
Setela melakukan audisi ambassador dan Kania dapatkan, akhirnya mereka kembali ke kantor DI dengan senang. Ketika di dalam perjalanan Kania berhenti di sebuah toko kue untuk membelikan kue buat mertua, Kinan dan sang suami. serta semua orang yang ada di rumah Mertuanya. Setelah memilih beberapa Kue bersama Rika Amanda dan Arum Kania segera keluar bersama mereka setelah membayar semua kue yang mereka pilih. Saat mereka sampai di depan tokoh kue dan akan masuk kedalam mobil tiba - tiba terdengar teriakan seorang wanita yang berada tidak terlalu jauh dari keberadaan mereka, karena tas yang dia bawa di ambil paksa oleh dua orang penjahat , setelah mengambil tas tadi kedua penjahat itu segera berlari pergi dengan membawa motor mereka. Kania yang melihat semua itu segar memandang sekelilingnya , tiba- tiba datang seorang laki- laki dengan mengendarai motor tril yang cukup besar. Pria itu berhenti dekat mobil Kania, Kania segera berlari kearah orang itu yang turun dari atas motornya.
"Mas..maaf pinjam dulu motornya sebentar...." seru Kania sambil naik keatas motor dan segera mengejar kedua penjahat yang kabur tadi. melihat perbuatan Kania laki- laki pemilik motor hanya bisa bengong. Begitu juga dengan ketiga temannya. Sedang Kania tidak memperdulikan semua itu, dia dengan kencang membawa motor itu mwngejar penjahat yang semakin menjauh. Karena merasa tidak di kejar, mereka mengurangi laju kendaraannya, Kania yang kini sudah berada di belakang kedua penjahat tadi segera memepet motor mereka , setelah dekat Kania segera menendang moto mereka. Kontan saja motor itu jatuh bersama kedua penjahat itu. Kania segera menghentikan motornya di dekat para penjahat. Melihat yang menghalangi mereka seorang wanita cantik mereka merasa marah dan kesal.
"Brengsek... Kau cari mampus ya..." teriak salah satu dari penjahat tadi sambil berdiri. Terlihat luka kecil di lengannya.
"Sialan...gue kira seorang laki- laki, yernyata hanya cewek yang mencari perhatian...." kata pria yang satunya. Mereka meremehkan Kania.
"Kau memang cantik Nona.. tapi kau telah membuat kami marah, jangan kira karena kau cantik kami akan maafkan perbuatanmu, sekarang kau akan merasakan hasil dari perbuatanmu sendiri , Kini rasakan ini hadiah dari kami...." salah satu dari mereka mendatangi Kania yang sudah berdiri dengan anggun ,dia menampar wajah Kania . Namun sebelum tangan itu sampai di muka Kania , tiba - tiba sebuah tangan lembut menahan tangannya dan sebuah tamparan melanda pipinya.
"Kau fikir semudah itu kau ingin menamparku...?" kata Kania dingin. Merasakan pipinya panas pria yang kena tampar Kania menjadi marah.
"Dasar wanita tak tahu diri , kau berani menamparku....?" teriak Pria itu kalap. Dia segera menyerang Kania dengan tinjunya. Namun dengan mudahnya Kania mengelak dari serangan pria itu , malah dia berkali - kali menerima pukulan dan tamparan dari Kania.
Melihat sang teman kewalahan melawan Kania, sang teman segera membantunya. Maka terjadilah perkelahian dua lawan satu. Karena Kania tak ingin lama- lama meladeni kedua penjahat itu dengan cepat dia melumpuhkan mereka.
Tak berapa lama terlihat kedua preman itu terkapar dengan wajah babak belur.
"Ampun Nona.... Ampuni kami...?" seru kedua preman tadi.
"Hari ini gue ampuni kalian, tapi gue ingatkan jika gue lihat kalian berbuat seperti ini lagi, habis kalian berdua...?" ancam Kania sambil mengambil tas milik wanita tadi.
"Trimakasih Nona..." jawab mereka hampir bersamaan.
Kania pun mengambil motor yang dia pinjam dengan paksa pada pria di depan toko kue tadi. Dan Kania baru sadar kalau dia menjadi tontonan bagi pengguna jalan di daerah tadi , terlihat kekaguman di wajah mereka. Akhirnya dia dengan cepat meninggalkan tempat itu. Ketika sampai di depan tokoh kue ,dia melihat ketiga temannya dan wanita korban penjabretan itu telah menunggu di dekat mobilnya. Begitupun Pria pemilik motor. Kania segera memarkirkan motor di dekat sang pemilik.
Setelah memarkirkan motor tril milik pria itu, Kania segera memberikan kuncinya.
"Maaf...gue pinjam secara paksa..." kata Kania sambil tersenyum dengan manis. pria itu tertegun melihat senyuman Kania.
"Kak....hey kak...." kata Kania sambil melambaikan tangannya di depan pria tadi. pria itu terkejut dan tersadar.
"Ah..eh..iya...nggak apa - apa... ternyata nona pandai naik motor ya...?" tanya pria muda itu merasa malu.
"He he he...bisa dikit..maaf ya gue pinjam secara paksa...gue ucapin trimakasih.." kata Kania minta maaf.
"Nggak masalah Nona... Dalam keadaan darurat seperti tadi nggak jadi masalah..." jawan pria itu.
"Sekali lagi maaf ya....baiklah gue tinggal dulu permisi...." kata Kania sopan.dia segera berjalan kearah temannya yang sedang berdiri bersama wanita tadi di dekat mobilnya. Sedang si pria yang di tinggalkan Kania tersenyum kagum menatap kepergiannya.
"Mengagumkan sekali....siapa sebenarnya gadis cantik itu... gue jadi penasaran dengan harus itu, cantik , anggun tapi kuat juga... gila, jarang ada gadis seanggun dia mahir membawa motor milik gue, tapi dia...dengan mudahnya dia membawa motor gue... lagian kok dia bisa dengan cepat mendapatkan tas milik wanita itu..." gumam pria tadi sambil tersenyum misterius. Dia kembali menatap pada Kania yang sudah bersama para sahabatnya sebelum meneruskan masuk kedalam toko kue.
Sedang Kania kini sedang memberikan tas milik wanita tadi.
"Mbak ini tas milik mbak..." kata Kania.
"Trimakasih dek.. Aku nggak bisa membayangkan kalau tas ini hilang, karena di sini uang para pekerja perusahaan berada...." kata wanita tadi sambil memeluk erat tas nya.
"Sama- sama mbak...." jawab Kania .
"Lo mbak..tas itu berisi uang...?" tanya Amanda kepo.
"Iya dek...tas ini berisi uang untuk gajih para karyawan perusahaan saya.." jawab .Wanita itu.
"Kenapa Kakak tidak minta di kawal.. bukankah berbahaya berjalan sendiri dengan membawa banyak uang...?" kata Kania.
"Benar dek...mungkin kedepannya saya meminta untuk di kawal, biasanya sich aman- aman saja, tapi entah mengapa hari ini ada kejadian seperti ini, ..." kata Wanita itu.
"Mungkin mereka tahu kalau kakak membawa uang banyak...." kata Arum.
"Mungkin juga dek... dek sekali lagi mbak mengucapkan terimakasih atas pertolongan adek..."Dia mengambil beberapa lembar uang.
"Ini untuk adek..." kata Wanita itu.
"Maaf mbak gue nolong mbaknya tulus dan tak ingin mendapatkan balasan , jadi mohon jangan memberi apapun pada saya, apalagi itu uang perusahaan, ..." kata Kania menolak halus.
"Sekali lagi trimakasih dek..." kata Wanita itu sambil memeluk Kania.
"Ya udah mbak kami pamit dulu, apa mbaknya berani pulang sendiri...?" tanya Kania.
"Berani dek, Itu kantor mbak ... Sekali lagi mbak ucapkan terimakasih ya.. kalau boleh tahu siapa nama kalian...oh ya perkenalkan namaku Wulan, aku bekerja di kantor itu...?" kata wanita itu memperkenalkan diri.
"Waah bener kata mbak Wulan, kita belum berkenalan ,kenalin gue Kania... kalau tanya pekerjaan , gue pengangguran mbak...." jawab Kania.
"Gue Amanda temannya kak Nia..." ucap Amanda sambil mengulurkan tangan.
"Kalau gue Arum pengawal kesayangan Bos Nia..." kata Arum bangga.
"Pengawal...? Kok pengangguran punya pengawal...?" tanya Wulan dengan wajah heran.
"Jangan dengarin omongannya kak...dia sahabat gue..." kata Kania sambil tersenyum.
"Dan saya Rika ...." kata Rika dengan tenang.
"Ya udah kak kita pergi dulu, lain kali ketemu lagi, sampai jumpa kak Asalamualaikum..." kata Kania pamit pada Wulan.
__ADS_1
"Iya dek, sampai jumpa lagi sekali lagi Terimakasih Waalaikum salam..." jawab Wulan dengan tersenyum ramah. Mereka segera meninggalkan tempat itu. Saat di perjalanan terdengar Arum yang mengoceh.
"Bos...elo emang gila ya....gue hampir pingsan melihat elo tadi naik motor dengan gila...elo membawa motor dengan cepat tanpa ada rasa takut menabrak orang...." seru Arum dengan wajah kagum.
"Benar kak...gue tadi juga hampir terkena serangan jantung lihat kakak yang pergi seperti seorang pembalap.." timpal Amanda.
"He he ..maaf ..kalau nggak gitu mana bisa penjahat tadi tertangkap..." jawab Kania yang masih fokus menyetir.
"Kak...kau tahu nggak kalau pria yang kau pinjam motornya tadi sampai bengong melihat kepergian mu..." kata Amanda.
"Beneran..?" tanya Kania.
"Iya Bos...kali dia takut elo salah satu dari para penjambret tadi ha ha.dia takut kehilangan motornya kali." kata Arum sambil tertawa.
"Emang penjambret punya tampang cantik seperti gue..." sifat narsis Kania kambuh dech 😂.
"Kalau kakak jadi penjambret para Polisi jadi geger kak..." seru Amanda sambil tertawa. Mendengar perkataan amanda mereka berempat jadi tertawa.
Tak terasa mereka sampai juga di parkiran perusahaan DI. Setelah memarkirkan kendaraannya mereka berempat segera masuk kedalam kantor DI. Mereka langsung keruangan Rika, Setelah sampai di dalam ruangan Rika, Kania segera membaringkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruangan Rika. Namun baru saja Kania membaringkan tubuhnya tiba- tiba terdengar dering telfon dari dalam tasnya Dengan malas Kania memgambil ponsel dari tas kecilnya. Terlihat nama sang suami di atas layar ponsel.
Dengan cepat Kania menerima telfon itu.
"Asalamualaikum Pa...." sapa Kania.
"Waalaikum salam Ma...kau dimana...?" tanya Bara lembut.
"Aku ada di kantornya kak Rika, ada apa...?" tanya Kania heran.
"Kau sibuk....?" tanya Bara lagi.
"Nggak...kami baru datang Pa..tadi kami habis mengikuti audisi sebagai ambassador untuk parfum Z dihotel Jk.." jawab Kania.
"Kalau gitu sekarang Mama datang keruangan Papa.." kata Bara dengan lembut.
"Pa...
"Nggak ada protes ... datang keruangan Papa , Dika akan menjemputmu...." kata Bara memotong perkataan yang akan Kania ucapkan.
"Iya, iya Mama akan kesana....?" kata Kania pasrah.
"Terimakasih sayang...aku tunggu.." Kaniapun segera menutup telfonnya.
"Siapa kak...?" tanya Amanda.
"Bos Bara...?" jawab Kania.
'Kita di kantor sayang.... Kalau di kantor dia Bos gue, kalau di rumah dia suami gue..." kata Kania sambil tersenyum.
"Benar juga kata Kak Nia..." gumam Amanda. Tiba- tiba terdengar ketukan di pintu. Buru- buru Amanda membuka pintu.
"Tuan Dika..." seru Amanda kaget.
"Di mana Kak Nia...?" tanya Dika yang sudah berdiri bersama Anton.
"Di dalam tuan mari silahkan masuk..." kata Amanda mempersilahkanAnton dan Dika masuk kedalam ruangan . Sedang Kania terlihat sudah berdiri dari duduknya. Melihat kedatangan Anton dan Dika Kania bertanya pada Rika.
"Kak hari ini gue nggak ada kerjaan lagi kan...?" tanya Kania pada Rika.
"Kosong Nia... Besok pagi baru kita pergi ke kantor tuan Seto Aji..." jawab Rika.
"Kalau gitu gue keruangan Bos Bara dulu ya...?" kata Kania lagi.
"Silahkan..." jawab Rika.
'Mana mungkin gue menghalangi nyonya pemilik perusahaan menemui suaminya...pikir Rika.
"Ya udah gue pergi dulu, Rum elo di sini atau ikut gue...?" tanya Kania pada pengawalnya.
"Gue di sini aja Bos...kalau Bos ada penting ame gue , telfon aja..." kata Arum . lebih baik di ruangan Rika , bisa berbincang dengan mereka berdua dari pada di sana mengganggu Bos yang lagi berduaan sama suaminya.
'Baiklah, kalau gitu gue tinggal..." kata Kania sambil berjalan keluar ruangan bersama Dika dan Anton. Mereka bertiga masuk kedalam lift menuju lantai dasar. Saat di loby perusahaan mereka bertemu dengan Amelia yang sedang berjalan keluar dari lift khusus karyawan , sedang Kania , Dika dan Anton keluar dari lift khusus para petinggi perusahaan. Ketika melihat keberadaan Dika yang sedang berjalan dengan Kania dan Anton dia merasa sangat marah. Apalagi melihat ke dekatan Kania dan Dika. dia mengepalkan Tangannya erat. Dia segera berjalan mendekati Dika.
"Dika..." serunya memanggil Dika.
Dika menoleh kesumber suara. terlihat Amelia berjalan kearah mereka.
"Dik...apakah aku mengganggumu...?" tanya Amelia dengan manja.
"Ada apa... kami buru- buru..." kata Dika datar.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, apa kau mempunyai waktu..?" tanya Amelia sambil memegang lengan Dika.
Dika menepis tangan Amelia yang ada di lengannya.
"Jaga sikapmu Mel... ini di dalam kantor.." kata Dika tajam.
__ADS_1
terlihat wajah Amelia yang merah karena kesal dan malu. sebenarnya tadi dia ingin memperlihatkan pada para karyawan kalau dia dekat dengan pemilik perusahaan dan otomatis mereka akan percaya kalau dia calon kakak ipar Dika, dengan cara seperti itu dia akan menghapus rumor kalau Bara bukan miliknya, karena Bara sudah mempunyai seorang kekasih.
"Katakan apa kepentinganmu menahan kami ..." tanya Dika dingin.
"Aku ingin bertemu dengan kak Bara... ada sesuatu yang ingin kubicarakan berdua dengan kak Bara..." kata Amelia dengan nada manja dan dia melirik pada Kania seolah berkata gue lebih dekat dengan mereka dari pada elo..
"Kak Bara tidak bisa di temui orang sembarangan, kalau kau punya kepentingan katakan saja pada kami, kami yang akan menyampaikan nya pada kak Bara..." jawab Dika acuh.
"Tapi aku ingin mengatakan sendiri pada kak Bara..?" kata Amelia kekeh.
"Urungkan niatmu...karena kak Bara tak ingin bertemu dengan sembarang orang.." kata Dika dingin.
"Kok gitu...kita sudah lama bersahabat kan...lagian Kalian mau kemana...?" tanya Amelia lagi.
"Kami ada rapat..." jawab Dika cuek .
"Lalu kenapa wanita itu ikut kalian...?"
"Itu bukan urusanmu..." jawab Dika dingin.
"Dik...kenapa kau membela dia...? kenapa kau berhubungan dengan dia , bukankah dia hanya seorang janda..." teriak Amelia.
Duaar...
Ucapan Amelia membuat semua orang kaget dan otomatis memandang Kania.
Dika menghentikan langkanya begitu juga dengan Kania dan Anton. Dika membalikkan badannya dan menatap Amelia dengan marah.
"Jaga sikap dan mulutmu Nona Amelia...
perkataanmu bisa mengeluarkanmu dari perusahaan ini, jika kau masih menginginkan masih berkerja dalam naungan perusahaan ini, perhatikan sikap dan cara bicara anda, Nona Kania bisa menuntut anda soal pencernaan nama baiknya..." kata Dika tajam. dia menatap Amelia dengan sorot mata menakutkan.
Begitu juga dengan Anton, dia menatap Amelia dengan sorot mata marah. sedang Kania menatap Amelia denga. sinis. Amelia tertegun dan ketakutan melihat perubahan yang terjadi pada Dika dan Anton, dia terdiam dalam ketakutan.
"Jangan melakukan sesuatu yang akan membuatmu mengalami kehancuran..." kata - kata Dika terdengar dingin menakutkan. mereka segera melangkah meninggal kan Amelia yang terlihat ketakutan.
Kania pergi dengan di apit dua pria yang mempunyai kedudukan tinggi di dalam perusahaan itu. Sesampainya di ruangan Bara, terlihat wajah Dika yang masih terlihat marah.
"Kenapa dengan wajahmu Dik..." tanya Bara heran. dia memeluk Kania lalu mengecup lembut dahi dan bibir Kania sekilas tanpa perduli pada Anton dan Dika. sedang kedua manusia itu sudah biasa melihat kebucinan Bara.
"Dia seperti itu gara- gara Amelia Bar..." jawab Anton sambil menatap sekilas pada Bara sebelum dia duduk di sofa.
"Apa lagi yang di perbuat wanita itu...?" tanya Bara. dia segera duduk di dekat sang istri .
"Dia menghina Kania di depan para karyawan di loby kantor DI..." jawab Anton.
"Apaa..." kata Bara kaget. Membuat kania yang berada di sebelahnya kaget juga.
"Sayang.....sabar..." kata Kania sambil mengusap pelan tangan Bara yang ada di gengamannya.
"Apa yang dia katakan...?" kata Bara menahan kemarahan.
"Seperti yang dia ucapkan pada Mama, dia mengatakan kalau kakak ipar seorang janda. dan itu dia ucapkan di depan Para karyawan perusahaan...." kata Dika dengan nada Marah.
"Ma...ini nggak bisa di biarkan lagi, Papa sudah nggak sanggup menahan kemarahan Papa... wanita itu sudah keterlaluan sekali...." seru Bara dengan marah.
"Iya Mama tahu, wanita itu mang sangat keterlaluan, dia masih ingin mendekatimu Pa... Dia belum jerah untuk mencari perhatianmu, tadi pagi aja dia masih mengatakan padaku kalau dia calon istri tuan Bara..."kata Kania.
"Buha..ha ha ha...dia mengucapkan itu di depanmu kak...." seru Anton sambil tertawa keras.
"Iya... tadi pagi dia mau menarik rambutku dari belakang, tapi Arum telah memberi dia pelajaran...." jawab Kania.
"Brengsek...bener- bener keterlaluan dia, Sayang... Papa sudah nggak bisa diam lagi Ma...." seru Bara marah.
"Iya, Mama tahu...nach sekarang apa yang akan Papa lakukan...?" tanya Kania menghibur Bara. Dia memeluk manja lengan Bara.
"Kita Umumkan hubungan kita, lalu kita rayakan pernikahan kita...." kata Bara emosi. Kania terkejut mendengar perkataan Bara.
"Baik kalau semua itu akan membuat suamiku Bahagia, tapi boleh nggak Mama minta di tunda sampai Film Putri Fang Yun di rilis , lagian Papa Setyo juga akan mengumumkan kebenaran tentang Kania kan...?jadi kasi waktu Mama cuma empat bulan aja..."kata Kania sambil menatap wajah Bara dengan wajah menggemaskan.
"Apa...empat bulan...? bukan satu tahun lagi...?" kata Bara tak percaya.
"Kalau begitu tuju bulan...?" goda Kania.
"Nggak, pokoknya empat bulan aja... Mama janji nggak boleh di undur lagi..." kata Bara sambil memeluk sang istri.
Ya ampuun kasihan dua jones yang ada di dekat mereka.
"Iya Mama janji nggak akan di undur lagi.." jawab Kania.
"Dika , Anton cari cara agar wanita sialan itu keluar dari perusahaan kita. aku tak ingin dia semakin gila, dan berada di perusahaan kita..." kata Bara dengan nada marah.
"Baik kak...." jawab Dika.
"Baik Bos...." jawab Anton. setelah itu mereka bersiap akan menghadiri rapat perusahaan. sedang Kania memilih istirahat di ruang khusus tempat istirahat Bara yang ada di ruang kantornya. tak lama terlihat ketiga orang penting itu keluar dari kantor Bara setelah Bara mencium lembut bibir sang istri tanpa perduli pada Adik dan asisten pribadinya sekaligus tangan kanannya itu.
__ADS_1
Bersambung dulu sobat.... jangan lupa like dan komennya.