
Jika kamu ingin selamat dan menikmati kehidupan yang bebas jangan sekali-kali berniat untuk menjebakku, kamu salah orang dan satu hal lagi cepatlah ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaianmu aku sudah muak dan mataku sakit melihat tubuh jelekmu itu," makinya di hadapan Lusia.
Lusia yang mendengar perintah dari Sakti segera mengambil pakaiannya lalu berjalan tergesa-gesa ke dalam kamar mandi.
"Aku harus meminta maaf pada Sakti jika tidak,dia akan membawaku ke kantor polisi dan akan berakhir diriku hidup di dalam penjara, itu tidak boleh terjadi padaku, apa pun akan aku lakukan untuk meminta maaf padanya," cicitnya sembari memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa.
"Dasar wanita ular,dia meninggalkan banyak bekas kissmark di tubuhku, nantilah aku bersihkan, aku harus urus wanita ular satu ini agar dia kapok dan tidak berbuat kejahatan lagi, kasihan jika pria yang lugu yang menjadi korbannya," gumamnya.
Beberapa saat kemudian, Lusia sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. Sakti menatap tajam ke arah Lusia yang membuatnya langsung menundukkan kepalanya saking malu dan takutnya dengan apa yang telah dia perbuat.
"Sebelum aku pergi dari sini tolong bersihkan dan hapus semua foto-foto dan rekaman video yang sudah berhasil kamu merekam dan ambil, jika tidak!! Aku bisa berbuat nekat pada dirimu dan juga Kafemu ini," terangnya dengan penuh penekanan terhadap perkataannya.
"Baik, aku akan penuhi permintaanmu, tapi aku mohon jangan laporkan aku ke polisi," ujarnya lalu segera meraih hp dan handycamnya yang terdapat beberapa video dan foto yang berhasil dia ambil.
Sakti mengaktifkan hpnya dan tercengang melihat banyaknya pesan chat dan panggilan yang masuk ke dalam hpnya dari istrinya itu.
"Nafeesa pasti sangat Khawatir karena semalaman aku tidak pulang dan tidak memberikan kabar padanya," lirihnya yang masih membaca pesan tersebut.
"Aku sudah melakukan semua perintahmu dan please jangan ganggu usahaku ini, hanya ini pekerjaan dan sumber keuangan yang aku miliki," ratapnya yang berlutut di atas lantai memohon pengampunan kepada Sakti.
"Baiklah aku tidak akan melakukannya, tapi ingat jangan sekali-kali mencoba untuk mengganggu kehidupanku lagi, apapun yang terjadi nantinya dan satu lagi rawat dan jagalah calon bayimu dengan baik dan mulailah hubungan yang sehat dengan pria yang bisa menerimamu dengan baik dan apa adanya," terangnya lalu segera melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Sakti tergesa-gesa meninggalkan tempat itu, dan bersiap menuju rumahnya.
"Maafkan Mas sayang,ini semua salahku yang tidak sanggup jujur di hadapanmu, aku takut dan sangat jika kamu mengetahui semuanya kamu akan meninggalkan diriku ini yang terlalu mencintaimu melebihi diriku sendiri," cicitnya dengan meneteskan air matanya.
Tok.. tok…
__ADS_1
Nafeesa baru terbangun dari tidurnya saat pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Maid dan beberapa asisten rumah tangganya berdatangan ke arah kamarnya karena sudah hampir jam 12 siang Nyonya mereka belum bangun dan keluar dari kamarnya.
"Apa Nyonya Muda baik-baik saja?" Tanyanya yang satu.
"Aku sudah takut jika terjadi sesuatu dengan Nyonya Nafeesa yang sedang hamil," timpal yang satunya lagi.
"Iya, aku juga takut dan kalau terjadi sesuatu kepada Nyonya kita yang akan yang akan kena marah dan menjadi sasaran empuk kemarahan dari Tuan Sakti," sahut yang di sebelah kiri.
"Kita berdoa saja, semoga Nyonya Naf baik-baik saja dan tidak ada satupun hal jelek yang terjadi padanya dan juga kandungannya," ujar Alia.
"Amin ya rabbal alamin," jawab Amel dan Alina maid yang sengaja didatangkan dari Indonesia.
Mereka masih mengetuk pintu itu hingga Sakti datang dan melihat mereka yang berkerumun di depan kamar pribadinya.
"Apa yang terjadi di sini, kenapa kalian berkerumun di depan kamarku?" Tanyanya dengan wajah keheranan.
"Iya Tuan Muda, kami takut jika terjadi sesuatu hal yang tidak baik pada Nyonya dan kedua calon bayinya," balas Alia yang ikut menambahkan.
Perkataan mereka membuat langkah sakti semakin lebar dan tergesa-gesa ke arah mereka. Raut wajahnya tampak sangat cemas. Dia mulai ketakutan jika terjadi sesuatu kepada istrinya dan calon anaknya.
"Minggir!!!" Teriaknya.
Sakti segera mendobrak pintu itu sekuat tenaganya.
"Panggil Security untuk membantuku," teriaknya lagi.
Sakti tanpa henti berusaha sekuat tenaga untuk mendobrak pintu itu tapi, saking kuatnya pintu itu sama sekali tidak berubah sedikit pun.
__ADS_1
Tetap Dukung Dilema Diantara Dua Pilihan dengan:
Cara Like setiap Babnya
Rate bintang lima
Gift Poin atau Koin Seikhlasnya
Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya.
Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...