
Ia masih teringat disaat dirinya diusir dari hidupnya Andra dan dicurigai serta tidak dipercaya dengan kejujurannya. Nafeesa masih kecewa dengan sikapnya Andra.
"Maaf Papa, mungkin belum saat yang tepat untuk kami bertemu dan juga aku masih kecewa dengan sikapnya Mas Andra, jadi aku mohon maklumi keputusanku Pa," harap Nafeesa agar Pak Handoko mengerti dan bersedia untuk memenuhi permintaannya itu.
"Tapi, sampai kapan kamu akan bersembunyi dibalik rasa kecewa itu, Naf yang berlalu biarlah berlalu kalian sama-sama dewasa apa salahnya dan apa susahnya untuk menjalin tali silaturahmi walaupun kalian sudah bercerai," jelasnya Pak Handoko lagi.
"Maafkan Nafeesa Pa, aku belum siap," balasnya Nafeesa menundukkan kepalanya yang berusaha untuk menahan tangisnya.
"Kalau seperti itu keputusanmu, maka papa tidak akan mendesak atau memaksamu semua keputusan ada di tanganmu," pungkas Pak Handoko.
Nafeesa menatap ke arah mantan mertuanya itu dengan penuh harap dan penyesalan.
"Ya Allah… ternyata ini Perusahaannya Papa, dan kemungkinan besarnya aku akan bertemu kembali dengan Mas Andra karena aku yakin dia juga bekerja disini, dan tidak mungkin aku mundur lagi karena cuma Perusahaan ini yang menerimaku sedangkan perusahaan lain menolak karena melihat umurku," Nafeesa terdiam membatin.
"Aku tidak akan memaksamu, karena cepat atau lambat kalian pasti akan bertemu juga, dan aku yakin dengan sangat dan pasti cinta diantara kalian akan bersemi kembali seperti semula karena Andra sudah berubah Naf, dan 11 tahun
Pak Handoko tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada mantan menantunya itu. Bagaimanapun juga ia tidak punya hak untuk memaksakan kehendaknya sendiri.
"Maafkan Naf untuk saat ini biarlah seperti ini Pa, aku tidak sanggup untuk bertemu dengan Mas Andra," ujarnya lalu segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar.
Tapi, langkahnya terhenti saat pintu terbuka saat Pak Handoko berseru kepada-nya.
"Naf! Apa kamu ingin memakai sandal jepit seperti itu ke dalam acara tesnya?" Tanyanya Pak Handoko yang tersenyum simpul melihat kakinya Naf yang hanya beralaskan sandal jepit swallow saja.
__ADS_1
Naf spontan mengalihkan pandangannya ke arah bawah kakinya. Dia pun baru tersadar jika berangkat tadi melupakan untuk mengganti sendalnya terlebih dahulu sebelum berangkat.
Nafeesa hanya tersenyum cengengesan melihat hal itu. Dia menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang telah dia lakukan. Kecerobohannya itu membuatnya merasakan malu. Wajahnya merah padam menahan rasa malunya.
Hingga pintu itu terbuka dan masuklah sang asisten mertuanya itu lalu menyodorkan sebuah paper bag ke depan matanya.
"Maaf, ini apa?" tanyanya yang tidak mengerti dengan maksud dari Nendra pria yang sudah mengenal Nafeesa sejak sebelum Nafeeza menikah dulu.
"Ambillah dan segera lah pakai! Apa kamu ingin berpenampilan seperti itu ke ruangan interview dan apa kamu lupa jika diwajibkan untuk memakai sepatu?" Tanyanya Nendra dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.
Nafeesa tanpa banyak pikir dia mengambil paper bag tersebut lalu mencari tempat untuk duduk. Nafeesa memakai sepatu high heelsnya. Ia tidak menyangka jika sepatunya yang dipakainya itu sangat pas di kakinya.
"Makasih banyak Papa, makasih Nendra," tuturnya Nafeesa lalu meninggalkan tempat tersebut.
Dia berjalan tergesa-gesa ke arah tempat penerimaan calon karyawan karyawati terbaru itu.
"Nendra! jangan biarkan Nafeesa tahu jika perusahaan ini miliknya Andra, saya takut jika Nafeesa memutuskan untuk berhenti dan membatalkan rencananya semula untuk bekerja di sini, kamu bertugas untuk menghalangi mereka untuk sementara waktu bertemu, kalau sudah lama biarkan mereka bertemu," perintah Pak Handoko dengan tersenyum tipis.
"Baik Pak!" Jawabnya Nendra.
Nendra segera menjalankan sesuai dengan perintah dan petunjuk dari Pak Handoko ayah dari orang nomor satu di Perusahaannya.
Hahaha "Kalau seperti ini Cinta lama belum kelar juga," lirihnya Nendra yang berjalan ke ruangan Presdirnya.
__ADS_1
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....