Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
60. Pertemuan Dengan Kawan Lama


__ADS_3

Andra hanya duduk terdiam dan membisu ditempatnya. Tapi, sesekali ia mengucapkan kata bayi kembar. Mereka berharap agar setelah dari rumah sakit ada mukjizat yang membuat Andra sembuh dari penyakitnya.


"Itu Nafeesa Bu, hentikan mobilnya!!" Pekik Andra tiba-tiba saat melihat ada mobil yang melewati mobil mereka dengan kecepatan sedang.


Semua orang terkejut dengan teriakan Andra itu dan bersamaan melihat ke arah mobil yang ditunjuk oleh Andra.


"Tenanglah Nak, iya kita akan mengejar mobil Nafeesa segera," ucap Ibu Anna yang mencoba merayu untuk menenangkan Andra yang mulai mengamuk, tidak tenang dan berteriak-teriak.


"Andra!! Diam Nak bagaimana caranya kita mengejar mobilnya Nafeesa jika kamu tidak diam dan mendengar perkataan kami?" Ujarnya Pak Handoko yang khawatir melihat kondisi putranya yang tiba-tiba berteriak dan mengira jika dia melihat Nafeesa.


"Kenan!! tambah kecepatan mobilnya Nak, kita harus segera melarikan Andra ke rumah sakit tempat dokter Bertrand praktek," ucap Ibu Anna sambil memeluk tubuh putranya itu.


"Apa mungkin Abang yang dilihatnya tadi adalah Mbak Nafeesa?" gumam Andira yang memikirkan perkataan dari Abangnya sendiri.


"Itu tidak mungkin Sayang, Nafeesa kan katanya sudah menikah dan mungkin saja dia ada di negara lain bukan di Jerman," timpal Ken yang tidak sengaja mendengar gumaman dari istrinya itu.


Andira menatap sekilas ke arah suaminya," itu tidak menutup kemungkinan Mas, karena setahu aku Sakti Permana itu pengusaha muda yang sangat sukses dan tentunya tajir melintir yang sangat mudah untuk melakukan perjalanan bulan madu ke berbagai tempat di belahan dunia mana saja yang ia inginkan."


"Jadi apa kita harus percaya dengan perkataan dari Andra yang hanya bisa mengkhayal dan terdiam tak tahu harus berbicara apa?" Tanyanya Pak Handoko yang tidak ingin mempercayai apa yang dilihat oleh anak sulungnya itu.


Mereka terdiam sejenak lalu sibuk memikirkan berbagai macam kemungkinan besar yang bisa terjadi. Andra sudah mulai sedikit tenang dan tidak mengamuk berteriak kencang lagi.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit. Betapa bahagianya saat mengetahui, jika dokter Bertrand hari ini masuk kerja.

__ADS_1


"Ayo cepat bawa abangmu ke dalam ruangan praktek dokter Bertrand," perintah Bu Anna yang sangat antusias setelah mengetahui kalau dokter yang selama beberapa hari ini mereka cari ada di dalam ruangan prakteknya.


"Syukur Alhamdulillah kalau dokter ada di ruangannya," tuturnya Pak Handoko setelah berbicara dengan resepsionis bagian informasi rumah sakit.


Mereka segera mempercepat langkahnya menuju ruangan yang dimaksud. Untung hari ini, pasien dari dokter Bertrand terbilang cukup sedikit sehingga mereka tidak perlu berlama-lama menunggu antrian.


"Pasien bernama Andra Liem Maheswara Handoko," panggil perawat yang berdiri di ambang pintu sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Andra.


Ibu Anna segera menyahut saat namanya Andra disebut oleh Suster.


"Kami di sini Sus," sahut Ibu Anna.


Pak Handoko dan Ibu Anna menuntun Andra yang seperti seorang Bayi besar saja. Sedangkan Kenan dan Andira menunggu mereka di kursi tunggu.


"Silahkan duduk Tuan," ujarnya yang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah orang yang sudah duduk di kursi yang ada di depannya.


Betapa terkejutnya saat melihat dan menyadari siapa orang yang duduk di hadapannya. Pria yang selama ini menjadi sahabat baik dan dekatnya saat masih menuntut ilmu di London Inggris.


Bertrand sumringah melihat Pak Handoko kawan lamanya. Bertrand langsung berdiri dari duduknya dan memeluk tubuh Pak Handoko.


"Bagaimana kabarnya Abang?" Tanyanya Dokter yang basa basi itu sambil menepuk pelan punggungnya Pak Handoko.


"Alhamdulillah, kabarku baik-baik saja kok, kalau kamu bagaimana?"tanya balik Pak Handoko yang sangat bahagia karena setelah hampir lima tahun lamanya dia bisa bertemu dengan teman terbaiknya yang dimilikinya itu.

__ADS_1


Pertemuan yang tidak pernah terpikirkan oleh Dokter Bertrand yang menyangka jika Pak Handoko ada di Indonesia.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2