Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
KEBAHAGIAAN KANIA.


__ADS_3

Kersokan paginya Kania segera pergi kekamar mandi dengan membawa Test pack alat uji kehamilan yang dia beli kemaren di apotik serta wadah kecil untuk menampung urinnya. Dengan hati berdebat Kania memasukkan alat itu kedalam wadah yang berisi urinnya. Dengan hati semakin berdebat Kania membiarkan sebentar alat itu , dan tak lama Kania mengambil alat itu dengan tangan sedikit gemer, dan saat di lihat terlihat dua garis merah di alat itu. Kania merasakan dadanya berdegub kencang.


"Ya Tuhan....gue hamil..." seru Kania tertahan , perasaan bahagia melanda didalam hatinya. Kania terlihat menereskan air mata bahagia. Ingin dia segera berlari keluar dari kamar mandi dan memberitahukan kabar itu pada sang suami.


"Tidak, gue ingin memberikan kejutan untuknya. Bagaimana reaksinya ketika dia lihat gue hamil ya...tapi gue heran kenapa dia yang nyidam....? Seharusnya gue yang nyindam ya ,kok malah dia ...?" kata Kania bermonolok sendiri. Kania segera membersihkan wadah dan menyimpan test pack dengan baik. Setelah mandi dan mengambil wudhu Kania segera keluar dari kamar mandi. Bertepatan saat itu adzan subuh berkumandang, Kania akhirnya membangunkan Bara yang terlihat masih terlelap dalam mimpi.


"Waah....terpaksa gue ambil wudhu lagi dech..." kata Kania perlahan. Dia segera mendekati pembaringan. Perlahan dia mengecup pipi sang suami.


"Pa...bangun ...sudah adzan subuh..." kata Kania perlahan.


Saat bibir dingin Kania mencium pipi Bara, Bara pun terbangun. Terlihat wajah cantik sang istri di depannya.


"Mama...." gumam Bara.


"Bangun Pa...kita solat berjamaah yuk...?" ajak Kania.


"Iya sayang...Papa mandi dulu ya..." jawab Bara sambil bangun dari tidurnya.


Dia segera berdiri setelah lebih dulu memeluk dan mencium bibir Kania sekilas. Dia berjalan kearah kamar mandi. Tak berapa lama terlihat Bara yang sudah keluar dari kamar mandi. Dia menerima baju koko dari Kania. Melihat sang suami memakai baju, Kania segera berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lagi. Tak berapa lama terlihat sepasang suami istri itu menunaikan solat subuh berjamaah. Setelah solat subuh , Kania tanpa setahu Bara berucap syukur pada sang pencipta yang telah memberi kepercayaan padanya untuk memiliki anak yang kini berada di dalam rahimnya.


"Ya Allah Ya Rob..hamba ucapkan syukur Alhamdulillah kepadamu Ya Allah , engkau telah mempercayakan pada hamba untuk memiliki calon anak di rahim hamba, hamba mohon lindungilah dia yang ada di rahim hamba hingga kelak terlahir di dunia ini...Hamba hanya bisa menyerahkan semua ini hanya padamu ya Allah... Amin..Amin ya Robbal alamin.." Doa Kania sambil mengusap wajahnya.


"Sayang...kau berdoa begitu khusuk..." kata Bara ketika melihat sang istri lama berdoa.


"Benarkah...?" kata Kania sambil tersenyum .


"Kau sedang berdoa apa...?" tanya Bara.


"Kebahagian untuk keluarga kita Pa...* jawab Kania sambil mencium tangan Bara.


Bara tersenyum mendengar perkataan Kania. Dia segera mencium lembut kening sang istri.


"Ma...Papa bangga memiliki mu..." ucapan Bara membuat Kania terharu.


"Trimakasih Pa... Mama juga bangga dan bersyukur pada Tuhan , karena telah memberikan seorang suami seperti Papa.." kata Kania.


Bara segera membawa Kania kedalam pelukannya.


"Oh ya Pa...nanti malam Mama akan tidur di rumah Papa Setyo lo.... Kata Mama , Mama pingin Kania menginap di sana..." kata Kania sambil melepas pelukannya.


"Kita pergi kesana sama- sama sayang... Kita akan tinggal di rumah Papa Serto tiga Hari...." jawab Bara.


"Beneran Pa...?" seru Kania gembira.


"Iya... Kita akan di sana bersama Kinan juga.." jawab Bara lagi.


"Trimakasih Pa...." seru Kania sambil memeluk sang suami yang duduk di depannya. Mereka berdua masih memakai baju koko dan mukenah. Bara yang melihat sang istri memeluk dengan senang merasa hatinya bahagia.


"Sama- sama sayang...." jawab Bara.


"Ya sudah sekarang Mama siapkan baju untuk kita bertiga, nanti biar Kinan berangkat kerumah Papa Setyo bersama bik Monah dan paman Asep serta kedua pengawal Mama...." kata Bara.


"Lo trus Mama ke kantor dengan siapa...?" tanya Kania bingung.


"Mama bisa bawa salah satu mobil yang ada di garasi kan....? Atau ikut bersama Papa... Nanti pulangnya langsung kerumah Papa Setyo....." kata Bara sambil mencubit hidung Kania pelan.


"Jadi Mama nggak usah ikut Papa ke kantor Papa...?" kata Kania senang.


"Hey siapa bilang....? Mama pergi kekantor Papa itu suatu keharusan, Mama mau Papa nggak bisa menyelesaikan pekerjaan Papa...?" jawab Bara sambil kembali memeluk Kania.


"Iya dech iya , nanti Mama kekantor Papa setelah pekerjaan Mama selesai.." jawab Kania . Bara merasa senang mendengar jawaban Kania.


"Ya sudah Papa mau kebawah dulu ..." kata Bara sambil melepas pelukannya.


Kania pun segera melepaskan mukenah dan merapikan sajadah kembali . sedang Bara berjalan keluar dari kamar.


Setelah merapikan baju milik Bara , Kinan dan dirinya sendiri, serta beberapa barang keperluan mereka bertiga , yang akan dia bawa keruma sang Papa ,Kania segera memakai baju untuk pergi kekantor Rika, karena hari ini adalah hari terakhir pemotretan .


Setelah terlihat rapi dan memoles tipis wajahnya Kania segera keluar kamar setelah menyediakan baju yang akan di pakai Bara kekantor. Ketika turun dari tangga Kania melihat sang suami sedang duduk di ruang tamu sambil membaca koran pagi.


"Pa...nggak ganti baju....? sudah siang lo..." kata Kania mengingatkan , dia berhenti sejenak menatap sang suami .


"Iya Ma..." jawab Bara sambil menutup korannya. Dia segera beranjak dari sofa . sedang Kania segera melangkah kearah dapur. Sesampainya di sana dia melihat chef Gio sedang menyiapkan makan Pagi.


"Selamat pagi chef..." sapa Kania.


"Pagi nyonya...." jawab chef Gio sambil tersenyum pada Kania.


Kania segera melangkah kearah tempat kopi.dan gula.


Chef Gio tahu kalau Kania pasti akan membuatkan kopi untuk Bara.


Semenjak Bara merasakan kopi buatan Kania, dia tidak pernah mau kopi buatan orang lain. Setelah membuat Kopi, Kania segera membawanya ke meja makan. Tak berapa lama terlihat Bara datang sambil membawa jas dan dasi di tangannya.


"Ma...tolong..." kata Bara sambil mengulurkan dasi yang dia pegang.


Kania segera mendekati dan mengambil dasi dari tangan Bara, lalu memakaikannya.


"Mama jadi ikut Papa atau jalan sendiri..?" tanya Bara.


"Pakai mobil sendiri Pa...soalnya Mama masih ada pemotretan terakhir hari ini.." jawab Kania.


"Kalau begitu pakai mobil Lamborghini yang kuning aja, ini kontaknya..." kata Bara sambil memberikan kunci mobil pada Kania.

__ADS_1


"Pa..nggak usah mobil yang itu dech, Kania nggak enak pakai mobil itu...?" kata Kania .


"Kenapa.... ? " tanya Bara heran.


'Mobilnya terlalu mewah Pa... Mama mau yang biasa aja..." jawab Kania.


"Memang mobil Papa ada yang biasa nyonya...?" kata Bara menggoda.


"Iya juga sich...tapi.."


"Nggak ada tapi- tapian, pakai mobil ini atau Papa yang nganterin..." ancam Bara.


"Tapi Kania nggak bisa bawa mobil seperti itu Pa..." kata Kania berkilah .


"Mama fikir Papa nggak tahu siapa Mama...?" kata Bara sambil mencubit hidung Kania yang ada di depannya.


"Maksud Papa...?" tanya Kania .


"Hey nyonya...Papa tahu kalau kau itu Si setan sirkuit... Bukan aja di atas motor balap keahlianmu dalam balapan, tapi kau jagoan di atas mobil balap..." jawab Bara mengagetkan Kania.


"Haa..dari mana Papa tahu semua itu...? dan sejak kapan Papa tahu...?" tanya Kania terkejut.


"Baru- baru ini...dan Papa tahu semua itu dari Simon sahabat Papa..." jawab Bara dengan menatap wajah Kania gemas.


"Ck...dasar kak Simon....apa saja yang di katakan kak Simon pada Papa...?" tanya Kania kesal.


"Banyak.. banyak sekali tentang gadis yang papa cintai.... tentang tingkahnya, tentang kejahilannya , tentang kekeras kepalahannya , juga kebaikannya.." jawab Bara sambil tersenyum menggoda.


"Ya ampuun...lalu kapan kalian bertemu..?" tanya Kania malu, terlihat wajah putihnya memerah membuat dia terlihat imut menggemaskan.


"Hmm...kapan ya..." goda Bara yang terlihat senang melihat wajah Kania yang semakin Merah.


"Papa...." seru Kania kesal.


"Ha ha ha...kau menggemaskan sekali Ma...kami hanya berbicara lewat telfon, Simon menanyakan kebenarannya kalau kau itu benar- benar sudah menjadi istriku,..."dan dia mengancamku jangan sampai membuatmu menangis kalau tidak ingin dia membawamu jauh dariku batin Bara meneruskan dalam hati.


'Benarkah...dasar kak Simon menyebalkan...." seru Kania kesal.


"Mama...." seruan nyaring dari atas tangga. Terlihat Kinan sedang berlari dari atas.


Kania segera menoleh kearah suara yang memanggilnya.


"Sayang...pelan- pelan, nanti jatuh lo..." seru Kania khawatir. Dia segera berjalan cepat kearah Kinan. Setelah dekat Kinan segera melompat kepelukan Kania.


"Sayang...jangan lari- lari seperti itu, Mama takut kamu terjatuh..." kata Kania menasehati.


"He he he...maaf Ma..." kata Kinan sambil tertawa.


Setelah selesai makan Kania pergi keruang belakang untuk mengatakan pada bik Monah dan paman Asep untuk pergi lebih dahulu kerumah papanya bersama Kinan dan kedua pengawalnya sepulang Kinan dari sekolah. Kania bilang kalau mereka akan tinggal di rumah sang Papa selama tiga hari. Jadi Kania harap mereka membawa baju ganti. Kania juga meminta pada Arum untuk membawakan baju mereka yang sudah Kania siapkan.


"Bos...lalu Bos berangkat kerja sekarang dengan siapa...?" tanya Keti.


"Gue bawa mobil sendiri Ket... bukankah nanti gue masi ada pemotretan terakhir..." jawab Kania.


"Iya Bos..." kata Keti.


"Ya sudah kalau begitu gue berangkat dulu, tolong kau antar anak gue, jangan lupa baju dan barang- barang gue kalian bawa ...?" kata Kania lagi.


"Beres Bos...." jawab Keti cepat.


Kania segera kembali masuk kedalam rumah utama. Dia melihat Bara dan Kinan sudah berada di ruang tamu.


"Sayang...kau berangkat bersama tante Keti ya...?" kata Kania pada Kinan.


"Baik Ma..." jawab Kinan.


"Ya sudah Mama dan Papa akan berangkat dulu, salim dulu sama Papa..." kata Kania. Kinan pun menuruti perintah Kania, dia segera berjalan kearah Bara dan mencium tangan Bara lalu kembali kekania untuk mencium tangan Kania.


"Mama Berangkat dulu sayang, Asalamualaikum ..." Kania mencium pipi Kinan lalu pergi bersama Bara menuju mobil yang sudah siap di depan.


"Waalaikum salam Ma...." jawab Kinan , dia segera berjalan keluar bersama Keti dan Arum untuk pergi kesekolah.


Sedang Kania setelah sampai di dekat Mobilnya segera mencium tangan Bara sebelum masuk kedalam mobilnya.


"Hati- hati di jalan Ma... Setelah pulang dari pemotretan langsung kekantor Papa..." kata Bara sambil mencium kening Kania.


"Siap Bos..." jawab Kania bergaya ala prajurit .


"Dasar kau ini..." kata Bara gemas sambil mencubit hidung sang istri.


"He he...Mama berangkat Pa , Assalamualaikum...." pamit Kania.


"Waalaikum salam..." jawab Bara sambil tersenyum dan berjalan masuk kedalam mobilnya. Tak lama terlihat dua mobil mewah pergi meninggalkan kediaman rumah Bara Aris Dirgantara yang mewah itu.


Tak sampai 30 menit mobil Kania sudah sampai di parkiran perusahaan Dirgantara. Saat mobil Kania masuk kedalam area parkir mobil, banyak mata melihat kedatangan mobil mewah itu, mereka penasaran siapa pemilik mobil mewah itu .apa lagi tak lama kemudian mobil Barapun masuk kesana dan tempatnya bersebelahan dengan mobil Kania.


Sebelum turun Kania memakai kacamata hitam besar miliknya. Saat dia turun dari mobil banyak orang yang menatap kearah mobil itu. Ketika Kania keluar. Mereka terkejut dan ternganga.


"Ya ampuun...bukankah dia Kania yang artis baru itu..." seru salah satu dari karyawan yang melihat Kania.


"Gila...lihatlah dia sekarang semakin cantik ya... Cocok banget dengan mobil yang dia kendarai..." kata karyawan yang lain.


"Iya...tapi emang sejak dulu dia cantik sich, tapi sekarang dia makin cantik,..

__ADS_1


Gue dengar dia tetap nggak sombong walaupun sudah terkenal.. Tapi tumben dia nggak bareng sama dua gadis yang selalu bersama dia...?" kata karyawan lainnya.


"Iya ya...tumben banget... Eh..apa kalian tahu kalau sebenarnya dua gadis itu pengawal dia...." kata karyawan pertama.


"Masak sich..." tanya temannya.


"Bener yang kau katakan, gue pernah dengar mereka pernah berkelahi di parkiran sini hampir satu tahun yang lalu , katanya dia di sering pembunuh bayaran, dan yang gue dengar dia pandai sekali beladirinya..." kata karyawan yang lain.


"Mungkin katema itu dia memakai pengawalan. tapi hue heran kok dia bisa ya membeli mobil sekeren itu...? bukankah harga mobil itu puluhan milyar...?" kata sang teman.


"udah ah kita jangan menggosipkan orang...mungkin itu sudah riski yang di berikan Tuhan padanya....?" kata temannya lagi. begitulah percakapan mereka menggosipkan Kania. Sedang orang yang mereka gosipkan sudah berjalan masuk kedalam kantor Rika sang menejer.


setelah bertemu dengan Rika, Kania segera pergi ke pemotretan bersama Rika, mereka hanya pergi berdua saja. Sepulangnya dari pemotretan Kania langsung pergi kekantor sang suami.


Seperti biasa Kania memakai masker dan topi ketika masuk kedalam kantor DC. Mereka yang sudah biasa melihat Kania hanya menatap Kania dengan penuh tanya. Walaupun begitu mereka hanya berani memandang Kania saja, karena mereka tahu kalau orang itu adalah teman sang CEO dingin mereka .


Sesampainya di ruangan Bara , Kania langsung masuk . terlihat sang suami sedang sibuk di depan leptopnya.


"Assalamualaikum Pa..." sapa Kania sambil berjalan kearah Bara.


"Waalaikum salam..lo tumben sudah pulang sayang....?" kata Bara sambil menerima uluran tangan Kania yang akan mencium tangannya.


"Iya, pemotretannya lebih cepat selesai hari ini Pa..." jawab Kania sambil tersenyum. Bara segera berdiri dan memeluk tubuh ramping Kania.


"Ya sudah kalau gitu kita makan di luar...?" tanya Bara.


"Kita makan di sini aja ya Pa...? Badan Mama terasa letih sekali..." kata Kania.


"Baiklah.... Kalau gitu Mama istirahat di dalam aja, Papa mau pesan makanan dan menyelesaikan pekerjaan Papa yang tinggal sedikit sambil nunggu makanan datang,..." kata Bara lembut.


"Baik Pa... Maafkan Mama ya..." kata Kania sambil menatap Bara dengan manja.


"Iya sayang ...ayo kekamar..." ajak Bara sambil menuntun Kania masuk kedalam kamar pribadinya. Dia membaringkan Kania dengan lembut di pembaringan yang ada di sana. Setelah mencium lama bibir Kania dia segera keluar dari kamar. Sedang Kania segera memejamkan matanya.


"Duh...apakah ini pengaruh kehamilan gue ya... Nggak biasanya gue lemah seperti ini...he he ...maafkan Kania Pa.. gue hanya ingin membuat suprais besok untukmu..." kata Kania pelan sambil mengusap perutnya yang masih rata itu.


Perlahan dia pun tertidur dengan tenang.


Sore harinya ketika pulang dari kantor Bara mengajak Kania untuk mengambil baju yang sudah mereka pesan satu minggu yang lalu, baju mereka bertiga untuk di pakai di hari ulang tahun Kania. Bara menyuruh pak Sapri untuk membawa mobilnya pulang lebih dahulu, karena dia akan membawa mobil yang di bawa Kania. setelah mengambil baju dari butik , mereka segera pulang kerumah tuan Setyo Hadi. Ketika sampai di sana mereka melihat Kinan sedang bermain bersama Keti dan Arum di halaman rumah sang Papa. ketika melihat kehadiran kedua orang tuanya, Kinan segera berlari kearah mereka.


"Mama...." seru Kinan . dia berlari kedalam pelukan Kania yang baru keluar dari mobilnya.


"Sayang...kau sedang apa..?" tanya Kania lembut.


"Main sama tante Keti dan tante Arum Ma..." jawab Kinan manja.


"Kalau gitu lanjutkan dulu main sama tante atau masuk kedalam menemui kakek..." kata Kinan.


"Main sama tante aja Ma... nanti Aja Kinan bertemu Kakek..." jawab Kinan.


"Tadi sudah ketemu Kakek kan...?" tanya Kania lagi.


"Sudah Ma..." jawab Kinan.


"Ya sudah...kalau gitu Mama kedalam dulu ya...?" Kata Kania lagi.


"Baik Ma..." Kania seger mencium Kinan dam berjalan bersama Bara masuk kedalam rumah besar Setyo Hadi.


Ketika sampai di dalam, Dia melihat kalau Kakek Herlambang juga ada di sana.


"Kakek...." seru Kania gembira.


"Nia.... dasar cucu nakal...kenapa kalian. nggak pernah ke mension Kakek lagi ha..." kata Kakek Herlambang dengan kesal.


"Kakek...bukankah dua bulan yang lalu Nia dan suami Nia kesana kek..." kata Kania sambil mencium tangan dan memeluk tubuh tua itu.


"Tapi setelah itu kau nggak kesana lagi.." kata Kakek Herlambang protes.


"Maaf kek...Kania dan papanya Kinan akhir- akhir ini sibuk banget kek..." kata Kania beralasan.


"Kau ini...apa nggak ada waktu buat Kakek... " kata Kakek Herlambang sambil menerima tangan Bara yang akan mencium tangannya.


"Lain kali kami akan kesana lagi kek..." jawab Bara sambil duduk di dekat Kania.


"Eee...kalian sudah datang..." seru nyonya Sinta yang baru keluar dari ruang belakang bersama Setyo Hadi.


"Iya Ma....kami baru saja datang..." jawab Kania sambil mencium tangan dan memeluk Papa dan Mamanya bergantian. Barapun mengikuti apa yang di lakukan Kania.


"Nia nggak tahu kalau kakek sudah datang Pa..." kata Kania sambil tersenyum.


"Kakekmu baru sekarang ini mau menginap di rumah Papa..." jawab Setyo Hadi.


"Itu karena ada Kania dan Sinta... kalau bukan karena mereka mana aku mau tidur di rumahmu....siapa yang sudi bertemu dengan mereka itu..." kata Kakek Herlambang kesal. yang di maksud Kakek pasti Deby dan si Sinta palsu.


"Iya iya Pa...Setyo emang salah..." kata tuan Setyo menyesali. merekapun akhirnya berbincang bersama. tak lama nyonya Sinta menyuruh Kania dan Bara untuk istirahat di kamar yang memang sudah di sediakan buat mereka.


Terlihat kebahagiaan di mata tuan Setyo dan nyonya Sinta saat melihat Kania dan Bara berjalan kearah Kamar mereka .


Maaf bersambung dulu ya..


Ketemu lagi di episode berikutnya.


jangan lupa like dan komennya serta vote nya ya....🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2