Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
AUDISI FILM 1.


__ADS_3

Hampir tiga minggu sudah aku kembali bekerja di perusahaan. Setelah kejadian pengeroyokan di parkiran perusahaan beberapa hari lalu, keadaan kembali tenang. Keesokan harinya setelahbkejadian itu berita tentang kehidupan Elisabet menjadi heboh di internet maupun di layar tv. Kisah kehidupannya di masa lalu menjadi trending topik pencarian berita di seluruh koran atau media masa. Kehidupan masa lalu yang berantakan serta keluarga yang amboradol membuat nama Elisabet menjadi bahan gunjingan dan hujatan nitizen. Kehidupan remaja Elisabet yang menjadi seorang gadis yang liar semakin memperburuk citra Elisabet. Namun setelah menjadi seorang artis yang terkenal dia menjadi wanita yang sombong dan angkuh. Banyak beredar vidio kelakuannya yang sering menghina sesama artis yang menjadi juniornya serta perlakuan kasar pada asistenya terpampang dengan jelas di dalam Vidio berdurasi pendek. Semua itu membuat reputasinya menurun, semakin hari semakin menurun. Hanya dalam waktu dua minggu namanya menjadi hancur.


"Princess ...princess lihatlah berita di internet. Kisa si Elisaber semakin hari semakin jatuh..." teriak Sonya sambil berlari masuk kedalam kantor. Kania yang siang itu sedang mengerjakan tugasnya sempat kaget karena teriakan Sonya yang tadi berpamitan ke kamar kecil.


"Yang Benar So .." seru Kania kaget. Begitupun dengan para karyawan yang satu ruangan dengan mereka. Akhirnya terjadilah kehebohan di ruangan itu.


"Beneran..coba kalian lihat di internet, beritanya sudah menghebo .."jawab sonya serius. Mereka mulai melihat di layar ponsel mereka masing- masing. ternyata benar kata- kata Sonya tentang Berita si Elisabet.


"Gila teryata bener kata elo So..." teriak si Ratih.


"Lo.. katanya dia calon nyonya pemilik perusahaan, kok jadi begini beritanya.." kata salah satu Karyawan.


"Iya... Gue kira dia benar- benar calon istri Bos Bara.." jawab yang lain.


"Makanya kalau ada berita itu jangan langsung kita telan bulat- bulat, buktinya orang yang mengaku- ngaku calon istri orang nomer satu di perusahaan kita ternyata cuma rumor doang kan..."jawab yang lain.


"Bener itu...kita janganlah mudah tertipu oleh berita yang belum tentu kebenarannya. ." kata seorang karyawan yang lebih tua umurnya dari mereka.


"Ya sudah kita balik lagi mengerjakan tugas kita...nggak baik menggunjingkan aib orang lain..." kata Kania bijak.


Merekapun segera kembali kemeja masing - masing.


Keti dan Arum tersenyum bangga melihat Kania. Dia yang telah disakitin oleh Elisabet tidak terlihat dendam padanya.


Merekapun terlihat kembali di sibukkan oleh tugas masing- masing. Saat mereka sibuk mengerjakan tugas mereka masing- masing tiba - tiba terdengar ketukan di pintu. teryata sekertaris pak Marwan masuk kedalam ruangan.


"Nia kau di panggil pak Marwan ..." kata sang sekertaris.


"Saya mbak....?" tanya Kania bodoh.


"Iya kamu...." jawab sang sekertaris.


"Baik mbak..." jawab Kania. Sekertaris itupun pergi.


"Nia ada apa kok tumben elo di panggil menghadap pak Marwan...?" tanya Sonya.


"Entahlah mana gue tahu So...." jawab Kania sambil beranjak keluar ruangan di ikuti Keti dan Arum. Mereka berjalan menuju kantor pak Marwan yang berada di sebelah ruangan divisi humas. Sesampainya dia di sana dia menghampiri sang sekertaris yang berada di luar pintu kantor pak marwan.


"Lo kalian bertiga...?" tanya sang sekertaris.


"Iya mbak...mereka mengantarkan saya, sekalian pingin lihat kantor pak Marwan" jawab Kania berbohong.


"Oo..tapi yang masuk haya kamu Nia.." kata sang sekertaris.


"Baik mbak..."jawab Kania.


Kania menyuruh Keti dan Arum untuk menunggu di luar.


"Kalian tunggu di sini , gue masuk dulu.." kata Kania sambil mengetuk pintu.


"Baik..." jawab mereka berdua.


Tok tok tok...


"Masuk.." terdengar suara pak Marwan dari dalam ruangan .


Perlahan Kania membuka pintu. Terlihat Pak Marwan sedang duduk menghadapi leptopnya.


"Siang pak..." sapa Kania pelan.


"Siang Kania ..duduklah.." kata pak Marwan sambil mempersilahkan Kania duduk di depannya. Perlahan Kania berjalan dan duduk di depan pak Marwan.


"Bapak memanggil saya..." tanya Kania setelah duduk .


"Benar...saya akan menugaskan kamu untuk mengantar anak asuhan si Erma untuk audisi peran di daerah puncak.." kata pak Marwan dengan tenang.


"Saya pak...?" tanya Kania heran dan kaget . Sebab masalah mengantar artis untuk audisi bukanlah wewenangnya.


"Iya kamu..." jawab pak Marwan dengan yakin.


"Tapi pak , itu bukan wewenang saya kan pak...bukankah para artis sudah memiliki menejer sendiri...?" tolak Kania.


"Ini Erma sendiri yang meminta untuk kau wakilkan.." jawab pak Marwan.


Kania memang dekat dengan Erma semenjak dia pernah menolong Erma saat dia di todong orang jahat di jalanan sepi. Saat itu Kania pulang dari kantor agak terlambat karena lembur, ketika dia berjalan di jalan yang agak sepi tiba - tiba dia melihat seorang wanita sedang di todong oleh dua orang pria besar berotot di dekat mobilnya di jalanan yang sepi karena hari mulai menjelang malam. Terlihat salah satu pria besar itu sedang berusaha menarik tas kerja wanita itu. Melihat itu Kania segera mendekati mereka.


"Bang...ngapain kalian mengganggu wanita yang lemah ..?" tanya Kania setelah menaruh motornya di pinggir jalan. Kedua pria itu serempak menatap Kania.


"Wiii...ada cewek cantik, mau ngapain nona cantik...?" tanya salah satu dari mereka. dia menghampiri Kania.


"Menghalangi abang bertindak jahat..." jawab Kania datar.


"Waah... Jangan ikut campur urusan kami Nona cantik, mending ikut abang aja ya...abang mau kok jadiin nona bini abang..." jawab salah satu dari mereka yang menyapa Kania tadi. sambil mengulurkan tangannya mau memegang Kania.


"Kagak mau bang...abang jelek .." jawab Kania memprovokasi si penjahat.


"Dasar wanita tak tahu diri..." kata sang penjahat yang merasa malu di hina Kania.


"Udah dech bang... lepasin wanita itu, dia bukan lawan abang...lagian ngapain kalian mau mengambil barang yang bukan milik kalian..." kata Kania lagi.


"Itu bukan urusan elo..." jawab mereka marah.


"Tapi sekarang itu jadi urusan gue juga bang..." jawab Kania sambil mendekati mereka.


"Ba****t elo cari mampus Nona..." teriak salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Kagak juga bang..." jawab Kania enteng.


"Dasar wanita sombong..elo rasakan pukulan dari gue..." teriak pria yang telah di hina Kania. Dia segera menyerang Kania . dia menyerang Kania yang dia anggap lemah. Namun sebuah tendangan membuat dia tersungkur dan muntah darah.


"Bang...gitu aja kok udah ngeluarin kecap sich bang..." ejek Kania pada pria yang sudah menerima tendangannya.


"Dasar wanita sombong...Din kita hajar dulu wanita sombong ini..."seru pria itu pada lelaki yang masih berusaha menarik tas wanita tadi. Akhirnya dia melepaskan tangannya dari wanita itu dan berjalan kearah sang teman yang terduduk di trotoar jalan. Setelah menolong sang teman untuk berdiri mereka segera bersiap menyerang Kania.


"Kita hajar wanita j***ng itu sama- sama..." katanya dengan marah.


"Baik bang..." jawab pria satunya sambil memegang belati yang di buat mereka menodong wanita itu. Tak lama terjadi perkelahian antara dua penjahat itu dengan Kania. Namun tak berapa lama keduanya jatuh ambruk tak kuat berdiri lagi. Melihat kenyataan itu dua penjahat tadi segera minta ampun.


"Nona maafkan kami, ampuni kami nona.." kata mereka takut.


"ya elah bang...segitu aja kemampuan kalian...?" ejek Kania.


"Ampuni kami Nona...." kata mereka menghina.


"Baik...kali ini kalian gue ampuni jangan kalian ulangi lagi, sekarang cepatlah pergi dari sini..." kata Kania dingin.


"Ba..baik Nona..." jawab mereka sambil bergegas pergi dari depan Kania. Setelah kepergian mereka Kania segera menghampiri wanita yang berdiri memandang dirinya dengan kagum.


"Mbak , mbak nggak terluka kan...?" tanya Kania ramah.


"Tidak Dik... Terimakasih atas pertolongannya..." kata wanita tadi sambil memandang Kania kagum.


"Sama- sama mbak... Apa mbak masih mampu pulang sendiri mbak...?" tanya Kania lagi karena melihat wajah wanita itu masih pucat.


"Bisa Dik...oh ya perkenalkan nama mbak Erma..." kata wanita itu sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya, walau tangan wanita itu masih terlihat gemetar.


"Namaku Kania mbak...." jawab Kania.


"Sekali lagi saya ucapkan trimakasih dik, mbak nggak bisa bayangkan kalau nggak ada dirimu apa jadinya mbak tadi, sebab di dalam tas ini banyak barang yang penting, karena itu mbak mempertahankan nya tadi.." kata wanita itu menjelaskan.


"Lain kali kalau pulang malam mbak cari teman aja mbak...bahaya malam- malam pulang sendiri , banyak orang jahat...." nasehat Kania.


"Iya dek Terimakasih atas nasehatnya, oh ya kalau boleh tahu sepertinya adek baru pulang kerja ya...?" tanya Erma melihat penampilan Kania yang memakai baju formal.


"Iya mbak...saya kerja di DI.." jawab Kania.


"Lo sama dong...saya juga kerja di DI , saya menejer artis.." jawab Erma.


"Waah kita satu perusahaan mbak..." kata Kania .


"Adek kerja di bagian apa...?"


"Saya di divisi humas mbak..." jawab Kania.


"Waah kalau gitu kita bisa sering ketemu dong..." kata Erma yang kini wajahnya kembali normal.


"Iya mbak..." jawab Kania.


"Iya mbak hati- hati di jalan..." jawab Kania.


"Asalamualaikum..." pamit Erma sambil masuk kedalam mobilnya.


"Walaikum salam..." jawab Kania.


Setelah itu hubungannya dengan Erma sangat baik.


"Gimana Nia...kau sanggup..?" tanya pak Marwan.


"Baiklah akan saya coba pak..." jawab Kania pasrah.


"Ya sudah kau siap- siaplah nanti sebelum berangkat kau kemaleman lagi.." kata pak Marwan .


"Baik pak, permisi Asalamualaikum..." pamit Kania.


"Walaikum salam..." Kaniapun segera keluar dari ruang pak Marwan. Sesampainya di luar dia di sambut Arum dan Keti yang setia menunggu di luar.


"Gimana Nia udah selesai...?" tanya Keti.


"Gue di tugasin nganter artis audisi..." jawab Kania.


"Mbak kami pamit dulu...." pamit Kania pada sekertaris pak Marwan.


"Iya...?" jawab sang sekertaris sambil tersenyum pada Kania. Merekapun segera meninggalkan kantor pak Marwan.


"Mau nganter kemana ...?" tanya Arum sambil mereka jalan.


"Audisinya di puncak...?" jawab Kania.


"Sekarang...?" tanya Arum lagi.


"Iya sekarang....kit kembali hanya mengambil tas aja.." jawab Kania.


Setelah sampai di ruangannya Kania mengambil tas kerjanya. Tapi sebelum tangan Kania sampai, Arum sudah mengambil dan membawa nya.


"Nia kau tak memberitahu Bos...?"bisik Keti perlahan.


"Nanti sampai di bawah aja...?" jawab Kania.


"Kalian mau kemana...?" tanya Sonya yang melihat ketiga orang itu sudah bersiap mau pergi.


"Di suruh nganterin audisi seorang artis tanggung jawabnya mbak Erma..." jawab Kania.

__ADS_1


"Elo Nia....?" tanya Sonya heran.


"Iya...mewakili mbak Erma, dia nggak


bisa nganterin artisnya karena ada keperluan lain. Jadi dia meminta pada pak Marwan untuk di wakilkan padaku..." kata Kania menjelaskan.


"Enaknya...gue ikut ya...?" kata Sonya berharap.


"Sembrono...ya nggak bisa to ndok..." jawab Kania sambil menonyor kepala Sonya.


"Yaah...gue pingin ikut Nia....?" rayu Sonya.


"Gue sich iya saja...tapi gimana kata pak Marwan dodol..." seru Kania.


"Iya sich...huu..sayang sekali, pasti di sana banyak artis- artis tampan yang ikut audisi..." kata Sonya kecewa.


"Ya elo rayu aja pak Marwan So..."kata si Arum sambil tertawa.


"Idih kamu Rum..enak elo yang jadi pengawal Kania..kemana Kania jalan elo- elo pada ikut..." ucap Sonya iri. Memang sejak kejadian mereka di serang para preman para sahabat Kania sudah pada tahu kalau Arum dan Keti adalah bodyguard Kania. Walau mereka tidak tahu siapa yang memberi tugas pada dua pengawal Kania itu.


"Makanya belar kayak kita- kita..." goda Keti.


"Iya gue mau belajar kayak kalian, tapi kata Kania bulan depan baru kita bisa belajar, iya kan Nia...?" jawab Sonya.


"Iya, iya...udah yuk gue pergi dulu..." pamit Kania.


"Hati- hati di jalan Nia..." kata Sonya, untung kedua sahabat mereka pergi ke kamar kecil , kalau tidak pasti ada kehebohan yang terjadi jika mereka tahu Kania akan mengantar seorang artis audisi. Setelah kembali bertanya pada pak Marwan lokasi dan sang Artis yang ternyata seorang artis cewek yang sangat imut. mereka segera berangkat Artis yang Kaia bawa teryata seorang gadis cantik dan imut serta ramah. gadis cantik itu bernama Paramita Jahedi . Saat di tengah perjalanan Kania baru ingat kalau dia belum mengabari Bara. Dia menulis pesan buat Bara.


"Bos Kania pergi ngantar artis audisi peran..." tulis Kania.


Saat itu Bara sedang rapat dengan para pimpinan perusahaan yang baru di mulai.


Ketika merasa Hp nya bergetar Bara segera mengambil dengan wajah kesal.


'Siapa berani mengganggu saat- saat seperti ini'. Saat Hp di lihat. Tertera nama My Angel tertera di layar Hp. Wajah Bara yang semula kesal kini ada senyuman di wajahnya. Dia menunda rapat sejenak. Para bawahan yang tadinya tegang jadi bertanya- tanya. Siapa yang sedang menelfon si dingin itu, hingga bisa membuat sang Bos menunda rapat. Lebih heran lagi mereka ketika ada senyuman tipis di wajah Bara. Bara keluar dari ruang rapat untuk menelfon Kania.


"Halo Asalamualaikum..." jawab Kania yang saat itu terkejut menerima telfon dari Bara.


"Walaikum salam., Bun..kau dimana..?" tanya Bara.


"Di perjalanan menuju puncak Bos..." jawab Kania.


"Siapa yang menugaskanmu kesana...?" tanya Bara heran.


"Pak Marwan, tapi permintaan dari mbak Erma menejer artis yang aku bawa.." jawab Kania.


"Keti dan Arum ikut kan...?" tanya Bara lagi.


"Iya mereka ikut.." jawab Kania.


"Ya udah hati- hati di jalan, jangan lupa jaga kesehatan..." kata Bara penuh perhatian.


"Baik.."


"Ya udah aku tutup Asalamualaikum.."


"Walaikum salam...." jawab Kania.


Kaniapun menaruh kembali pinselnya di dalam tasnya.


"Si Bos Nelfon Nia...?" tanya Keti.


"Iya...dia menanyakan di mana kita.." jawab Kania .


"Siapa tadi yang nelfon kak...?" tanya Paramita.


"Bos Kakak..." jawab Kania.


"Bos kakak...? bukankah Bos kakak juga Bosku juga...?" tanya Paramita dengan mimik lucu.


"Benar juga..." jawab Kania sambil tertawa canggung.


"Apakah itu Bos Bara kak...?" tanya Paramita lagi.


"Waduh..tebakanmu ketinggian Nona... bukankah kau tahu bukan sembarang orang yang bisa mengenal Bos Bara.. dia tadi Bos Dika Non.." jawab Kania sambil tersenyum memandang Paramita.


"Iya juga sich he he he..aku kira Bos Bara kak.." kata Paramita sambil tertawa.


'he he...bagaimana perasaan dia kalau dia tahu sedang berhadapan dengan kekasih Bos Bara' batin Keti dan Arum . Tak berapa lama sampaikan mereka di puncak tempat audisi di lakukan, mereka memilih puncak karena audisinya adekan perkelahian. Film yang akan di ikuti audisinya menceritakan tentang kerajaan masa lalu yang penuh perkelahian.


saat mereka datang seorang sutradara menatap Kania lama. ketika Kania mendaftarkan nama sang artis sutradara tadi mendekatinya.


"Apakah kau artis yang ikut audisi...?" tanya sutradara itu pada Kania.


"Buka tuan.. saya hanya mendaftarkan artis saya.." jawab Kania.


"Kenapa nggak ikut audisi...?" tanya sang sutradara.


"Maaf saya nggak bisa berakting.." jawab Kania sopan.


"Apakah kau tak ingin mencoba..." bujuk sang Sutradara.


"Maaf saya nggak berminat..." tolak Kania halus. terlihat sang Sutradara kecewa mendengar penolakan Kania.


Setelah acara di mulai Kania dan Paramita serta Keti dan Arum menunggu giliran Paramita di panggil. mereka menunggu sambil melihat penampilan para Artis yang mengikuti audisi. ternyata banyak yang berminat mengikuti audisi itu. maklumlah sang Sutradara dalam film itu adalah sutradara yang bertangan dingin. setiap hasil karyanya selalu menghasilkan penonton yang berjubel membeludak.

__ADS_1


Udahan dulu ya ceritanya besok author cerita lagi...


Bersambung.


__ADS_2