang aja ke apartemen gue, nanti waktunya gue kasih tahu...πŸ™πŸ™πŸ™" tulis Kania.


"Beneran....?janji...? 😣Tulis Sonya.


"Bener...gue janji...kalau elo pada mau ke apartemen nanti biar Arum dan Keri menjemput kalian saat gue mempunyai jadwal kosong...πŸ˜…" tulis Kania kembali.


"Okey....πŸ‘.


Merekapun kembali fokus pada acara yang sedang berlangsung, mereka menikmati acara demi acara sambil menikmati makanan yang ada di sana. Sesekali Kania menatap ketempat Kinan yang berada bersama keluarga Dirgantara. Dia melihat Kinan sepertinya agak rewek, dia tahu Kinan pasti pingin mendatangi tempatnya. Tiba tiba ponsel Kania kembali bergetar. Ada pesan WA masuk. Ternyata dari Bara.


"Bun...di cari Kinan...dia rewel ingin ketempat Bunda....apa kita bisa pulang bersama Bun...? tulis Bara.

__ADS_1


"Baik Pa... Bunda akan bilang pada Arum dan Keti..jawab Kania. Kania merasakan kangen pada anak kecil itu


"Nggak usah, Bunda pulang sama Papa dan Kinan,


"Baik...Bunda pamit dulu pada Keti dan Arum,papa jangan keluar dulu, biar Bunda ke mobil Papa... tulis Kania.


"Siap Bunda...😍


"😘


Kania tertawa sendiri melihat emoli yang dia kirim untuk Bara. Tak lama pesan masuk kembali.


"Papa ingin yang asli...😘😘😘😘. Tulis Bara membalas emoji yang dikirim Kania. Kania hampir tertawa keras untung dia cepat menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Kalau tidak tawa manis Kania akan membahana.


"Maunya..😚 udah Bunda mau keluar, kasian Kinan...tulis Kania.


Kania segera mengakhiri percakapan mereka lewat WA , dia memasukkan ponselnya kedalam tas kecilnya. Setelah itu Kania segera mendekati Keti yang masih asyik makan.


"Kita pulang dulu..." bisik Kania.


"Sekarang Bos...?" tanya Arum


"Iya sekarang...?" jawab Kania.


Merekapun segera berpamitan pada Rika, Amanda dan Ketiga sahabat mereka .


"Kenapa nggak nunggu sebentar lagi Nia...?" tanya Sonya.


"Gue ada kepentingan yang harus gue urus So..." jawab Kania.


"Iya dech silahkan pergi, hati- hati di jalan, ingat janjimu Princes..." kata Sonya mengingatkan .


"Mana pernah gue ingkar janji dodol..." jawab Kania. Sonya tertawa mendengar jawaban sang sahabat.


"Ya udah gue pulang dulu bye..." Kaniapun segera berjalan meninggalkan tempat pesta. Sampai di parkiran mobil Kania segera mencari mobil Bara. Ketika Kania sedang sibuk mencari, dia bertemu bang Mamat yang sedang duduk sambil minum minuman kaleng.


"Non Nia..." seru bang Mamat.


"Bang Mamat...bang Mamat di sini...?" tanya Kania.


"Iya Non...nganter tuan Mahesa dan nyonya..." jawab bang Mamat.


"Oo..lalu dimana mobil tuan Bara bang..?" tanya Kania.


"Itu Non...ini konci mobilnya tadi disuru ngasikan sama Non Nia..." jawab bang Mamat sambil menunjukkan mobil mewah Bara serta memberikan konci mobil itu.


"Makasih bang...Rum elo sama Keti naik mobil gue, gue pulang sama Kinan dan Papanya..." kata Kania setelah mengetahui dan menerima konci mobil Bara.


"Baik Bos... oh ya Bos, kita pulang kerumah tuan Bara kan...?"tanya mereka.


"Iya...kalian langsung aja pulang , gue nunggu tuan Bara di dalam mobilnya..." jawab Kania.


"Baik Bos...." jawab mereka berdua.


Kania pun segera melangkah kearah mobil Bara. Setelah sampai di dekat mobil Bara, kania segera masuk kedalamnya. Acara yang memang masih berjalan membuat tempat parkiran mobil dalam keadaan sepi. Hingga ketika Kania berada di sana keadaan di sana sepi. Tak berapa lama pesan masuk keponsel Kania.


"Bunda sudah ada di mobil...? tulis Bara.


"Sudah Pa...jawab Kania.


"Baiklah Papa dan Kinan kesana... tulis Bara lagi.


"Bunda tunggu...


Setelah membalas pesan Bara , Kania segera memasukkan telfon genggamnya kembali kedalam tas kecilnya. Tak berapa lama terlihat Bara yang menggendong Kinan yang sudah tertidur datang bersama Anton dan Dika serta Papa dan Mamanya diiringi beberapa bodyguard Bara. Dia segera mendekati mobilnya dan memberikan Kinan pada Kania. Setelah itu dia masuk di tempat pengemudi. Begitupun dengan Dika, Anton serta Mama dan Papa Bara, mereka segera masuk kedalam mobil mereka masing- masing.Tak berapa lama terlihat iring- iringan mobil mewah keluar dari Hotel mewah milik keluarga Dirgantara itu.


"Bunda pulang kerumah ya...takutnya Kinan bangun mencari Bunda, karena dia tadi marah karena nggak bisa ketempat Bunda.. ?" kata Bara di tengah perjalanan mereka.


"Baik Pa... Biar nanti Kinan tidur di kamar Bunda..." jawab Kania yang merasa bersalah.


"Papa juga...?" kata Bara menggoda.


"Ck..belum waktunya...?" jawab Kania sambil memalingkan kepala keluar mobil. Bara tertawa melihat sang gadis malu.


"Baiklah akan Papa turuti, tapi jika kita sudah sah jadi suami istri, Papa nggak mau tidur tanpa Bunda..." jawab Bara.


"Tapi Pa..." protes Kania terpotong oleh jawaban Bara.


"Nggak ada tapi- tapian, nggak ada protes, pokoknya Papa ngak mau tidur tanpa Bunda seharipun..." potong Bara.


"Kalau Papa lembur...?" tanya Kania.


"Bunda ikut, dan tidur di kantor nunggu Papa..." jawab Bara.


"Kalau Papa keluar Kota atau keluar Negri...?" tanya Kania lagi.


"Bunda harus ikut. Kemanapun Papa pergi Bunda harus ikut..." jawab Bara.


"Tapi kalau Bunda syuting gimana....?" tanya Kania.


"Kita lihat aja nanti..." jawab Bara.


"Baiklah terserah Papa..." Akhirnya Kania mengalah.


"Nach...gitu dong..." kata bara sambil membelai lembut kepala Kania. Tak terasa mobil mereka sampai di rumah besar Bara. Saat Kania mau keluar Bara menahannya.


"Tunggu Bun..." seru Bara.


Kania duduk kembali dengan tenang. Bara segera berjalan keluar mobil kearah pintu di sebelah Kania. Dia segera membuka pintu dan mengambil Kinan dari pangkuan Kania .


"Pa...bawa Kinan kekamar Bunda aja, biar dia tidur dengan Bunda..." kata Kania .


"Baik sayang ..." jawab Bara sambil memandang Kania dan tersenyum lembut.


Merekapun membawa Kinan kekamar Kania dan menidurkannya di sana. Setelah itu Bara keluar setelah pengecup mesra bibir dan dahi Kania.


"Malem sayang, jangan main ponsel lagi, langsung tidur setelah solat.." waah dia tahu Kania belum solat.


"Baik Pa..." jawab Kania .


"Kok perasaan gue kayak anak SD ya... seru kania dalam hati.


Sedang Bara sudah keluar dari kamar Kania.


Udahan dulu gue sambung besok ya... jangan lupa like dan komennya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2