
Empat hari pun berlalu dengan cepat dari saat Kania bertemu dengan kakek tua itu. Hari- hari berlalu tanpa ada masalah buat Kania.
Sedang Bara yang mendengar kalau Emilda ingin mencelakai Kania segera menemui kedua orang tua Emilda mantan mertuanya dulu ,atau kakek Kinan dari sang Mama.
Bara hanya mengatakan tentang niat Emilda terhadap Kania. Saat mendengar itu tuan Malik sangat marah pada sang putri, sepulangnya Bara dari rumahnya tuan Malik segera mencari Emilda. Namum tuan Malik tidak bisa menemukan keberadaan Emilda.
Sedang Kania yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah audisi peran sebuah film sedang dalam perjalanan.
"Rum...elo ngerasa nggak kalau kita sejak tadi seperti ada yang sedang mengikuti kita...?" tanya Kania pada Arum.
"Kagak Bos...." jawab Arum.
"Kok gue ngerasa akhir- akhir ini seperti ada yang lagi ngikutin kita dech..." kata Kania sambil menengok kebelakang .
"Kok gue nggak ngerasa ya Bos... Elo gimana Ket...?" tanya Arum pada Keti yang ada di sebelahnya.
"Gue kagak ngeras juga Bos...." jawab Keti sambil menatap Kania sekilas dari spion mobil.
"Kalik gue aja yang agak parno ya...?" kata Kania perlahan.
"Mungkin bawaan si beby Bos...." hibur Arum.
"Mungkin juga ....." kata Kania .
Merekapun terdiam dalam fikiran masing- masing.
"Duuh kenapa gue deg- degan ya.... kayak akan terjadi sesuatu pada kita...?" kata Kania sambil menekan dadanya.
"Bos...jangan yang aneh- aneh dech... Elo jangan nakutin- nakutin kita napa..?" kata Arum cemas.
"Gue kagak nakutin- nakutin elo berdua... Tunggu...Ket habis ini apa kita ngelewatin hutan kecil...?" tanya Kania pada Keti.
"Bener Bos... Emang kenapa...?" tanya Keti kaget. Sebab setelah ini memang mereka akan melewati hutan kecil yang agak sepi. Terlihat Kania tertegun sejenak.
Tiba- tiba dia berkata dengan wajah datar.
"Kalian berdua bersiap- siaplah... Akan ada sedikit masalah yang akan kita hadapi..." kata Kania datar.
"Apa maksud elo Bos....?" tanya Arum curiga.
"Akan ada yang menghadang perjalanan kita, jadi kalian hati -hatilah.... Sepertinya salah satu dari mereka memiliki ilmu hitam...." kata Kania dengan wajah dingin.
"Maksud perkataan Bos, kita akan di serang seseorang...?" tanya Arum menegaskan.
"Bukan seseorang tapi beberapa orang yang memiliki ilmu agak hebat...." jawab Kania lagi.
"Bos...kenapa elo bisa tahu ....?" tanya Arum heran.
"Entahlah gue juga nggak ngerti, hanya gue merasakan perasaan seperti itu... Kita lihat aja kebenaran nya..." jawab Kania. Kedua pengawal Kania segera waspada. Tak berapa lama mereka mulai melihat kalau di depan terlihat sebuah hutan kecil. Ketika mobil mereka mulai masuk kedalam kawasan hutan itu, Kania segera berkata.
"Kalau benar firasat gue, sebentar lagi kita akan berhadapan dengan mereka, jadi kalian bersiap- siaplah..." kata Kania dengan nada datar.
Baru saja Kania berhenti bicara. Tiba- tiba sebuah mobil Avanza berwarna hitam memotong jalan mobil mereka , dan berhenti tepat di depan mobil Kania . Untung saja Keti dengan cepat menginjak rem mobil Kania. Hingga mobil berhenti dengan suara ban mobil berdecit beradu dengan aspal jalan.
"Sialan.....ternyata perkataan elo beneran Bos..." kata Arum sambil menatap Kania. Mereka bertigapun segera waspada.
Tak berapa lama terlihat empat orang pria besar keluar dari dalam mobil. Mereka berjalan mendekati mobil Kania.
"Arum , Keti hati - hati menghadapi mereka, kalian bisa menghadapi kedua orang yang berbaju hitam dan kaos tanpa lengan itu... Sedang orang yang memakai ikat kepala dan baju kuning biar gue yang ngadepin..." kata Kania pada kedua pengawalnya.
"Emang kenapa Bos...?" tanya Arum heran.
"Yang memakai ikat kepala itu gue merasakan dia memiliki ilmu hitam, gue takut kalian celaka..." kata Kania datar.
"Baik Bos..." jawab Keti dan Arum hampir bersamaan. terlihat para penjahat berdiri di depan mobil Kania sambil berkacak pinggang.
"Hey kalian yang ada di dalam mobil keluar lah....!" teriak salah satu dari mereka.
"Ayo kita keluar...." kata Kania pelan.
Perlahan Kania dan kedua pengawalnya keluar dari dalam mobil.
Saat Kania keluar, terlihat mata keempat pria tadi terbelalak.
"Busyet....cantik benar wanita itu, apa nggak sayang bang kalau kita bunuh..." kata pria yang memakai kaos tanpa lengan .
"Gila.... Ternyata lebih cantik kalau di lihat langsung ya...?" kata pria yang berbaju kuning .
"Dasar kalian ini... Apa kalian lupa tugas kalian...?" kata pria yang memakai ikat kepala.
"Ingat bang...tapi sepertinya sayang banget wajah sebening itu kita habisin.." kata pria berbaju kuning itu kembali
__ADS_1
"Bang... Gimana kalua kita bawa aja dia ke tempat kita, kita jadikan dia istri kita..lagian dua gadis yang ada di sebelahnya juga cantik- cantik bang...." kata Pria yang memakai kaos hitam.
"Bagus juga ide elo Pan..." jawab Pria yang memakai ikat kepala.
"Hey...apa sudah selesai diskusinya....?" seru Arum dengan lantang.
Mereka berempat terkejut mendengar teriakan Arum.
"Dasar gadis sombong.... apa kalian tak punya sopan - santun..." jawab pria yang memakai baju hitam.
"Ha ha ha....sopan santun....? Nggak salah omongan kalian....?yang nggak punya sopan- santun itu kami atau kalian....? seenaknya aja berhenti di tengah jalan memotong mobil kami...." seru Arum dongkol.
"Lancang....! dasar nggak tahu tingginya gunung....?" seru pria itu lagi.
"Bang....emang kita belum pernah mengukur tingginya gunung bang...boro- boro ngukur, naik gunung aja kita ogah..." jawab Arum dengan kocak.
"Kampret....! Kalian bertiga belum tahu siapa kami ha....!" seru pria itu marah ketika di ejek Arum.
"Bodoh...gue nggak pingin tahu siapa kalian... Kami cuma pingin tahu apa maksud kalian menghadang perjalanan kami...?" tanya Arum dengan marah.
"Ha ha ha...kami ingin membunuh kalian, tapi kami punya solusi, kami nggak ingin membunuh kalian asal kalian mau ikut kami jadi pemuas ***** kita...giman...?" tanya pria itu lagi sambil tertawa .
"Bajingan....kalian fikir kalian siapa...?Kalian fikir kalian mudah menindas kami...?" kata Arum dengan wajah merah karena marah.
"Ha ha ha.. dasar gadis- gadis bodoh.. Di kasih ampunan malah nantang, kalau gitu trima kematian kalian hari ini... Jangan menyesal kalau kalian habis di tangan kami..." seru pria itu marah.
"Bang....biar aku yang menghabisi mereka bertiga..." seru pria itu sambil maju kedepan.
"Hey kalian bertiga ayo hadapi aku..." katanya dengan sombong.
"Rum...biar gue yang ngadepin dia..." kata Keti dengan maju kedepan dan memasang kuda- kuda. Dan dengan tampang meremehkan pria tadi menyerang Keti. Karena perbuatannya itu dia mendapatkan tendangan dari Keti di dadanya. Pria itu terpental karenanya.
"Brengsek dasar ja***g. Kalian memang minta mati..." seru pria itu semakin marah. Dan pria yang memakai baju tanpa lengan merasa kesal melihat sang teman di jatuhkan dengan waktu singkat. Dia segera maju kedepan untuk membantu sang teman yang terkena tendangan tadi .
"Bang....gue lawannya elo....nggak usah keroyokan bang..." seru Arum yang sudah menghalangi pria itu yang ingin mengeroyok Keti. Akhirnya Keti dan Arum mendapat lawan sendiri- sendiri.
Melihat kedua temannya seperti tidak bisa mengalahkan kedua pengawal Kania. Pria yang memakai ikat kepala segera maju. Melihat itu. Kania berseru.
"Bang....jangan main keroyokan, kalau elo sudah gatal ingin bermain, ayo gue ladeni..." kata Kania sambil tersenyum mengejek.
"Waah...ternyata nyalimu besar juga Nona , baiklah agar kami cepat menyelesaikan tugas kami, sepertinya harus gue yang turun tangan sendiri . Karena itu jangan menyesal kalau kamu akan kehilangan nyawa mu..." kata Pria itu sombong. Dia segera memasang kuda- kuda. Terlihat mulutnya komat- kamit. Dan pada saat itu Kania merasakan sesak di dadanya. seperti ada yang menekan dengan batu besar.
"Ya Tuhan...ada apa ini..." batin Kania.
Perkelahianpun terjadi satu lawan satu, sedang pria berbaju kuning hanya bisa menonton di dekat mobilnya. Tapi perlahan dia bisa melihat kalau temannya mulai keteteran melawan Kania. Karena tak ingin sang teman kalah, dia segera ikut menyerang Kania. Maka terlihat Kania di serang oleh dua orang pria . perkelahian itu ternyata cukup lama , sudah lebih dari satu jam mereka belum juga bisa mengalahkan Kania CS. Malah terlihat mereka kewalahan menerima serangan dari pihak Kania. Apalagi yang melawan Kania. Sudah beberapa kali mereka mendapat tendangan ataupun pukulan dari Kania. Dan pada detik berikutnya tendangan Kania mengenai dada pria berbaju kuning hingga membuat dia terjatuh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya, Dia tidak mampu lagi bangun. Melihat itu sang teman yang memakai ikat kepala menjadi marah. Dia semakin gencar melawan Kania. Dan tiba- tiba pria itu mengeluarkan sebuah belati dari dalam bajunya. Melihat itu Kania semakin waspada. Dan saat Kania memiliki kesempatan menyerang titik kelemahan pria. Dia segera memukul dengan kekuatan penuh hingga membuat pria itu jatuh terkapar tak sadarkan diri. Sedang Kania terlihat lengannya tergores senjata milik pria berikat kepala itu. darah mmengucur deras dari lengannya yang tergores ,Mungkin karena melihat sang pemimpin jatuh pingsan kedua temannya yang melawan Arum dan Keti merasa berkecil hati. Tak berapa lama merekapun tumbang.
Kania terduduk karena kelelahan. juga karena darahnya keluar banyak dari lengannya yang terluka.
"Bos....elo tak apa- apa....?"tanya Keti sambil berlari mendekat.
"Kagak Ket...gue hanya kelelahan..." jawab Kania.
"Rum...elo telfon Bos Bara atau Anton, beri kabar mereka agar bisa mengurusi empat pria itu..." perintah Kania.
"Baik Bos..." jawab Arum.
"Tapi tunggu princess...kau terluka... ?" seru Keti khawatir saat melihat darah di lengan Kania. Darah itu terlihat cukup banyak. dia segera memeriksa lengan Kania. Arumpun Kaget, dia segera melihat lengan Kania juga.
"Bos... elo terluka.." seri Arum Khawatir.
"Rum ...gue nggak apa- apa..cepatlah kau telfon Bos Bara..." perintah Kania.
"Baik Bos...." seru Arum. dia segera mengambil ponselnya. Namun sebelum Arum memanggil bantuan tiba- tiba empat orang pria gagah memakai baju hitam dan berbadan besar mendatangi mereka . Kania dan kedua pengawalnya kaget. Mereka segera waspada .
"Maaf nyonya....kami anak buah tuan Anton...dan sebentar lagi tuan Bara dan tuan Anton kemari. mereka sudah dalam perjalanan..." kata mereka berempat.
"Apa...kalian anak buah tuan Anton...?" tanya Arum.
"Iya nona...." jawab salah satu dari mereka.
"Kok kalian bisa tahu kami ada di sini...?" tanya Keti curiga.
ke empat pria itu saling berpandangan. dan salah satu menjawab.
"Maaf...sebenarnya kami sudah sejak tadi ada di sini..." kata pria tadi.
"Di sini....?" beo Arum. dan pria itu mengangguk kan kepala.
"Ya Tuhaaan.....lalu kenapa kalian tidak membantu kami...?" tanya Arum heran bercampur jengkel.
"Tuan Bara menyuruh kami agar membiarkan kalian menangani penjahat itu sendiri, karena kata tuan kalian mampuh melakukannya..." jawab pria itu dengan sopan.
__ADS_1
"Dasar...kalau kalian tadi membantu bukankah nyonya tidak akan terluka..." bentak Arum jengkel.
"Maaf Nona... kami salah..." jawab pria itu menyesal.
"Rum...sudahlah, mereka tidak salah...mereka hanya menjalankan tugas, lagian mereka juga belum tentu mampuh karena pria itu memakai ilmu hitam..."kata Kania menengahi.
"Apaa...ilmu hitam...?" kata Arum dan Keti hampir bersamaan.
"Iya...tu orangnya yang sedang pingsan..." kata Kania sambil menunjuk pada pria yang memakai ikat kepala dan kini sedang pingsan.
"Kok Bos Nia bisa tahu...?" tanya Arum.
"Dia tadi menyerang gue dengan ilmunya..." jawab Kania perlahan.
"Keti Arum bawa gue kedalam mobil. dan kalian berempat urus mereka..." kata Kania perlahan, dan wajahnya kini memucat, sedang lengannya yang terluka mengeluarkan darah hitam.
"Nak...usapkan dulu permata merahmu di atas luka yang kau derita. agar mencegah racun menyebar, karena lukamu itu mengandung racun..." kata sebuah suara yang Kania dengar entah dari mana .
Kania yakin kalau suara yang dia dengar suara seorang kakek- kakek.
"Keti, Arum kalian mendengar seseorang bicara mggak...?" tanya Kania pada kedua pengawalnya.
"Kagak Bos...emang suara siapa Bos...?" tanya Arum.
"Iya Bos gue juga kagak denger ape- ape.." kata Keti pula.
"Jangan kaget nak...mereka tak akan pernah mendengar perkataanku, karena kakek berbicara dalam hatimu..." kata suara itu lagi. Kaniapun akhirnya menjawab perkataan kakek itu dalam hatinya .
"Kakek siapa dan di mana.....?" tanya Kania dalam hati .
"Kakek ada dalam hatimu...tapi jangan takut, kakek akan ada saat kau ada dalam masalah atau dalam bahaya nak... dan kalau kau tanya siapa kakek, Kakek adalah kakek buyutmu dari si Herlambang bodoh itu..." kata suara itu dengan nada lembut.
"Oo..jadi anda adalah kakek Buyutku...maafkan Nia kek yang tak mengenali kakek... kalau boleh tahu apa kakek adalah kakek yang telah Kania tolong waktu itu...?" tanya Kania lagi.
"Benar nak... karena itu kau jangan sampai melepas kalungmu , karena dengan cara seperti itu kakek akan selalu bersama denganmu....dan sekarang cepat kau oleskan batu ini kelukamu sebelum racun itu menyebar di dalam tubuhmu..." kata suara kakek itu.
"Baik kek...Kania akan selalu memakai kalung ini dan akan mengoleskan batu ini di luka Kania....." jawab Kania.
"Bos...Bos...kau nggak apa- apa kan...?" tanya Arum sambil menepuk pelan pipi Kania.
"Emang kenapa dengan gue Rum...?" tanya Kania yang sudah selesai berbicara dengan sang kakek Buyut.
"Bos...elo bengong kayak orang nggak sadar....gue dan Keti bertanya, elo hanya bengong aja...?" jawab Arum dengan wajah cemas.
"Ck kau ini...gue nggak apa- apa kok.. ayo antar gue kedalam mobil...tapi sebelumnya tolong oleskan batu ini di luka gue..." kata Kania sambil melepas Kalungnya. dia meminta tolong pada Arum karena luka yang ada di lengannya Kania sulit untuk melihatnya.
"Baik Bos...kata Arum sambil menerima kalung Kania .
"Bos...baju Bos Nia gue robek dikit ya...?" kata Arum.
"Iya..." jawab Kania pelan.
setelah menyobek baju Kania sedikit Arum segera mengoleskan batu itu perlahan di luka Kania. terlihat luka yang cukup dalam dan agak panjang di lengan Kania luka itu mengeluarkan darah kehitaman . saat batu di oleskan terlihat batu yang berwarna merah itu, memiliki warna hitam sebagian.
"Bos...batu nya berwarna hitam sebagian ..." seru Arum kaget.
"Beneran Bos...kok bisa ya...?" kata Keti meyakinkan.
"Luka gue mengandung racun. pisau yang di pakai pria itu sudah di olesi racun....kalian taruh batu itu di lukaku terus..." kata Kania perlahan .
"Gila...mereka benar- benar ingin membunuh mu Bos..." kata Arum kesal.
"Itu emang tujuan mereka dodol..." jawab Kania . tak lama batu yang di oleskan secara merata di luka Kania berangsur berwarna merah cerah kembali .
"Bos...batu ini sudah kembali kewarna merah seperti semula...." kata Arum dengan wajah gembira .
"Kalau gitu racunnya sudah hilang Rum..." kata Kania lagi.
"Alhamdulillah..." kata Arum dam Keti bersamaan.
"Ya sudah bawa gue masuk kedalam mobil..." kata Kania sambil berusaha bangun di bantu oleh Arum dam Keti. namun sebelum Kania melangakah tiba- tiba tiga mobil datang mendekat kearah tempat Kania. Setelah mobil berhenti , terlihat Bara keluar dari mobil yang paling depan .Bara berlari mendekat sang istri yang masih terlihat pucat.
"Sayang...." seru Bara sambil memeluk Kania.
"Aauuu...." tanpa sadar tangan Bara mengenai luka Kania yang belum di balut dan masih mengeluarkan darah.
"Ka..kau terluka...?" tanya Bara khawatir dan memeriksa Kania. dia melihatdarah di lengan Kania karena luka . terlihat luka memanjang yang masih mengeluarkan darah. Bara kaget dan cemas.
"Ya Tuhan sayang...kau terluka...?" terlihat wajah Bara yang panik, dia segera mengangkat sang istri dalam gendongannya dan membawa masuk kedalam mobilnya.
"Ton...cepat kerumah sakit...." seru Bara panik. Antonpun ikut panik melihat Kania yang banyak mengeluarkan darah dari lengannya. Dia segera berlari masuk kedalam mobil Bara. Mereka segera meninggalkan tempat itu dengan cepat. sedang Dika tetap tinggal untuk mengurusi si penjahat.
__ADS_1
cukup dulu ya sobat.... jangan lupa vote, like dan komennya author tunggu.
Bersambung.