Dilema Diantara Dua Pilihan

Dilema Diantara Dua Pilihan
44. Penyesalan Nafeesa


__ADS_3

Aku harus segera ke sana, dan menjalankan rencana ku untuk menjebaknya dan dia pasti akan menikahi ku nanti," ujarnya dengan menambah kecepatan mobilnya dengan wajahnya yang kegirangan.


Lusiana tertawa terbahak-bahak setelah sekian lama akhirnya apa yang ingin dia lakukan mendapat jalan yang lebar dan terbuka. Sejak pertemuannya dengan Sakti sekitar tiga tahun lalu, dari mulai pertemuan pertamanya Lusia sudah mulai jatuh cinta dan terobsesi kepada Sakti. Ditambah lagi setelah Lusia mengetahui jika Sakti adalah pewaris tunggal di keluarga Besar Permana.


"Aku tidak akan biarkan kamu lolos kali dari tanganku, tunggu saja aku akan buktikan siapa diriku yang sebenarnya, aku akan membuat Sakti bertekuk lutut di bawahku," gumamnya yang sangat yakin jika hari ini akan berhasil dengan rencana yang akan dia kerjakan.


Setelah mesin mobilnya mati, Lusia segera masuk ke dalam ruangan pribadinya tempat dimana Sakti tertidur karena kelelahan berpikir dan penyakitnya sedikit kambuh sehingga membuat kondisinya harus tidak sadarkan diri.


"Apa semuanya sudah kamu jalankan sesuai arahanku?" Tanyanya saat bertemu dengan anak buahnya yang sudah diutus untuk mengatur dan menjalankan rencananya.


"Semua sudah diatur bos sesuai perintah dan petunjuk dari Bos, sisanya hanya menjalankannya saja," Jawabnya yang dengan seringai liciknya.


"Good, aku akan memberikan bonus besar untukmu," ucapnya sambil mengambil sebuah amplop putih dari dalam clutch bagnya.


"Thanks Bos, dan selamat bersenang-senang," ujarnya dengan penuh kegirangan lalu meninggalkan bos-nya di dalam ruangan itu.


Lusia segera mengunci rapat pintu itu, lalu menyiapkan perlengkapan yang dia butuhkan seperti kamera dan alat perekam. Dia pasang dan simpan di tempat yang paling bagus posisinya, agar semua yang dia lakukan bisa terekspos dan terekam dengan baik.


Lusia membuka seluruh pakaiannya hingga dia sudah polos tanpa sehelai benang pun di tubuhnya, begitu pun dengan tubuh Sakti yang juga sudah tidak memakai pakaian selain celana boxernya saja.

__ADS_1


Lusia melakukan berbagai pose dan gaya yang menandakan bahwa dirinya seperti seseorang yang sedang bercumbu mesra. Dia sangat pintar dan lihai melakukan hal itu.


"Kamu akan segera punya seorang Daddy sayang, jadi bantu moms untuk menjalankan rencana ini dengan sebaiknya," cicitnya sambil mengelus perutnya yang masih datar itu.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di dalam kamar mandi. Setelah merasa semua kesedihan, kekesalan, kejengkelan dan rasa frustasinya hilang menguap terbawa dinginnya air di dalam bathtub. Nafeesa segera bangkit dengan berpegang pada ujung bathtubnya.


Berulang kali Nafeesa mengucap istighfar berulang-ulang, dan betapa kecewanya pada dirinya sendiri yang telah melakukan sesuatu yang seperti seakan-akan bukan keinginannya sendiri. Saat ini dia sedih bukan lagi karena gara-gara Sakti yang tidak lagi memenuhi keinginannya, tapi karena sedih dan kecewa sangat dengan sikapnya yang membuatnya kebingungan.


"Ya Allah… kenapa diriku seperti ini, kenapa aku meminta hakku pada Mas Sakti, dengan terus memaksanya?" Cicitnya yang sudah memakai jubah mandinya.


Nafeesa sangat menyesal dengan keputusannya tadi, dia tidak menyangka jika dirinya bisa berbuat seperti itu padahal sebelumnya dan selama pernikahannya yang terdahulu dengan Andra, sekalipun dia tidak pernah meminta dan menuntut haknya yang tidak pernah dipenuhi oleh Andra.


Nafeesa segera berganti pakaian, lalu berjalan menuju kembali ke atas ranjangnya dengan tertatih.


"Kenapa semakin hari perutku semakin membesar saja dan berat badanku sulit aku gerakkan lagi, seolah-olah aku hamil tiga bayi saja kalau seperti ini terus," terangnya dengan perlahan mendudukkan tubuhnya di atas ranjang lalu mulai mengambil beberapa perlengkapan make up-nya.


...Tetap Dukung Dilema Diantara Dua Pilihan dengan:...


...Cara Like setiap Babnya...

__ADS_1


...Rate bintang lima...


...Gift Poin atau Koin Seikhlasnya...


...Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya....


...Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Cinta dan Dendam...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...

__ADS_1


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......


__ADS_2