
"Bagaimana kabarnya Abang?" Tanyanya Dokter yang basa basi itu sambil menepuk pelan punggungnya Pak Handoko.
"Alhamdulillah, kabarku baik-baik saja kok, kalau kamu bagaimana?"tanya balik Pak Handoko yang sangat bahagia karena setelah hampir lima tahun lamanya dia bisa bertemu dengan teman terbaiknya yang dimilikinya itu.
Pertemuan yang tidak pernah terpikirkan oleh Dokter Bertrand yang menyangka jika Pak Handoko ada di Indonesia.
Pak Handoko lebih tua sedikit dibandingkan dengan usianya Dokter Bertrand karena itu lah dia memanggil Abang sedari dulu kepada Pak Handoko.
"Silahkan duduk Abang," tuturnya sambil melirik sekilas ke arah Ibu Anna.
Pak Handoko yang mengerti dengan maksud dari tatapan matanya Bertrand kawannya segera menjelaskan kepada Bertrand.
"Kenalkan Kakak ipar kamu," jelas Pak Handoko yang memperkenalkan istrinya dengan temannya.
"Anna Khadijah Liem," ujar Ibu Anna sembari menjabat tangannya Dokter Bertrand.
"Kakak ipar sangat cantik pantesan Abang tidak pernah melirik perempuan di kampus ternyata di Tanah Air banyak gadis yang sangat cantik," puji Dokter Bertrand.
"Dokter terlalu memuji," tutur Bu Anna yang tersenyum sumringah ke arah dokter Bertrand.
"Silahkan duduk, jauh-jauh datang dari Indonesia ke Berlin sepertinya ada yang sangat urgen," terang Dok Bertrand yang juga duduk di kursi kebesarannya.
"Makasih banyak, seperti dugaan dokter kami ke sini khusus hanya untuk bertemu dengan Dokter," balas Bu Anna.
Dokter Bertrand menatap ke arah Andra yang duduk terdiam sedari tadi. Matanya melihat dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"Saya datang jauh-jauh mencari kamu dan sengaja ingin bertemu karena aku ingin memeriksa kondisi dari kesehatan putraku, dia Andra hampir sudah tiga bulan seperti itu semenjak dia bercerai dengan istrinya," jelasnya Pak Handoko yang bercerita tentang asal muasal Andra bisa sakit hingga seperti itu lah sekarang.
Dokter Bertrand memperhatikan dengan seksama. Beliau kemudian berdiri dari duduknya lalu mendekati Andra. Tapi, tanpa mereka duga, Andra segera memeluk tubuh Dokter Bertrand kemudian menangis tersedu-sedu dalam dekapan hangat dokter Bertrand.
Pak Handoko ingin memisahkan mereka, tapi langsung dicegah oleh dokter dengan mengibaskan tangannya ke arah Pak Handoko.
Pak Handoko kembali duduk di kursinya dan memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh Andra. Pak Dokter tersenyum ke arah Pak Handoko.
"Putramu hanya satu obat yang bisa buat dia sembuh pastinya dengan berbagai terapi kejiwaan, respon stimulus dengan mengingatkan beberapa kejadian dan kenangan indahnya selama bersama dengan mantan istrinya atau yang paling bagus dan tepat pertemukan mereka berdua itu yang paling bagus saat ini," ungkapnya lalu memeriksa kesehatan Andra.
"Tapi, itu sangat sulit dan mustahil dokter, karena sebenarnya kami tidak mengetahui dimana keberadaan Nafeesa mantan istri pertamanya setelah menikah dengan pria lain," terangnya Bu Anna lagi yang ikut menimpali pembicaraan mereka berdua.
"Betul dokter hal itu sangat susah terjadi, tetapi tadi pas kami ada fy jalan mau ke sini, tiba-tiba dia berteriak kencang dan meraung-raung memangil nama mantan istrinya," pungkas Pak Handoko.
"Iya betul sekali dan tadi pagi setelah selesai mandi,dia juga berbicara katanya dia memiliki bayi kembar," jelas Bu Anna.
"Abang harus rutin membawa Andra ke sini untuk terapi, karena penyakit ini biasa dialami oleh pria yang tidak menerima kenyataan jika dia sudah bercerai dengan pasangannya, tapi jika kita rutin mengobati dengan memberikan obat dan terapi terbaik, Insya Allah dia pasti akan sembuh," jelas Dokter Bertrand.
"Syukur Alhamdulillah kalau gitu Dok, semoga setelah dokter menangani kasus penyakit dari putraku, insya Allah akan sembuh total dari penyakitnya," sahut Pak Handoko yang sangat berharap agar putranya secepatnya pulih.
Hari-hari dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, pak Handoko dan Ibu Anna selalu mengantar Andra ke rumah sakit untuk berobat. Dan dari pengobatan tersebut sedikit demi sedikit perlahan-lahan, kesehatan Andra berangsur membaik.
Tiga bulan kemudian..
Usia kandungannya Andira sudah jalan tujuh bulan sehingga, dia tidak lagi mengantar abangnya untuk periksa, cekup di dokter spesialis jiwa seperti yang biasa dia lakukan selama kurang lebih tiga bulan ini.
__ADS_1
Andra hari ini dinyatakan sudah sembuh dari penyakitnya, walaupun belum sembuh total. Tapi, ke dua orang tuanya sudah mengijinkan Andra keluar rumah sendirian. Tapi, untuk urusan mengendarai mobilnya belum bisa diijinkan seperti dahulu sewaktu dia belum sakit.
Seorang perempuan yang baru selesai memakai pakaiannya karena baru mandi pagi berteriak.
"Aaaaaahhhh Mas Sakti sakit!! Pekiknya yang berteriak kencang saking sakitnya dibagian perut bawahnya yang buncit itu.
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...