
Kita yang memilih rasa dalam hati kita, maka jika sekiranya kita masih bisa memilih berlapang dada maka pilihlah kelapangan. Karena kita akan merasa tenang dan selalu bahagia. semua tentang rasa yang kita sendiri yang memilikinya dan kita juga yang memilihnya.
Berbuatlah hal-hal kebaikan agar yang kita dapatkan juga kebaikan. Karena sejatinya apa yang kita perbuat hari ini esok ataupun lusa pasti akan kembali pada diri kita sendiri.
Apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita tuai.
"Ara!! Papa mohon bicaralah sayang kalau Ara tidak bicara bagaimana caranya Papa bisa bantuin Ara," tuturnya Andra.
Ara kemudian mengangkat wajahnya lalu melihat ke arah wajahnya Andra. Ia terisak dalam tangisnya yang suaranya sudah serak.
"Teman-teman bilang kalau Ara itu anak yang tidak dinginkan oleh Mama Nafeesa, mereka juga ada yang ngomong kalau Ara anak yang dibuang lalu dipungut sama Papa," ungkapnya Ara yang langsung memeluk tubuh Papanya dengan meraung dalam pelukan Papanya.
Semua orang di dalam sana saling berpandangan dan tidak menduga jika hal ini terjadi juga. Hal yang mereka kadang takutkan dan khawatirkan akhirnya terjadi juga.
Pak Handoko mengepalkan kepalan tangannya saking marahnya mengetahui hal tersebut. Jika gara-gara kelakuan dari beberapa anak sekolah temannya Ara yang membuat cucunya jatuh sakit.
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun lagi menghinamu nak, mereka akan merasakan akibat dari ulahnya mereka sendiri," lirihnya Pak Handoko.
"Ya Allah… kenapa mereka tega berkata seperti itu, apa mereka tidak punya hati nurani?" Bu Anna membatin yang sedih melihat cucunya sakit karena gara-gara perkataan kasar dan hinaan dari temannya.
"Kalau gitu besok Papa akan urus kepindahan kamu, kita cari sekolah yang baik dan sedikit jauh dari rumah, gimana, apa kamu senang dan setuju dengan usulnya Papa?' tanyanya Andra yang juga sudah tidak punya pilihan lain lagi.
__ADS_1
Andra tidak mungkin menyekolahkan anaknya dengan Homes School karena menurutnya nanti Ara akan jadi gadis yang introver yang tidak tahu berinteraksi dengan dunia luar terutama dengan teman sebayanya juga.
Ara menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan persyaratan dan usulan dari Papanya. Ara langsung menyendok obat tersebut lalu segera meminumnya.
Pak Handoko, Bu Anna dan Andra sangat bahagia karena putrinya sudah mau minum obat setelah beradu argument dengan putri kecilnya itu.
Andra memeluk tubuh anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan Papa sayang, ini semua gara-gara Papa yang terlalu bego dan tolol sehingga Mama kamu pergi dari hidup kita, tapi Papa akan berjanji jika suatu saat nanti kita kembali dipertemukan dengan Mama Nafeesa, Papa akan melakukan apa pun agar Mama bisa kembali lagi bersama kita seperti keluarga kecil lainnya," Andra membatin.
Pak Handoko dan Bu Anna keluar dari kamar cucunya itu. Cucu yang mereka belum ketahui asal usulnya dengan cara pasti itu. Mereka sudah menyelidiki tapi, hingga detik ini satu pun data tentang siapa Ara mereka tak temukan dan ketahui kejelasannya.
Jam menunjukkan pukul 12 malam, barulah Ara bisa tertidur pulas di ranjangnya. Andra membacakan beberapa buku dongeng baru Ara bisa tertidur dengan lelap sambil memeluk tubuh bonekanya yang cukup besar itu. Boneka Teddy bear warna coklat selalu menjadi teman tidurnya, jika papanya tidak ada.
Anjing menggonggong dan burung hantu saling bersahutan satu sama lainnya. Mereka memeriahkan suasana malam itu yang begitu gelap dan sedikit ada rasa mencekam karena sudah tidak ada aktivitas lalu lintas dan jalan raya sekitar kompleks perumahan elit tersebut.
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
__ADS_1
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....
__ADS_1