Dikejar Cinta CEO Dingin.

Dikejar Cinta CEO Dingin.
KE INGINAN REZA.


__ADS_3

Sementara itu di tempat Kania syuting terlihat wajah Kania yang menyerah karena kelelahan setelah melakukan adegan perkelahian beberapa kali. Tak jauh beda dengan Kania si Farelpun terlihat Wajahnya memerah. Dia yang sudah memakai pemeran pengganti pun masih terlihat kelemahan apa lagi Kania yang tak mau makai pemeran pengganti. Keti yang melihat Bos mereka terlihat letih segera berlari mendekati sambil memberikan Botol air mineral.


"Bos minum dulu..." kata Keti sambil menyerahkan botol air minum.


"Trimakasih Ket..." Kania segera minum air yang beri keti.


"Bos...keren banget elo tadi..." kata Keti.


"Ck...elo ini...udah biasa kali Ket... Kalau cuman gitu elo juga bisa kali...." jawab Kania sekenanya.


"Kagak Bos...bukan cuman gue tadi yang kagum, banyak para artis tadi yang memuji gerakan Bos Nia..." jawab Keti.


"Doo...yang bener..." kata Kania menggoda.


"Ist si Bos.... Dasar awe'we' ramah, sombong dikit napa...." sungut Keti.


"Ha ha ha...elo nyuruh gue sombong ha..." seru Kania sambil tertawa.


"Maksud Keti bangga dikit gitu Bos..." jawab Keti.


"Elo pingin punya Bos yang sombong dan arogan...?" tanya Kania sambil mengambil handuk kecil yang ada di tangan Keti, mereka berdua susah sampai di tempat duduk , Kania segera duduk di dekat Arum .


"Ya kagak Sich..." jawab Keti ikut duduk di dekat Kania.


"Nach...itu, lalu kenapa elo nyuruh gue sombong..?" kata Kania.


"He he...maaf Bos.. Habis Bos Nia lempeng banget...." jawab Keti sambil tertawa cengengesan.


"Bos...tadi elo keren habis..." kata Arum menyela percakapan Kania dan Keti.


"Iya kak , kak Nia Keren Banget..." timpal si Amanda.


"Tu kan bener Kata Keti..." seru Keti ketika mendengar kedua bawahan Kania ikut berucap sama dengan dirinya.


"Ck... Nich juga sama dengan Keti.... Iya dech iya, Terimakasih ye atas pujiannya...." jawab Kania.


"Emang kenapa tadi Ket...?" tanya Arum kepo.


"Ntu si Bos... Dibilang keren kagak mau.." jawab Keti.


"Iya dech iya gue salah...maafin gue, jangan cemberut lagi...." kata Kania sambil mengusap punggung Keti.


Setelah adegan Farel yang kembali kekerajaannya syuting pun berakhir. Mereka akhirnya berkemas untuk pulang. Setelah bebenah Kania dan kawan- kawan segera beranjak pergi ketempat parkiran mobil. Saat berjalan kesana dia bertemu dengan Reza yang ada di parkiran mobil.


"Kania...." sapa Reza.


"Reza....kau ingin bertemu Deby...? Sepertinya Deby udah nggak ada tuh..." kata Kania basah- basih.


"Gue nggak nyari Deby kok.. gue perlu ama elo..." jawab Reza.


"Sama gue...? ada apa...?" tanya Kania datar.


"Bisa kita bicara berdua aja...?" kata Reza mengharap.


"Nggak bisa di sini...?" tanya Kania enggan.


"Nggak bisa...gue ada perlu penting ama elo..." jawab Reza memohon.


"Baiklah...kita pindah di situ aja..." jawab Kania sambil menunjuk tempat duduk di bawah pohon rindang dekat mereka.


"Aoa nggak bisa kita pergi dari sini sebentar...?" tanya Reza penuh harap.


"Kagak...gue kagak mau jalan ame tunangan orang..." tolak Kania.


"Baiklah kita duduk di situ sebentar..." kata Reza mengalah.


"Keri , Arum, Amanda kalian tunggu gue di mobil, gue kesana sebentar.." kata Kania pada ketiga orang kepercayaan nya.


"Baik Bos..." jawab Keti dan Arum.


"Baik kak...."jawab Amanda. Mereka bertiga segera melangkah kearah mobil mereka , Sedang Kania dan Reza berjalan kearah tempat duduk di bawah pohon yang di tunjuk Kania.


Mereka segera duduk berdua. Kania menjaga jarak dari Reza, Reza tahu itu.


"Nach sekarang udah disini, apa yang akan elo bicarakan ama gue...?" tanya Kania langsung.


"Gue mau minta maaf ame elo... Gue udah ninggalin elo ..." kata Reza perlahan. Dia menatap Kania yang duduk agak jauh darinya.


"Gue udah maafin elo... karena gue tahu gue nggak sepadan ame keluarga elo, dan dia udah menjadi pilihan elo..." jawab Kania datar.


"Nia jangan ngomong seperti itu...gue lakuin itu semua karena desakan Papa, mereka ingin menjalin hubungan dengan keluarga Herlambang...." kata Reza .


Kania hanya diam saja mendengar perkataan Reza.


"Nia..gue masih cinta ame elo...dan gue yakin elo masih cinta ame gue... karena utu maukah elo balikan lagi ame gue...?" kata Reza sambil menatap Kania.


"Cinta...? Balikan...?" tanya Kania sinis.


"Iya...kita balikan lagi Nia... gue yakin elo masih cinta ame gue.." kata Reza percaya diri.


"Tidak, gue udah nggak cinta lagi ame elo, sejak kau menyematkan cincin pertunangan di jari manis tunangan elo, saat itu juga cinta gue ama elo hilang semuanya..." jawab Kania.


"Bohong... gue nggak percaya omongan elo...gue tahu elo masih cinta ama gue.. gue yakin itu. Karena gue juga masih cinta ama elo.." kata Reza yakin.


"Ha...elo bilang masih cinta ama gue..? Laku kemana elo selama empat tahun tidak ada kabar beritanya..? Lalu kemana ponsel elo selama empat tahun nggak bisa gue hubungi...? Itu yang namanya cinta...?udah dech za...gue tegasin ama elo, gue nggak cinta lagi, sudah ada cinta lain yang menggantikan cinta elo..." jawab Kania dengan nada marah..


"Nggak, gue nggak percaya kalau elo nggak cinta lagi ama gue.." kata Reza ngeyel.


"Terserah...terserah elo, elo mau percaya atau tidak itu urusan elo, uda gue mau pulang, maaf gue bukan barang yang mudah di buat mainan, elu suka elo sayang, jika elo udah bosan elo buang, maaf gue bukan barang seperti itu..." jawab Kania sambil berdiri dan berjalan meninggalkan Reza.


"Nia tunggu..." seru Reza sambil memegang tangan Kania.


"Lepasin Za..." kata Kania datar.

__ADS_1


"Nggak...gue nggak akan ngelepasin elo lagi, gue pingin kita balikan lagi Nia.." seru Reza sambil memegang tangan Kania erat.


"Gue bilang lepasin tangan gue Za.." kata Kania dingin.


"Nggak, gue nggak mau.." jawab Reza.


"Za...elo tahu kan siapa gue...? dan elo tahu juga gimana gue kalau lagi marah..?" Tekan Kania dalam setiap ucapannya. Perlahan akhirnya Reza


melepas genggamannya, karena dia tahu siapa Kania, dan dia juga tahu gimana menakutkannya Kania saat dia sedang marah,


"Nia...apa nggak ada kesempatan lagi buat gue...?" tanya Reza sedih.


"Udah gue bilang kan kalau sudah ada cinta lain yang menggantikan elo di hati gue...?"jawab Kania datar. Dia melangkah meninggalkan Reza yang sedang menatap kepergiannya dengan penyesalan yang besar.


"Nia...gue nyesel mengabaikan elo..." desah Reza perlahan.


Setelah mengantarkan Amanda , mereka segera pulang kerumah Bara.


"Bos, apa kita kembali kerumah Bos Besar lagi...?" tanya Arum.


"Iya Rum..." jawab Kania yang terlihat lelah.


"Trus apartemen kita...?" tanya Arum lagi.


"Kita cuma sementara aja, karena anak gue lagi ngambek...tapi kalau elo pada pingin tinggal di apartemen kagak apa- apa, kalian bisa tinggal di sana sepulang kerja,..." jawab Kania.


"Apa sekarang kalian mau tidur di apartemen sepertinya besok gue nggak ada jadwal dech...." kata Kania lagi.


"Kagak usah dech Bos...gue nggak enak ame Bos Bara..." jawab Arum.


"Bener Bos...kita takut Bos Bara marah.." timpal Keti.


"Ya udah kapan- kapan aja kalian tidur di apartemen , .." jawab Kania. Merekapun larut dalam diam. Tak berapa lama sampailah mereka di rumah besar Bara. Ketika mobil mereka masuk, seperti biasa si kecik Kinan terlihat menyambut kedatangannya sang Bunda.


"Bos...anak elo udah nunggu tu...?" goda Arum.


"Iya... Tadi pagi gue kesulitan ngebujuk dia agar ngelepasin gue kerja..." jawab Kania sambil membuka pintu mobil dan keluar. Terlihat pria kecil kesayangannya itu berlari mendekat.


"Sayang...hati- hati, nanti jatuh lo..." seru Kania ketika melihat Kinan berlari mengampirinya. Setelah melihat Kania sudah menutup pintu Keti segera membawa mobilnya kegarasi.


Sedang Kania masih berada di depan dengan menggendong Kinan.


"Oh ya, tadi Kinan sekolah nggak...?" tanya Kania sambil membawa Kinan masuk kedalam rumah.


"Sekolah Bunda...tapi Kinan bosan sekolah di sana...?" jawab Kinan.


"Bosan...? Maksud Kinan..?" tanya Kania tak mengerti.


"Bosan, habis pelajarannya mudah banget..." ya ampun...gue lupa dengan otak mahluk kecil ini, terang aja dia menganggap pelajaran teka sangat mudah, la wong gue ajari cara bermain komputer juga cara meretas dia langsung bisa.


"Lalu maunya Kinan gimana ...?" tanyaku .


"Kinan pingin sekolah yang lebih tinggi Bun, agar Kinan mendapatkan pelajaran yang membuat Kinan semangat..." Jawab Kinan.


"Baiklah nanti Bunda rundingin sama Papa..." jawab Kania. Mereka berdua sampai di ruang tamu, terlihat Bara yang sedang duduk membaca majalah bisnis.


"Asalamualaikum Pa..." sapa Kania.


"Wa'alaikum salam sayang..." jawab Bara sambil mencium dahi Kania.


"Tumben pulang sampai hampir malam sayang...?" tanya Bara.


"Ini mach masih sore Pa.. Biasanya sampai malam hari ..." jawab Kania. Bara mengambil Kinan dari gendongan Kania .


"Ya udah cepat mandi lalu kita makan .." kata Bara penuh perhatian.


"Pa...Kinan ikut Bunda keatas..." rengek Kinan.


"Bunda mau mandi dulu sayang..." kata Bara.


"Kinan bisa tidur di ranjang Bunda sambil nunggu Bunda kok...?" jawab Kinan tak mau kalah.


"Biar Kinan ikut Bunda keatas Pa..."pinta Kania sambil mengulurkan tangannya.


"Kau susah kelelahan, biar Papa yang ngantar Kinan keatas..." tolak Bara. akhirnya Bara mengantarkan Kinan kedalam kamar Kania. Sesampainya di dalam kamar Kania Bara berucap.


"Mandilah, aku akan menemani Kinan disini..." kata Bara menaruh Kinan di atas tepat tidur Kania. Kania mengiyakan dan segera berjalan msuk kedalam kamar mandi setelah mengambil baju ganti . setelah selesai mandi, Bara mengajak Kania untuk keluar dari kamar. mereka menuju ruang makan. sepertinya Kania akan mengambilkan makanan buat Kinan lebih dahulu dlsebelum mengambil buat dia sendiri. dan terkadang Bara meminta di ambilkan juga.


"Bun...apa besok kau ada di rumah...?" tanya Bara .


"Iya Pa...Memangnya kenapa..?" tanya Kania .


"Besok kita di minta oleh paman Rehan untuk datang ke Mension Kakek Herlambang..." jawab Bara.


"Emang ada apa Pa...?" tanya Kania.


"Entahlah Bun..Papa juga nggak tahu, tadi paman Rehan hanya bilang kita do minta datang ke Mension kakek.." jawab Bara.


"Baik, kita akan kesana besok..." jawab Kania.


"Bunda Kinan ikut ya...?" tanya Kinan .


"Boleh kan Pa...?" Kania balik tanya pada Bara.


"Iya Boleh...kita kepuncak besok pagi..." jawab Bara.


"Hore... Kinan pergi dengan Bunda..." seru Kinan gembira. Kania dan Bara hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kinan.


Sedang di tempat lain tuan Setyo Hadi yang sedang duduk di ruang kerja di rumahnya mendengar suara dering ponsel miliknya. dia segera mengambilnya. tertera nama sang kakak di layar telfonnya.


"Tumben kak Rehan nelfon ..." kata tuam Setyo Hadi sendiri. dengan segera dia menggeser tanda menerima panggilan.


"Asalamualaikum kak..." sapanya.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam Yo, kau dimana...?" tanya sang Kakak.


"Di rumah kak..." jawab Setyon Hadi .


"Besok pagi datanglah ke Mension Papa kami menunggumu..." kata Rehan kembali.


"Baik kak aku akan datang..." jawab Setyo Hadi . sebenarnya dalam hati dia heran , tumben sang Kakak yang sangat sibuk itu menelfon dan menyuruhnya datang ke Mension sang Papa. Baru saja dia menaruh telfonnya di atas meja tiba- tiba terdengar suara ketukan di daun pintu.


tok tok tok


"Siapa..." tanya Setyon Hadi datar.


"Aku Pa..." terdengar suara nyonya Sinta menjawab.


"Masuk aja pintu nggak di kunci..." jawab Setyo Hadi datar.


Terlihat pintu di buka perlahan, dan tak lama terlihat nyonya Sinta masuk kedalam ruangan.


"Ada apa...?" tanya Setyo Hadi dingin.


"Apakah Mama mengganggu...?" tanya Nyonya Sinta .


"Katakan saja apa keperluanmu masuk kemari..?" tanya Setyo Hadi dingin.


"Pa...tolonglah Deby Pa... apa kau tak kasihan dengan putrimu...?" tanta nyonya Sinta sambil mendekati tuan Setyo Hadi.


"Apa kalian saat melakukan itu memikirkan Papa ha.... bukankah sudah berulang kali Papa meminta kalian jangan mengusik gadis itu lagi, tapi apa yang kalian lakukan, kalian tetap ingin membunuh dia... apa dia punya salah terhadapmu...? apa dia memukul atau menganiaya putri ha...?" seru Setyo Hadi marah.


"Tapi dia sudah merebut peran yang akan Deby dapatkan pa...!" teriak nyonya Sinta.


"Itu semua bukan kesalahan dia, bukankah Deby belum menerima peran itu, dan sutradara sendiri yang membuat gadis itu menjadi pemeran utama, kenapa mesti Kalian yang marah- marah..?" kata Setyo Hadi jengkel.


"Kalau bukan rayuan gadis itu tak mungkin sutradara memberikan peran penting seperti itu padanya. pasti dia telah memberikan tubuhnya pada sang Sutradara...." kata nyonya Sinta dengan sinis.


Plaaakk...


Sebuah tamparan mendarat di pipi nyonya Sinta dengan keras.


"Tutup mulutmu yang kotor itu...jangan sembarangan menuduh orang, apa kau tak ingat dengan tingkah putri mu yang mau menjadi pelihara orang..." seru Setyo Hadi dengan sangat marah. Dia tak betah mendengar Kania di hina di depannya.


"Pa..kau menamparku...." seru nyonya Sinta kaget.


"Iya.. jika kau menghina gadis yang bersalah itu lagi, aku akan menampar mu lagi..." teriak Setyo dengan marah.


"Kau lebih membela gadis itu dari pada putri mu sendiri...?" kata nyonya Sinta dengan marah.


"Apa...putriku..? dia bukan putriku, dia hanya pitri angkatku, putri kandungku telah kau buang...." kata Setyo Hadi dingin. Sinta kaget mendengar perkataan Setyo Hadi.


"ya ampun kenapa dia sekarang seperti ini...apa dia mulai mencurigaiku...? tidak, tidak, tidak mungkin, mungki dia terlalu kecewa pada Deby, lebih baik aku mengalah dulu dari pada semakin membuat diriku membuat jarak dengannya.


"Maaf kalau mama salah Pa..." kata nyonya Sinta berubah kembut.


"Keluarlah... aku tak ingin berbicara lagi.." kata Setyo Hadi sinis.


"Tapi bagaimana dengan Deby...?" tanya nyonya Sinta kembali.


"Sudah kubilang aku tak perduli lagi, bukankah itu keinginan Kalian...tolong pergilah, aku masih banyak pekerjaan. .." kata Setyo Hadi dingin. dia tak ingin Sinta berada di sisinya. dia takut jika rasa marahnya tak bisa dia kendalikan lagi jika mendengar wanita itu menghina putrinya. Perlahan nyonya Sinta keluar dari ruang kerja tuan Setyo Hadi. dia bingung aoa yang harus dia kerjakan sekarang untuk mengeluarkan putrinya dari kantor Polisi.


****


Keesokan harinya setelah sarapan pagi Kania, Bara dan Kinan berangkat menuju puncak ke Mension kakek Herlambang. Dia tak lupa membawakan minuman untuk kedua pria yang sangat dia cintai itu. saat melintasi tokoh kue Kania meminta Bara untuk berhenti, dia membeli beberapa macam Kue untuk di bawa ke Mension Kakek Herlambang. tak lupa dia juga memberikan beberapa kue kesukaan Kinan dan Bara. di dalam perjalanan Kania menyuapi kedua pria berbeda umur itu bergantian. hingga akhirnya mobil mereka sudah sampai di Mension kakek Herlambang. ketika sampai di sana ternyata mobil tuan Setyo Hadi juga baru datang. Bara dan Kania berhenti melangkah dan melihat kedatangan Setyo Hadi. kemudian terlihat Setyo Hadi keluar dari mobilnya.


"Lo Pa...Papa kemari juga...?" tanya Kania sambil mencium tangan Setyo Hadi. Setyo Hadi memeluk sayang sang putri.


"Kau juga kemari nak..." tanya Setyo Hadi kemudian dia bersalaman dengan Bara dan Kinan .


"Paman Rehan menyuruhku Pa...apa Papa juga...?" tanya Kania.


"Benar, kok bisa...ada apa ya..?" kata Setyo Hadi heran.


"Kita masuk aja Pa...ada masalah apa..?" kata Bara menyela.


"Benar apa kata Bara Nia... kita masuk aja yuk..." merekapun berjalan bersama kedalam Mension besar itu. walau di dalam hati mereka masing- masing banyak pertanyaan yang tak terjawab.


Ketika sampai di depan rumah mereka bertemu dengan bik Monah dan paman Asep yang juga datang. mereka baru saja datang di jemput Viktor.


"Lo paman , Bibik...kalian juga ada di sini...?" tanya Kania kaget. dia langsung memeluk kedua orang tua itu bergantian.


"Iya nak...paman dan bibik di jemput tuan mudah Viktor..." kata Paman Asep, sang paman lalu memandang tuan Setyo dan Bara.


"Selamat pagi tuan Setyo, tuan Bara...?" sapa paman Asep.


"Lo mang Asep di sini juga..." tanya Setyo Aji kaget.


"Iya tuan...tadi pagi tuan Muda Viktor menjemput kami..." jawab paman Asep.


"Sekarang mang Asep mau kemana...?" tanya Setyo Hadi lagi.


"Saya keluar ketika melihat mobil Nona Kania...?" jawab paman Asep.


"Paman ..kenapa manggil non lagi..." protes Kania.


"Eh iya...paman lupa Nia..." jawab paman Asep lugu.


"Ya udah ayo masuk..." ajak Setyo Aji.


Akhirnya mereka berlima enam dengan Kinan masuk kedalam Minsion. saat mereka masuk terlihat ruang tamu sepi.


"Lo kok sepi Bik..." tanya Kania.


"Mereka berada di ruang keluarga semua Nia..." jawab bik Monah. mereka semua melangkah masuk kedalam Mesion itu. benar kata bik Monah mereka ada di ruang Keluarga.


sampai disini dulu para pembaca... besok gue lanjut lagi he heπŸ˜‚.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ye...πŸ™


Bersambung.


__ADS_2