
Lusia tertawa terbahak-bahak melihat tubuh Sakti yang sudah seperti tembok yang dipenuhi dengan cat merah.
"Kali ini kamu tidak akan lolos dariku, dan aku akan berbuat nekat jika kamu menolak permintaanku," terangnya dengan duduk di atas pangkal paha Sakti.
Hingga fajar menyingsing, Sakti baru tersadar dari pingsannya. Dia bangun dari tidurnya dan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Tetapi, pandangannya tertuju pada sosok benda yang ada di samping kanannya. Dia terjingkak kaget saat melihat siapa orang tersebut. Seorang wanita yang tertidur memeluk bantal gulingnya dalam keadaan yang tidak memakai pakaian apapun.
"Apa dia tidak kedinginan? Tertidur dalam keadaan seperti itu," cecarnya.
Sakti segera bangkit lalu memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai. Kemudian memakainya dengan santai tanpa ada beban sedikitpun jika dirinya telah menyentuh tubuh perempuan yang tertidur pulas di sampingnya tadi.
"Lusia, kamu salah orang jika melakukan rencana jahatmu untuk menjebakku, tubuh istriku saja yang sangat cantik melebihi segalanya dari milikmu tak bisa aku sentuh dan nikmati," umpatnya dengan seringai liciknya.
Sakti segera menelpon asisten pribadinya untuk segera mengurus apa yang terjadi di dalam ruangan kafe itu.
"Ingat baik-baik!!! Berikan pelajaran dan peringatan yang setimpal kepada semua orang yang terlibat di dalam hal ini, terutama Lusia, aku tidak ingin melihat dia berbuat kejahatan lagi pada orang lain," terangnya dengan tegas dan tersenyum penuh kelicikan setelah menutup sambungan teleponnya.
Sakti segera mengambil air putih untuk menyiramkan air itu ke atas wajah dan tubuhnya Lusia yang sedari tadi membuat Sakti jijik dan ingin muntah saja.
Sakti menyentuh tubuhnya Lusia di bagian kakinya menggunakan kaki kanannya," Hei!!!! Bangun sudah pagi, waktunya bangun," ujarnya sambil membantu membangunkan tubuhnya Lusia.
Lusia yang terkejut terkena siraman air dan goyangan di bagian kakinya yang terus menerus membuatnya terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya berulang-ulang kali lalu melihat ke arah orang yang sudah mengganggu ketenangan tidurnya itu. Lusia spontan tersenyum menggoda ke arah Sakti.
__ADS_1
Lusia segera bangkit dengan tergesa-gesa lalu berjalan ke arah Sakti. Ia langsung memeluk tubuh Sakti yang berdiri di depannya. Sakti langsung menyingkirkan tubuhnya Lusia dari tubuhnya dengan menarik kuat hingga tubuhnya Lusia terlempar kembali ke atas ranjang.
"Stop!!!! Jangan sentuh tubuhku ini, tanganmu terlalu kotor untuk menyentuh diriku, dan satu hal yang perlu kamu ketahui jika apa yang sudah kamu rencanakan itu adalah tindakan yang sia-sia percuma saja," kesalnya Sakti dengan kilatan matanya yang tajam dan penuh amarah ke arah Lusia.
"Aku harus berpura-pura menangis dan tersakiti kalau seperti ini sudah jadinya." Lusia membatin memikirkan rencana selanjutnya.
Lusia kemudian menekuk lututnya lalu menangis tersedu-sedu," Hancur sudah masa depanku, aku tidak tahu harus bagaimana lagi kalau seperti ini," ucapnya dalam tangisnya dengan deraian air matanya yang terus dipaksa untuk keluar.
Sakti sedikitpun tidak bergeming dari posisinya berdiri. Dia hanya menatap jengah kearah Lusiana.
"Stop!!! Kalau kamu lanjutkan akting bohongmu, jangan salahkan jika aku berbuat nekat dan menjebloskanmu ke dalam penjara," ancam Sakti dengan suaranya yang menggelegar memenuhi ruangan itu.
"Aku harus bagaimana kalau seperti ini?" Tanyanya pada dirinya sendiri yang tubuhnya sudah bergetar hebat, keringat dingin mengucur di wajahnya.
"Jika kamu ingin selamat dan menikmati kehidupan yang bebas jangan sekali-kali berniat untuk menjebakku, kamu salah orang dan satu hal lagi cepatlah ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaianmu aku sudah muak dan mataku sakit melihat tubuh jelekmu itu," makinya di hadapan Lusia.
Lusia yang mendengar perintah dari Sakti segera mengambil pakaiannya lalu berjalan tergesa-gesa ke dalam kamar mandi.
...Tetap Dukung Dilema Diantara Dua Pilihan dengan:...
...Cara Like setiap Babnya...
__ADS_1
...Rate bintang lima...
...Gift Poin atau Koin Seikhlasnya...
...Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya....
...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Cinta dan Dendam...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......
__ADS_1