
Pagi itu Kania berangkat pagi sekali karena syuting di mulai pagi hari. Tadi malam Bara tidak mengijinkan Kania pulang karena sejak sore sampai malam hari Kinan tidak mau berpisah dengan Kania. Sampai di lokasi syuting para artis dan kruh film sudah pada datang . Kania segera menuju tempat ganti kostum. Setelah memerankan seorang Putri yang telah berlari di tengah guyuran hujan karena sang ayah telah di tumbangkan kekuasaannya serta meninggal dunia dengan sang permaisuru , Kania segera beristurahat dan mengganti riasan dan bajunya . Saat ini Kania kembali memerankan Putri Fang Yin yang menyamar menjadi pria tampan sedang bertemu Putra Mahkota Kerajaan tetangga. Namun Kania belum tahu siapa pemain yang berpemeran sebagai Putra mahkota. Saat Kania sedang merias wajahnya tiba- tiba terjadi kegaduhan di pintu gerbang masuk studio. Terdengar teriakan histeris dari para gadis- gadis atau pun para artis yang berada di sana.
"Farel...Farel..." teriakan histeris mereka.
"Farel....? Jangan - jangan..." belum selesai pertanyaan di kepala Kania terjawab terlihat seraut wajah tampan sudah berdiri di pintu masuk studio dengan di kelilingi para penggemarnya. Terlihat dia sedang menebar pesona dan senyum ramahnya. Raut wajah yang membuat Kania kaget bukan kepalang.
"Farel...?" seru Kania kaget.
"Bos bukankah itu pria yang kita jemput kemaren Ya...?" tanya Arum.
"Dasar Farel... " omel Kania sambil tersenyum. Dua kembali di rias wajahnya.
"Kalian sudah mengenal Farel...?" tanya Amanda.
"Ah nggak... Kami tidak kenal dengannya..." jawab Kania cepat.
"Tapi Arum tadi bilang....?" belum sempat Amanda menyelesaikan kaliamatnya Kania sudah memotong.
"Saat Kamis menjemput temanku , kami melihat dia di Bandara..." kata Kania menjelaskan .
"Ooo kirain kalian sudah mengenal Farel, .." kata Amanda.
"Emang dia siapa sich Nda..?" tanya Arum.
"Kalian belum tahu Farel..?" kata Amanda kaget. Dia melihat Arum dan Keti yang ada di depan dia sedang menggeleng bersamaan .
"Ya ampuun...elo pada buat apa tu sosmed kalian....? Itu Farel sekarang lagi merajai sosial media...dia lagi jadi trending topik.... ?" seru Amanda gemas.
"Yee...gue kan bukan penggemarnya si Farel..." jawab Arum. Kania diam saja mendengar pembicaraan mereka bertiga, dia tahu sudah lama si Farel menjadi bintang film , tapi dia nggak tahu kalau dia sekarang jadi teman main dia di film ini. Saat itu teman Deby yang bernama laura heboh dengan sendirinya. Dia adalah salah satu penggemar berat Farel. Ketika melihat Farel datang dia segera berlari menghampiri. Begitu juga dengan Amerta , Preti dan Deby sendiri. Ternyata Deby penggemar berat Farel.
"Hey Farel ....boleh kenalan...?" tanya Deby sambil mengulurkan tangan.
Begitu juga Laura ,Amerta dan Preti, mereka juga mengulurkan tangan.
"Boleh...siapa nama kalian...?" tanya Farel.
"Aku Deby , ini temanku Amerta, Laura, dan Preti .." Kata Deby memperkenalkan satu persatu temannya.
"Hay..namaku Amerta..." kata Amerta sambil mengulurkan tangan.
"Aku Laura.." kata Laura menjabat tangan Farel.
"Aku Preti ..." menyambut uluran tangan Farel. Mereka berempat bergantian berkenalan dengan Farel. Setelah berkenalan Farel pamit mau ganti kostum. Dia segera pergi meninggalkan mereka berempat. Dia segera mendekati Sutradara Seto Aji yang sudah menunggunya.
Deby yang merasa Farel cuek terhadap dia merasa di sepelekan.
'sombong amat dia...(teriak Deby marah dalam hati) sedang orang yang sedang mendapatkan umpatan Deby kininsedang menghadap Seto Aji.
"Apa kabar Farel....?" tanya Seto Aji sambil memeluk Farel cari kas pria.
"Baik Bang..." jawab Farel sambil tersenyum.
"Kapan kau datang...?" tanya Seto lagi.
"Kemaren jam sepuluh bang..." jawab Farel.
"Oh ya bang dimana pemeran Putri Fang Yun...?" tanya Farel sambil melihat kanan dan kiri.
"Kau ingin bertemu dengannya...?sebentar gue panggilkan..." kata Seto. dia lalu memanggil salah satu kruh film untuk memanggil Kania.
Saat itu Kania sudah selesai dirias dia tinggal memakai kostum putri Fang Yun yang memakai baju pria tempo dulu.
"Mbak Kania di suru menghadap Sutradara..." kata seorang pria salah satu kru film yang tiba- tiba datang menghampiri Kania.
"Sekarang mas...?" tanya Kania.
"Iya mbak..." jawab pria itu.
"Baik ayo...?" jawab Kania sambil berdiri dari tempat duduknya. Dia segera berjalan mengikuti pria itu. meninggalkan ketiga temannya.
Sesampainya di tempat Seto Aji Kania melihat seorang pria mudah yang sudah dia kenal.
"Kinkin..."seru Farel gembira. Dia menjabat tangan kania lalu memeluknya.
"Farel..." seru Kania karena terkejut di peluk Farel.
"Lo.. Kalian sudah saling mengenal...?" tanya Seto Aji kaget.
"Dia sahabat gue bang...?" jawab Farel sambil tertawa.
"Oo.. Pantes ketika kau di tawari peran langsung mau ketika mendengar siapa pemeran wanitanya...."kata Seto Aji. Dia ingat saat dia meminta Farel untuk ikut dalam penggarapan film Putri Fang Yun, Farel yang terkenal sulit menerima tawaran dari produser tiba- tiba dengan gampangnya mau menerima peran putra mahkota yang di tawarkan Seto padanya ketika dia mendengar siapa pemain putri Fang Yun. Saat itu dia tak sadar ketika Farel menanyakan tentang Kania. Dia hanya menjawab Kania seorang artis pemula yang baru dia rekrut. Saat mendengar tentang Kania ,Farel segera mau kerjasama dengan Seto Aji. Baru kali ini dia tahu penyebab Farel mau bekerja sama dengannya.
"Rel..jangan kau bilang karena Kania kau langsung mau tanda tangan kontrak..?" tanya Seto Aji.
__ADS_1
"He he he iya bang...sebab gue yakin gadis yang abang bilang adalah sahabat gue ini...?" jawab Farel sambil mengajak rambut Kania.
"Its...dasar biang rusuh... Nanti berantakan lagi dandanan gue dodol..." seru Kania dengan wajah cemberut.
Farel pun tertawa melihat tingkah Kania, begitupun dengan Seto Aji.
'Tak salah Bara memilih gadis ini, dia begitu cantik dan anggun tapi ada kelincahan dan kelucuan di tiap perbuatannya hingga membuat orang gemas melihatnya..(batin Seto Aji ketika melihat tingkah Kania.).
"Apa Kalian sudah lama saling mengenal ...?" tanya Seto Aji melihat keakrapan kedua manusia berlainan jenis itu.
"Saat dia masih di SMA bang..." jawab Farel.
"Waah lama juga Rel..." kata Seto Aji.
"he he he...iya bang..." jawab Kania sambil cengengesan.
"Ya udah bang , kalau kagak ada apa- apa lagi gue mau nyelesein pakaian gue..." kata Kania.
"Ya sudah kalian pergi ganti sana. aku mau lihat persiapan lagi..." jawab Seto Aji sambil berdiri.
"Lo.. ruangan gue di mana bang...?" tanya Farel saat Seto Aji mau beranjak pergi.
"Oh ya kelupaan...Sebentar biar di antar sama mereka..." jawab Seto Aji sambil memanggil salah satu anak buahnya. Dia menyuruh sang anak buah membawa Farel keruang gantinya.
Tanpa mereka sadari seorang gadis memperhatikan mereka bertiga. dia menggenggam erat jemarinya karena menahan amarah. Dia begitu marah melihat kedekatan Kania dengan Farel dan Seto Aji.
"Dasar wanita ja***g dia dengan mudah sekali merayu Sutradara dan Farel. seharusnya aku sekarang yang berada di tempat dia. bukan wanita j***ng itu..apa sich keistimewaan dia..cantik..cih cantikan gie jauh, keoandauan ekting gue lebih pandai dari dia..." geram nya. terlihat wajahnya yang penuh marah menatap Kania.
Dia Deby Resti Herlambang sang artis yang sangat membenci Kania. tanpa dia tahu gadis yang dia benci adalah putri asli orang tua angkatnya.
Sedang orang yang di benci Deby kini sedang mulai memakai kostum baju pria kerajaan masa lalu . setelah selesai terlihat wajah ruapawan nan tampan. dada yang terlihat rata seperti seorang pria membuat dia terlihat bagai pria yang terlihat sangat tampan dan imut. setelah selesai dia segera keluar dan menghampiri sang Sutradarah.
"Kak gimana penampilanku, sesuaikah dengan karakter putri Fang Yun...?" tanya Kania pada Seto Aji yang masih memberi pengarahan pada para kru film. Seto Aji segera menoleh pada Kania. dia tertegun menatap penampilan Kania. Seto melihat pria tpan nan imut berdiri tidak jauh darinya. andai dia tak mendengar pertanyaan Kania, dia tak akan tahu kalau dia Kania.
"Kak gimana...?" tanya Kania lagi, namun Seto Aji masih tercengang menatap Kania. membuat Kania terasa menanti ujian akhir. dia takut kalau riasan wajah atau penampilan nya tidak sesuai dengan keinginan Sutradara.
"Kak Seto...?" kata Kania agak keras membuat Seto Aji tersadar.
"Ya Kania ada apa...?" tanya Seto sambil menatap Kania.
"Apakah penampilanku kurang sesuai dengan penampilan karakter Putri Fang Yun...?" tanya Kania takut.
"Ooh tidak Nia...penampilanmu sudah sesuai dengan karakter yang aku inginkan..." jawab Seto Aji dengan gembira.
"syukurlah Kak...Kania takut mengecewakan kakak , semoga nanti akting Kania bisa membuat Kak Seto Aji puas..." jawab Kania menghembuskan bernafas dengan lega.
Tak berapa lama terlihat Farel keluar dari ruangannya dengan setelan baju pria masa lalu. sepertinya Farel juga dalam segmen penyamaran juga. terlihat wajah tampan dan gagah tercetak di tubuh Farel.
"Ya ampun Farel......aku bisa jatuh pingsan melihat ketampanannya...." seru seorang gadis. Entah sejak kapan mereka tahu kedatangan Farel di lokasi syuting.
mereka penggemar berat Farel telah berjubel di lokasi itu walau agak jauh dari lokasi syuting.
"Farel....ILove you...." teriak mereka.
"Farel...aku cinta padamu..." teriak yang lain. teriakan- teriakan mereka membuat Farel tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Ya ampuun...tampan sekali wajah itu... aku mau jadi istrinya yang keberapapun...?" seru salah satu dari mereka. Farel berjalan kearah Sutradara,
"Bang.. apa bisa segera di mulai...?" tanya Farel.
"Baik Rel...bersiaplah...?" kata Seto Aji dengan senyuman puas ketika melihat penampilan Farel.
"Nia...kau juga bersiap- siap...?" seru Seto Aji pada Kania.
"Baik kak..." jawab Kania.
tak lama syuting pun segera di mulai dengan Farel yang sedang naik kuda memasuki sebuah kota. Setelah beberapa adegan dilakukan Farel, Kania pun mulai mengikuti alur cerita. di mana pertemuan pertama Putri Fang Yun dengan tokoh utama Pria yaitu Pangeran Minggyun dari Dinasti Mhing. Dimana Putri Fang Yun menyelamatkan Putra mahkota dari Panah yang akan mengenai tubuhnya serta membantu pangeran Minggyun melawan para penjahat . saat itu Pangeran Minggyun terpisah dari para pengawalnya. dan dia diserang tiga pria yang berbaju hitam serta menutupi muka mereka dengan kain hitam juga.
"Maaf sobat...berhati- hatilah...sepertinya ada seseorang sedang menginginkan nyawa kecilmu..." kata Putri Fang Yun saat panah itu terpental kearah lain dan dia juga sudah melumpuhkan satu dari penyerang pangeran Fang Yun. saat itu Putri Fang Yun juga berada di atas kuda . ( Farel tidak terkejut kala Kania datang dengan kuda yang di pacu agak cepat laku menendang panah yang datang. karena dulu mereka sering berkuda di pacuan kuda milik Simon. ) dulu Farel malah sering Kalah bilah melawan Kania.
"Trimakasih Sobat, atas bantuanmu menyelamatkan nyawaku...?" kata Pangeran Minggyun sambil tersenyum.
"Sama- Sama tuan..." jawab Kania sambil ingin memacu kudanya meninggalkan Pangeran Minggyun.
"Tunggu tuan....kalau boleh tahu siapa tuan muda..." tanya Pangeran Minggyun.
"Panggil saja Han wen..."jawab Putri Fang Yun tanpa menoleh kembali pada Pangeran Minggyun.
"Namaku Siajon..." teriak Pangeran Minggyun saat Han Wen sudah memancu kudanya. Putri Fang Yun hanya mengangkat tangannya tanda dia mengerti.
"Siapa pria tampan itu... aku sudah berhutang nyawa pada nya..." Kata pelan Pangeran Minggyun.
"Pangeran maaf kami terlambat..." kata pengawalnya.
__ADS_1
"Dari mana kalian..." tanya Pangeran Minggyun pada keempat pengawalnya.
"Kami tadi di serang tuan..." jawab salah satu dari mereka.
"Untunglah aku tadi di tolong seorang pemuda yang gagah,entah apa yang akan aku alami jika pria tadi tak datang..." seru pangeran Minggyun marah.
"Mungkin mereka sengaja menjauhkan kami dari Pangeran..." seru yang lain , Dia pangeran ketiga adik Pangeran Minggyun yang terkenal dengan ke playboyannya .
"Cuut....bagus....aku benar- benar puas hari ini. Kita istirahat dulu... setelah makan siang kita lanjutkan dengan pertemuan Deby dan Kania , tolong Deby persiapan penampilanku, jangan sampai kau kembali lupa akan dialokmu .." kata Seto Aji memberi nasehat.
"Baik Bos..." jawab Deby agak malu.
"Lihat Nia, kalian ini aku akan ganti mempermalukan kamu..." kata Deby dalam hati.
"Baik ..." jawab Kania sambil tersenyum ramah.
"Kin...kemahiran elo berkuda semakin hebat ya..." kata Farel saat mereka meninggalkan tempat syuting.
"Nggak mungkin lah... gue sekarang jarang berkuda.." jawab Kania.
"Tapi tadi elo terlihat Santuy aja tu..?" kata Farel sambil berjalan bersama Kania menuju ruang ganti.
"Kalau cuma seperti itu biasa aja kali...?" jawab Kania dengan enteng.
"Dasar kau ini...ya udah gue mau ganti baju dulu, nanti kita pulang bareng ya...?"
"Maaf gue bersama teman- teman gue sendiri...?" jawab Kania.
"Oh ya Kin, siapa gadis yang selalu bersama dengan elo itu...?" tanya Farel heran.
"Kenapa ...? elo naksir ya...?" tanya Kania menggoda.
"Bukan begitu... mereka seperti bayangan elo saja, di mana ada elo pasti mereka ada...?" kata Farel dengan nada heran.
"he he he...mereka pengawal gue..." kata Kania jujur. perkataan Kania sedikit membuat Farel kaget.
"pengawal...? mengapa elo mesti memiliki pengawal, ...?" tanya Farel heran.
"Ceritanya panjang Rel...kapan- kapan gue ceritain ama elo..." jawab Kania.
"Baiklah gue tunggu cerita itu dari elo.." jawab Farel . ketika mereka sampai di tempat ganti baju mereka bertemu dengan Arum dan Keti. mereka berdua sepertinya sedang menunggu Kania.
"Bos...." seri Arum sambil berjalan kearah Kania.
"Princess kami sudah menunggumu sejak tadi lo..." seru Keti pada Kania.
"Nach lihatlah , mereka dengan setia menunggu elo..." bisik Farel.
"Sebab mereka sayang sama gue Rel.." jawab Kania.
"Gue heran sama elo Nia, di manapun elo berada pasti elo selalu di sayangi orang..?" kata Farel heran.
"Karena gue cantik , manis , ayu dan baik hati..." jawab Kania narsis.
"Idih narsis amat..." cibir Farel walau dalam hati dia membenarkan semua perkataan Kania. Kania pun tertawa melihat sang sahabat mulutnya manyun.
"Rel gue kenalin ama pengawal gue yang cantik ini ya..." kata Kania ketika dua pengawalnya bersama asistennya sudah berada di dekatnya. sebenarnya Amanda sudah sejak tadi menemani dia ketika di lokasi syuting. namun nggak ada kesempatan aja untuk memperkenalkan pada Farel (Kania tahu Amanda fans berat Farel)
"Boleh...siapa mereka...?" tanya Farel ramah. Farel tahu Kania sangat baik pada orang yang sangat menyayangi nya.
"Yang ini pengawal gue namanya Arum dan itu Kati dan yang satu ntu Asisten gue namanya Amanda, ..." kata Kania memperkenalkan Asisten dan Pengawalnya.
"Arum..." kata Arum sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Keti..." kata Keti dengan senyum manisnya.
"Aku Amanda Asisten pribadi Nona Kania.." kata Amanda dengan malu- malu.
"Waah mereka cantik- cantik Kin...aku Farel sahabat baik Bos Kalian.." kata Farel sambil menjabat mereka satu persatu.
"Farel..." seru seorang pria parubaya pada Farel. pria itu orang yang kemaren bersama Farel turun dari pesawat.
"Kak Farel..." seorang pria muda datang bersama pria perubaya itu.
"Wee menejer dan Asisten pribadi gue sudah mencari gue Nia..." seru Farel sambil tertawa kocak.
"Ya udah sono kembali kehabitat elo..." Kata Kania.
"Elo fikir gue hewan langkah apa...?" kata Farel kesal.
"Yee sejak kapan elo nyadar...he he..." kata Kania menggoda.
"Dasar rese lo..." kata Farel sambil berjalan kearah menejer dan Asistennya. merekapun segera masuk kekamar ganti Farel. begitupun dengan Kania dan teman- tanya.
__ADS_1
"Udahan dulu ye...gue sambung esok lagi. jangan lupa selalu aku ingatin like dan komennya selalu aku tunggu.
Bersambung.