Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
BERTEMU FAREL KEMBALI.


__ADS_3

Hari ini pengambilan adegan ada di dalam sebuah studio yang menampilkan sebuah kerajaan yang terlihat besar dan mega. Di hari ini hanya pengambilan pertemuan Putri Fang Yun dengan Raja dan permaisuri . sebelum kemudian mulai jatuhnya kerajaan Dinasti Han. Setelah selesai menampilkan peran Putri Fang Yun , Kania segera beristirahat di ruangan khusus bersama beberapa artis dan kedua pengawalnya.


Saat Kania menikmati sejuknya hembusan angin yang semilir , tiba - tiba ada orang yang membawa bunga datang kehadapan mereka .


"Maaf, siapa yang bernama Deby Resti Herlambang...?" tanya seorang kurir dengan membawa seikat bunga berwarna merah.


"Saya pak..." teriak Deby.


"Ini Non anda dapat kiriman..." kata sang kurir. Dengan wajah berseri Deby berjalan kearah orang itu.


"Tanda tangan disini Non..." kata sang kurir.


"Dari siapa pak..?" tanya Deby bangga.


"Di sini tertulus kekasih tercinta Reza Firaus Non..." jawab sang kurir lagi.


"Waah dari calon suami nich..." seru Amerta nyaring.


"He he...iya beb .." jawabnya bangga. Merekapun memuji- muji Deby ,membuat Deby melambung tinggi perasaannya.


"Dasar suka pamer..." umpat Arum.


"Sudahlah Rum...jangan iri ..." kata Kania sambil menahan senyum.


"Idih...siapa juga yang iri Bos..." kata Arum. Tak berapa lama masuk kembali seorang pria muda dengan membawa dua taperware dengan bentuk yang unik, taperware itu berwarna kuning dan hijau. Ketika sang kurir mau berucap tiba- tiba asisten Deby sudah mendatangi kurir tadi atas suruhan Deby.


"Pak itu pasti milik Bos saya kan...? Sini berikan pada saya...?" kata dia sambil mengambil botol unik itu dari tangan si kurir.


"Waah pasti itu dari calon suami Deby lagi tu..." kata Preti dengan keras.


"Deb calon suamimu membuat kami iri dech..." seru Amerta.


"Begitulah Kami selalu saling memperhatikan, karena cinta diantara kami..." jawab Deby bangga.


"Maaf Nona, apakah Bos Nona bernama Kania....? Soalnya botol ini harus di berikan pada Nona Kania...?" kata si kurir agak keras. tentu saja asisten Deby membeku seketika.


"Waah pak itu milik Bos saya....yang di cari bapak Namanya Kania kan ..?" seru Arum sambil berjalan kearah Asisten Deby dan merebut botol itu dari tangannya. Terlihat wajah sang asisten dan Deby yang memerah karena malu.


"Makanya tanyain dulu , siapa yang di cari oleh kurir barang...?" ejek Arum tajam.


Dalam hati dia tertawa "Rasain lo.."


"Nona tanda tangan di sini dulu..." kata sang kurir. Arum pun segera tanda tangan di buku tanda terima. Dengan bangganya Arum menghampiri Kania.


"Bos ini milikmu..." Kata Arum dengan wajah bangga. Kania segera menerima dan melihat siapa pengirimnya. Seketika wajahnya berseri melihat inisial huruf di atas Botol.


"Bos dari siapa...?" tanya Keti penasaran


Kania hanya tersenyum sambil membuka tutup botol berwarna kuning Yang berisikan jus jeruk. Di atas tutup terikat ada lipatan kertas kecil yang bertuliskan.


Bunda..minuman ini untuk Bunda, di habisin ya...Kinan yang buat sendiri, cium sayang selalu.


Kania tersenyum bahagia membaca tulisan itu. Dan ketika Kania melihat botol yang satunya dia juga melihat ada lipatan kertas kecil disana. Kaniapun segara mengambil dan membaca tulisan yang berada di dalam kertas itu.


Bunda jus alpukat ini harus Bunda habisin juga, jangan diberikan pada siapapun karena jus ini yang membuat Papa sendiri, karena Papa tahu Bunda suka alpukat.


Kania tertawa membaca tulisan kecil di botol yang berwarna hijau.


'Dasar pria pemaksa ( batin Kania)


Keti yang penasaran dengan pengirim botol itu melihat botol itu, ternyata di sana terdapat tulisan K dan B. Keti segera tahu dari siapa kedua botol yang terlihat unik dan sepertinya mampu menahan dingin air di dalam botol lama.


"Siapa..?" tanya Arum perlahan.


"Bos besar..." jawab Keti. Mereka tersenyum gembira.


Amanda yang mendengarpun ikut tersenyum gembira. Karena dia sudah tahu hubungan Kania dengan Bos besar.


Kania seger meminum jus yang berada di dalam botol unik itu. Sedang para artis yang melihat Kania tersenyum bahagia saling berpandangan, mereka saling bertanya .


"Dari siapa itu..kok Wajahnya jadi gembira. .." tanya seorang gadis muda.


"Entahlah...mungkin dari kekasihnya..." jawab yang lain.


Kania hanya cuek aja mendengar pembicaraan mereka.


Saat Kania sedang menikmati minuman itu, kembali dua orang pria masuk kedalam ruangan itu. Yang satu membawa seikat bungah mawar merah yang sangat indah dan yang lain membawa kotak perhiasan yang terlihat cantik sekali. Kontan saja membuat heboh ruangan studio.


"Ya ampun...untuk siapa lagi kotak dan bunga itu...?" kata mereka.


"Waah Pasti ini untuk Nona Deby lagi tu.." kata salah satu artis.


"Ya ampun bener- benet membuat orang iri saja ya...?" kata mereka dengan keras agar di dengar Kania yang tadi hanya mendapat kiriman botol minuman.


"Iya tu...Nona Deby ayo di terima dong kiriman bunganya lagi. Pasti itu salah satu penggemarmu...?"seru Amerta.


Dan Deby pun dengan bangga berdiri.


"Pak apakah bungkusan dan bunga itu untuk saya...?" tanya dia dengan senyuman puas. Dia segera mengulurkan tangannya.


"Apakah Nona bernama Nona Kania...?" tanya dua kurir itu hampir berbarengan.


"Apaaa...." teriak mereka hampir bersamaan karena kaget.

__ADS_1


"Iya..bunga ini untuk Nona Kania yang camtik..." jawab Kurir pembawa Bunga.


"Perhiasan ini juga untuk Nona Kania..." jawab kurir pembawa kotak perhiasan.


Mendengar perkataan para kurir, Arum kembali berjalan kearah kurir dengan wajah bangga. sedang Deby pergi kembali dengan wajah memerah.


'Sialan dari siapa wanita itu mendapatkan kiriman bunga dan perhiasan, dasar wanita ja***g... lihat aja nanti , aku akan membuatnya menderita dasar sialan..sialan....!'( teriak Deby dalam hati sambil kembali duduk di kursinya)


"Pak berikan barang itu pada saya karena saya pengawal Nona Kania dan itu orangnya..."kata Arum bangga.


"Mbak tandatangan disini mbak...?" kata sang kurir pembawa bunga.


"Mbak juga tandatangan di simi mbak.." kata kurir perhiasan.


Setelah menandatangani tanda penerimaan Arum berjalan kearah Kania.


"Bos boleh nggak kita lihat isinya...?" tanya Arum memohon sambil menunjukkan kotak perhiasan yang bentuknya memanjang.


"Boleh ...tapi lihat dulu dari siapa hadiah itu..." jawab Kania.


Arumpun segera melihat ada tulisan di sebuah kartu .


"Bos cuma inisial BAD.." kata Arum lagi. Kaniapun tahu kalau itu dari Bara.


'Ya ampun Bos kenapa elo ngirim hadiah segala sich. ini maksudnya apa coba... biar nanti gue tanyain ama dia...' ( seru kania dalam hati) karena Arum sudah meminta dengan terpaksa Kania mengijinkan.


"Ya udah kalau kau mau buka, buka aja" jawab Kania datar.tak lama terlihat Arum mengeluarkan sebuah kalung dari bahan platina yang mempunyai bandul berlian sebesar kelereng berwarna pink ( merah muda) yang berbentuk hati.


"Ya ampun...indah banget..." seru Arum, Keti, dan Amanda hampir bersamaan. Dan sukses membuat orang yang ada di dalam studio itu ternganga dan berdecak kagum.


"Gila...indah banget kalung itu...?" seru beberapa orang.


"Cih...paling- paling itu berlian KW..."seru asisten Deby, ketika banyak orang berdecak kagum melihat bandul kalung itu. Sedang Deby sendiri mengepalkan tangan dengan marah.


"Yee..kalau iri bilang mbak...jangan sok pintar seperti itu...? Apakah perlu kami mengetes berlian ini dan memperlihatkan padamu keasliannya..." seru Arum marah. Karena sejak tadi dia sudah gemas pada kelompok Deby. Mendengar omongan Arum asisten Deby mulutnya terkunci. Saat keadaan tegang seperti itu tiba- tiba terdengar dering suara ponsel. Keti yang merasa asal suara dari kantong bajunya segera mengambil ponsel itu.


"Bos ada telfon..." seru Keti sambil memberikan ponsel Kania yang sedang ia pegang. Memang Kania saat sedang syuting memegangkan ponselnya pada pengawalnya.


"Dari siapa...?" tanya Kania.


"Entah Bos, hanya ada nama fuckboy aja..." kata Keti heran.


"Apaa... Fuckboy...? " seru Kania Kaget. Masalahnya nama ini sudah bertahun- tahun tidak ada kabar beritanya. Saat dia kulia dapat satu tahun , itu terakhir kalianya mereka berjumpa. Pernah mereka ber vidcol namun sudah beberapa tahun yang lalu. Baru sekarang ini dia kembali menelfonnya.


"Halo.. Asalamualaikum..." sapa Kania


Menjauh dari mereka .


"Tumben elo nelfon gue, mimpi apa elo semalam ha...?" seru Kania tanpa dia sadari dengan nada mara.


"He he he...kau ini, bukannya menyapaku dengan baik, malah marah - marah..." jawaban dari sebrang.


"Dasar kutu kupret kenapa baru sekarang elo ingat gue ..." hardik Kania.


"Sory..gue sibuk banget Nia..." jawaban dari sebrang.


"Jadi elo sibuknya bertahun- tahun ye..? trus kenape nomor elo ini nggak bisa di hubungi...?" Tanya Kania sebal.


"Maaf..gue sibuk ngobatin hati gue yang elo tolak...." katanya dengan nada menggoda.


"Dasar kau ini memang manusia menyebalkan , Rel, elo kagak berubah juga ya...;" umpat Kania .


Dia tertawa mendengar umpatan Kania. Dia Farel sahabat Simon yang berasal dri Korea. Dia dulu pernah tinggal di kota J selama dua tahun. Perkenalan mereka berawan ketika Kania pergi kerumah Simon karena sedang menyekesaikan masalah Heker , mereka berkenalan karena Farel merupkan sahabat Simon sejak kecil .saat itu hubungan mereka dekat sekali. Kedekatan mereka membuat Farel jatuh cinta pada Kania. Namun sat Farel menyatakan cintanya. Kania menolak secara halus pernyataan cinta Farel karena Kania menganggap Farel seperti Simon hanya sebagai kakak. Apalagi saat itu dia sedang dekat dengan Reza. Ketika menerima penolakan Kania Farel kembali ke Korea.


Dan dengar- dengar si Farel sekarang merupakan selebritis papan atas di Korea.


"Kagak lah Kin... Kalau gue berubah elo kehilangan temen yang ngangenin dong...?" jawab Farel kocak.


"Dasar manusia sableng...." sungut Kania .


"Kin-Kin kiriman bunga dari gue uda dateng belum...?" tanya Farel.


"Ooo jadi bunga ntu dari elo....?" tanya Kania.


"Ha ha ha ..uda dateng ya...?" tawanya kembali terdengar.


"Udah...gue kira dari siapa...?" kata Kania.


"Yee...elo berharap dari pacar elo ya..?" serunya dari sebrang.


"Kagak juga...cuman gue heran siapa yang mau- maunya ngirimin gue bunga..?" jawab Kania.


"Trus elo tahu dari mana gue main film..?" tanya Kania kembali .


"Ada deh..." jawab Farel penuh misteri.


"Oh ya Kin besok elo jemput gue ya di Bandara...." pinta Farel.


"Yee...enak aja, oga ah...." seru Kania.


"Pokoknya gue pingin elo jemput gue, kalau tidak gue akan umumin pada semua penggemar gue kalau elo telah menolak cinta gua, elo udah nyakitin gue, dan elo udah buat gue sengsara, gimana mau....?" ancam Farel.


"Yee..bodoh amat....?" jawab Kania jengkel.

__ADS_1


"Lo tahu kan resikonya kalau gue ngomong ama mereka...?" ancam Farel lagi. dan itu membuat Kania ngeri, dia tahu di kota J ini fans berat Farel banyak banget. dia tak ingin mengambil resiko jadi di benci mereka. apalagi dia baru saja terjun di dunia ekting.


"Iya iya gue jemput...dasar tukang paksa.." seru Kania jengkel. Terdengar tawa kegirangan dari Farel.


"Nah gitu dong...itu baru cewek gue..."


"Cih siapa cewek elo...? Ogah.." semprot Kania. Terdengar derai tawa Farel kembali terdengar.


"Awas gue tunggu jam 10 pagi, jangan sampai telat, ingat kalau elo kagak datang gue akan membuat kegaduhan di Bandara dan akan gue buktiin ancaman gue ini pada mereka...." ancam Fares.


"Dasar manusia pemaksa, iya iya gue akan datang..." teriak Kania.


"Ya udah gue banyak kerjaan , gue tutup dulu ya... ?Asalamualaikum..." pamit Kania.


"Awas gue tunggu, walaikum salam..." jawab Farel . setelah mengakhiri panggilan telfon Kania kembali lagi kedalam studio.


"Telfon dari siapa Bos...?"tanya Arum yang suka kepo.


"Dari sahabat gue yang berada di luar Negri..." jawab Kania santai sambil duduk kembali.


****


Keesokan harinya saat mulai syuting Kania dengan gelisah melakukan sesi pengambilan gambar sejak pagi hari. untunglah jam sembilan pagi adegan yang ia perankan berakhir. Dia segera berpamitan oada Seto Aji dan mengajak para pengawalnya pergi ke Bandara secepatnya. Dengan penuh tanda tanya mereka berdua mengikuti perintah Kania.


"Bos ngapain ke Bandara...?" tanya Arum heran.


"Menjemput biang masalah..." jawab Kania jengkel. namun ada rasa kerinduan pada Farel.


"Biang masalah...." Beo Arum.


"Elo berdua nanti akan tahu siapa biang masalah gue..." jawab Kania dengan nada jengkel.


"Oh ya gue hampir lupa..." seru Kania. dia segera mengambil tas kecil di sebelah tempat duduknya. dia mengeluarkan satu setel baju pria wig rambut pendek, dan topi serta kacamata hitam. dengan cepat dia mengganti bajunya dengan pakaian pria itu. Kedua pengawalnya hanya melihat tingkah Kania dengan heran.


"Kenapa ganti baju Bos..." tanya Arum.


"Membuat kejutan buat si biang masalah.." jawab Kania .


kedua pengawalnya hanya melihat bengong ketika melihat Kania berubah menjadi pria tampan dengan rambut pendek palsu . 45 menit kemudian mereka sampai di Bandara kota J. Kania segera keluar dari dalam mobil bersama Arum, sedang Keti menunggu di mobil . Dia segera memakai topi dan kacamata hitam itu . saat mereka berjalan masuk kebandara tiba- tiba terdengar dering telfon Kania berbunyi. dengan cepat Kania melihat ponselnya , terlihat nama Fuckboy tertera di layar ponsel, Kania segera menerima telfon itu.


"Assalamualaikum..." sapa Kania.


"Walaikum salam elo di mana...? jangan bilang elo masih di rumah..." teriak Farel di telfon.


"Iya, iya gue udah ada di Bandara, elo di mana...?" tanya Kania.


"Gue terjebak di parkiran mobil, ..cepat kemari , gue tunggu dalam lima menit elo uda harus berada di depan gue..." teriak Farel.


Kania segera mengedarkan pandangannya. dan benar sekitar tiga puluh meter dari tempat mereka berdiri terlihat kerumunan masa yang terlihat ramai. Kania segera tahu tempat Farel.


"Iya sebentar lagi gue kesana...oh ya elo udah ada jemputan kagak...?"tanya Kania sambil berjalan kearah Farel dan menejernya yang terjebak oleh para Fans berat Farel.


"Udah tapi mereka belum datang..." jawab Farel.


"Ya udah gue tutup, gue udah ada di dekat elo..." Kaniapun segera menutup telfonnya. Ketika mereka mulai mendekati Farel, mereka berdua kesulitan menerobos kerumunan Fans berat Farel . Namun dengan segala cara Kania dan Arum menerobos kerumunan itu dan akhirnya mereka sampai di depan Farel. sejenak Kania tertegun melihat wajah tampan Farel yang kini sedikit berubah. kulit nya yang putih semakin putih dan wajahnya terlihat bertambah tampan dan terlihat dewasa.


Setelah sadar Kania segera memeluk dan berteriak.


"Bang....elo udah lama pergi, ninggalin gue adek elo satu - satunya..." teriak Kania sambil memeluk Farel.


Farel tertegun saat dia melihat seorang pria tampan berdiri di depannya dan tiba- tiba memeluk dirinya. saat dia mau memukul sang pria tampan itu, Dia segera sadar kalau pria tampan itu gadis yang sedang dia tunggu. Saat dia mendengar pria itu berbisik di telinganya.


"Elo diem atau gue biarin elo di habisin Fans berat elo..." bisik Kania di telinga Farel, diapun segera memeluk pria tampan itu yang sedang menggapai lehernya yang tinggi. maklum walau tinggi Kania udah sesuai dengan tinggi tubuh ideal seorang gadis. tapi jika di dekat Farel dia masih harus mengangkat tumitnya. Setelah itu dengan bantuan Arum dan menejer serta bodyguard Farel yang telah datang, merekapun segera keluar dan berjalan kearah mobil Farel yang baru datang. ketika mau masuk kedalam mobil Farel memaksa Kania ikut dengannya. akhirnya dengan terpaksa Kania masuk kedalam mobil Farel dan menyuruh Arum kembali ke mobil mereka dan mengikuti mobil Farel. Tak lama terlihat dua mobil mewah beriringan keluar dari Bandara kota J.


"Wee...gimana kabar elo ..? kelihatannya elo semakin sukses ya..?" tanya Kania sambil memandang Farel.


"Begitulah...?gue tambah ganteng kan.. " jawabnya dengan songong.


"Dasar pria narsis..." umpat Kania. walau di dalam hati mengiyakan.


"ha ha ha.. elo juga tambah cantik Kin..." kata Farel sambil menatap Kania dengan sorot mata tajam.


"Emang dari dulu gue cantik ..." jawab Kania ikutan narsis.


"Udeh jangan ngelihat gue kayak gitu.. jijik gue.." kata Kania yang merasa nggak enak menerima tatapan Farel. Dia berkata sambil menyentil dahi Farel.


"Aauu...sakit dodol..." seru Farel sambil memegang dahinya. Kania hanya tertawa mendengar Farel berteriak. sang menejer hanya bisa gelang- geleng kepala.


"Kin- kin itu mobil elo...?" tanya Farel ketika dia melihat mobil merah membuntuti mobil mereka.


"Mobil perusahaan..." jawab Kania enteng


"Trus gadis yang bersama elo tadi..?"tanya Farel


"Dia teman gue..." jawab Kania .


"Tapi modelnya kayak Pengawal elo..." kata Farel curiga.


"Yee...emang siapa gue..." jawab Kania walau dalam hati membenarkan.


Udahan dulu sobat besok gue sambung lagi ye... jangan lupa like dan komennya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2