
Ketika Kania sampai di Hotel XX dia sudah di sambut oleh seorang karyawan Hotel yang datang menghampiri Kania.
"Apakah anda Nona Kania...?" tanya karyawan itu dengan sopan .
"Iya benar, saya Kania...?" jawab Kania lembut.
"Mari Nona saya antar Anda kedalam..." kata Kayawan itu sambil mempersilahkan Kania mengikuti dirinya. Kania mengikuti Karyawan itu yang berjalan terlebih dahulu. Dia mengajak Kania menaiki lift menuju lantai paling atas, setelah sampai mereka masuk kedalam Suatu ruang kamar yang terlihat memang sudah di dekorasi secara khusus . Kania masuk kedalam kamar itu . Terlihat sebuah tempat tidur yang sudah di hias sedemkian rupa hingga terlihat indah dengan taburan bunga di atas ranjang. Setelah Kania masuk pelayan tadi segera menutup pintu kamar itu. Kania melihat- lihat keadaan ruang kamar itu. Kamar yang begitu mewah dan indah. Perlahan Kania mendekati ranjang.
"Kau sudah datang sayang....?" sebuah suara menyapa Kania dari belakangnya. Kania segera menoleh kearah datangnya suara.
"Pa.. Kau yang mengatur semua ini..?" tanya Kania sambil tersenyum.
"Kau suka...?" tanya Bara sambil memeluk pinggang Kania.
"Hmm..." Kania menganggukkan kepala dengan wajah bahagia.
"Syukurlah kalau istriku senang..." jawab Bara lalu mencium dahi Kania lembut.
"Sejak Kapan Papa mengatur semua ini..? Bukankah Papa pergi menemui Klien...?" tanya Kania heran.
"Tadi sore sayang, setelah menemui klien...?" jawab Bara. Bara bangga saat Kania menyukai kejutan darinya. Walaupun karyawan Hotel yang menghias semua itu sesuai dengan permintaan sang pemilik Hotel....🤣.
"Sayang...akan kutunjukkan sesuatu padamu..." kata Bara pada Kania.
"Sesuatu....? Apa...?" tanya Kania penasaran.
"Pejamkan matamu..." perintah Bara. Kania mengikuti perkataan sang suami, dia memejamkan matanya . perlahan Bara menuntun Kania berjalan. Setelah beberapa saat Bara berkata.
"Sekarang buka matamu ....." perintah Bara sambil memeluk pinggang Kania dari belakang.
Kania tertegun sejenak ketika dia membuka matanya. Mereka sekarang berada di balkon kamar yang Kania masuki tadi. Dari balkon itu mereka bisa melihat keindahan kota J di malam hari .Terlihat sebuah meja kecil beserta dua kursi yang berada di sudut ruangan. Di atas meja sudah ada makanan dan minuman yang tertata rapi , dan di tengah meja terlihat lilin yang menyala terang, membuat suasana di saat itu sangat romantis.
"Pa...indah banget..." ucap Kania perlahan.
"Ini khusus Papa buat agar malam ini kau senang sayang...." jawab Bara.
Kania membalikkan badannya menghadap Bara.
"Trimakasih Pa...ternyata suamiku seorang yang romantis..." goda Kania.
"Apakah kau suka Ma....?" tanya Bara lembut.
"Tentu saja suka...malah suka sekali.." jawab Kania manja.
Bara mencium lembut bibir Kania, Kania membalasnya dengan penuh kelembutan pula.
Mereka berciuman hanya sebentar.
"Ma..Kita makan dulu yuk...." ajak Bara.
Kania hanya menjawab dengan anggukan kepala. Mereka segera berjalan kearah meja yang ada di sudut ruangan. Bara segera menarik kursi untuk duduk sang istri.
"Trimakasih...." ucap Kania sambil menatap sang suami .
Bara menjawab hanya dengan senyuman , dia segera duduk di depan Kania. Setelah itu dia mengambil piring Kania yang sudah berisi Steak ,lalu dia memotong kecil- kecil sebelum dia memberikan kembali pada Kania
"Makanlah... " kata Bara dengan lembut.
"Papa kok tahu kalau Bunda belum makan...?" tanya Kania.
"Bukankah kau baru mengalami masalah di Butik di Mall tadi..?" kata Bara sambil menatap Kania.
"Kok Papa bisa tahu kalau Mama lagi ada masalah...?" kata Kania kaget.
"Seto Aji tadi mengirimi Vidio soal Mama.." jawab Bara tenang.
"Kak Seto ada di sana...?" tanya Kania kaget.
"Iya...dia yang memberitahu Papa..." jawab Bara.
"Apakah pemilik Butik yang datang tadi atas perintah Papa...?" tanya Kania curiga.
"Iya...sebenarnya Papa ingin kesana, tapi Papa ingat kalau kau tak ingin mereka tahu, akhirnya Papa memutuskan menelfon dia agar bisa menyelesaikan masalah itu...Papa tak ingin istri tercinta Papa di permalukan di muka umum..." jawab Bara.
"Maafkan Nia Pa.... Tunggu sebentar lagi Mama akan memberitahu tentang kita pada mereka..." kata Kania merasa bersalah pada Bara. Dia menatap sang suami dengan wajah meminta maaf.
"Nggak masalah Ma..." jawab Bara sambil tersenyum menenangkan.,
"Trimakasih Pa...Pa..sebenarnya Mama tadi sudah curiga ketika sang pemilik Butik tiba- tiba datang kesana dan membela Mama ..." kata Kania lagi.
"Kok Mama bisa curiga...?" tanya Bara sambil tersenyum.
__ADS_1
"Habis Mama belum pernah bertemu dengan dia kok dia bisa benebak nama Mama Kania dan dia terlihat takut pada Mama, nach..dari sanalah Mama mulai curiga kalau dia pasti suruhan Papa..." jelas Kania.
"Terang saja dia takut, karena Mama adalah istri dari pemilik Mall itu..." jawab Bara.
"Apaa...jadi Mall itu milik Papa...?" tanya Kania kaget.
"Milikmu juga sayang...." ralat Bara. Kania hanya tersenyum mendengar omongan Bara.
"He he...bukan gue yang punya Mall itu sayang... gue cuma istri elo aja , (seru Kania dalam hati. Eh...tapi numpang dikit nggak ape- ape kan thor 😂).
Merekapun melanjutkan menikmati makan romantis yang di buat Bara. Setelah selesai makan Bara mengajak Kania untuk memandang pemandangan yang terlihat indah dari atas Balkon kamar mereka.
"Sayang kemarilah...." kata Bara . dia berdiri di pinggir pagar Balkon.
"Lihatlah pemandangan dari sini..." kata Bara sambil memeluk pinggang Kania dari belakang.
"Pa...indah banget pemandangannya dari sini..." kata Kania.
"Karena itulah kau kubawa kesini malam ini, kita akan menginap semalam di sini sayang...?" kata Bara sambil menaruh kepalanya di bahu Kania. Dan dengan nakalnya dia menciumi telinga Kania. Tentu saja Kania merasakan debaran di dadanya ketika Bara berbuat seperti itu.
"Pa...geli tahu..." kata Kania berusaha menyembunyikan perasaan aneh yang tiba- tiba dia rasakan karena perbuatan Bara. Bara semakin menggoda Kania dengan ciuman- ciumannya di telinga Kania. Membuat Kania kalang kabut menetralkan perasaannya yang semakin membuat debaran di dadanya.
Kania dengan cepat membalikkan tubuhnya menghadap Bara.
"Pa...bukankah kita akan melihat pemandangan dari sini...?" kata Kania sambil menahan wajah Bara yang ingin menciumnya dengan kedua tangan berada di kedua pipi Bara.
"Dasar suami mesum...hampir saja aku mendesah karena perbuatannya..( umpat Kania dalam hati)
"Lalu mengapa Mama menghadap kearah Papa...?" tanya Bara dengan wajah menggoda.
"Ck Papa....bukankah Papa penyebab Mama menghadap kemari.." kata Kania kesal.
"Lo...emang apa yang di perbuat Papa..?" kata Bara dengan wajah konyolnya.
"Papa sayang... Kalau orang menikmati pemandangan itu, ini mulut nggak usah kemana- mana tahu..." kata Kania kesal.
"Lo...perasaan mulut Papa nggak kemana- mana tu..." goda Bara kembali, dia sangat senang melihat wajah Kania yang kesal.
"Benarkah...? baiklah...awas nanti kalau nanti ada mulut nakal..." kata Kania sambil kembali menatap keindahan Kota J di malam hari .
Keheningan menyapa mereka yang sedang menikmati suasana romantis. Terlihat Kania yang sedang berdiri bersama Bara dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang Bara.
"Sayang...trimakasih..." kata Bara sambil memeluk tubuh tanpa baju yang ada di sampingnya..
Kania hanya bisa tersenyum manis menjawab perkataan Bara ,sebelum akhirnya dia jatuh dalam mimpi karena kelelahan.
"Sayang...bahagianya aku bisa memilikimu di dalam hidupku.." kata Bara perlahan sambil mengecup lembu bibir Kania.. Dia segera menyelimuti tubuh sang istri yang ada di dalam pelukannya ,sebelum dia ikut masuk kedalam mimpi.
Ketika waktu menunjukkan jam 8 pagi Kania baru bangun, Dia merasakan semua badannya terasa sakit. dia ingat semalam Bara tak henti meminta . kerika dia ingin bergerak , dia merasakan pelukan hangat di tubuhnya . perlahan Kania membuka matanya. Kini terlihat wajah tampan sang suami yang berada di hadapannya. Mata itu masih terlihat tertutup.
"Hmm...gue nggak pernah melihat wajah yang setampan ini,.. terang aja wajah ini banyak membuat wanita tergila- gila, sudah tampan kaya lagi..' kata Kania dalam hati. Dan dengan nakalnya di membelai pipi sang suami , mencubit pelan dan tiba- tiba dia ingin mencium bibir yang terlihat mengemaskan di hati Kania. Perlahan dia mendekatkan bibirnya ke bibir Bara. Dan saat bibir mereka bertemu, tiba- tiba tangan kekar Bara telah menahan tengkuk Kania hingga ciuman yang seharusnya hanya sekilas Kania lakukan, akhirnya menjadi ciuman panjang . setelah Kania merasakan kehabisan nafas, Bara baru melepas ciumannya.
"Waah...ternyata tadi ada yang ingin mencuri ciuman pagi ku ya...?" goda Bara pada sang istri.
"Papa....ternyata Papa tadi sudah bangun ya...?" kata Kania kesal bercampur malu.
" Mana bisa Papa nggak bangun kalau wajah Papa menjadi mainan seseorang..." canda Bara .
"Maaf...maaf Kania tadi mengganggu tidur Papa ya...?" tanya Kania khawatir.
"Nggak sayang....Papa sudah sejak tadi bangun kok..." jawab Bara.
"Lalu kenapa nggak bangunin Kania.. Kita nggak solat subuh..." kata Kania.
"Papa bangun tadi sudah kesiangan , jadi Papa nggak bangunin Mama..." jawab Bara.
"Ya sudah Mama mau bangun...." kata Kania sambil ingin melepas pelukan Bara.
Kania segera bangun dari tempat tidurnya. namun saat dia mau berjalan kearah kamar mandi dengan selimut melilit tubuhnya yang polos , tiba- tiba dia sudah melayang keudara dengan selimut yang teronggok di lantai .
"Aauuu...." seru Kania kaget. ternyata Bara yang juga dalam keadaan tanpa busana sudah mengggendong tubuh Kania . Bara membawa Kania kedalam kamar mandi .
"Pa...turunin Mama...Mama berat lo Pa.." seru Kania malu.
"Mama nggak Berat kok..." jawab Bara .
Bara segera membawa sang istri masuk kedalam kamar mandi. dan bisa kalian pastikan apa yang akan terjadi jika sepasang pengantin baru masuk kedalam kamar mandi berdua. nach... pasti itulah yang akan terjadi..🤣.
Setelah hampir satu jam setengah mereka ada di kamar mandi kini mereka sudah keluar dengan Kania yang kedinginan dalam gendongan Bara. Bara yang hanya memakai handuk di pinggangnya mendudukkan Kania yang memakai juba mandi di atas ranjang .
"Tunggu dulu di sini Ma..." kata Bara dengan sayang.
__ADS_1
"Pa...Mama mau memakai baju...?" kata Kania.
"Iya Papa ambilin dulu Okey..." kata Bara sambil membuka lemari yang ada di dalam kamar hotel itu. Kania hanya melihat tingkah Bara dengan heran, Bukankah kemaren dia nggak Membawa baju ganti. tapi terlihat Bara mengeluarkan sebuah gaun dan dalaman wanita dari d.alam almari hotel.
"Lo kok ada baju wanita di almari itu Pa..?" tanya Kania heran.
"Mama kaget...?" tanya Bara bercanda.
"Iya...sebab bukankah kemaren Mama nggak Membawa baju ganti...?" jawab Kania.
"Papa kemaren membelikan Mama semua ini sebelum kemari..?" jawab Bara.
"Papa sendiri...?" tanya Kania tak percaya.
"Bukan...Dika minta tolong pada sekertarisnya.." jawab Bara sambil berjalan mendekati Kania.
"Ya udaj sini bajunya..." kata Kania sambil mengangkat tangannya meminta baju itu.
"Nggak... Papa yang akan memakaikannya pada Mama..." jawab Bara dengan serius.
Dengan terpaksa Kania menuruti kemauan sang suami. Dengan rasa malu dia membiarkan saja Bara membuka juba mandinya. Namun dasar Bara, ketika dia melihat kembali benda yang ada di dada Kania, kembali keusilannya timbul. dia mulai mencium dan menghisapnya. tentu saja membuat Kania kaget.
"Papa..." seru Kania. dia hampir mengeluarkan rintihan kenikmatan. Dan itu pasti akan membuat Bara menerkamnya kembali. namun dasar Bara, maunya mengusili sang istri , tapi keusilannya membuat dia ketagiha. bukannya melepaskan benda yang sekarang ada di mulutnya, namun kini dia malah ******* dan menghisap tanpa henti. tentu saja Kania yang sejak tadi menahan rintihannya akhirnya keluar juga suaranya.
"Aaah...." seru Kania tertahan . dan itu membuat Bara kembali gila. akhirnya lumayan dan hisapan Bara lakukan kembali di tubuh Kania. dan pergumulan itupun terjadi lagi. Kania tak bisa menolak ketika sang suami melakukan penyatuan kembali. setelah selesai, akhirnya mereka kembali mandi lagi. dan selesai mandi ketika Bara ingin memasangkan Baku pada Kania, Kania menolak dengan keras.
"Nggak usah...Mama mau memakai baju sendiri, bisa- bisa Mama nggak bisa istirahat.." kata Kania sambil cemberut. Bara tertawa melihat sang istri cemberut.
"Maaf... habis tubuh Mama selalu membuat Papa kecanduan...."kata Bara sambil membelai rambut Kania yang sudah selesai memakai baju dan sedang menyisir rambutnya. Kania hanya cemberut menatap Bara yang masih tertawa.
"Pa...Mama lapar...?" kata Kania manja.
"Sebentar sayang...Papa sudah pesan tadi, aku tahu kau kecapaian jadi Papa sengaja meminta pelayan untuk membawa makanan kemari..." kata Bara .
tak lama terdengar ketukan di pintu kamar. Bara segera membukakan pintu. terlihat dua orang pelayan datang dengan membawa troli yang berisi makanan dan salah satu dari mereka membawa seikat bungah mawar .
"Maaf tuan ini makanan pesan tuan..." kata salah satu dari mereka.
"Masuklah ..tata makanan itu di atas meja.." perintah Bara pada kedua pelayan itu.
"Baik tuan..." kata mereka sambil mendorong troli kedalam kamar. ketika sampai di dalam mereka melihat seorang wanita cantik sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya. wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun , mereka berdua segera menata makanan dengan cepat di atas meja .
"Mama...sini , katanya kau sudah lapar..." kata Bara denga sayang.
"Baik Pa..." jawab wanita cantik itu. Kania berjalan perlahan mendekati meja. kedua pelayan itu segera keluar setelah tugas mereka selesai.
Ketika sampai di luar kamar mereka berbicara.
"Siapa ya Wanita cantik itu..." tanya salah satu pelayan itu kepada sang teman.
"Mungkin dia istri Bos Bara...?" jawab sang teman.
"Benar katamu, kita tadi mendengar Bos Bara memanggil wanita tadi dengan sebutan Mama kan ,dan sikapnya terlihat sangat sayang pada wanita itu..?" kata gadis yang pertama.
"Iya...dan wanita cantik tadi juga menyebut Pa...itu kan kependekan dari Papa..?" jawab pelayan nomer dua.
"Tapi Wanita itu memang pantas jadi istri Bos Bara... dia cantik, anggun , dan terlihat kalau dia wanita yang baik dan sabar..." jawab sang teman.
"Iya...aku juga berfikiran sama denganmu.." jawab pelayan yang nomer dua. itulah percakapan kedua pelayan yang datang ke kamar pengantin baru itu.
Sedang di dalam kamar Bara.
Terlihat Bara yang sedang makan bersama Kania. Bara menyuapi sang istri dengan nasi yang ada di depannya. walaupun fi depan Kania juga ada sepiring nasi yang tadi Kania ambil. untuk Kania belum menambah kan sayur di atas nya. Hanya ada beberapa lauk pauk nya aja.
"Pa... didepan Mama ini ada nasi dengan lauk pauk Pa... kenapa Papa masih menyuapi Mama...?" tanya Kania heran.
"Karena Papa ingin menyuapi Mama.." jawab Bara .
"Trus nasi di depan Mama di buat apa Pa...?" tanya Kania tak mengerti.
"Biar nanti Papa yang memakannya Ma.." jawab Bara cuek.
"Ck...kau ini... bukankah Papa juga lapar.. jadi Papa makan sendiri aja , biar Mama makan sendiri.." kata Kania lembut.
"Nggak...Papa mau nyuapin Mama dulu,.." kata Bara bandel. Kaniapun me galah dengan menerima suapan demi suapan dari sang suami.
Setelah menyuapi Kania , barulah Bara makan sendiri. Kania hanya bisa tersenyum bahagia.
Susah dulu ya...jangan lupa like dan komennya author tunggu.
Bersambung.
__ADS_1