
"Nafeesa!!" Pekiknya yang langsung berlari menuju arah Nafeesa.
Bunga mawar yang beraneka macam jenis warnanya sudah terjatuh ke atas lantai kamar mandi. Dia sudah tidak perduli lagi dengan bunga-bunga itu.
"Sayang,apa yang terjadi padamu? Naf bangun dong sayang, ini Mas Sakti!!" Ucap Sakti sambil menepuk pipinya Naf yang chubby.
Sakti sangat cemas melihat kondisi Nafeesa yang sudah tidak sadarkan diri di dalam genangan air.
Untungnya air itu hanya sebatas perut buncitnya saja sehingga tidak menelan air ataupun tenggelam di dalam air tersebut yang sudah penuh dengan busa sabun.
Sakti segera menggendong tubuh Nafeesa yang sudah seperti buntalan kain yang penuh dengan pakaian yang akan dilipat.
"Maafkan Mas sayang, ini pasti semua gara-gara kesalahan Mas yang sudah menyakitimu," sungutnya dengan penuh khawatir dan ketakutan.
Air matanya Sakti menetes membasahi wajahnya yang ganteng itu. Sakti tidak menduga jika istrinya akan mengalami hal seperti ini padanya. Padahal hanya kesalahpahaman saja.
Sakti segera merebahkan tubuhnya Nafeesa di atas tempat tidurnya. Dia bergegas mengambil pakaiannya Naf lalu memakaikan pakaian tersebut dengan sangat hati-hati dan pelan-pelan.
"Naf, sayang sadarlah,. ini Mas Sakti, aku mohon bangunlah," ujarnya dengan lelehan air matanya yang terus menerus mengalir membasahi pipinya.
Sakti memanggil Noe untuk segera datang ke kamarnya setelah dia berhasil telah memakaikan pakaian yang lengkap ketubuhnya Nafeesa sang istri tercinta.
"Noe!!!" Teriaknya dengan suara yang cukup menggelegar memenuhi ruangan tersebut hingga terdengar sampai ke lantai dasar rumahnya.
Noe sang asisten pribadinya segera datang setelah mendengar teriakannya Sakti.
__ADS_1
"Ada apa Tuan Muda?" Tanyanya yang melihat Tuan mudanya memangku kepala istrinya yang tertidur itu.
"Tolong hubungi nomor dokter pribadi kita secepatnya!!" Ucap Sakti dengan nada suara yang cukup tinggi.
"Baik Tuan Muda," balasnya.
Beberapa Maid yang mendengar teriakannya Tuan mereka, segera bertindak mengambil kotak p3k lalu mereka berjalan tergesa-gesa ke arah kamar pribadinya Nafeesa.
"Tuan coba dipakaikan minyak kayu putih ini ditengkuknya Nyonya muda," saran dari Aina sembari menyodorkan sebuah botol minyak kayu putih berwarna hijau yang sebesar jempol ke tangannya Sakti.
Sakti tanpa ragu menerima dan mengambil botol minyak kayu putih tersebut di dalam tangannya Aina.
"Sini aku bantuin Tuan Muda?" Pinta Aminah setulus hati.
"Tidak perlu, aku tidak ingin ada orang lain yang menyentuh tubuhnya istriku,apa pun yang terjadi selain dokter," bantahnya yang sangat tidak suka jika ada orang yang berniat ingin menyentuhnya.
Sakti segera menggosokkan dan mengoleskan ke bagian tubuh yang diperintahkan dan dianjurkan oleh Aina dan maid yang lainnya.
"Naf sayangku, dengarkan Mas, tolong bangunlah, Mas tidak sanggup melihatmu seperti ini sayang," keluh Sakti yang sangat sedih melihat kondisi dari Nafeesa.
Sakti bahkan sudah meneteskan air matanya hingga jatuh tepat di atas wajahnya Nafeesa.
"Sayang bangunlah apa kamu tidak kasihan dengan calon bayi kembar kita sayang?" Tanyanya Sakti yang seakan-akan Naf hanya pura-pura ketiduran saja.
Beberapa Maid yang ada di dalam sana melihat usaha yang dilakukan oleh Sakti ikut terhanyut dalam kesedihannya. Air mata mereka diam-diam menetes. Mereka ikut ketakutan jika ada hal-hal yang tidak baik terjadi pada Nyonya Muda mereka yang sangat baik dan mereka hormati.
__ADS_1
Pintu kamarnya terbuka lebar dan masuklah dokter berserta Nyonya Dea yang sengaja datang mengunjungi mereka hari itu.
Ku pilih hatimu tak ada ku ragu
Mencintaimu adalah hal yang terindah
Dalam hidupku ohh sayang
Kau detak jantungku
Setiap nafasku hembuskan namamu
Sumpah mati hati ingin memilihmu
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku
Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti di saat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir.
__ADS_1
Makasih banyak all Readers atas dukungannya terhadap Dilema Diantara Dua Pilihan....