Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
KARTU UNDAMGAN.


__ADS_3

"Mbakyu nggak usah repot- repot..." kata nyonya Gita istri tuan Sony ketika nyonya Rani menaruh makanan dan minuman di atas meja.


"Nggak kok jeng...ini cuma minuman aja kok...." jawab nyonya Rani merendah.


"Oh ya ngomong- ngomong ada apa ya kok tumben kalian datang kemari....?" tanya tuan Mahesa terus terang.


Tuan Sony dan nyonya Gina saling berpandangan, mereka tidak menyangka kalau tuan Mahesa langsung bertanya tujuan mereka datang ke Mensionnya.


"Begini Mahes...kami mengantar anak kami si Amelia yang ingin datang kemari dan meminta tolong pada kalian berdua.." kata tuan Sony setelah menghela nafas berat.


"Minta tolong pada kami...? soal apa itu...?" tanya tuan Mahesa dengan wajah datarnya. Tuan Sony menatap pada Amelia dan memberikan kode pada Amelia untuk berkata sendiri.


"Ini Om...sebelumnya Amelia minta maaf menggangu Om dam Tante, Amel mau minta tolong pada Om dan Tante agar Amelia bisa kembali kerja dalam naungan Perusahaan Dirgantara, maksud Amelia , Om bisa membujuk kak Bara untuk menarik kembali Amelia dalam perusahaan kak Bara..." kata Amelia dengan wajah yang memelas ,


"Lo...bukankah kamu sudah kerja di perusahaan Bara...?" tanya tuan Mahesa .


"Amelia keluar dari perusahaan kak Bara Om...' jawab Amelia .


"Kok Bisa...emang ada masalah apa...?" tanya tuan Mahesa lagi .


"Ada sedikit masalah yang terjadi Om., " jawab Amelia kembali.


"Apakah kau di keluarkan oleh anakku Bara....?" tanya nyonya Rani tiba- tiba.


Amelia dan kedua orang tuanya kaget mendengar perkataan nyonya Rani.


"Iya tante... Tapi semua itu hanya kesalah pahaman aja tan..."jawab Amelia dengan cepat.


'Kesalah pahaman gimana...? Kau telah mempermalukan Bara di depan para karyawannya, apakah kau semudah itu menyatakan perasaanmu di depan umum ....?" tanya nyonya Rani dingin. perkataan nyonya Rani mbuat Amelia dan kedua orang tuanya kaget. Amelia terdiam sebentar, tak lama dia berucap.


"Karena Amelia sudah nggak sabar pada kak Bara tan... Amel tahu kalau kak Bara juga cinta pada Amel, tapi kak Bara menyembunyikan nya , dia nggak mau jujur...karena itu Amel berinisiatif menyatakan lebih dahulu..." kata Amelia dengan yakinnya.


"Dari mana kamu tahu kalau Bara mencintaimu...? Bukankah saat pesta itu kamu sudah di tolak mentah- mentah oleh Bara...?"kata nyonya Rani lagi.


"Dari sikapnya yang membiarkan Amelia menyebarkan gosip kalau


Amel calon istri kak Bara, Amel tahu kalau kak Bara cuma menutupi perasaannya saja kala menolak Amelia.." kata Amel dengan wajah percaya diri.


"Mahes...gimana kalau kau menyetujui usulanku untuk menjodohkan mereka saja... Mungkin Bara terlalu malu untuk menyatakan cintanya...?" kata tuam Sony dengan yakinnya.


"Maaf...yang aku dengar dari Bara, dia menolak Amelia karena dia tidak mencintai Amelia..." jawaban tuan Mahesa membuat ketiga orang yang ada di depannya kembali di kagetkan oleh ucapan tuan Mahesa.


"Tidak Om... Amel yakin kalau kak Bara mencintai Amel...." jawab Amel lagi .


"Mana mungkin dia mencintaimu kalau dia berkata tidak mencintai... Lagian kami juga tidak bisa menjodohkan dia dengan putri kalian...." kata nyonya Rani lagi. nyonya Rani semakin kesal dengan kepercayaan diri Amelia. ( ini kepercayaan diri atau muka tembok ya 😂 😂)


"Kenapa...? Apakah karena dia berkata tidak mencintai Amel...? bukankah kalau mereka sudah menikah cinta akan hadir di antara mereka...?" kata tuan Sony dengan memaksa keinginan dia dan putrinya.


"Karena Bara sudah menikah... Dia sudah memiliki istri Son..." kata tuan Mahesa dengan tenang.


"Apaa...." seru mereka bertiga kaget.


"Iya... Bara sudah menikah , dia sudah memiliki seorang istri yang sangat dia cintai..." kata nyonya Rani menimpali.


"Tidak...itu tidak mungkin tante... Pasti ini alasan tante untuk menjauhkan kak Bara dari Amelia...karena Amel tahu kalau kak Bara itu cintanya cuma sama Amelia..." seru Amel marah.


"Terserah, terserah kamu percaya atau tidak, pokoknya kami sudah bilang kalau Bara sudah memiliki seorang istri..." kata nyonya Rani marah.


"Mahes...kalau memang Bara sudah memiliki istri, kenapa kok tidak ada beritanya...?" tanya tuan Sony.


"Suatu saat kalian akan mendengarnya karena kami akan merayakan pernikahan mereka..." kata tuan Mahesa.


"Kalau begitu mereka belum menikah dong Tan..." kata Amelia ngeyel.


"Sudah..hanya belum di rayakan...?" kata nyonya Rani.


"Ternyata begitu ya....kalau begitu kami mohon pamit , ayo Ma, Amel kita pamit pulang...." kata tuan Sony sambil berdiri.


"Nggak Pa... Amel nggak mau pulang.. Om..Tante.. pasti ini kebohongan yang Om dan Tante lakukan. agar Amel menjauh dari kak Bara kan...?" kata Amel ngotot nggak mau pulang.


"Sudah cukup Mel... Om dan tante tak perduli kau percaya atau tidak, walaupun kau begitu mencintai anak kami tapi dia sudah beristri, dia sudah memiliki istri yang dia cintai... Karena itu Om harap kau menjauh dari Bara, soal kau ingin kembali bekerja di perusahaan Bara, Om nggak bisa membantumu....Karena perusahaan itu kekuasaan Bara..." kata tuan Mahesa dengan tegas.


"Tapi Om...."


"Cukup Mel kita pulang...." kata tuan Sony dengan sedikit marah. Dia kecewa karena pria yang dia inginkan menjadi pendamping sang putri kini telah memiliki seorang istri. Dia segera berpamitan pada tuan Mahesa dan istrinya, begitupun dengan dang istri nyonya Gina. Mereka segera membawa Amelia keluar dari Minsion tuan Mahesa dengan perasaan kecewa.


Ketika di dalam perjalanan pulang terlihat Amelia marah dan menangis, Dia tak relah jika Bara sudah memiliki istri.


"Tidak Pa , Ma...kak Bara tidak mungkin memiliki seorang istri, itu tidak mungkin Pa...karena kak Bara hanya milikku, dia hanya mencintai Amelia ..." seru Amelia marah.


"Cukup Mel... Dia sudah memiliki seorang istri, walau Papa juga kecewa tapi papa sadar kau bukan jodohnya Bara Mel...." kata tuan Sony dengan wajah sedih..


"Tidak Pa... Kak Bara harus jadi milik Amel apapun itu... Jika dia sudah memiliki istri, Amel akan merebutnya dari tangan wanita itu..." tekad Amelia.


"Kau gila...! Jangan Kau membuat malu keluargamu... Bukan kah kau sudah di tolak oleh Bara beberapa kali....? Itu tandanya memang dia tidak mencintaimu..." kata ruan Sony dengan marah. Amelia hanya diam dan menangis.


"Mel...benar kata Papamu, masih banyak lelaki lain yang mendambakan cintamu Mel..." kata nyonya Gita. Amelia hanya diam saja mendengar omongan Papa dan Mamanya.


"Sekarang jauhi Bara.. Papa tak ingin kamu mendapatkan masalah ..." kata tuan Sony dengan datar.


Ketika sampai di rumah, Amelia segera berlari masuk kedalam kamarnya. Dia menangis dan mengamuk di dalam kamarnya.


Sedang ditempat lain terlihat Kania yang sedang pergi bersama Bara dan Anton . mereka mendatangi sebuah lokasi bangunan yang berada di pusat kota.


Mereka berhenti di depan bangunan tokoh yang mempunyai dua pintu masuk.


"Ma... Apa kau mau melihat bangunan itu...?" tanya Bara.


"Sejak kapan Papa tahu tentang bangunan itu Pa... ?" tanya Kania.


"Apakah kau suka...?" tanya Bara tanpa menjawab pertanyaan Kania.


"Sangat...Mama sangat suka sekali... letak bangunan toko itu juga setrategis untuk menjadikannya butik dan salon..." jawab Kania dengan gembora.


"Kalau gitu kita turun..." kata Bara . Merekapun segera turun dari mobil dan berjalan menuju gedung itu. Terlihat Anton yang berjalan bersama mereka berdua.


"Gimana Ma...kau suka.....?" tanya Bara lagi setelah mereka berada di dalam ruangan bangunan itu dan memeriksa keadaan bangunan . bangunan itu terdiri dari ruangan yang sangat luas , dan memiliki dua ruang kamar lagi. satu di sebelah dalam toko dan satunya di ruang atas. tokoh itu mempunyai dua lantai.

__ADS_1


"Mama sangat suka Pa...emang siapa yang punya gedung ini Pa...?" tanya Kania setelah memeriksa seluruh ruangan di dalam toko tadi.


"Tuan Bara sendiri pemiliknya nyonya...?" jawab Anton menyelah.


"Lo...toko ini punya Papa...?" tanya Kania tak percaya.


"Sepertinya iya sich...." jawab Bara.


"Ck Papa...lalu sekarang Nia harus membeli atau menyewa...?" tanya Kania.


"Hey...kau mau menyewa milikmu sendiri...?" kata Bara.


"Maksud Papa...." tanya Kania tak mengerti.


"Karena beberapa bangunan di sini akan menjadi milikmu, kau yang akan memegang kekuasaan di daerah pertokohan ini..." jawab Bara.


"Apaa... Papa main- main kan...?" tanya Kania tak percaya. Mana mungkin dia akan menjadi pemgelolah lokasi pertokohan di daerah yang terkenal dengan keramaiannya itu .


"Papa nggak akan main-main soal bisnis Ma...sebenarnya Papa akan mengatakan rencana Papa ini setelah semua bangunan sudah rampung , tapi ternyata Mama membutuhkan sebuah bangunan untuk butik dan salon, akhirnya tadi malam Papa memutuska untuk memberitahukan sekarang pada Mama, agar mama tak lagi bingung mencari gedung untuk butik dan salon itu . ..." kata Bara menjelaska pada Kania.


"Pa...apa Kania mampu memegang kekuasaan yang Papa berikan...?" tanya Kania dengan menatap sang suami.


"Harus Bisa sayang... Papa percaya kemampuan Mama...." jawab Bara.


"Dan Papa akan selalu mendampingi Mama.. " lanjut Bara.


"Baiklah Mama akan berusaha semampu Mama untuk melaksanakan. kepercayaan yang di berikan Papa.. tapi tolong bimbing Kania Pa..." jawab Kania.


"Pasti , Kau pasti bisa sayang..." kata Bara sambil memeluk Kania dengan penuh cinta. Mereka melanjutkan melihat lokasi bangunan yang akan menjadi tempat butik dan salon itu. Setelah puas mereka kembali ke kantor .


Ketika Kania sampai di kantor Rika dia melihat Rika dan Amanda serta dua pengawalnya sedang menunggu kedatangannya .


Saat Kania masuk kedalam ruang kantor Rika , mereka serempak berseru.


"Kania...." seru Rika.


"Kak Nia...." teriak Amanda.


"Bos Nia...." teriak kedua pemgawalnya.


"Hey.....ada apa ini....?" tanya Kania heran.


"Nia sini...." kata Rika dengan cepat.


"Kak Nia ayo cepat duduk...." seru Amanda .


"Ada apa...? Kok sepertinya ada sesuatu...?" kata Kania sambil duduk di sofa di tengah- tengah Amanda dan Arum.


"Ada berita penting Bos..." kata Arum


"Ada apa kak...?" tanya Kania setelah duduk dengan tenang.


"Kau mendapatkan undangan dari Amelia...." kata Rika .


"Undangan....? undangan apa kak...?" tanya Kania heran.


"Undangan ulangtahunnya..." jawab Rika dengan wajah khawatir.


"Karena itu kami tadi membicarakannya.." kata Rika dengan wajah khawatir. Kania berfikir sejenak, tak lama ada senyum di wajah cantiknya.-


"Jangan khawatir kak, kan ada Arum Keti dan Amanda..." kata Kania.


"Undangan cuma untuk dua orang saja, dan anehnya kau juga mendapatkan kamar untuk menginap, katanya acaranya selama dua hari..." jawab Rika lagi.


"Menginap....? emang pestanya di selenggarakan dimana.....?" tanya Kania heran .


"Di Hotel AA di kota B..."jawab Rika.


Waah... bukankah itu tempat gue besar... gue pingin tahu maunya apa cewek ini...( seru Kania dalam hati)


"Kalau begitu biar gue dateng kak.... Gue pingin tahu apa yang di rencanakan cewek itu pada gue.., jangan khawatir kak, biar gue dateng sama Arum dan Keti..." kata Kania tenang.


"Nia... Jangan kau menganggap eteng masalah ini.... kakak takut akan terjadi sesuatu padamu, dan apa yang akan kakak katakan pada suami kamu..." kata Rika ketakutan .


"Tenang kak...Nia juga akan membicarakan pada suami Nia... apa yang harus Nia lakukan nanti di sana..." jawab Kania.


"Ffuu.... kakak lega Nia... tapi ingat kau harus selalu waspada ..." kata Rika lagi.


"Siap kak...emang kapan di adakan pestanya kak...?" tanya Kania.


"lima hari lagi... " jawab Rika.


"Lo...kalau gitu hampir bersamaan dengan Launching film Putri Fang Yun kak...?" kata Kania.


"Benar Nia..." jawab Rika.


"Waah bisa jadi hadiah buat gue tu hehe..." kata Kania sambil tertawa.


"Maksud elo apaan Bos...?" tanya Arum dan Keti hampir bersamaan.


"Elo lihat aja nanti..." jawab Kania penuh misteri.


"Bos...kok perasaan gue jadi nggak enak mendengar omongan si Bos..." kata Arum dengan bergidik.


"Yee... emang kenapa elo bergidik Rum...?" tanya Kania.


"Entahlah.... cuman gue nggak ngerti , saat Bos Nia berkata seperti itu ada perasaan yang dingin di hati gue..." kata Arum lagi.


"Ya elah Rum...perasaan elo aja kalik..." kata Kania sambil tersenyum.


"Dan maaf Manda...gue nggak bisa membawa elo pergi, gue takut elo dapet masalah..." kata Kania.


"Nggak masalah kak...gue tahu kalau gue ikut, gue malah jadi beban kalian..." jawab Amanda lagi.


"Trimakasih Nda...kapan- kapan kita akan pergi bersama ke kota tempat gue di besarkan itu..." kata Kania lagi.


"Beneran kak...?" kata Amanda senang.

__ADS_1


"Iya... kita akan pergi bersama dengan kak Rika juga..." jawab Kania.


Amanda senang mendengar janji Kania. Mereka terus membicarakan. persiapan untuk menghadiri pesta Amelia dan persiapan menyambut launching Film perdana Kania.


Sedang di sebuah kafe di tengah kota, ada tiga wanita yang sedang berkumpul sambil makan dan minum.


"Dasar keparat... gue semakin ingin membuat dia jatuh sejatuh jatuhnya..." seru Amelia dengan wajah penuh marah.


"Pasti itu akan terjadi kak..." kata Rusti menghibur Amelia.


"Apa usaha elo ketemu sama orang tua tuan Bara sudah berhasil Mel...?" tanya Dian sambil minum minuman jus jeruk yang baru datang.


"Sudah...dan mereka tidak mau membantuku..." Jawab Amelia kesal.


"Lo kenapa...?" tanya Dian lagi.


"Karena perusahaan Dirgantara kekuasaan kak Bara sendiri..." jawab Amelia .


"Gimana usaha orang tua elo membicarakan perjodohan elo sama tuan Bara kak..." tanya Rusti.


"Gue belum tahu Rus... mungkin beberapa hari lagi mereka kesana, tenang aja masalah itu, gue pasti jadi istri kak Bara..." jawab Amelia dengan yakinnya. Ha ha ha dia semakin halu,😂


"Oh ya kak... apa kak Dian sudah memberitahukan pada para wartawan untuk datang ke pesta gue...?" tanya Amelia pada Dian.


"Sudah Mel.... mereka akan segera datang saat kita menelfon mereka..." jawab Dian.


"Baguslah kalau begitu...." jawab Amelia dengan wajah gembira.


"Kak...gimana dengan wanita yang selalu bersama Kania...sepertinya mereka pengawal Kania dech...?" tanya Rusti pada Amelia.


"Jangan khawatir... bukankah di surat undangan hanya untuk dua orang saja ...pasti dia datang dengan Asisten pribadinya... " jawab Amelia .


"Benar juga kata kamu kak... " kata Rusti.


Merekapun berbincang membicarakan tentang rencana mereka .


Sedang di Kantor Rika terlibat Kania dan kedua pemgawalnya serta Amanda sedang berjalan keluar kantor Rika. Sebelum menutup pintu Kantor Rika, Kania masih sempat berkata.


"Kak..beneran nggak ikut makan...?' tanya Kania.


"Nggak usah...aku mau pulang ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan .." jawab Rika yang sedang berbenah.


"Gue nanti langsung pulang kak setelah dari kantin ..." kata Kania.


"Iya... kakak juga nggak akan kembali lagi kok..." kata Rika sambil menatap Kania. Kaniapun tersenyum dan perlahan menutup pintu kantor Rika. Namun saat dia akan melangkah bersama Pengawal dan Amanda terdengar dering ponselnya. saat di lihat tertera nama sang suami di layar ponsel.


"Asalamualaikum Pa... " sapa Kania.


"Waalaikum salam Ma..Mama di mana..?' tanya Bara dari sebrang.


"Mama di kantor Pa..." jawab Kania.


"Sudah Makan....?" tanya Bara perhatian.


"Belum Pa..ini mau kekantin bersama Arum dan Keti... nach Papa sendiri sudah makan...?" tanya Kania balik.


"Sudah...ini bersama klien , juga ada Dika dan Anton..." kata Bara.


"Ya sudah...kalau begitu Mama makan dulu bersama mereka...oh ya Pa.. sepulang dari perusahaan Kania akan kerumah Mama ya..." kata Kania lagi.


"Iya Ma,hati- hati di jalan, biar nanti pulangnya Papa jemput, ya sudah Papa tutup .. Asalamualaikum..." kata Bara mengakhiri pembicaraan.


"Waalaikum salam Pa..." jawab Kania. dia segera memasukkan kembali ponselnya kedalam tas kecil mewahnya. Merekapun berjalan ber empat pergi kekantin perusahaan.


Saat mereka sampai di dalam Kantin tiba- tiba terdengar teriakan kencang memanggil nama Kania.


"Nia....!" terdengar suara nyaring memanggil Kania. kontan saja suara itu membuat seisi Kantin kaget.


"Kania ....sini...." seruan itu membuat Kania dan kedua pengwalnya serta amanda memandang kearah datangnya suara.


"CK... kenapa gadis itu teriak- teriak sich..?" umpat Kania sambil berjalan menuju gadis yang memanggilnya.


"Hey cewek kenapa elo teriak- teriak sich ... kayak tarsan tahu..?" seru Kania .


"Tarsan tapi cantik dam imut...habis takutnya elo nggak lihat gue...?" jawab Sonya dengan wajah tanpa dosa.


"Dasar...apa elo nggak lihat , elo jadi pusat perhatian orang..." kata Kania lagi.


"He he he ...masa Bodoh... gue nggak perduli dan nggak takut. karena ada Bos gue di sini...?" kata Sonya tenang. dia segera memeluk dan mencium Kania.


"Maksud elo....?" tanya Kania tak mengerti.


"Bukankah ada istri Bos gue...?" bisik Sonya sambil cengengesan.


"Ck...dasar kau ini..." kata Kania yang di sambut tawa oleh Sonya. Begitupun Karin dan Ratih, mereka bergantian memeluk dan mencium Kania.


"Apa kabar princes.... lama kita tak bertemu...?" kata seseorang setelah Ratih melepas pelukannya.


"Hey Beny...apa kabar...? benar kita lama nggak jumpa..."seru Kania sambil menjabat tangan Beny yang terulur.


"gue baik- baik aja.. sekarang sulit ya ketemu sama elo...?" kata Beny .


"Maaf... habis banyak tugas yang harus gue selesaikan..." jawab Kania.


"Nggak apa- apa, sekarang kita sudah ketemu, sedikit mengobati rasa rindu gue pada elo..." kata Beny sambil menatap Kania dengan mata penuh kerinduan.


"Ck...kata- kata gombal elo membuat gue merinding tahu..." kata Kania memecah kecanggungan yang terjadi di antara mereka.


"Hey apa kabar Nona cantik..." sapa Roby mengalihkan perhatian.


"Hey Rob..,gue baik kok... dan gimana kabar elo sekarang..." tanya Kania sambil menerima uluran tangan Roby.


"Gue baik juga... Nia, elo sekarang tambah cantik..." kata Roby menggombal.


"Cih...mulut manismu nggak mempan sama gue..." kata Kania sambil tertawa,


"Ha ha.. emang sejak dulu gue nggak bisa ngegombalin elo ..." kata Roby membuat teman- temannya tertawa. Dan merekapun segera memesan makanan dan makan bersama - sama.

__ADS_1


Udahan Dulu jangan lupa like dan kome nya dong..


Bersambung.


__ADS_2