
"Iya Mi apa Kita serius akan pulang?" Sahut Daffa yang ikut bergabung dalam percakapan mereka berdua.
"Iya sayang, mami serius kita akan balik ke Indonesia tepatnya di rumahnya Oma Dea, apa kalian bahagia?" Tanyanya Nafeesa di depan kedua anak kembarnya itu.
"Hore kita akan pulang ke Indonesia, aku cinta Indonesia," ucapnya Daffa yang sudah melompat-lompat kegirangan saking bahagianya karena akan menginjakkan kakinya ke tanah air negara kelahiran kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah setelah hampir tujuh tahun lebih aku di Jerman terus pindah ke Washington DC akhirnya bisa kembali lagi ke tanah air, kira-kira bagaimana kabarnya Mas Andra," batinnya yang melihat ke arah jendela pesawat.
Sakti yang tidak sengaja melihat istrinya sedang melamun, ia pun berjalan ke arah Nafeesa yang duduk di sofa sambil menyalakan tv tapi penglihatannya tidak tertuju pada TV tapi, berada di tempat lain.
Televisi tersebut sedang menayangkan siaran langsung dari salah stasiun televisi swasta yang bertema Qoriah cilik. Di TV itu sedang menayangkan seorang anak kecil yang sekitar 6 tahun atau 7 tahun sedang membaca ayat suci Al-Qur'an surah an-nisa.
Saking merdu dan indahnya suara anak kecil itu mampu menghipnotisnya, pandangannya teralihkan. Nafeesa spontan melihat ke arah tv, dia terkagum sampai-sampai menetes air matanya.
"Anak itu sangat pintar dan cantik, pasti kedua orang tuanya sangat bangga dan bahagia, andai aku juga punya anak cewek pasti aku sangat bahagia tapi, itu tidak mungkin dimana Mas Sakti tidak mampu untuk melakukannya," gumamnya sambil menyeka air matanya yang mengalir.
Sakti memeluk Nafeesa dari belakang, tapi dia menyapa Naf sebelumnya agar tidak terkejut seperti yang telah lalu.
"Sayang apa yang terjadi padamu?" Tanya Sakti yang jari tangannya menghapus air mata Istrinya dengan sangat hati-hati.
Nafeesa menolehkan kepalanya ke arah Sakti di sebelah kanannya," aku hanya terharu dan bangga melihat anak kecil itu Mas."
Jawabnya Nafeesa lalu menunjuk ke arah layar televisi yang menampilkan seorang gadis kecil. Sakti refleks melihat ke arah yang ditunjuk oleh Nafeesa.
__ADS_1
Sakti pun ikut terharu saat mendengar penjelasan dari MC artis kondang terkenal di negara kita yaitu Irfan Hakim. Dia berbincang-bincang santai dan bertanya kepada anak tersebut.
"Assalamualaikum adek," sapa Irfan Hakim.
"Waalaikum salam,* jawabnya dengan senyuman yang sedari tadi menghiasi wajahnya yang nampak malu-malu.
"Suara kamu sangat merdu kalau boleh tahu namanya siapa?" Tanya Irfan.
"Dilara Aysila Airen Handoko Om," jawabnya dengan mantap.
Nafeesa segera menajamkan pendengarannya saat anak itu menyebut namanya.
"Dilara Aysila Airen Handoko nama yang sungguh sangat cantik," puji Irfan Hakim.
"Jadi Om panggil apa nih sama kamu nak?" Tanyanya lagi Irfan Hakim.
"Panggil Ara saja Om," jawabnya yang sedikit menggoyangkan tubuhnya yang berdiri di atas panggung.
"Ara kesini sama siapa apa diantar sama Papa atau Mamanya Nak?" Tanyanya lagi Irfan.
"Aku diantar sama Papa dan Nenek Om kalau Ma-ma…," ucapannya Ara terpotong karena dia tidak tahu harus menjawab apa.
Hanya air mata yang mampu mewakili perasaan dan jawaban dari pertanyaan mc Irfan Hakim. Ara sesegukan hingga tetesan air matanya jatuh membasahi pipinya dan mikrofon.
__ADS_1
Irfan Hakim dan yang lainnya penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Ara.
"Ma-ma pergi belum pulang katanya Papa Om," jawabnya dengan suara yang lirih sangat kecil.
Semua orang ikut sedih dan menangis,tak ada satupun di dalam sana yang ikut bersedih. Begitu pula halnya dengan Sakti dan Nafeesa yang menonton langsung acara tersebut.
...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...
...1. Pesona Perawan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Aku Diantara Kalian...
...4. Cinta dan Dendam...
...5. Cinta yang tulus...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Pelakor Pilihan...
...8. Hanya Sekedar Pengasuh...
__ADS_1
...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......