
Saat sampai di Mall kembali , Kania segera membawa Kinan kearea permainan yang memang ada di area Mall itu. Kania mengajak Kinan untuk bermain bebera permainan . Kinan yang merasa baru sekarang bermain di dalam sebuah Mall semakin kesenangan , terlihat wakahnya semakin ceriah. Setelah cukup lama mereka bermain , Kania segera mengajak mereka kembali berjalan - jalan di antara banyaknya stan di dalam Mall tersebut. Saat melihat kedai es cream Kinan meminta untuk membeli. Kaniapun mengajak Kinan dan kedua pengawalnya untuk masuk kesana. Setelah mendapatkan tempat duduk Kania meminta tolong Arum untuk memesankan es cream untuk mereka berempat.
"Den Kinan mau rasa apa Den...?" tanya Arum
"Rasa coklat sama stroberi Kak..."jawab Kinan.
"Kalau aku vanila aja Rum ..." kata Keti tanpa di tanya .
"Kalau elo Bos...?" tanya Arum pada Kania yang sedang memegang ponselnya.
"Aku rasa coklat aja Rum..." jawab Kania sambil memandang Arum sebentar lalu kembali lagi memandang ponselnya. Arum segera pergi meninggalkan mereka untuk memesan es cream buat mereka berempat.
Terlihat Kania masih asyik memainkan ponselnya. Ternyata dia mendapat pesan WA dari Bara yang menanyakan keberadaannya
"Ma...masih di dalam Mall...? Tanya Bara dalam pesannya.
"Iya Pa... Papa sudah selesai...? balas Kania.
"Belum Ma... jawab Bara.
"Jangan kawatirkan Kami, selesaikan dulu urusan Papa, Mama dan Kinan sabar menunggu kok..." goda Kania.
"Kau mulai menggoda suamimu...?πSatu jam lagi selesai setelah itu Papa kesana...π balas Bara.
"Baik kami tunggu... ππBalas Kania sambil tertawa menulis emoji itu.
"ππππ... Balas Bara yang membuat Kania tertawa tanpa suara. untuk kedua orang yang ada di dekat Kania tak memperhatikan Kania.
Kania pun segera menaruh ponselnya kedalam tas kecilnya setelah menyelesaikan membalas pesan Bara. Tak lama Arum datang dengan membawa empat gelas es cream yang dia bawa dengan memakai talam.
Kinan terlihat sangat bahagia ketika memakan es cream yang di bawa Arum. Membuat Kania merasa bahagia juga. Setelah dari kedai es cream Kania mengajak mereka masuk kedalam sebuah Butik yang terlihat menjual baju- baju yang bermerk dan mahal . Dia segera mengajak mereka kebagian baju anak- anak. Dia ingin membelikan Kinan beberapa baju yang lucu sesuai umurnya.
Mereka memilih baju dengan gembira , apalagi Kinan yang merasa sang Mama membelikan beberapa baju buatnya. ada juga baju couple untuknya dengan Papa dan sang Mama . Kania juga membelikan baju buat sang suami. Dia membelikan beberapa baju untuk Bara . walau dia tahu Bara sudah banyak Bajunya. Tapi di sana hanya ada baju putih dan hitam saja. Kania ingin sesekali melihat Bara memakai baju yang lain warnanya. Dia membelikan baju warna biru terang dan coklat. He he he...apa dia mau memakai baju ini π.
Karena stan baju anak dengan baju pria dewasa , tanpa sengaja Kania melihat sebuah baju buat Kinan yang terlihat lucu , dia segera mendekatinya. harga baju terlihat cukuo mahal, namun bahan baju sangat lembut . Dia mengambilnya dan menempelkan di badan Kinan. terlihat baku itu sangat bagus menempel di tubuh Kinan. Tapi seorang pramuniaga datang dan berkata.
"Maaf mbak jangan di pegang - pegang nanti kotor..." katanya dengan tajam, dia melihat Kania dari atas sampai bawah. Memang kalau orang awam yang melihat penampilan Kania yang sederhana akan mengira kalau Kania orang kelas menengah kebawah. Namun jika orang itu orang tahu barang bermerk , mereka akan tahu kalau baju yang di kenakan Kania dari koleksi baju merk terkenal dan mahal.
"Nona , Apakah kalau kita mau membeli baju kita hanya melihatnya saja tanpa memegangnya...?" tanya Kania dengan nada kesal.
"Apakah Nona mampuh membeli baju ini..?" tanya dia dengan nada menghina.
"Kau menghinaku...?" tanya Kania mulai tersulut kemarahannya. Tiba- tiba masuk tiga orang wanita kedalam tokoh itu. Ketika melihat kehadiran tiga wanita itu , si pramuniaga tadi menyapa dengan ramah.
"Selamat datang Nona Vivian...?" sapa pramuniaga itu dengan ramah. Dia mengenal Vivian dan kedua wanita yang bersamanya, karena mereka sering datang ke Butik itu.
Kania melihat ketiga orang yang baru datang itu. Dia terkejut karena dua orang wanita yang baru datang itu adalah teman dia waktu masih kuliah dan kedua orang itu yang suka menghina Kania , karena Kania bisa kuliah di kampus mereka karena Beasiswa, dan Kania juga seorang penjual gado- gado keliling. Dan wanita yang satunya adalah si Amelia artis yang sedang mengejar suami yaitu Bara Aris Dirgantara .
"Ada apa ini kok sepertinya ada masalah ya...?" tanya Amelia ketika dia sempat mendengar keributan tadi.
"Ini Nona... Wanita ini ingin membeli baju anak- anak yang harganya mahal, saya melarang dia menegang baju ini karena saya takut dia akan merusak baju itu karena saya tahu kalau dia tak mungkin bisa membeli baju itu..." jawab wanita pramuniaga itu menghina Kania.
"Hey...bukankah ini Kania si penjual gado- gado itu ya...,?"Ucap salah satu dari ketiga wanita itu.
"Ya ampun benar katamu Sas...dia emang si gembel Kania...waah berani juga dia masuk ketokoh yang mahal ini, apa dia mau mencuri...mbak hati - hati lo.. soalnya dia itu hanya seorang penjual gado- gado...takutnya dia kemari mau mencuri baju- baju di sini...?" kata si Vivian dengan sombong nya.
"Apa kalian mengenal dia...?" tanya Amelia dengan heran. Karena dia tahu Kania adalah salah satu artis naungan DI.
"Ya kenal lah Mer... Dia itu dulu teman sekampus kami, dia kuliah karena mendapat beasiswa. Dan kau tahu..dia juga seorang penjual gado- gado keliling..." jawab Vivian dengan wajah menghina.
"Oo...jadi dia seorang penjual gado- gado..Ck..Ck..Ck ..seorang penjual gado- gado berlagak seperti tuan putri , ini kayak cerita upik abuh deh..?" kata Amelia menghina .
"Maksud elo...?" tanya teman Amelia yang bernama Sasmita.
"Dia adalah artis baru yang ada di perusahaan DI. Dan kau tahu...dia wanita yang sangat mengesalkan , dia berani merayu calon suamiku..." kata Amelia dengan memandang wajah Kania jijik.
"Whaaat....!." seru kedua temannya bersamaan.
Kania yang mendengar omongan ketiga wanita itu hanya diam menatap mereka dengan dingin.
__ADS_1
"Mbak... aku suka baju anak- anak itu tolong kau bungkus kan untukku..." kata Vivian dengan sombong. karena dia kesini ingin membelikan Kado buat keponakan dari calon suaminya. Suami Vivian seorang pengusaha yang cukup sukses.
"Baik Nona..." jawab pramuniaga tadi sambil ingin mengambil baju itu dari tangan Kania.
"Maaf..baju ini saya yang melihat dan memegang pertama kali, jadi sayalah yang berhak membeli...." kata Kania dengan datar , dia menarik baju itu sari tangan pramuniaga yang akan mengabilnya.
"Sayang...kau suka baju ini...?" tanya Kania pada Kinan. Kinan hanya menganggukkan kepalanya. Dia mendengar semua yang di ucapkan keempat wanita itu tentang sang Mama.
t
"Nona tolong berikan baju itu pada saya,karena kalau sampai baju itu rusak, anda tak mungkin bisa menggantinya..." kata pramuniaga tadi dengan nada menghina sekaligus takut baju itu akan rusak di tangan Kania. Tanpa mereka sadari Seto Aji berada di situ , dia melihat kejadian itu, di mana Kania di permalukan oleh beberapa orang dan salah satu dari mereka adalah Amelia yang dia tahu artis naungan DI. Dia memvidiokan peristiwa itu dan mengirimnya ke Bara. Dengan caption "Kau lihat istri cantikmu sedang di buly oleh artismu, " tulis Seto Aji di bawa Vidio yang dia kirim.
Ketika sedang terjadi keributan yang sempat membuat pengunjung Butik itu mendekati dan menonton, Arum dan Keti datang. Mereka di suru Kania untuk memilih baju untuk mereka, dan Kania yang akan membayarnya.
"Kau fikir aku nggak bisa beli baju ini...?" tanya Kania marah.
"Nona jangan berlagak banyak uang, tolong kau berikan baju itu pada Kami, aku tahu kau tak akan mampu membeli baju itu..." kata pramuniaga dengan wajah menghina.
"Bos ada apa...?" tanya Arum sambil mendekat.
"Kalian sudah selesai..?" tanya Kania pada Arum dan Keti.
"Sudah Bos..." jawab Arum dan Keti hampir bersamaan. Mereka sedikit terkejut ketika mereka mendengar dua orang wanita yang bertubuh tegap bagai seorang tentara , memanggil Kania dengan sebutan Bos.
"Mbak...tadi kau bilang aku nggak mampu membeli baju ini kan...? Coba kau gesek kartu ini, bayar semua yang kubeli tadi dengan kartu ini..?" jawab Kania dengan nada dingin penuh kemarahan. Semua orang yang ada di sana kaget. Karena Kania mengeluarkan kartu yang di dapat dari Bara.
"Apaaa...Black cart...!" seru mereka berempat hampir bersamaan.
"I..ini kartu an..anda...?" tanya pramuniaga itu gemetar.
"Apa Nona masich meragukan Kartu itu.. atau Nona masih mengira kartu itu saya curi...?" tanya Kania sambil tersenyum sinis.
"Apa Bos...elo di hina mereka...? mereka mengatakan elo seorang pencuri...?" tanya Arum dengan wajah marah, bukan saja Arum, tapi Keti terlihat meradang. Saat kehebohan itu terjadi seorang pria paruh baya dengan dua pengawal datang menghampiri mereka.
"Ada apa ini...?" tanya Pria itu dengan wajah terlihat marah.
"Maaf tuan Nona ini..." namun sebelum ucapannya berakhir tiba- tiba pria itu mendekati Kania.
"Benar tuan, saya Kania...?" kata Kania dingin.
"Maafkan kami yang tak tahu kedatangan Nona di Butik Kami, sekali lagi maafkan Kami Nona..." kata pria itu sambil membungkukkan badannya seolah dia sangat takut pada Kania. Semua orang menjadi kaget atas kejadian itu. Mana mungkin pria yang di ketahui sebagai pemilik Butik itu begitu hormat dan takut pada Kania.
"Tak jadi masalah tuan...hanya saya menyesalkan perlakuan karyawan anda yang terlalu menghina seorang pembeli yang dia lihat dari penampilannya saja, semoga kedepannya anda bisa mencari pelayan yang lebih baik.." jawab Kania dengan datar. kalimat Kania terkesan dia sangat marah dan tak suka pada pramuniaga tadi.
"Terimakasih Nona atas saran yang anda berikan. Untuk meminta maaf pada anda atas perlakuan karyawan saya yang tak sopan, mohon kiranya Nona membawa semua pembelian Nona tanpa harus membayar.." kata sang pemilik Butik dengan wajah meminta maaf pada Kania.
"Jangan...jangan tuan...saya nggak ingin tuan berbuat itu..saya nggak masalah , kejadian tadi anggap saja sudah berlalu.." jawab Kania tak enak hati.
"Tidak Nona... Dan Kau..kembalikan kartu Nona Kania padanya, setelah ini datang kekantor...!" seru pria itu dengan wajah marah. Pramuniaga itu mengembalikan kartu milik Kania yang sejak tadi dia genggam. Terlihat penyesalan di wajahnya . Terlihat pemilik Butik itu sedikit terkejut melihat kartu yang di miliki Kania. Karena dia sendiri tidak bisa memiliki kartu itu. Kartu Black card yang hanya di miliki beberapa orang melyuner itu di miliki Kania.
"Ya Tuhan...apa dia istri dari tuan Bara..
Aku yakin dia istri tuan Bara , kalau tidak, tak mungkin tuan Bara semarah itu ketika menelfonku. Dan wanita itu memiliki Kartu yang tak sembarang orang memiliki. batin pemilik Butik.
"Tuan.. kenapa tuan memarahi karyawan anda... Seharusnya tuan berterimakasih padanya, karena dia telah menyelamatkan anda dari penipuan yang akan dia lakukan pada Butik tuan... apa tuan percaya padanya, karena dia memiliki Kartu hitam itu...? " kata Amelia sambil memandang Kania dengan wajah meremehkan, karena dia sangat marah melihat Kania begitu di hormati oleh sang pemilik Butik itu.
"Apa maksud Nona...?" tanya sang pemilik Butik tak senang.
"Apakah tuan ketakutan karena dia memiliki kartu Black Card seperti itu...? mungkin dia hanya memakai Kartu palsu untuk menipu anda, Karena setahu saya, dia itu hanya seorang penjual gado- gado keliling, mana mungkin dia menjadi seorang melyuner...?" kata Amelia kembali.
"Kauuu..." seru sang pemilik Butik marah mendengar wanita yang dia yakini istri Bara itu telah di hina di Butiknya.
"Tuan...mungkin Nona Amelia ini nggak yakin kalau saya memiliki uang, itu tak jadi masalah buat saya tapi kalau anda sendiri tak percaya anda bisa mengambil bayaran seluruh belanja saya dengan menggunakan kartu ini, bukankah tadi saya sudah menolak pemberian anda...?" kata Kania dengan tenang.
"Tidak Nona kami Percaya anda , saya lebih percaya pada Anda dari pada mereka..." jawab sang pemilik Butik.
"Ada apa ini , kok ada keributan di dalam Butik ini...?" tanya sebuah suara. semua orang menatap kedatangan dua orang pria tampan yang masuk kedalam Butik.
"Tuan Dika, tuan Anton...selamat datang di butik ini...?" sapa sang pemilik Butik. ketika mengenali orang yang datang di Butiknya.
__ADS_1
"Ada apa ini...? kok sepertinya ada keributan...?" tanya Dika lagi pada sang pemilik Butik itu.
"Paman....?" seru Kinan ketika melihat Dika. semua orang terkejut saat Kinan menyebut Dika Paman dan dia berlari kearah Dika. tak terkecuali Amelia yang belum tahu Kalau Bara sudah memiliki seorang putra.
"Siapa sebenarya anak laki- laki yang bersama gadis itu..( batin mereka)
"Dika..." seru Amelia manja sambil berjalan kearah Dika yang mau mengggendong Kinan dengan wajah gembira dan sok akrab . terlihat raut wajah tak senang di wajah Dika dan Anton saat memandang kearah Amelia.
Amelia akan memeluk Dika , tapi dengan cepat Dika menepis tangan itu.
"Jaga sikapmu Mel..." kata Dika dingin.
Terlihat wajah Amelia yang terlihat malu. Dika geram karena Dika tadi sempat melihat Vidio yang di kirim Seto Aji ke pinsel Bara , Vidio yang memperlihatkan Amelia yang sedang menghina sang kakak ipar.
"Apakah kau sudah melaksanakan perintah kakak...?" tanya Fika dingin pada pemilik Butik itum
"Sudah tuan...Kami sudah melaksanakan perintah Presdir tapi Nona ini dan temannya itu menghalangi , mereka menuduh kalau Nona Kania mungkin seorang penipu atau pencuri..." jawab sang pemilik Butik.
"Benarkah...? dia menuduh Nona Kania seorang penipu ...?" tanya Dika sambil memandang pada Amelia.
"Bukan begitu Dik... aku hanya tak ingin gadis itu sok Kaya , karena kata teman- temanku itu Kania dulu adalah teman mereka saat kuliah, dan mereka tahu kalau Kania itu seorang penjual gado- gado keliling..." kata Amelia menjelaskan, terlihat wajahnya penuh bangga saat menceritakan itu .
"Apa masalahanya kalau dulu dia seorang penjual gado- gado...? Dan apakah kalian tahu siapa dia sekarang...? janganlah menghina seseorang kalau kalian belum tahu kebenarannya , jangan- jangan dia lebih tinggi kedudukannya dari kalian...?" kata Dika tajam.
"Dan kau Amel...jaga sikapmu kalau kau masih ingin bekerja di bawah naungan DI. jangan salahkan kami jika suatu saat karirmu akan hancur karena sikap congkakmu...Dan kau Nona Vivian, jangan salahkan Kami kalau perusahaan calon suamiku akan jatuh atau kau tak jadi menikah dengannya..?" kata Dika sinis. Vivian kaget bukan kepalang mendengar ancaman Dika.
"Ya sudah kami akan pergi, dan perlu kalian ingat, jangan sampai terjadi kembali masalah ini kedepannya. Dan kalian ingat selalu , layani Nona kania dengan baik jika dia datang kembali Ke Butik ini...Arum Keti bawa belanjaan Bos kalian...Ton..Kau bereskan semua.?" kata Dika pada Anton sambil berjalan keluar di ikuti Kania. sesampainya di luar terlihat hari sudah mulai petang. ternyata perdebatan itu terlalu lama menyita waktunya.
"Kak..kau di tunggu Kak Bara di Hotel XX, pergilah kesana dengan mobil yang sudah Kakak sediakan. .." kata Dika ketika sudah sampai di depan, dia menunjuk Mobil mewah berwarna hitam, yang sudah terparkir di luar Mall.
"Tapi Kinan...?" tanya Kania yang sudah melihat Kinan tertidur dalam gendongan Dika.
"Biar Kinan pulang bersamaku , kau pergilah ke Hotel XX..." jawab Dika sambil tersenyum.
"Baiklah aku akan Kesana, trimakasih atas semua yang kau lakukan hari ini , aku pergi dulu, Asalamualaikum..." pamit Kania.
"Wa'alaikum salam.." jawab Dika.
Dia tersenyum memandang kepergian sang kakak Ipar.
"Aku kagum padamu Kakak ipar... kau dapat meluluhkan hati Kakakku yang dingin itu dengan mudahnya. aku doakan semoga kalian selalu bahagia selamanya.
doa Dika dalam hati sambil melihat kepergian Kania bersama mobil yang menjemputnya.
Sedang di dalam Butik terlihat Amelia yang terlihat sangat marah ketika dia diacuhkan oleh Dika, dan juga mendengar ancaman Dika yang membuat para sahabatnya tercengang.
Dia mengepakkan tangannya dengan erat. Ingin rasanya dia ******* wajah Kania yang tenang dan dingin itu.
Dia semakin marah ketika dia melihat Kania terlihat sangat dekat dengan Dika. dia penasaran dengan anak kecil yang bersama Kania. Mengapa anak kecil itu dekat sekali dengan Dika,
"Apakah dia kekasih Dika...? dan anak itu anak si Kania..? apakah Kania seorang Janda..? tapi kalau memang dia Janda kenapa Dika mau padanya...?" cih...dasar wanita penggoda...dulu waktu di pesta dia menggoda kak Bara , dan sekarang dia menggoda Dika, dasar wanita ja***ng Biar akan ku adukan pada tante Rani,biar tahu rasa dia..." gumam Amelia sambil tersenyum licik.
sedang Vivian yang merasa dapat ancaman dari Dika sedikit khawatir.
"Mel...tadi itu siapa..? sepertinya gue pernah lihat kedua pria tadi ya..?" tanya Vivian pada Amelia.
"Iya ...gue juga merasa femiliar sekali dengan wajah kedua pria tadi...?" jawab Sasmita.
"Yang tadi menggendong anak kecil itu Dika GM dari perusahaan DI bos kedua gue Sekaligus adik dari Bis utama. Sedang pria dingin satunya adalah Asisten pribadi sekaligus wakil Presdir perusahaan DC Bos utama gue yang akan jadi calon suami gue..." jawab Amelia dengan percaya diri sekali.
"Gila...ganteng- ganteng banget mereka Berdua, ternyata mereka salah satu petinggi perusahaan DC... tapi kenapa mereka malah memihak pada Kania...?" tanya Sasmita heran.
"Sedang Vivian semakin resah mendengar kalau Dika adalah salah satu pemilik perusahaan Dirgantara.
"Dia memang gadis ja***g Dia terkenal suka merayu Bos- Bos besar..." kata Amelia memfitnah Kania.
"Pantas...dia terlihat cukup kaya, dan dua wanita tadi memanggilnya Bos Nia..." kata Sasmita percaya. Sedang Vivian diam dalam ketakutan. Dia ingat ancaman Dika tadi.
Amelia senang sekali ketika mendengar perkataan Sasmita, dia yakin kedua temannya percaya dengan perkataannya.
__ADS_1
Maaf sampai disini dulu cerita gue, jangan lupa like dan komennya dong...agar author semangat dalam membuat cerita.
Bersambung.