
"Makasih banyak Pak atas bantuannya, silahkan lanjutkan pekerjaannya," ujarnya lalu mengambil bunga yang sudah berhasil dia petik.
Sakti berjalan kembali ke dalam rumahnya dengan senyuman yang selalu setia menghiasi wajahnya. Dia tersenyum kepada semua orang yang kebetulan berpapasan dengannya.
Senyumannya semakin menawan dan membuat semua maid dan art yang bertemu dengannya di jalan akan terpesona hanya melihat indahnya senyum yang diberikan oleh Sakti.
Sakti sangat bahagia dan kegirangan karena telah bahagia mengetahui jika istrinya ternyata sudah mulai mencintainya itu.
"Aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia, apapun yang terjadi hingga hanya yang akan memisahkan kita berdua," sumpahnya Sakti.
Setelah Sakti sudah berada di atas ujung tangga, semua maid dan artinya saling berkumpul dan berbisik-bisik tetangga.
"Apa kalian lihat Tuan Muda sakti,dia semakin ganteng yah kalau tersenyum seperti itu," ucap Aina.
"Iya, aura ketampanannya semakin keluar gitu, semenjak dia menikah," timpal Aida yang menghentikan pekerjaannya mengepel lantai.
"Aku setuju dengan apa yang kamu katakan, dia sangat memukau dan mempesona semua orang yang melihatnya," sahut si Aminah yang memegang sapunya.
"Kalau menurut saya yah, ini semua gara-gara setelah menikah dengan Nyonya Muda Nafeesa yang sangat cantik dan baik hati, pasti kecantikan dan kebaikan hatinya Nyonya sehingga mampu membuat Tuan Muda yang seperti mayat hidup tanpa perasaan itu berubah drastis, benar gak apa yang aku katakan?" Tanyanya Dina yang memutar kemocengnya di depan wajahnya.
"Aku sangat setuju dengan itu, kalau kalian gimana?" Tanya Mina yang masih menatap takjub ke arah Sakti.
Mereka semua hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu kembali melanjutkan pekerjaannya, mereka takut jika dapat teguran keras dari pengurus rumah tersebut.
__ADS_1
Sakti mendengar sekilas ucapan mereka tapi, untuk kali ini dia sama sekali tidak mau melarang atau pun memarahi mereka karena apa yang dikatakan merupakan itu benar adanya.
Sakti malahan senang karena maid yang bekerja dengannya menyukai kedatangan dan kehadiran Nafeesa ditengah-tengah mereka beberapa hari ini.
Tok.. tok..
Sakti mengetuk pintu kayu jati itu yang sangat kuat.
"Semoga Nafeesa sudah tidak marah lagi padaku," harapannya lalu menciumi pucuk kuntum bunga mawar itu.
Tapi, karena tidak ada balasan dari dalam kamarnya dia kemudian mencoba untuk memutar handle pintunya.
"Tidak kunci, kalau aku tahu dari tadi, pasti aku sudah lama berada di dalam bersama bunga cantik ini," ucapnya lalu memutar knop pintu.
Sakti melihat seisi ruangan kamar pribadinya, dia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh keliling kamar tersebut.
"Istriku ada di mana kok dia tidak ada yang yah?" Tanyanya yang mulai kebingungan juga takut jika Nafeesa kenapa-kenapa.
"Sayang!!! Kamu ada di mana?" Teriaknya yang belum menemukan Nafeesa.
Dia pun berjalan ke arah kamar mandi dan memegang handle pintu, tapi betapa terkejutnya saat melihat Nafeesa yang terbaring di dalam bathtub nya. Ia dalam keadaan tanpa pakaian sehelai benangpun yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Nafeesa!!" Pekiknya yang langsung berlari menuju arah Nafeesa.
__ADS_1
Bunga mawar yang beraneka macam jenis warnanya sudah terjatuh ke atas lantai kamar mandi. Dia sudah tidak perduli lagi dengan bunga-bunga itu.
"Sayang,apa yang terjadi padamu? Naf bangun dong sayang, ini Mas Sakti!!" Ucap Sakti sambil menepuk pipinya Naf yang chubby.
Sakti sangat cemas melihat kondisi Nafeesa yang sudah tidak sadarkan diri di dalam genangan air.
Untungnya air itu hanya sebatas perut buncitnya saja sehingga tidak menelan air ataupun tenggelam di dalam air tersebut yang sudah penuh dengan busa sabun.
Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...