Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
103. Kebahagiaan Dilara Aysila Aireen


__ADS_3

"Bismillahirrahmanirrahim semoga semuanya dilancarkan dan aku diterima bekerja di Perusahaan itu," Batinnya Nafeesa saat sudah melaju dengan kecepatan sedang dan sudah bergabung dengan pengendara lainnya di jalan raya.


Dengan perasaan yang penuh semangat, dan penuh harapan besar. Ia yakin bisa lulus di sana karena kemampuan dan spesifikasi pekerjaan dan jabatan yang dibutuhkan di sana sesuai dengan ijazahnya cukup banyak yang dibutuhkan dan dicari.


Setelah mesin motornya mati, Daffa buru-buru melompat turun dari atas jok motor setelah melihat Ara yang kebetulan baru juga sampai di sekolahan mereka. Daffa sedikit menarik tangan Nafeesa karena terlalu tergesa-gesa untuk segera dia cium punggung tangannya.


"Assalamualaikum Mami," ujar Daffa lalu langsung berlarian ke arah Ara dengan wajahnya yang bahagia.


Ara yang melihat Daffa sahabat barunya itu segera mendatanginya dengan menyunggingkan senyuman termanisnya juga.


"Assalamualaikum Bang," sapanya Ara.


"Waalaikum salam," jawabnya Daffa.


"Kita masuk yuk Abang, entar ibu guru sudah datang, Ara gak mau terlambat," ujarnya Ara yang langsung menarik tangannya Daffa untuk secepatnya berjalan ke arah dalam area sekolah.


"Kok wajahnya mereka mirip yah, mereka berdua seperti adik kakak kandung saja," gumam Pak Alam selaku supir pribadi yang ditugaskan oleh Andra mulai hari ini tetapi dia sudah hampir 20 tahun bekerja dengan keluarga besarnya Andra.


Pagi tadi sebelum berangkat sekolah, Pak Handoko, Bu Anna dan Andra dibuat tercengang dengan perkataan sekaligus permintaannya Ara satu-satunya anak kecil di dalam keluarga mereka.

__ADS_1


Permintaan Ara yang menurut mereka sungguh tidak seperti biasanya sehingga mereka tersentak terkejut dengan apa yang diminta oleh Ara.


"Papa! Mulai hari ini tidak usah antar jemput lagi Ara, cukup Mang Alam yang anterin, kan Ara sudah gede," tuturnya Ara sambil menikmati menu makanan sarapan paginya kala itu.


Pak Handoko dan Andra saling bertatapan dan penuh dengan tanda tanya. Tapi, mereka sangat bersyukur karena baru sehari sekolah di SD barunya, banyak sudah perubahan baik dan signifikan yang ditunjukkan oleh Ara.


"Kalau itu permintaannya putri tercantik dan terpintarnya Papa Alhamdulillah Papa sangat bahagia dengernya Nak, tapi tidak ada lagi yang nakal dan jahil di sekolahnya kan?" Selidik Andra yang cemas jika hal yang seperti dahulu yang dialami putrinya sehingga sakit dan mogok sekolah.


"Apa Ara baik-baik saja kan?" Tanyanya Bu Anna yang ikut menimpali pembicaraan mereka ayah dan anak itu karena merasa belum bisa percaya dengan sikapnya Ara cucu tersayangnya.


Ara tersenyum lembut ke arah Neneknya lalu berkata," Alhamdulillah Ara sangat baik Nek, Ara hari ini sangat bahagia karena punya teman baru yang sangat baik sama Ara dan janjinya dia akan membuatkan bekal makanan untuk Ara Nek!"


"Teman baru yang sangat baik kalau gitu sayang, ingat harus tetap berhati-hati karena kita tidak tahu hati orang lain gimana sebenarnya, jadi jangan gampang percaya tetap harus selalu waspada kalau menurut Kakek gitu nak," nasehat Pak Handoko sembari menoel hidung mancungnya Ara.


Mereka tersenyum bahagia melihat keceriaan dan kegembiraan yang terpancar dari wajah ayu dan cantiknya Ara yang semakin besar semakin mirip saja dengan Mamanya Nafeesa.


"Ya Allah.. syukur Alhamdulillah aku panjatkan kehadiratMu.. karena setelah sekian lama cucuku akhirnya bisa tersenyum lepas tanpa ada beban berat yang dia alami, semoga anak dan cucuku mendapatkan kembali kebahagiaannya yang pernah terenggut dulu," Bu Anna membatin.


Beberapa saat kemudian, Ara dan Mang Alam sudah bersiap menuju sekolah sedangkan Pak Handoko dan Andra akan ke Perusahaan karena hari ini mereka berdua akan mengetes langsung beberapa calon karyawan dan karyawati yang menurut mereka memiliki potensi dan skill yang baik dan mumpuni.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Cinta dan Dendam...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Pelakor Pilihan...


...8. Hanya Sekedar Pengasuh...


...9. Ceo Pesakitan...

__ADS_1


...10. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....


__ADS_2