
"Alhamdulillah kalau begitu dokter, kami sangat senang dan bahagia dengernya, semoga saja mereka semua sehat hingga lahiran," harap Nyonya Dea dibarengi dengan senyuman penuh kelicikan.
"Nyonya Dea pasti sangat senang saat mengetahui informasi jika Nafeesa hamil anak kembar, sehingga dia membuat dan menyusun kembali rencananya, tapi miris juga dengan nasibnya Nafeesa untuk kedepannya," gumam Prita yang sedikit kasihan dan simpati pada nasibnya Nafeesa yang hanya diperalat oleh Nyonya Dea.
Sakit baru bisa bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari dokter yang telah menyelesaikan pemeriksaannya.
"Tolong dijaga baik-baik Ibu dan calon bayinya Tuan Muda, agar kesehatan mereka terjaga hingga proses lahirannya, dan masalah pingsannya tidak perlu terlalu berlebihan mengkhawatirkan keadaannya, tunggu beberapa menit dia akan siuman," tutur Dokter sambil tersenyum penuh arti ke arah Nyonya Dea.
"Makasih banyak dokter, Prita tolong antar Bu dokter," perintah ibu Dea yang sangat tegas saat berbicara.
"Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah… istri dan calon anak kembar kami dalam keadaan yang baik-baik saja," tutur Sakti lalu menghujani kecupan di keningnya Nafeesa.
"Ingat mulai detik ini Nenek tidak mau dan tidak menginginkan mendengar kabar lagi jika kesehatan Nafeesa terganggu yang berakibat membahayakan kesehatan dan keselamatan calon penerus keluarga Permana!!" Ucap Ibu Dea yang matanya memancarkan kilatan cahaya kebahagiaan karena rencananya tinggal kurang lebih tiga bulan akan berhasil.
Sakti sedari tadi menggenggam tangannya Nafeesa. Dia sudah melupakan jika hari ini ada meeting yang sangat penting akan dia ikuti. Terpaksa di pending karena kondisi Nafeesa yang pingsan.
"Ini yang terakhir kalinya Nenek mendengar kabar bahwa istrimu sakit!!" Tutur Nyonya Dea lalu berjalan keluar menuju pintu dengan seringai licik tersungging di wajahnya.
Sakti hanya melihat sekilas ke arah Neneknya," tanpa Nenek ngomong seperti itu aku pasti akan menjaga istriku sebaik orang lain," gumam Sakti lalu memeriksa beberapa jenis obat yang sudah dipersiapkan oleh dokter untuk calon bayinya.
__ADS_1
Satu bulan kemudian, jauh dari tempat mereka berada di Berlin Jerman, seorang pria beberapa hari ini berdiam diri di dalam rumahnya. Dia belum bisa beraktifitas seperti biasanya dikarenakan kondisi kesehatannya yang masih belum stabil dan normal seperti biasanya.
Ibunya dan Ayahnya Memutuskan untuk menetap dan tinggal bersama putranya di Ibu kota Jakarta.
"Andra, apa kamu ingin makan sesuatu Nak? Kalau mau Ibu akan buatkan kue atau apa pun yang kamu inginkan," rayu ibunya yang tidak tega melihat anak sulungnya sudah nampak seperti mayat hidup saja.
Wajahnya tirus, dagunya lancip, ada lingkaran hitam dibawah ke dua matanya, cambang, jenggot dan kumis tumbuh subur di dagunya. Seakan-akan Andra sudah bosan untuk hidup.
Hidup segan mati pun enggan, seperti itu lah yang dialami oleh Andra sejak sadar dari komanya beberapa hari yang lalu. Pandangan matanya Andra kosong, menerawang hingga jauh tak terhingga. Tidak ada yang tahu apa yang sedang ada di dalam fikirannya.
Pak Handoko memeluk istrinya yang tidak kuasa menahan Isak tangisnya. Dia tidak menyangka jika nasib dan hidup putra semata wayangnya akan berakhir seperti ini jadinya.
"Doakan terus Andra Bu, insya Allah putra kita akan segera sembuh, amin," ujar Pak Handoko yang ikut bersedih melihat kondisi dari Andra yang tidak pernah sama sekali terbayang ataupun terlintas dalam benak dan pikirannya.
"Ayah!! Ibu rasa ada teman ayah yang bekerja sebagai dokter jiwa yang sangat terkenal dan hebat, kalau tidak salah dia teman kuliah Ayah waktu di London Inggris?" Tanyanya Ibu Anna.
Pak Handoko berpikir sejenak mengingat siapa teman yang dimaksud oleh istrinya itu. Hingga wajahnya berbinar seketika itu saat Sudah bisa mengingat siapa orang yang dimaksudkan oleh istrinya itu.
"Ada Ayah ingat namanya Dokter Betran Lie," jawabnya yang sumringah karena menemukan solusi untuk menangani masalah kesehatan jiwa anaknya.
__ADS_1
Mampir dong dinovelku yang lain dengan judul:
Pesona Perawan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1