Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
NASIB PINGKI DAN DEBY


__ADS_3

Ke empat anak buah Setyo Hadi segera membawa anak dan ibu itu keluar dari rumah Setyo Hadi mereka memasukkan Pingki dan Deby kedalam mobil , mereka tak perduli teriakan Pingki dan Deby . agar mereka tak banyak bergerak dN menimbulkan kegaduhan mereka di beri obat bius. Tak lama mobil yang membawa Pingki dan Deby berjalan meninggalkan rumah tuan Setyo Hadi. Namun saat mereka melalui daerah sepi tiba- tiba mobil yang mereka tumpangi di hadang oleh tiga mobil hitam. Tak lama keluar beberapa orang dari mobil itu. Mereka mendekati mobil yang membawa Pingki dan Deby. Tentu saja mereka segera bersiap menghadapi mereka.


"Tolong serahkan tawanan kalian yang bernama Deby.." kata Salah satu dari mereka . dari gaya bicaranya pria itu adalah pemimpin dari gerombolan itu.


"Siapa kalian....?" tanya salah satu anak buah Setyo Hadi.


"Kami orang yang menginginkan nona Deby.. Kami tak ingin ada permusuhan di antara kita, maka itu serahkan nona Deby pada kami secara baik- baik..." jawab pria tadi. Tentu saja anak buah Setyo Hadi tak mau menuruti permintaan mereka , hingga terjadilah perkelahian di antara mereka. Namun karena anak buah dari Setyo Hadi kalah banyak akhirnya mereka bisa mengambil Deby dari tangan mereka. Sedangkan si Pingki mereka tinggalkan di dalam mobil . Setelah melihat Deby di bawa pergi, anak buah Setyo Hadi melapor pada tuan mereka.


"Ada apa Ton..." terdengar Suara Setyo Hadi.


"Maaf tuan, Nona Deby di bawa pergi oleh segerombolan orang..." kata Tono nama anak buah kepercayaan Setyo Hadi .


"Apaa...Deby di ambil orang...? Bagaimana bisa terjadi seperti itu...?" tanya Setyo Hadi kaget.


"Sepertinya mereka membuntuti kami sejak keluar dari rumah anda tuan..." jawab Tono lagi.


"Lalu giman dengan si Pingki..?" tanya Setyo Hadi khawatir.


"Sepertinya mereka hanya menginginkan nona Pingki saja tuan...?" jawab Tono lagi.


"Ya sudahlah...lanjutkan saja perjalanan kalian , setelah Kau selesai menyerahkan wanita itu , kau bisa langsung pulang, jangan lupa mampir kerumah sakit kalau di antara kalian ada yang terluka...?" jawab Setyo Hadi.


"Baik tuan, kalau begitu telfon saya akhiri Asalamualaikum..." kata Tono mengakhiri panggilan.


"Walaikum salam..." Tono segera kembali ke rekan- rekannya untuk segera pergi mengantarkan Pingki menemui seseorang. Ketika mereka sudah sampai di darmaga sebuah kota nelayan seseorang yang terlihat menakutkan sudah menunggu mereka. Ketika melihat mobil hitam yabg sudah dia kenal mendekatinya dia segera menghampiri.


"Kenapa lama...?" tanya orang itu.


"Ada kendala di jalan, ada orang yang merebut nona Deby dari kami..." jawab Tono .


"Kok Bisa...?" tanya pria itu.


"Entahlah...sepertinya mereka memang mengincar nona Deby...?" jawab Tono lagi.


"Lalu apa kata tuan Setyo Hadi..." tanya pria itu lagi.


"Kata tuan Setyo Hadi suruh biarkan saja, yang penting kita mengurus wanita keji ini.." jawab Tono lagi.


" Ya sudah, kalau begitu aku bawa langsung aja dia, tolong kalian masukkan dia kedalam mobil,..oh ya apa dia kalian bius...?" tanya pria itu.


"Beres...dia akan tidur seharian penuh di dalam kapal, kau hanya perlu memberi obat bius lagi saat dia terlihat akan berulah lagi..." jawab Tono.


"Kalau begitu langsung kamu masukkan dia kedalam mobilku..." pinta pria tadi. Merekapun segera memasukkan Pingki kedalam mobil yang sudah terbuka pintu belakang tempat penumpang. Setelah Tono berbicara sebentar dengan pria itu. Mereka segera kembali kerumah tuan Setyo Hadi. Sedang Pingki di bawa oleh pria itu masuk kedalam kapal pribadi miliknya. Kapal pribadi itu menuju pulau S yang terletak jauh dari kota J. Butuh waktu dua hari dua malam saat kapal sampai tujuan. Benar saja ketika kapal sudah di tengah lautan Pingki sadar diri.tapi ketika dia sadar keadaan tangan dan Kakinya terikat oleh tali, sedang mulutnya di beri lakban. Dia kini berada di dalam sebuah ruangan yang pencahayaannya temaram.


Saat dia kebingungan seseorang membuka pintu ruangan.


"Selamat malam nyonya Pingki..." sapa seorang pria besar bermuka bengis.


"Mm...mmm..." kata Pingki dengan mulut tertutup.


"Oh ya saya lupa kalau anda tidak bisa berbicara. Tapi tunggu...anda lapar...?" tanya pria itu dengan nada mengejek.


"Waah...saya lupa lagi kalau anda tidak bisa ngomong..." jawabnya dengan mimik yang menjengkelkan.


"Baik...saya akan membuka lakban anda tapi anda nggak boleh berisik karena saya tidak suka keramaian.... gimana , apakah anda bisa berjanji nggak akan membuat saya marah...? Atau anda menginginkan nggak usah makan aja..?" kata pria itu lagi.


"Mm..mm .mm " kata Pinki berusaha untuk berkata.


"Tapi jikapun anda berteriak di sini tak ada yang akan mendengar teriakan nyonya karena kita berada di tengah laut. paling- paling para pelayar saya yang mendengar teriakan anda..." kata lelaki tadi sambii tertawa.


Pria itu lalu membuka lakban yang menutup mulut Pingki.


"Di mana ini..." kata Pingki marah.


"Di tengah lautan...?" jawab pria itu dengan tenang.


"Di tengah lautan...?mau kau bawa kemana aku...?" tanya Pingki denga ketakutan.


"Kesebuah desa yang jauh dari keramaian kota..." jawab pria itu sinis.


"Tidak...aku tidak mau, kembalikan aku kekota J kerumah suamiku...?" teriak Pingki ketakutan.


"Ha ha ha...suami anda...? Siapa suami anda, tuan Setyo Hadi....? Waah nyonya anda masih bermimpi ya...? Mana mungkin tuan Setyo Hadi mau dengan anda, jika bukan karena tipu muslihat anda mana mungkin tuan Setyo Hadi melirik anda...?" kata Pria itu dengan nada mengejek.


"Sialan...kau ini bodoh ya.. Aku ini Sinta bukan Pingki , Pingki itu sudah mati tahu...? " teriak Pingki lagi.


"Ha ha ha...nyonya , nyonya... Sudahlah, apakah anda belum tahu kalau nyonya Sinta yang asli sudah berada bersama tuan Setyo Hadi...waah anda ketinggalan berita ya... Kasihan..?" ejek pria itu sambil memandang Pingki dengan ejekan.

__ADS_1


"Dasar kalian Bodoh semua, dia itu Sinta yang palsu. Dan...( terlihat Pingki melihat kekanan dan kekiri) mana putriku Deby, kok dia nggak ada di sini..?" tanya Pingki cemas.


"Dia hilang di ambil orang..." jawab pria itu lagi.


"Tidak...! Kembalikan Deby, aku mohon kembalikan dia padaku..." seru Pingki ketakutan.


"Cukup...! Jangan teriak lagi, apa mau kau ku lempar kelaut..." ancam pria itu lagi.


"Tidak, tidak...tolong kembalikan putriku padaku..." pinta Pingki dengan menangis


"Kau bisa diam nggak ..? Kalau kau tak diam aku akan benar- benar melemparmu kelaut .." ancam pria itu lagi . Pingki segera diam ketika mendengar omongannya. Pria itupun seger keluar dari ruang tempat Pingki berada. dia menyuruh anak buahnya untuk memberi makan Pingki.Mungkin karena lelah dan di tambah menangis setelah makan Pingki tertidur lelap di ruangan itu.


Sedang ditempat lain Deby yang masih dalam keadaan terbius kini mulai sadar, dia mengerjabkan matanya yang sedikit buram karena terlalu lama tak sadarkan diri. Setelah dia tersadar benar- benar dia terkejut mendapatkan dirinya berada di sebuah ruangan yang pengap dengan tangan dan kaki terikat di sebuah kursi kayu serta mulut di perban. Dia teringat saat itu dia di bawa oleh anak buah sang Papa keluar dari rumahnya.


"Di mana aku ini...?kenapa aku di ikat di kursi kayu ini...? Siapa yang mengikatku..?" gumam Deby heran dan takut. Tak berapa lama pintu ruangan itu terbuka lebar. Seorang laki- laki yang bertubuh besar masuk dan mendekati Deby.


"Waah...teryata kau sudah siuman nona.." terdengar ucapan dari laki- laki itu dengan nada mengejek.


"Mm ..mm..mm..."terdengar suara Deby yang mulutnya masih di tutup lakban.


"Ha ha ha...gue lupa kalau elo masih nggak bisa bicara..." kata pria itu . dan dengan kasar dia melepas lakban dari mulut Deby.


"Aauu...." Deby merasa mulut dan pipinya panas dan perih karena lakban yang di buka secara kasar.


"Kau gila ya....sakit tahu..." teriak Deby marah.


"Ha ha ha...ternyata elo juga bisa merasakan sakit Nona... gue kira rasa sakit sudah nggak bisa elo rasain ..." seru pria itu dengan nada ejekan.


"emang gue benda mati apa yang tidak merasakan rasa sakit...? lalu kenapa aku di ikat seperti ini mana papaku...?kau akan kuadukan pada Papa karena bertindak kasar padaku...!" teriak Deby.


"Ha ha ha...kau fikir Papa elo masih sayang ama elo, dan perlu elo tahu kalau dia bukan Papa kandung elo..." seru pria itu sambil tertawa.


"Apaaa....bukan Papa kandung ku...?" tanya Deby kaget.


"Iya... dia bukan Papa kandungmu wanita ja***g, kau adalah anak pungut yang tak tahu diri. anak pungut yang manja dan arogan, anak pungut yang serakah seperti Mamanya...." tiba- tiba masuk seorang wanita paruh baya yang terlihat berdandan modis. wajahnya terlihat masih cantik walaupun dia agak tua.


"Siapa kau...?" seru Deby kaget dan marah.


"Kau ingin tahu siapa aku...? aku adalah istri dari tuan Baron yang telah kau poroti uangnya ..." kata wanita itu dingin.


"Ha ha ha...ternyata kau istri tuan Baron yang suka wanita muda itu...? ha ha.. jangan salahkan aku kalau tuan Baron menyukaiku. kau lihatlah dirimu, kau itu sudah tua dan aku lebih mudah dan lebih cantik darimu tentu saja tuan Baron memilihku dari pada kamu..." kata Deby sombong. ( waah si Deby bukannya takut malah kepedean 😭 😭)


Plaak...


Plaak...


"Aauu....kau kira dengan memukul pipiku kau menang, kau akan tahu akibatnya sudah menculikku ,..." seru Deby marah.


"Ha ha ha...kau fikir siapa kamu hingga aku harus takut padamu...? kau hanya seorang gadis pungut yang di ambil dari panti asuhan, kau gadis pungut yang tak tahu diri seperti ibumu, dan apakah kau tahu kalau kau sudah di buang oleh Papamu seperti ibumu...?" kata nyonya Baron mengejek.


"Dan apakah kau masih ingat saat kau di bawa oleh beberapa orang anak buah Papamu, mereka akan membuang dirimu bersama dengan ibumu, karena apa...? karena ibumu telah membohongi papamu...kau memang anak dari Mama mu, tapi kau bukan Putri Papamu. kau anak dari lelaki yang tidur bersama Mamamu sebelum hidup dengan tuan Setyo Hadi.." kata nyonya Baron dengan wajah Sinis.


(Kenapa nyonya Baron bisa tahu...karena dia menyuruh seorang detektif yang sangat mumpuni untuk menyelidiki Deby. dia curiga karena Deby anak seorang pengusaha besar mengalami masalah tapi orang tuanya diam saja. apalagi saat Deby masuk penjara, dia mendengar dari orang kepercayaannya kalau sang Papa tidak perduli dengan Deby ).


"Tidak , tidak mungkin..dia Papaku, dia mencintaiku..." teriak Deby dengan histeris.


"Ck...gadis sombong , kau fikir Setyo Hadi itu Papamu...? apa masih kau ingat kalau kau pernah hidup dengan gadis cantik yang sering kau dan Mamamu siksa hingga dia pergi dari rumah Setyo Hadi...?" tanya Nyonya Baron sinis.


"Siapa...? Oo..si anak pungut yang menumpang hidup dan yang sekarang sudah mampus itu...?" kata Deby dengan wajah masih sombong dan arogan.


"Ha ha ha....dasar wanita tak tahu diri. Kau sendirilah gadis pungut itu, dan gadis cantik itu adalah putri tuan Setyo Hadi yang sesungguhnya. kalian berdualah yang penumpang hidup di keluarga Setyo Hadi, karena kelicikan Mama busukmu itu. hingga putri tuan Setyo Hadi keluar dari rumahnya senduru. kau ingin tahu siapa sesungguhnya Mamamu...? (dengan nadah merendahkan nyonya Baron menjelaskan kejahatan Pingki mama kandung Deby) dan perlu kau ketahui kalau gadis putri tuan Setyo Hadi itu masih hidup ,dia ada di kota ini ..dia adalah gadis yang kau irikan karena keberuntungan dan kecantikannya. dia adalah Nona Kania , gadis yang selalu ingin kalian bunuh itu.." kata nyonya Baron menjelaskan panjang kali lebar.


"Apaa....Kania...?Tidak, tidak mungkin.. pasti kamu sengaja mengarang agar aku merasa terluka, tidak akulah pitri tuan Setyo Hadi yang sesungguhnya. ha ha...kau ingin menipuku wanita busuk, wanita yang kalah dariku, wa.." belum selesai umpatan Deby keluar dari mulutnya dua buah tamparan melayang di pipinya.


Plaak...


Plaak...


"Tutup mulut busukmu itu, kau fikir kamu seberharga itu...? dasar wanita sialan...? kau akan merasakan penderitaan yang akan kau alami mulai sekarang... Sarpan...!" teriak nyonya Baron memanggil pengawalnya sambil menjambak Deby hingga kepalanya mendongak keatas.


"Ya nyonya Besar..." jawab Sarpan sambil berlari masuk kedalam ruangan itu.


"cambuk dia lima kali seperti dia mencambuk Nona Kania, agar dia merasakan bagaimana sakitnya di cambuk ..lalu berikan dia pada tuan Dargo agar dia menghuni tempatnya. bilang biarkan dia hidup selamanya di sana, jangan sampai dia keluar dari tempat itu... dan kau bisa menggarapnya bersama teman- temanmu.." kata nyonya Baron dengan marah. Dia segera keluar dari ruangan itu setelah sekali lagi menampar Deby dengan keras. Dargo adalah mucikari sebuah daerah prostitusi yang terkenal. dia adalah salah satu anak buah dari nyonya Baron. Setelah menyiksa Deby dan memberi tugas pada anak buahnya dia segera pergi dari tempat itu.


Sedang di tempat tuan Setyo Hadi terlihat pria itu sedang duduk di kantornya. Dia bingung bagaimana caranya membujuk istrinya yang tak mau menerimanya kembali. Dia berdiri dan mondar - mandir di rungannya. akhirnya dia tidak tahan lagian segera mengambil ponselnya yang ada di atas meja kerjanya. tak lama terlihat dia menghubungi seseorang. terdengar suara seseorang dari sebrang menerima panggilannya..


"Asalamualaikum tuan..." suara sapaan dari sebrang .

__ADS_1


"Wa'alaikum salam siapa ini...?" tanya Setyo Hadi heran , sebab dia tadi menghubungi Kania.


"Saya pengawal Nona Kania tuan., ..." jawaban dari sebrang.


"Dimana nona Kania...?" tanya Setyo Hadi heran.


"Nona Kania sedang syuting tuan, biar nanti kalau Nona Kania sudah selesai, saya akan memberitahu Nona Kania tuan..." jawaban dari sebrang.


"Baiklah, tolong sampaikan pada anak saya kalau saya ada penting yang akan saya bicarakan dengannya ..." kata Setyo Hadi lagi .


"Baik tuan nanti akan saya sampaikan pada Nona Kania..."jawab sang pengawal.


"Trimakasih , Assalamualaikum.." ucap Setyo Hadi mengakhiri panggilannya.


"Walaikum salam..." Setyo Hadi menutup kembali telfonnya. dan kembali menaruh di atas meja kerjanya.


Sedang di tempat lokasi syuting terlihat Kania sedang melakukan aktingnya dengan Farel dalam adegan mesra.


Kania yang sekarang sedang berada di dalam pelukan Farel merasa sedikit risih. Karena selama hidupnya hanya dengan Bara dia berpelukan dengan seorang Pria. dulu saat dekat dengan Reza mereka hanya berani sekali- kali berpegangan tangan, begitupun ketika dekat dengan Farel. dia memeluk Farel sebatas sebagai teman, namun sekarang setelah dia tahu perasaan Farel dia merasa agak risih. sebenarnya saat ini pun ada adegan mesra berciuman dengan Farel , tapi dia tadi sudah berbicara dengan Sutradara kalau dia tidak bisa melakukan itu. dan Sutradara pun setuju mereka akan memanipulasi efek kamera . namun adegan berpelukannya harus Kania lakukan. sebagai seorang artis akhirnya Kania menyanggupi dengan berat hati. namun sebelum itu dia sudah menelfon Bara. Mulanya Bara keberatan namun setelah dia tahu lawan main Kania, dia dengan berat hati mengijinkan. lain hati lain pula dengan Farel. Ketika di dalam sekenario yang dia baca ada adegan mesranya dengan Kania. dia merasakan jantungnya berdetak dengan kencang apalagi sekarang ini, saat Kania sudah ada di dalam pelukannya dia tak bisa lagi menahan debaran di dadanya. namun karena perasaan itu membuat aktingnya semakin terlihat bagus dan nyata. walau adegan ciuman hanya menggunakan efek kamera namun hati Farel sudah bahagia.


'Andai ini kenyataan Nia, mungkin hidupku akan selaku kulalui dengan kebahagiaan saja..' kata Farel dalam hati.


"Bungkus...." teriak Sutradara sambil tertawa senang.


Farel melepas pelukannya di tubuh Kania dengan enggan.


"Rel... lu enggan melepas Kania ya...?" goda Damar salah satu artis teman Farel.


"Sialan lo..." semprot Farel.


"Gue iri Rel lihat elo tadi... kenapa bukan gue ya yang jadi pangeran Minggyun.." kata si Damar menyesali diri.


"Enak aja...?" jawab Farel kesal.


"Bagus Farel, Kania... gaya kalian kayak bener- bener lagi pacaran. gaya kalian masuk banget..." Kata Seto Aji ketika melihat Farel dan Kania mendekat.


"Trimakasih kak..." jawab Kania.


"Bos..sering- sering aja beradegan seperti tadi..." kata Farel asal.


"Enak di elo nggak enak ke gue... " jawab Seto Aji. jawaban Seto Aji membuat Farel tertawa. karena Farel tahu kalau Seto Aji mengetahui hubungan Kania dan Bara.


"Dasar otak mesum..." ucap Kania sambil berjalan meninggalkan Farel dan Seto Aji. mereka tertawa mendengar kalimat yang di ucapkan Kania.


"Ya udah kalian istirahat dulu, kita lanjutkan setelah selesai makan siang.."Teriak Seto Aji pada para pemain dan kru film. Kania pun segera mendekati pengawal dan Asistennya.


Ketika sampai di sana Arum segera mendekati Kania.


"Bos Ada telfon dari bokap Bos Nia..." kata Arum sambil mendekat dan memberikan ponsel pada Kania.


"Papa...? ada apa...?" tanya Kania sambil menerima ponsel dari Arum.


"Ndak tahu Bos...beliau hanya bilang kalau ada yang akan beliau omongkan dengan Bos Nia..."jawab Arum.


"Coba aku hubungi Papa... ? " Kania segera menghubungi sang Papa. tak berapa lama terdengar suara Setyo Hadi.


"Assalamualaikum sayang..." sapa Setyo Hadi.


"Wa'alaikum salam,.. Papa tadi menghubungi Kania ya...?" tanya Kania.


"Iya nak...Papa hanya mau tanya, gimana kabar Mamamu Nia..?" tanya sang Papa.


"Mama baik- baik aja Pa...dia tenang di apartemen Nia..." jawab Kania.


"Apakah Papa boleh kesana Nia...?" tanya sang Papa pelan.


"Jangan sekarang dulu Pa.. biarkan Mama sendiri dulu, lalu gimana kabar wanita itu Pa...?" tanya Kania lagi.


"Papa sudah mengusirnya dari rumah kita nak.. " jawab Setyo Hadi lagi.


"Syukurlah kalau begitu.. O ya Pa, Nia tutup dulu telfonnya ya..soalnya sekarang Nia masih di lokasi syuting, biar nati Nia telfon lagi..." kata Kania.


"Baiklah , Papa juga masih banyak kerjaan, kalau gitu papa tutup ya...Asalamualaikum ..." kata Setyo Hadi mengakhiri panggilan.


"Wa'alaikum salam Pa..." telfon pun segera Kania tutup dan kembali di berikan pada Arum.


He he he😁 udahan dulu ye... author istirahat dulu, besok gue lanjut lagi ceritanya. jangan lupa like dan komennya ya... untuk yang ngelike dan komen , gue ucapin terimakasih banyak, πŸ™πŸ™

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2