
Hotel XX
Kita lihat keadaan Kania yang sudah sampai di parkiran Hotel XX bersama pengawalnya. Ketika mau masuk kedalam loby hotel terlihat kak Rika dan Amanda sudah menunggu nya di pintu masuk.
"Kak Kania....!" seru Amanda keras hingga membuat mereka menjadi pusat perhatian orang. Otomatis membuat Rika menutup mulut Amanda.
"Kau ini...kau ingin jadi pusat perhatian apa...?" bisik Rika sewot.
"Maaf...Habis aku penasaran dengan Kak Nia. Soalnya aku hanya bisa melihat Keti dan Arum yang berjalan bersama wanita tak di kenal itu.. Kok tumben ya mereka berdua mengawal gadis itu ...atau jangan - jangan.." belum selesai pertanyaan Amanda terjawab, mereka bertiga sudah berada di depan Rika dan Arum.
"Hay... Kalian sudah datang dari tadi Kak...?" tanya Kania sambil menatap wajah mereka berdua yang melongo menatapnya.
"Kau Kania kan...?" tanya Rika tak percaya.
"Ya elah kak... Kalau bukan gue lalu siapa...? Emang ada yang mirip ama gue ya...?" jawab Kania konyol. Sedang Arum dan Keti hanya tertawa melihat Rika dan Amanda yang tercengang melihat Kania.
"Ha ha ha...baru sekarang gue lihat kak Rika seperti orang bloon..." goda Arum yang suka ceplas- ceplos.
"Kau ini... Berani kau ngatain aku bloon..?" kata Rika pura- pura marah.
"Ini benar- benar kak Nia kan...?" tanya Amanda tak percaya.
"Ya ampun Nda..dia emang asli kak Nia dodol...?" seri Arum gemas.
"Jangankan kakak, gue aja tadi kaget ngelihat Bos Nia keluar dari Kamarnya." kata Keti pada mereka berdua.
"Lo Kak Nia bukan dari salon..?"tanya Amanda.
"Kagak, tadi yang ngrias gue Mama gue sendiri kok..." jawab Kania bangga.
"Yang bener kak..." kata Amanda tak percaya.
"Iya , dia memoles wajahku dengan make up punya gue sendiri..." jawab Kania.
"Ya ampun ... Pinter banget Mama kak Nia..." seru Amanda.
"Uda ah ayo kita masuk, kalau ngebahas soal ini nggak akan selesai..." ajak Kania.
"Ya udah yuk..." ajak Rika pada mereka. Akhirnya mereka berlima masuk kedalam Hotel XX.
Ketika sampai di loby mereka sudah di sambut oleh karyawan Hotel yang akan membawa mereka keruangan pesta syukuran. Dan tanpa mereka sadari setiap bertemu orang baik itu tamu hotel maupun karyawan hotel mereka akan tercengang melihat penampilan Kania yang terlihat menawan. Ketika mereka masuk kedalam ruang pesta semua melihat kearah kedatangan rombongan Kania. Mereka terdiam melihat kedatangan mereka berlima.
"Ya ampuun...siapa gadis cantik itu..?" seru salah satu kru film ketika melihat kedatangan Kania. Kontan saja membuat orang ada di ruangan itu melihat kehadiran Kania dan kawan- kawannya.
"Gila siapa dia....?" kata yang lain.
"Kok gue rasanya mengenalnya..."kata Rendra yang memerankan pangeran Shankyun si putra Perdana Mentri .
"Hey kalau dilihat teman- teman wanita yang bersamanya , bukankah mereka pengawal dan Asisten serta menejer Nona Kania...?" kata salah satu kru film
"Ya Tuhan.... Apakah itu Nona Kania..?" teriak salah satu dari para kru film yang sedang bergerombol melihat para gadis- gadis itu masuk kedalam ruangan.
Mereka terkejut mendengar omongan dari salah satu teman mereka.
"Ya ampun benar katamu dia Nona Kania...." seru teman yang lain.
Begitupun dengan para artis wanita yang sudah datang. Mereka menatap iri melihat kecantikan Kania.
"Aku nggak nyangka kalau Nona Kania secantik itu ..." kata Preti yang dulu pernah memusuhi Kania karena Deby.
"Benar sekali... Memang sejak pertama kali aku ketemu dia , aku sudah mengagumi kecantikan dan kebaikannya. Dia nggak pernah sombong pada siapapun, aku nyesel pernah bermusuhan dengannya. Walaupun begitu dia tak pernah mendedam padaku, dia tetap baik dan bersahabat denganku..." kata Amerta merasa bersalah.
"Iya, dia juga baik Padaku Mer, ternyata kita dulu salah berteman ya...? Gadis itu ternyata hatinya cantik secantik Wajahnya..." puji Preti pada Amerta.
Sedang orang yang sedang di gunjingkan oleh orang lain kini sedang berjalan bersama teman- temannya menuju tempat duduk yang kosong. Setelah mendapatkan tempat duduk yang cukup untuk mereka berlima Arum dan Keti berjalan pamit pada Kania untuk mengambilkan minuman buat si Bos cantiknya.
"Bos...gue ambil minuman dulu ya...?" kata Arum pada Kania. Kania hanya me ganggukkan kepala.
"Kau mau kemana Rum...?" tanya Amanda ketika melihat Arum dan Keti berjalan meninggalkan tempat duduk nya.
"Ambil minuman dan makanan kecil.." jawab Arum .
"Gue ikut...." kata Amanda .
"Ayo..." jawab Arum. Amanda pun segera beranjak dari duduknya dan ikut bersama Keti dan Arum. Sedang Kania mengobrol dengan Rika. Saat mereka asyik berbincang tiba - tiba seseorang menyapa Kania.
"Malam Kinkin..." terdengar sapaan yang akrap pada Kania.
"Malam Rel...kau datang sendiri...?" tanya Kania pada Farel yang sejak tadi memandang kedatangan Kania.
"Iya.. Habis gadis yang akan kuajak pergi sudah di gandeng pria lain..." jawab Farel dengan muka sedih.
"Cup cup cup...kasian banget sahabat gue..." goda Kania sambil menepuk pelan lengan Farel yang sedang duduk di sebelah Kania.
"Dasar gadis tak berperasaan...." umpat Farel pelan.
"Hey pembuat onar.. elo nyumpain gue..?" kata Kania sambil menepuk lengan Farel keras.
"Aauu... elo sadis banget Kin, masak nampol gue sakit begini..." kata Farel sok kesakitan.
"Ya elah tuan besar...apa elo sesakit itu kena tampol gue...?" tanya Kania gemes.
"Bukan lengan gue yang sakit Kin...tapi hati gue yang udah elo tolak dan lo tinggalin...." kata Farel sok sedih.
"Sialan... enak aja elo ngomong, kalau ada yang dengar gimana... Dasar pembuat onar..." kata Kania pelan sambil menjewer telinga Farel.
"Aauu...sakit Kin... Iya , iya gue nggak ngomong lagi..." teriak Farel sambil tertawa.
"Dasar sableng..." umpat Kania dongkol. Sedang Rika hanya tersenyum melihat interaksi dua orang yang ada di depannya.
"Kalian ini udah lama ya kenalnya...?" tanya Rika .
"Waah...kami ini dua sahabat yang lama nggak jumpa kak..." jawab Farel.
"Dan sekarang dia akan menjadi sepu..." jawaban Farel belum selesai Kania sudah mendekap mulut Farel.
"Fareeel...sudah cukup okey.... " seru Kania perlahan sambil tetap mendekap mulut Farel.
"Ada apa Nia...?" tanya Rika heran melihat tingkah Kania.
"Ah enggak ada kak... Cuman Nia takut Farel ngomong yang nggak bermutu aja.." jawab Kania sambil melepas tangannya dari mulut Farel.
"Hay...lama nunggu ya...? Maaf antri Bos.. Lo ada tuan Farel... ?" tiba- tiba Arum ,Keti dan Amanda datang menyelamatkan Kania dari pertanyaan Rika.
"Waah banyak banget makanan yang kau bawa Rum...?" tanya Kania.
"He he he...maaf Bos, gue gemas kalau lihat makanan banyak..." jawab Arum.
"Ha ha..itu mach bukan gemes Rum... tapi elo aja yang doyan makan..." seru Keti sambil tertawa . perkataan Keti membuat semua tertawa.
Tapi suara tawa mereka terhenti ketika terdengar pembawa acara mengatakan kalau Sutradara Seto Aji sudah datang bersama para sahabatnya. Semua orang terdiam dam fokus melihat kearah pintu msuk.
Tak lama terlihat empat orang pria tampan masuk kedalam ruangan . semua orang terpanah dengan ketampanan pria- pria itu. Terutama pria dingin yang berada di tengah- tengah mereka.
"Ya ampun...bukankah itu tuan Bara dari DC beserta Adik dan Asisten pribadinya.." seru seorang artis cantik yang duduk di belakang tempat duduk Kania.
"Benar katamu, dia memang tuan Bara.. Dia tampan dan dingin sekali... Tapi dia banyak di gilai para gadis..." kata yang lain.
"Betul apa yang kau katakan, pasti yang jadi istrinya bahagia sekali, sudah tampan dan gagah , kaya lagi..." jawab gadis yang lain. Sedang Keti ,Arum dan Amanda secara reflek memandang Kania mendengar omongan mereka. Terlihat Kania yang sedang memandang mereka dengan wajah bisa.
__ADS_1
Sedang Bara yang baru datang menatap nanar kesegala penjuru mencari kekasih hatinya. Saat matanya bisa melihat sang kekasih terlihat wajah bahagia terlukis di wajahnya.
Terlihat senyuman sekilas dia tunjukkan pada sang kekasih. Kania menggoda Bara dengan tersenyum dan mengedipkan mata sebelah. Melihat kelakuan Kania Bara menjadi gemas. Terlihat dia menahan wajahnya yang ingin tertawa.
"Dasar gadis nakal , awas saja nanti kau ya..." umpat Bara dalam hati. Dia segera menuju tempat duduk yang sudah di sediakan bersama Dika , Anton dan Setyo Aji.
"Hey tadi apa kau lihat, tuan Bara tersenyum sekilas menatap kearah Sini.." kata seorang artis yang duduk di belakang Kania.
"Benar.. dia tersenyum walau hanya sekilas..." jawab yang lain.
"Untuk siapa senyum itu ya... andai itu untukku..." kata gadis tang pertama.
"Ngayal..." ejek sang teman. terdengar mereka tertawa.
Acara demi acara pun berjalan dengan lancar, banyak para artis yang menyumbangkan lagu untuk memeriahkan pesta. Hingga tiba- tiba Farel maju kedepan dan berucap.
"Perhatian para sahabat , teman sekalian. Rasanya pesta ini akan sangat meriah jika kita mendengarkan alunan lagu dari seseorang yang sangat merdu sekali suaranya. Apakah kalian penasaran...?" ucapnya di atas pentas.
"Benar...siapa dia Rel...? " teriak Damar nyaring.
"Baiklah kita suruh dia maju kedepan, tolong Nona Kania, tolong kau nyanyikan sebuah lagu untuk kami semua...?" kata Farel dengan lantang. Tentu saja semua orang kaget. Ternyata orang yang di katakan Farel tadi Kania.
"Kania...? Apa dia bisa menyanyi...?" tanya salah satu artis yang ada di samping kelompok Kania.
"Benar...kalu soal beladiri dia ahlinya, tapi kalau nyanyi apa dia bisa..." kata gadis yang lain meremehkan.
"Bos..maju aja dech...biar mereka tahu suara Bos. Gue gemes mendengar mereka ngehina elo..." kata Arum marah saat mendengar omongan mereka.
"Iya Rum..gue pingin ngerobek mulut mereka nich..." kata Keti gemas.
"Ayo Nona Kania... Tolong nyanyikan satu lagu untuk kami semua.." teriak Farel kembali.
"Baiklah gue kedepan agar elo pada bisa bangga pada gue..." jawab Kania sombong. Yee..Kania panas juga hatinya mendengar hinaan mereka๐๐
Akhirnya Kania berdiri dan berjalan kearah panggung. Setelah sampai di atas panggung dia mendekati para pemain musik . Dia meminjam satu gitar listrik dari mereka.
"Bang...boleh gue pinjam satu gitarnya..?" tanya Kania.
Salah satu dari merek memberikan gitar listrik yang dia pegang.
"Terimakasih bang..." kata Kania sambil menerima gitar. Dia meminta satu tepat duduk untuk dia . sebelum dia bernyanyi dia berucap.
"Lagu ini gue kususkan untuk seseorang yang sangat berharga buat gue. Semoga lagu ini bis membuat dia
Bahagia...." kata Kania sambil tersenyum.
Dia berbicara sebentar sebelum duduk dan mulai bernyanyi. Tak lama Dia mulai duduk dan memetik gitar.
Memenangkan hatiku bukanlah
Satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
'Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu bukanlah
Satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau pria terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Meruntuhkan egoku bukanlah
Satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau pria terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau pria terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Tolong kamu camkan itu .
__ADS_1
Kania asik menyanyikan lagu dari Virgoun dengan suara yang membuat orang yang mendengarnya terhanyut . pemain musik mengiringi Kania bernyanyi.
Dan orang- orang yang tadi menghina Kania jadi terdiam malu. Mereka tidak mengira Kania yang serba bisa mempunyai suara yang sangat merdu sekali.
"Gila...gadis itu sungguh sangat berharga. Dia bisa segalanya, semua dia miliki, kecantikan , kelembutan, kebaikan,kepandaian...ya ampuun... Siapapun akan bangga memiliki gadis itu..." kata pria yang ada di sebelah Farel. Perkataan pria itu membuat Farel sangat tertusuk hatinya.
"Ya ampun Kin...kenapa gue rasanya tak rela elo jadi saudara ipar gue...Andai gue dulu tetap di dekat elo, ape elo bisa jadi milik gue Kin...( kata Farel dalam hati)
Sedang Bara yang sejak tadi sudah gemas dan rindu pada Kania memjadi semakin ingin memeluknya ketika dia mendengar Kania bernyanyi untuk dirinya. Saat Kania mulai memetik gitar, Bara serasa ingin berlari keatas pentas. Ia ingin mengatakan pada semua orang kalau Kania adalah calon istrinya yang sebentar lagi mereka akan menikah.
Lagu itu tetap mengalun lembut terdengar dari bibir Kania. hingga tanpa terasa lagu itu telah berakhir , namun semua orang masih tertegun tanpa ada yang merespon Kania. Kania merasa kalau lagu yang dia bawakan tidak berkenan di hati mereka.
"Maaf jika suaraku tidak enak di dengar, mohon maaf sebesar- besarnya... " Kania berdiri dari duduknya dan membungkukkan tubuhnya sedikit sebelum menyerahkan gitar pada pemain Bend. namun saat Kania membalikkan tubuh terdengar tepukan riuh dari para tamu.
"Kaniaaa....nyanyi lagi..." teriak mereka.
"Niaaa... nyanyi lagi dong..." teriak yang lain. Dan banyak lagi suara- suara meminta Kania untuk kembali menyanyikan lagu. sedang Farel cepat - cepat berdiri dan berjalan kepanggung mendekati Kania sebelum Kania beranjak dari atas panggung.
"Nona Kania...boleh Kami meminta satu lagu lagi....?" tanya Farel.
Kania kembali membalikkan badan kearah Farel.
"Menyanyi lagi...?" tanya Kania .
"Iya satu kali saja..." pinta Farel.
Terlihat Kania menatap kearah kejauhan, dan Farel tahu kemana Arah tatapan Kania. Diapun berucap.
"Tuan Bara ... gimana menurut anda..? apakah Nona Kania harus bernyanyi lagi ...?" tanya Farel membuat Kania kaget,begitupun dengan Bara yang sedang menatap kearah panggung. sedang kedua temannya dan adiknya hanya tersenyum, melihat ke jailan Farel. terlihat senyum sekilas di wajah Bara.
"Dasar si biang onar...awas kau nanti..( pekik Kania dalam hati)
begitupun dengan orang yang ada di sana, apa maksudnya Farel meminta pendapat Bara...? batin mereka.
"Ayo nona Kania nyanyi lagi...." teriak beberapa teman mereka.
"Lihat Kin... mereka memintamu untuk bernyanyi, begitupun tuan Bara dan kak Seto Aji mereka juga ingin mendengar suaramu lagi tu..." kata Farel sambil memainkan alis matanya.
Kania menatap Farel dengan gemas.
"Baiklah saya akan membawakan sebuah lagu lagi , semoga lagu ini berkenan di hati kalian semua..." kata Kania pasrah. namun dia menatap Farel dengan wajah kesal. dan Farel hanya tersenyum menatap Kania walau di dalam hatinya tertawa senang melihat Kania cemberut menatap dirinya.
Setelah berbicara sejenak dengan pemain musik Kania kembali menyanyikan lagu 'Surat cinta untuk Starla ' dari Virgoun.
Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu.
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu.
Lagu itu di nyanyikan dengan lembut dengan dentingan gitar dari tangannya. semua itu membuat para sahabatnya serta sang kekasih menatapnya semakin terhanyut . sesekali Kania menatap wajah Bara . terkadang para artis atau kruh film yang berada di dalam pesta itu ikut melantunkan lagu yang memang banyak di sukai oleh para penggemar Virgoun.
apalagi saat sair lagu...
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisah untuk Dunia
karna tlah ku habiskan
Sisah cintaku hanya untukmu.
Hampir semua orang menyanyikan lagu itu. hanya tuan- tuan besar saja yang hanya menatap Kania dengan rasa kagum. hingga lagu berakhir semua orang ukur bernyanyi. hingga suasana menjadi gembira.
Saat lagu berakhir mereka berteriak gembira. Kania pun tertawa gembira.
"Trimakasih telah menemani saya bernyanyi...."kata Kania saat lagu telah berakhir . Dia berdiri dan mebungkukkan badan sedikit lalu memberikan gitar pada pemain musik dan segera kembali ketempat para sahabatnya.
"Ya ampun Bos.... asyik banget lagu yang elo bawain. pasti orang yang mendapatkan kiriman lagu senang mendengarnya..." goda Arum.
"Iya itu pasti Rum, apa lagi kak Kania membawakannya dengan sangat merdu, pasti hatinya semakin klepek- klepek dech..." canda Amanda.
"Dasar kalian ya....udah berani ngegoda gue he..." seru Kania pura- pura marah.
"Ha ha ha...Bos wajah elo nggak cocok untuk peran antagonis...." kata Arum sambil tertawa. begitupun Amanda Rika dan Keti.
"Ya elah...gini- gini hue juga bisa kali, mara- mara pada elo bertiga..." kata Kania lagi.
"Iya sich...tapi kalau Bos Nia marah, wajah Bos Nia malah tambah imut tu..." goda Arum lagi.
"Iya dech iya...wajah gue emang terlalu cantik untuk marah..." ke narsisan Kania mulai kumat. membuat semua sahabatnya tertawa mendengar omongan Kania.
"Tunggu dulu kok rasanya ada sesuatu yang nggak kuketahui ya...?" tanya Rika merasa mereka menyembunyikan sesuatu dari dia.
"Nggak ada Kak...perasaan Kakak aja kali.." jawab Kania.
Tak lama terdengar ponsel Kania berbunyi tanda notifikasi WA masuk.
'Sayang...udah malem nggak pulang...? sebuah pesan dari Bara masuk.
'Kita pulang sekarang....? Balas Kania.
'Baik ,kalau kau sudah selesai...
balas Bara.
'Baiklah aku ajak Arum dan Keti..
balas Kania.
'Tapi kau ikut Papa aja....
'Okey..๐
Dan Kaniapun segera mengakhiri perbincangan lewat WA itu.
"Rum Keti kita pulang sekarang..." ajak Kania.
"Baik Bos...." jawab Arum dan Keti bersamaan , mereka tahu Bara yang mengajak Kania pulang.
"Lo kalian mau pulang sekarang...?" tanya Amanda.
"Iya Kak...gue harus pulang dulu ada sesuatu yang harus gue sekesaikan..." jawab Kania.
"Ya udah kalian pulang aja dulu, aku sama Amanda masih pingin di sini..?" jawab Rika .
"Ya udah kak Nia pulang dulu. sampai jumpa lagi..." Kania Arum dan Keti segera beranjak pergi setelah berpamitan pada Rika dan Amanda. saat Kania akan melangkah pergi dia melihat sebentar tempat Bara, Dika dan Anton. ternyata mereka bertiga sudah pada keluar. Kania segera berjalan keluar Hotel XX bersama kedua pengawalnya. ketika sampai di tempat Parkiran mobil mereka melihat Bara sudah berdiri di depan mobil mewahnya.
"Elo berdua langsung pulang aja , gue udah ditunggu Bos Besar..." kata Kania.
"Baik Bos..." jawab mereka berdua.
Kania segera berjalan kearah mobil Bara. setelah dekat , Bara segera membukakan pintu mobil agar Kania masuk. setelah itu baru dia masuk kedalam mobilnya. tak Lama mobil mewah itu berjalan meninggalkan Hotel XX.
jangan lupa like dan Komennya, votenya juga ya..
Bersambung.
__ADS_1