
"Serius dengan apa yang dikatakan oleh Mas Sakti?" Tanyanya dengan menatap intens kedalam bola matanya Sakti.
"Mas sangat serius dengan apa yang Mas katakan, suer disambar gledek," sumpah Sakti dengan mengacungkan dua jarinya ke atas tepat dihadapan Nafeesa sesaat setelah menurunkan tubuhnya Nafeesa ke atas ranjang.
"Kalau emang Mas sangat sayang dan mencintai Nafeesa, tapi kenapa kemarin tidak memenuhi permintaan dari Naf yang sangat gampang itu?" Tanyanya Naf yang ingin melihat raut wajah dan jawaban dari Sakti yang hingga sekarang Nafeesa masih tidak tahu dan tidak mengerti.
Nafeesa berusaha untuk mengorek informasi dari mulutnya Sakti langsung dan dia tidak ingin hanya menduga dan menerka-nerka saja.
"Mas Sakti terdiam berarti ada yang ditutupinya dariku, tapi itu apa? harapku semoga itu bukan hal yang sangat besar dan penting," batin Nafeesa.
"Mas akan menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran yang muncul di dalam benakmu, tapi kamu harus mandi dulu sepertinya ada bau asem yang tercium hingga ke hidung Mas," kelakarnya Sakti sembari menutup hidungnya dengan jarinya.
Nafeesa refleks mencium keteknya secara bergantian," tidak ada yang bau." Lalu menatap ke arah Sakti yang sudah ngacir lebih dahulu masuk ke dalam kamar mandi.
Nafeesa memonyongkan bibirnya, lalu menertawai dirinya sendiri yang kena tipu dari suaminya sendiri.
"Mas Sakti ternyata pandai juga bercandanya," tutur Nafeesa yang susah payah bangkit dari duduknya di atas ranjang king size-nya.
Nafeesa berjalan ke arah kamar pakaian yang ingin menyiapkan segala keperluan Suaminya yang selalu dia lakukan selama dia menjadi istrinya Sakti Permana.
"Mas, akan ke kantor hari ini gak?" Teriak Nafeesa diujung pintu kamar mandi sambil mendekatkan telinganya ke pintu kayu itu.
Sakti yang mendengar teriakannya Nafeesa segera mengambil handuk untuk melilitkan dipinggangnya , baru saja ingin menyalakan air dishower tapi segera dia hentikan ketika mendengar suara teriakan Nafeesa. Dia pun membuka pintu dan tersenyum manis ke arah Nafeesa yang tercengang dan reflek mematung melihat banyaknya tanda kissmark yang ada di sekitar tubuh suaminya yang bagian atas yang tidak tertutup oleh kain apa pun.
"Itu kan?" Tanyanya sembari menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat beberapa tanda bibir merah merona.
__ADS_1
Nafeesa meneteskan air matanya dan tidak kuasa menahan tangisnya.
"Kenapa kemarin Mas Sakti menolak berhubungan denganku sedangkan tanda dilehernya adalah ciuman dari seorang perempuan dan tidak mungkin itu perbuatan seorang laki-laki, berarti Mas tidak pulang semalaman karena gara-gara bersama perempuan itu melewati satu malam bersamanya," Nafeesa tersedu-sedu dalam tangisnya.
Sakti yang melihat istrinya menangis dengan tiba-tiba, tidak mengerti dan kebingungan dengan apa yang terjadi padanya. Dia nampak keheranan melihat reaksi Nafeesa yang menurutnya tanpa sebab langsung sedih dan menangis.
Sakti ingin menghapus jejak air matanya Nafeesa tapi, tangannya langsung dihempaskan olehnya kemudian dicegah oleh Nafeesa.
"Stop!!! Jangan sentuh tubuhku dengan tangannya Mas," cetus Nafeesa dengan suara yang cukup tegas.
"Sayang, apa yang terjadi padamu, apa salahnya Mas padamu sehingga kamu melarang Mas untuk menyentuhmu?" Tanyanya dengan raut wajahnya yang kebingungannya.
"Tidak perlu Mas tanya Nafeesa, tapi tanya diri Mas sendiri, aku yakin Mas tahu jawabnya," ungkapnya Naf dengan emosi yang sudah meletup-letup seperti kompor gas yang siap meledak.
Darahnya seakan-akan mendidih, amarahnya sudah berada di ubun-ubunnya, matanya yang penuh dengan air mata dan menatap tajam ke Sakti yang masih tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi dan penyebab kemarahan dari Naf.
Bruk!!!!
Pintu itu tertutup dengan cukup keras membuat tembok disekitarnya bergetar hingga sedikit bergoyang.
"Siapa yang selingkuh? Apa mungkin Nafeesa seperti itu karena hormon kehamilan yang dominan berperan pada sifatnya akhir-akhir ini, katanya dokter mood seorang wanita hamil itu berubah-ubah sesuai dengan efek dari hormon," tuturnya sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum menanggapi kemarahan dari istrinya yang masih tidak sadar juga penyebab dari kemarahannya itu.
Jika dia tidak mengupayakan yang terbaik untuk memilikimu, maka dia bukan yang terbaik untukmu...
Tetap Dukung Dilema Diantara Dua Pilihan dengan:
__ADS_1
Cara Like setiap Babnya
Rate bintang lima
Gift Poin atau Koin Seikhlasnya
Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya.
Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...