Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
TANDA TANGAN KONTRAK.


__ADS_3

Sambil masih memegang tangan Kania Bara berjalan mendekati meja makan.


terlihat wajah Bara yang bahagia.


"Bunda...."seru Kinan ketika melihat kedatangan Kania. Anton yang mendengar panggilan Kinan hanya bisa menatap Kinan dan Kania bergantian. terlihat wajah keheranan di raut wajah Anton. 'apa mereka sudah jadian( pikir anton.


'Ups Kenapa kau memanggil bunda di depan tuan Anton sayang...(teriak Kania dalam hati). Kini Kinan sudah berada di dalam gendongan Kania.


"Kinan kalau banyak orang panggil apa..." bisik Kania menegur lembut Kinan.


"Ups lupa..." seru Kinan sambil menutup mulutnya . Kania hanya bisa tersenyum masam.


"Sayang...nggak apa- apa aku sukak.." kata Bara perlahan membuat pipi Kania memerah.


"Bun...kenapa Bunda pulangnya lama sich...?" tanya Kinan dengan wajah cemberut.


"Sayang...Bunda tadi banyak kerjaan jawab Kania pelan.


"Tapi Kinan kangen sama Bunda..." kata Kinan sambil cemberut.


"Maafka bunda, baiklah gimana kalau sekarang sebagai permintaan maaf Bunda Kinan boleh tidur di kamar Bunda.." bujuk Kania.


"Benar Bunda...?" tanya Kinan tak percaya. wajahnya kembali cerah.


"Iya...Kinan boleh tidur di kamar Bunda.." jawab Kania sambil tersenyum manis.


"Yee...Kinan boleh tidur dengan Bunda.." teriak Kinan semangat.


"Sst...jangan rame - rame , sekarang kita maka. dulu ya..." kata Kania sambil mendudukkan Kinan di kursi makan, lalu dia sendiri duduk di sebelah Kinan. Begitupun dengan Bara dia duduk di sebelah Kania. Anton dan Dika hanya bisa kagum melihat interaksi Kania dan Kinan yang bagai seorang mama dan putranya. Merekapun segera menikmati makan malam yang sudah di siapkan chef Gio. Saat makan malam sudah berakhir Bara berkata pada Dika .


"Dik tolong kau carikan. Menejer yang bagus buat Kania.. " perintah Bara.


"Buat Kania...?" tanya Dika heran.


"Dia akan menjadi seorang artis..." jawab Bara.


"Ha...jadi seorang artis...?" tanya Dika dan Anton hampir bersamaan.


"Iya..tadi Seto Aji meminta padaku agar Kania boleh bermain di filmnya kali ini..?" jawab Bara dengan muka datar.


"Seto aji...?" tanya mereka hampir bersamaan lagi.


"Bukankah dia pergi ke Amerika kak..?" tanya Dika.


"Iya ...apa dia sudah datang...?" tanya si Anton. Karena beberapa tahun ini Seto Aji memang berangkat ke Amerika.


"Sudah, dia sekarang akan menggarap film yang di bintangi oleh Kania.." jawab Bara.


"Gila...Nia emang di mana kamu bertemu dengan dia...?" tanya Dika heran.


"Tadi saat mengantarkan Paramita pergi audisi.." jawab Kania .


"Paramita... Apa Paramita asuhan si Erma...?" tanya Dika lagi.


"Iya Bos... Tadi kak Erma meminta tolong padaku agar mengantarkan Paramita untuk audisi karena dia ada kepentingan mendadak yang tidak dapat di tunda atau di wakilkan. Akhirnya Kania mengantar Paramita, di sanalah kami bertemu..." jawab Kania lagi.


"Trus kau ikut audisi juga..?" tanya Dika lagi.


"Sejak pertama bertemu tuan Seto Aji sudah memaksa Kania untuk ikut audisi tapi Kania menolak hingga terjadi keributan yang menyebabkan Kania terlibat perkelahian... Nach di situlah tuan Seto Aji semakin memaksa .." jawab Kania.


"Apaa...? Kau tadi berkelahi ...?" tanya Bara kaget.


"Maaf ... Kania terpaksa Nia turun tangan kala seorang satpam akan di bunuh oleh seorang gadis dan pengawalnya di lokasi audisi...Kania tak ingin seseorang yang tak bersalah terbunuh di depan Kania... maafkan Kania Bos,....?" jawab Kania takut.


"Siapa gadis yang membuat keributan itu...?" tanya Bara ada nada marah di sana.


"Entahlah... Setahu Kania mungkin dia putri seorang yang berpengaruh di negara ini. Buktinya ketika dia dengan arogannya menyiksa dan ingin membunuh seseorang mereka diam saja tanpa ada yang berani menolong satpam itu


"Ton coba kau tanyakan pada si Seto siapa gadis tadi yang membikin keributan di acaranya, aku takut dia akan mencelakai Kania..." kata Bara memerintah.


"Baik Bos..." jawab Bara.


"Sayang...kapan kamu di minta kekantor Seto Aji...?" tanya Bara mengalihkan pembicaraan, dia tahu gadisnya takut dia marah.


"Besok Bos..." jawab Kania.


"Anton atau kau Dika, besok sebelum Kania mendapatkan seorang menejer kau atau Anton antarkan Kania ke kantor Seto Aji, kalian memegang tanggung jawab sementara buat Kaniam..." kara Bara lagi.


"Baik kak biar aku saja yang mengantarkan kakak Ipar..." jawab Dika.


"Tapi Bos , bukankah besok aku harus pergi dengan Paramita..?" kata Kania.


"Paramita biar di antar menejernya sendiri, kau harus memikirkan dirimu sendiri Bun..." jawab Bara dengan lembut. Anton dan Dika hanya menggelengkan kepala melihat kelembutan yang di perlihatkan oleh Bara pada Kania. Merekapun melanjutkan pembicaraan mereka di ruang kerja Bara, karena masalah kantor yang mesti mereka diskusikan. Sedang Kania dan Kinan berjalan masuk kedalam kamar dengan membawa minuman dan cemilan. Namun sebelum kekamar Kania ,Kinan meminta pergi kekamarnya lebih dahulu untuk mengambil leptopnya. Setelah mengambil leptop mereka segera melanjutkan pergi kekamar Kania. Saat sampai di kamar Kania mereka berdua segera naik ketempat tidur sambil memegang leptop masing- masing. Kania mulai mengerjakan tugasnya yang di kirim Sonya ke failnya. Sedang Kinan mulai bermain .


*****


Keesokan paginya setelah mengantar kan Kinan pergi kesekolahnya Kania bersama sang pengawal segera berangkat kekantor . sesampainya di kantor Kania berjumpa dengan ketiga teman- temannya.


"Princes, gimana ceritanya kemaren...?" seru Sonya ketika dia melihat Kania dan pengawalnya masuk dalam ruangan. dia berlari mendekati Kania yang akan duduk di kursi kerjanya.


"So...biarkan princess duduk dulu napa..?" ucap Karin sambil mendekat juga.


"Iya sich...tapi gue penasaran denger cerita princess kita...?" jawab Sonya.


"Baiklah, sekarang kalian semua dengar bu guru cerita Okey..." kata Kania sambil bergaya seperti seorang guru.


"Princess jangan lebay ah..." seru Sonya .


"Habis elo juga, bukannya nanyain kesehatan gue nach ini malah nanyain cerita duluan..." sungut Kania.

__ADS_1


"Iya dech gue salah ,maaf... Tapi ayo cepat ceritain saat elo kemaren nganter .. Siapa artis yang kau anter kemarin...." tanya Sonya.


"Namanya Paramita. dia kemaren ikut audisi. Kemungkinan besar mereka akan mengajak Paramita untuk ikut main dalam film garapan Sutradara Seto Aji..." jawab Kania.


"Apaa...sutradara Seto Aji...? bukankah itu Sutradara yang sudah kondang namanya di seluruh Negri..?" seru Karin .


"Iya benar katamu So, bukan hanya di dalam Negri tapi malah sampai luar Negeri, ...." teriak Ratih yang juga bergabung dengan antusias.


"Dan apakah kalian tahu sahabat kita bakal jadi artis, dia akan ikut main di dalam film itu juga...?" bisik Arum dengan bangga.


"Maksut elo...? tanya Sonya bingung.


"Bos princes kita di minta ikut main dalam film garapan Seto Aji..." kata Arum menjelaskan.


"Apaaa....." teriak mereka bertiga hingga membuat karyawan yang ada di ruangan mereka menatap kearah mereka.


"Sstt jangan teriak- teriak dong...." kata Kania sambil menaruh telunjuknya di bibir.


"Yang bener Rum...." kata Karin tak percaya.


"Bener...sebentar lagi kami akan membawa princes kekantor tuan Seto Aji..." kata Arum meyakinkan.


"Kalian pingin ikut....?" goda Keti sambil tersenyum menggoda.


"Apa boleh....?" tanya Sonya bodoh.


"Dasar...emang elo kagak kerja apa...lagian ini bukan piknik sayang..?" kata Kania sambil menonyor kepala Sonya pelan.


"Yaah...ngapa nggak libur aja ya hari ini." kata Sonya sedih.


"Duuh kasihan sobat gue..." goda Keti.


"Rum hari ini elo tukeran ama gue yuk.. elo yang kerja di sini , dan gue yang jadi pengawal princess..." kata Sonya pada Arum.


"Emang elo bisa jagain Kania kalau ada yang akan membahayaka Kania..." cela Ratih.


"Iya juga sich...?" jawab Sonya lesuh.


"Udahlah ...kapan - kapan kalian bisa ikut..." hibur Kania.


"Beneran ya princess kapan - kapan elo ajak kita lihat elo syuting, dan elo jangan sampai lupa bada kita- kita..." kata Karina


"Mana mungkin gue lupa ama elo, elo pada..." jawab Kania. Percakapan mereka terhenti ketika terdengar dering ponsel Kania. Dengan cepat Kania mengambil ponselnya di tas kecilnya. Terlihat nama Bos Dika tertera di layar ponselnya.


"Asalamualaikum Bos...." sapa Kania.


"Walaikum salam Nia..." jawab Dika.


"Sebentar lagi kita berangkat , kau datang kesini atau kau tunggu aku di parkiran ...?" Kata Dika memerintah .


"Kami tunggu di parkiran aja Bos..." jawab Kania.


"Baik Bos..." jawab Kania .


"Asalamualaikum..." ucap Dika sebelum menutup telfon.


"Walaikum salam..." jawab Kania lalu menutup sambungan telfon.


"Siapa Nia..." tanya Karin antusias.


"Bos Dika.. dia mengatakan kami akan segera berangkat kekantor tuan Seto Aji .." jawab Kania.


"Ya Tuhan...jadi beneran elo mau jadi artis princess..." kata Karin tak percaya.


"Sebenarnya gue kagak mau, gue kagak mau ribet tapi si tuan Seti Aji maksa, yach akhirnya gue pingin nyoba aja..." jawab Kania.


"Ya udah gue doain semoga elo sukses, kelak saat elo sukses jangan lupa ama kita ya princess..." kata Ratih sambil menatap Kania sendu. Dia merasa Kania akan semakin. jauh dari mereka.


"Aku pastikan gue nggak akan pernah ngelupain kalian..." jawab Kania.


"Ya udeh gue berangkat dulu, takut tuan Dika menunggu..." pamit Kania.


"Iya hati- hati di jalan..." jawab mereka.


Kaniapun segera pergi diikuti kedua pengawalnya. Dan tatapan ketiga sahabatnya. Kania langsung menuju tempat parkir. Setelah mereka menunggu sejenak tak lama terlihat Dika bersama dua pengawal nya datang . setelah melihat Kania dan pengawalnya sudah berada di dalam mobilnya Dika segera masuk kedalam mobilnya sendiri, setelah itu terlihat dua mobil mewah ber iringan keluar dari parkiran perusahaan Dirgantara Grub .


Setengah jam kemudian sampailah mereka di halaman kantor milik Seto Aji.


Kania dan kedua pengawalnya segera keluar dari dalam mobil , tak lama Dika pun terlihat keluar dari mobil mewahnya.


"Kakak Ipar kita langsung masuk saja aku tadi sudah menelfon Seto Aji..." kata Dika . Dia akan manggil Kania kakak ipar kalau hanya ada mereka berdua atau Kania hanya bersama dua pengawalnya. tapi kalau lagi berada bersama banyak orang dia akan memanggil hanya Kania saja.


"Baik..."jawab Kania. Merekapun segera masuk kedalam Kantor Seto Aji.


Ketika sampai di loby mereka di sapa oleh seorang resepsionis.


"Selamat pagi tuan , Nona ada yang bisa saya bantu..." tanya resepsionis itu dengan ramah.


"Saya mau bertemu dengan tuan Seto Aji..." jawab Dika datar.


"Nama tuan...." tanya dia lagi dengan ramah.


"Dika Surya Dirgantara...." jawab Dika datar.


"Oh maaf tuan... Saya tak mengenal tuan..tuan sudah di tunggu tuan Seto Aji di ruangannya..." jawab resepsionis itu ketakutan.


"Apakah kau pegawai baru...?" tanya Dika.


"Iya tuan...saya baru satu minggu di tugaskan di sini..." jawab dia dengan takut. Ya..siapa yang nggak tahu nama kedua orang pewaris perusahaan Dirgantara Grup itu. Sejak tadi

__ADS_1


Sebenarnya dia sudah terpesona dengan ketampanan Dika, namun dia tak pernah menyangka kalau pria tampan itu pewaris perusahaan maha besar, dan dia tak pernah bermimpi akan bertemu sang pewaris perusahaan besar tersebut.


"Baiklah saya akan langsung kekantor Seto Aji atasanmu..." jawab Dika datar.


"Silahkan tuan..." jawabnya sambil menundukkan kepala.


Dika dan Kania segera berjalan kearah lift. Dika segera menekan lantai lima tempat kantor Seto Aji berada. Setelah sampai di depan ruangan Seto Aji mereka di sambut oleh sekretaris Seto Aji yang memang sudah mengenal Dika.


"Selamat pagi tuan Dika..." sapanya ramah.


"Pagi Nora, Seto Aji ada...?" tanya Dika .


"Ada di dalam tuan, beliau sudah menunggu kedatangan tuan...' jawab Nora sang sekretaris.


"Aku langsung kedalam ..." kata Dika.


"Silahkan tuan..." jawab Nora.


Dika segera berjalan kearah pintu dan mengetuknya.


Tok tok


"Masuk..." jawaban dari dalam menyuruh mereka masuk. Perlahan Dika membuka pintu. Terlihat Seto Aji sudah duduk di sofa dengan mab di depannya.


"Asalamualaikum..." salam Dika.


"Walaikum salam..masuk Dik..." jawab Seto Aji sambil tersenyum riang. Dia segera berdiri ketika melihat Dika dan Kania masuk.


"Hey apa kabar Bang...?" tanya Dika pada Seto Aji sambil berpelukan.


"Gue baik- baik aja , gimana keadaan elo masih jomblo..." tanya Seto dengan riang. Ternyata mereka bersahabat..(kata Kania dalam hati).


"Emang elo udah dapet gebetan...?" tanya Dika sambil melepas pelukan.


"Ha ha ha... ternyata gue nggak laku persis seperti elo.." jawab Seto Aji dengan tertawa.


"Elo bukannya tidak laku, tapi pemilih.." jawab Dika sambil duduk di sofa.


"Dasar...emang elo kagak...?" jawab Seto Aji sambil tertawa.


"Dik kok elo sendiri yang nganter si Kania...?" tanya Seto Aji.


"Menejer buat dia masih gue carikan.." jawab Dika datar.


"Kakak ipar duduk...." kata Dika pada Kania.


'Idih kenapa sich si Dika ini manggil gue kakak ipar melulu..( sungut Kania dalam hati) Kania segera duduk di sebelah Dika. Seto Aji tertawa mendengar panggilan Dika terhadap Kania.


"Ha ha ha...bener tebakan gue, kalau ini cewek milik tuan Bara yang Arogan, makanya sang adik sendiri yang mengantarkan dia datang kesini .." kata Seto Aji .


"Kenapa...? Kau naksir juga...?" tanya Dika langsung.


"Ha ha..elo tahu aja Dik, pintar juga kakak elo cari cewek..." jawab Seto Aji


"Jangan macam- macam , elo pingin singa itu menerkam dan mencabik tubuhmu..." kata Dika memperingati.


"Gue nggak seberani itu Dik..." jawab Seto Aji dengan mimik wajah lucu. Merekapun tertawa bersama. Sedang Kania yang menjadi topik pembicaraan mereka hanya bisa tertunduk malu.


Merekapun akhirnya kembali ketopik masalah. Setelah Dika mengoreksi kontrak Kania dengan perusahaan Seto Aji serta membaca naskah yang akan di perankan Kania. Dika segera menyuruh Kania segera menandatangani kontrak itu. Setelah itu mereka berjabat tangan sebagai simbul hubungan kerja mereka sudah terjalin.


"Bang jangan sampai ada adegan yang membuat kakak gue marah..." kata Dika memperingati Seto Aji.


"Iya gue tahu, Bara sudah mengatakan itu saat gue minta ijin Kania ikut dalam film gue.." jawab Seto Aji.


" Oh ya kapan produksi film ini akan di mulai...?" tanya Dika.


"Kalau nggak ada halangan mungkin satu bulan lagi sudah di mulai..." jawab Seto Aji .


"Lokasinya di dalam kota atau di luar...?" tanya Dika lagi.


"Kalau hari- hari pertama di dalam kota Dik... Tapi selanjutnya di luar kota ada juga pengambilan nya di luar Negri..." jawab Seto Aji.


"Ya udah pokoknya gue titip kakak ipar gue, jangan sampai ada masalah kedepannya..." kata Dika .


"Beres Dik...tanpa elo ingatkan gue juga tahu...gue kagak berani berurusan ama kakak elo..." jawab Seto Aji yang berucap elo,gue dengan Dika.


"Ya udah kami pamit dulu, saat akan di mulai pengambilan adegan elo bisa nelfon gue..." Kata Dika lagi.


"Iya nanti gue kabarin..." jawab Seto Aji.


"Kalau begitu kami pulang dulu Asalamualaikum...." pamit Dika diikuti Kania.


"Walaikum salam..." jawab Seto Aji.


Kania dan Dika kembali berjabatan tangan sebelum mereka keluar dari ruangan Seto Aji.


Merekapun kembali keperusahaan dengan mobil dan pengawal mereka masing - masing. Sesampainya di kantor Dirgantara , saat keluar dari mobil Dika mendekati Kania.


"Kania, kau bisa membereskan barang- barangmu yang ada di kantor humas karena setelah ini kamu punya ruangan sendiri bersama menejermu..." kata Dika


"Ruang sendiri Bos...?" tanya Kania kaget.


"Iya..kau akan memiliki ruangan sendiri.." jawab Dika.


"Ya udah sana balik keruanganmu, beresin semua barangmu yang ada di kantor humas dan kau Keti dan Arum bantu Bos mu...." perintah Dika.


"Baik Bos..." jawab Kania.


"Baik tuan..." jawab Keti dan Arum. Mereka pun berjalan masuk kekantor Dirgantara Grub. Duka langsung ke kantornya sedang Kania , Keti dan Arum berjalan kekantor humas.

__ADS_1


Bersambung dulu ya...jangan lupa like dan komentar nya dong...agar author lebih semangat membuat cerita.


__ADS_2