Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
63. Kelahiran Anak Kembar


__ADS_3

Tiga bulan lebih di rawat dan diterapi di salah satu Rumah Sakit Swasta termahal yang ada di Kota Berlin Jerman.


"Aku yakin dengan sangat, kalau istriku Nafeesa ada di Jerman, aku akan mencarinya hingga ketemu" cicitnya.


Andra kemudian menyalakan mesin mobilnya tanpa membawa hpnya bersamanya. Dia keluar hanya mengambil kunci saja tanpa dompet dan hp.


Di dalam ruangan operasi, Nafeesa sedang berjuang melahirkan anak kembarnya. Prita tanpa disadari oleh Sakti maupun yang lainnya sudah berada di dalam ruangan tersebut.


Prita hanya menaikkan jempolnya lalu segera masuk ke dalam ruangan operasi.


"Ya Allah…. selamatkanlah anak-anakku, aku sadari aku bukanlah Ayah biologi mereka tapi, aku sangat menyayanginya dan menunggu kelahirannya mereka," lirih Sakti yang duduk di samping Neneknya.


Sedangkan Ibu Dea, hanya duduk manis dan menunggu hasil sesuai yang dia inginkan selama ini.


"Prita tidak boleh gagal, dia harus bisa menjalankan tugas yang aku berikan padanya," batin Nyonya Dea.


Beberapa jam kemudian, tangis seorang bayi laki-laki terdengar dengan nyaring dipagi hari itu. Sakti ssgeey berjalan ke arah pintu setelah suster mengijinkan dia masuk melihat kondisi istri dan kedua anaknya.


"Alhamdulillah, anak-anakku sudah lahir dengan selamat," tuturnya Sakti dengan wajahnya yang sumringah dan tersenyum penuh bahagia.


"Secepatnya kamu masuk adzanin putramu," tutur Neneknya.


Sakti menatap bingung ke arah Neneknya,"kenapa nenek bisa mengetahui kalau anakku adalah laki-laki," batinnya Sakti yang menatap penuh keheranan ke arah Neneknya.


"Kamu tidak perlu melihat Nenek seperti itu, yang paling penting kamu harus melihat mereka bertiga ibu sama bayinya," terang Nyonya Dea sambil mendorong pelan tubuh Sakti hingga ke depan pintu ruangan tersebut.


Sakti meneteskan air matanya melihat dua jagoan kecilnya yang terlahir dengan sehat, montok dan tidak kekurangan apa pun.


Tubuhnya yang masih kemerahan dengan rambut yang cukup hitam dan berombak, alis mata yang tebal, sudut kelopak matanya yang sedikit sipit seperti ibunya. Hidungnya mancung, bentuk wajahnya perpaduan antara Andra dan Nafeesa.

__ADS_1


Nafeesa yang masih dalam pengaruh obat anastesi operasi caesar, tidak sadarkan diri. Hingga dia dan kedua bayi kembarnya dipindahkan ke dalam ruangan VVIP room, mereka bertiga masih tertidur pulas.


Nyonya Dea menunggu kabar dari Prita," ini orang kemana sih, kenapa lama banget? Hanya menaruhnya di tempat sembarang saja sulitnya minta ampun hingga belum balik juga," cicitnya Nyonya Dea yang mondar-mandir di dalam kamar perawatan Nafeesa.


Nyonya Dea sesekali melirik jam tangannya bergantian dengan hpnya. Tapi, hingga malam hari Prita belum memperlihatkan batang hidungnya juga.


"Awas kamu yah kalau pulang nanti aku akan cecar berbagai pertanyaan, baru kali ini bertugas sangat lambat dan lama, apa ada yang melihatnya atau jangan-jangan?" Batinnya Nyonya Dea.


Nyonya Dea sudah nampak risau, mimik wajahnya sudah nampak seperti seseorang yang menahan amarahnya yang hanya menunggu waktu yang tepat saja,maka akan meledak juga.


Nafeesa mengerjapkan matanya berulang-ulang kali untuk menyesuaikan cahaya lampu yang silau terkena paparan cahaya lampu.


"Mas Sakti," suaranya yang sangat lirih itu masih mampu di dengar oleh Sakti yang duduk di sofa buludru warna coklat tua itu.


"Ada apa sayang, apa yang terjadi padamu?" Tanyanya yang sudah menggenggam tangan Istrinya itu.


"Anak kita tidur sayang, dia baru saja selesai asi dibantu susu formula bayi karena kamu masih istirahat, kasihan mereka kalau harus nunggu Maminya pasti mereka akan kelaparan," terang Sakti dengan sedikit candaan.


"Ingat kamu jangan banyak goyang atau gerak,nanti jahitan yang ada fi perutmu itu terbuka," cegah Nyonya Dea saat melihat Naf yang ingin bangkit dari baringnya.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Nenek sayang, kamu tidak perlu mengkhawatirkan keadaan mereka,kan ada Mas yang jaga, kamu hanya perlu fokus pada penyembuhanmu jadi bedrest saja yang perlu kamu lakukan," jelas Sakti panjang lebar.


Nafeesa kemudian menurut apa yang dikatakan oleh keduanya. Nafeesa untuk sementara hanya bisa melihat dan memandangi kedua anak kembarnya.


"Apa Mas Andra akan sebahagia ini, jika dia yang ada di posisinya Mas Sakti? Setelah tahu jika mereka memiliki anak kembar," batin Nafeesa yang tak disadarinya air matanya menetes membasahi pipinya.


Nafeesa buru-buru menghapus air matanya tersebut agar tidak ada yang melihatnya. Pintu itu terbuka, masuklah Prita dengan wajahnya yang sumringah lalu menatap tajam ke arah Prita yang hanya mampu cengengesan.


Sedangkan di tempat lain, Ibu Anna dan Pak Handoko dibuat kelimpungan mencari keberadaannya Andra yang sudah jam 9 malam belum pulang juga.

__ADS_1


"Ya Allah… di mana putraku berada, perginya dari tadi sekarang sudah malam tapi, dia belum pulang juga," ujarnya yang duduk di sofa di samping kirinya Pak Handoko berada.


"Tenanglah, insya Allah Andra baik-baik saja, dan jangan berpikiran yang tidak baik," ucapnya Pak Handoko yang mengelus lembut punggung istrinya yang tertutup hijab hari-harinya.


"Ibu harus tenang, ingat juga kondisi kesehatan Ibu, Andira yakin Abang akan baik-baik saja kok," ungkap Andira sembari mengelus punggung tangan ibunya berusaha untuk menenangkan diri ibunya.


Baru dalam hitungan detik, pintu rumahnya Kenan yang berdaun dua pintu itu terbuka lebar.


Orang-orang yang berada di dalam ruangan tamu tersebut menatap tajam ke arah Andra. Mereka nampak kebingungan serta terkejut dengan kedatangannya Andra.


Sedangkan Andra hanya tersenyum cengengesan yang sangat mengerti dengan raut wajah cemas mereka.


...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Cinta dan Dendam...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Pelakor Pilihan...


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......

__ADS_1


__ADS_2