
Sedangkan di dalam ruangan khusus tempat perawatan Nafeesa, hingga detik ini Nafeesa masih tertidur pulas tanpa sedikitpun ada tanda-tanda akan segera bangun dari keadaan pingsannya.
"Baru beberapa bulan Nyonya Nafeesa ada di rumah itu, tapi sudah terkena kemalangan dan ujian yang sungguh sangat besar dalam hidupnya," tutur Aida yang menangis tersedu-sedu melihat kondisi Nyonya mudanya dan kepergian Sakti untuk selamanya.
"Iya betul sekali, aku pun tidak menyangka jika Nyonya Nafeesa akan kembali jadi janda untuk kedua kalinya di dalam hidupnya," sahut Aimah.
Mereka berdua sama-sama larut dalam kesedihannya. Suasana duka sangat kental menyelimuti kepergian Sakti untuk selamanya. Mereka semua berduka cita dan sedih karena kehilangan seseorang sosok yang sangat baik dimata mereka secara tiba-tiba.
Tidak ada yang abadi didunia ini, tak terkecuali manusia. Kematian pasti akan menimpa siapa saja, tak kenal tempat dan waktu. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita hanya bisa mempersiapkan segala sesuatunya yang kemungkinan bisa terjadi.
Kematian selalu menyisakan duka yang mendalam bagi setiap orang. Terlebih saat keluarga atau orang-orang yang terdekat telah menemui ajalnya, tentu hal ini menjadi peristiwa yang memilukan.
Sebagai manusia yang masih diberi kesempatan untuk hidup, sudah seharusnya selalu mendoakan orang yang sudah meninggal agar diberi tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kematian adalah peristiwa tercepat yang menjadikan segala tinggal sejarah.
Prosesi pemakaman jenazah Sakti diselimuti duka mendalam dan tangis haru dari semua orang yang datang melayat tanpa terkecuali.
"Selamat jalan Sakti, semoga kamu meninggal dalam keadaan Husnul khatimah, kami pasti sangat kehilangan sosok yang selalu baik dan humble kepada semua orang," sepucuk doa khusus dipanjatkan oleh seorang kerabat dan sekaligus relasi bisnisnya di depan pusara Sakti.
Orang-orang bergantian menabur bunga ke atas gundukan tanah yang masih sangat basah itu. Doa selalu mereka panjatkan untuk keselamatan Sakti menuju tempat peristirahatan yang kelak akan jadi tempatnya yang paling abadi.
"Maafkan kami Bos jika selama ini punya banyak salah dan kekurangan,kami semua sangat sedih dan merasa kehilangan atas kepergianmu, tidak ada lagi orang yang selalu baik untuk membantu kami disaat susah dan sedih," tutur salah satu Security rumahnya.
"Iya benar sekali, hanya Pak Sakti yang selalu tulus baik membantu kita di masa-masa sulit dan selalu ada untuk membantu siapa saja anak buahnya yang membutuhkan bantuannya," timpalnya Bodyguard A yang meneteskan air mata kesedihannya.
Duka mendalam sangat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat yang mengenal Sakti.
Seseorang yang tidak tahu siapa dia bukannya menangis tapi malah tersenyum bahagia atas kematian dan kepergian Sakti untuk selamanya.
"Selamat jalan Pak Sakti semoga segala amal ibadah bapak diterima oleh Allah SWT," tutur si A.
"Selamat tinggal Tuan Muda,kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan semoga segala kesalahan dan dosa-dosanya Tuan diampuni oleh Sang Maha Kuasa," sahut si B senantiasa menabur bunga-bunga indah itu.
__ADS_1
Mereka silih berganti menaburkan berbagai macam jenis bunga ke atas gundukan tanah dengan sesekali disirami air.
Pak Ruslan jongkok di hadapan pusara itu lalu menyentuh batu nisan itu sambil membaca do'a untuk kebaikan dan keselamatan Sakti dengan deraian air matanya.
Beliau sudah menganggap Sakti sebagai putranya sendiri. Sehingga kehilangan itu sangat dia rasakan.
"Maafkan Paman yang tidak bisa menjagamu dengan baik dan terlambat mengatakan Kejujuran dan kebenaran itu agar kamu selalu senantiasa untuk berjaga dari kejahatannya," lirih Pak Ruslan yang menyeka air matanya yang sedari tadi menetes membasahi pipinya.
Dimalam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
Akhirnya kini ku sadari
Dia telah pergi tinggalkan diriku
Adakah semua akan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
Mengapa terjadi kepada diri dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah ku pergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu
Di malam yang sesunyi ini
Aku sendiri tiada yang menemani
__ADS_1
Akhirnya kini kusadari
Dia telah pergi tinggalkan diriku
Adakah semua akan terulang
Kisah cintaku yang seperti dulu
Di dalam hatiku takkan pernah hilang bayangan dirimu untuk selamanya
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Cinta dan Dendam...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
...8. Hanya Sekedar Pengasuh...
...9. Ceo Pesakitan...
...10. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...